Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIDAK sesuainya  data dalam program pembibitan kelapa di Manado, Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah ditemukan selisih signifikan antara laporan dan kondisi di lapangan, dari 48 ribu bibit yang tercatat secara administratif, namun dari hasil pengecekan hanya sekitar 17 ribu bibit yang tersedia.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, kemarin.

Selisih sekitar 31 ribu bibit ini dinilai terlalu besar untuk dikategorikan sebagai kesalahan teknis biasa. Perbedaan angka tersebut memunculkan pertanyaan terkait akurasi pelaporan dan efektivitas pengawasan di lapangan.

Dalam program berbasis target luasan tanam, ketepatan data menjadi dasar dalam menentukan distribusi bibit, perencanaan produksi, hingga alokasi anggaran.

Selain persoalan jumlah, kualitas bibit juga menjadi perhatian, dalam kunjungan itu, ditemukan sebagian bibit yang tidak memenuhi standar tanam, baik dari ukuran maupun kondisi fisiknya. Bibit yang tidak layak berpotensi menurunkan tingkat keberhasilan penanaman dan berdampak pada produktivitas kebun ke depan.

Mentan Amran meminta agar kekurangan bibit segera dipenuhi dan kualitasnya diperbaiki.

Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi terhadap proses distribusi dan pelaporan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Laporannya 48 ribu, tetapi di lapangan hanya sekitar 17 ribu. Ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Untuk memastikan transparansi, ia meminta agar temuan tersebut diperiksa secara terbuka oleh aparat penegak hukum.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan pengawasan dalam pelaksanaan program. “Kami minta ini diperiksa. Kita harus terbuka,” jelasnya.

Pemerintah terangnya tidak akan mentoleransi adanya penyimpangan, akan ada sanksi tegas diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar aturan dalam pelaksanaan program.

Penjelaskan Menteri setidaknya menjadi pembelajaran program itu ke depannya sebab haru  akuntabilitas, terutama mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan.

Pemerintah diketahui menganggarkan sekitar Rp9,95 triliun untuk program pembibitan yang ditujukan bagi masyarakat secara gratis.

Benahi

Dengan nilai anggaran yang mendekati Rp10 triliun, efektivitas pelaksanaan program menjadi perhatian utama. Ketidaksesuaian data seperti yang ditemukan di Manado berpotensi mempengaruhi efisiensi penggunaan anggaran serta pencapaian target yang telah ditetapkan.

Program pembibitan ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk pengembangan berbagai komoditas perkebunan, termasuk kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, dan mete. Pemerintah menargetkan pengembangan lahan hingga sekitar 870 ribu hektare atau mendekati 1 juta hektare di seluruh Indonesia.

Target tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja. Dengan asumsi setiap hektare lahan melibatkan beberapa tenaga kerja, program ini diperkirakan mampu menyerap hingga jutaan tenaga kerja.

Terkait masalah itu, tahapan pembibitan menjadi krusial karena menjadi fondasi awal dari keseluruhan program. Ketidaksesuaian dalam tahap ini dapat berdampak langsung pada keberhasilan penanaman di lapangan.

Temuan di Manado juga menjadi indikator perlunya penguatan sistem pengawasan, khususnya dalam proses distribusi dan pelaporan. Ketergantungan pada laporan administratif tanpa verifikasi lapangan dinilai berisiko menimbulkan perbedaan data yang signifikan.

Perbaikan sistem, termasuk penguatan monitoring dan evaluasi berkala, menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga perlu ditingkatkan agar pelaksanaan program lebih terintegrasi.

Oleh sebab itu, pemerintah tetap melanjutkan program dengan mendorong partisipasi daerah dalam pengembangan komoditas pertanian. Dukungan terhadap perluasan lahan dan peningkatan produksi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian nasional.

Namun demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan besarnya anggaran atau luasnya target lahan. Ketepatan pelaksanaan di lapangan, termasuk kualitas bibit dan akurasi data, menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhir.

Selisih 31 ribu bibit di Manado menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program pembibitan secara nasional. Jika tidak segera dibenahi, kondisi serupa berpotensi terjadi di wilayah lain dan dapat mengganggu efektivitas program secara keseluruhan.

Sebaliknya, temuan ini dapat menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pelaksanaan, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Samsung Galaxy Tab A9 dan Galaxy Tab A9+, Dua Jutaan untuk Makin ManTAB Bermain dan Belajar

    Samsung Galaxy Tab A9 dan Galaxy Tab A9+, Dua Jutaan untuk Makin ManTAB Bermain dan Belajar

    • calendar_month Kamis, 26 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    Hiburan dan produktivitas untuk semua orang lewat layar imersif, multitasking yang mudah, dan konektivitas ekosistem yang seamless mulai dari Rp 2.299.000   Sumselterkini.co.id, – Penduduk Indonesia adalah pengguna Internet yang cukup aktif secara global. Menurut studi1, 77 persen populasi Indonesia (212,9 juta) sudah menggunakan Internet, dan tablet adalah salah satu device yang digunakan oleh 18,2% dari populasi […]

  • Cegah Covid-19, Gubernur : Semoga Pergub 37 Dapat Bikin Disiplin Masyarakat

    Cegah Covid-19, Gubernur : Semoga Pergub 37 Dapat Bikin Disiplin Masyarakat

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    “Pergub 37 itu mengajak untuk kita disiplin protokol kesehatan salah satunya memakai masker. Saat ini sudah berjalan, dan jika melanggar akan dikenakan denda,” tuturnya, kemarin. Denda tersebut, lanjutnya, sebagai hukuman yang diyakini dapat memberikan efek jera bagi masyarakat yang tidak disiplin protokol kesehatan. “Diharapkan Pergub tersebut dapat lebih meningkatkan kedisiplinan masyarakat. Itu juga untuk menjaga […]

  • Tumbuh Kembang Anak Dimulai dari Peran Aktif Orang Tua

    Tumbuh Kembang Anak Dimulai dari Peran Aktif Orang Tua

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan  faktor genetik atau kecukupan gizi, tetapi juga dipengaruhi pola pengasuhan dan kualitas interaksi bersama orang tua setiap hari. Pendampingan yang penuh perhatian sejak usia dini menjadi fondasi penting untuk membentuk anak yang sehat, cerdas, percaya diri, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu peran […]

  • HM Dja’far Shodiq Kukuhkan Tim Pemenangan dan Relawan di Mesuji Makmur

    HM Dja’far Shodiq Kukuhkan Tim Pemenangan dan Relawan di Mesuji Makmur

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.515
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id— Sebanyak 300-an tim pemenangan dan relawan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) HM Dja’far Shodiq dan Abdiyanto (JADI) resmi dikukuhkan pada Senin (7/10/2024) di kediaman H. Komarudin, Desa Bina Karsa, Kecamatan Mesuji Makmur. Acara yang berlangsung mulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pemuda, dan penggiat […]

  • Terkait Kebocoran Data di Facebook, AMSI Minta Pemerintah Jamin Keamanan Data Pribadi

    Terkait Kebocoran Data di Facebook, AMSI Minta Pemerintah Jamin Keamanan Data Pribadi

    • calendar_month Jumat, 6 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    Mengenai kemungkinan bocornya data 1 juta pengguna Facebook asal Indonesia dalam skandal yang melibatkan lembaga konsultan politik Cambridge Analytica.

  • Cegah Karhutlah, Muba Gandeng Masyarakat -Perusahaan

    Cegah Karhutlah, Muba Gandeng Masyarakat -Perusahaan

    • calendar_month Kamis, 14 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Langkah Antisipasi Pencegahan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Hutan, Kebun dan Lahan di Kabupaten Musi Banyuasin terus dilakukan Pemkab Muba, apalagi ini sudah merupakan kegiatan rutin tahunan yang menjadi tanggung jawab kita bersama seluruh stake holder terkait Di Musi Banyuasin. Dan pada hari ini Pemkab Muba, FKPD muba dan perusahaan yang berdomisili di Muba antisipasi […]

expand_less
WordPress Archive Carrentx – Car Rental Elementor Template Kit CarRepair – Local Business Template Kit Carry Hill School – Education WordPress Theme Cars4Rent | Car Rental & Taxi Service WordPress Theme Carsentro – Car Dealer & Listing Company Elementor Template Kit Carshen - Car Detailing Service Car Repair Elementor Template Kit CarSpot – Car Directory Listing WordPress Plugin Carsten – Hotel Booking WordPress Theme Cartana – Building and Construction WordPress Theme CartBack | WooCommerce Abandoned Cart & Remarketing in Facebook Messenger