Selasa, 3 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIDAK sesuainya  data dalam program pembibitan kelapa di Manado, Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah ditemukan selisih signifikan antara laporan dan kondisi di lapangan, dari 48 ribu bibit yang tercatat secara administratif, namun dari hasil pengecekan hanya sekitar 17 ribu bibit yang tersedia.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, kemarin.

Selisih sekitar 31 ribu bibit ini dinilai terlalu besar untuk dikategorikan sebagai kesalahan teknis biasa. Perbedaan angka tersebut memunculkan pertanyaan terkait akurasi pelaporan dan efektivitas pengawasan di lapangan.

Dalam program berbasis target luasan tanam, ketepatan data menjadi dasar dalam menentukan distribusi bibit, perencanaan produksi, hingga alokasi anggaran.

Selain persoalan jumlah, kualitas bibit juga menjadi perhatian, dalam kunjungan itu, ditemukan sebagian bibit yang tidak memenuhi standar tanam, baik dari ukuran maupun kondisi fisiknya. Bibit yang tidak layak berpotensi menurunkan tingkat keberhasilan penanaman dan berdampak pada produktivitas kebun ke depan.

Mentan Amran meminta agar kekurangan bibit segera dipenuhi dan kualitasnya diperbaiki.

Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi terhadap proses distribusi dan pelaporan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Laporannya 48 ribu, tetapi di lapangan hanya sekitar 17 ribu. Ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Untuk memastikan transparansi, ia meminta agar temuan tersebut diperiksa secara terbuka oleh aparat penegak hukum.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan pengawasan dalam pelaksanaan program. “Kami minta ini diperiksa. Kita harus terbuka,” jelasnya.

Pemerintah terangnya tidak akan mentoleransi adanya penyimpangan, akan ada sanksi tegas diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar aturan dalam pelaksanaan program.

Penjelaskan Menteri setidaknya menjadi pembelajaran program itu ke depannya sebab haru  akuntabilitas, terutama mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan.

Pemerintah diketahui menganggarkan sekitar Rp9,95 triliun untuk program pembibitan yang ditujukan bagi masyarakat secara gratis.

Benahi

Dengan nilai anggaran yang mendekati Rp10 triliun, efektivitas pelaksanaan program menjadi perhatian utama. Ketidaksesuaian data seperti yang ditemukan di Manado berpotensi mempengaruhi efisiensi penggunaan anggaran serta pencapaian target yang telah ditetapkan.

Program pembibitan ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk pengembangan berbagai komoditas perkebunan, termasuk kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, dan mete. Pemerintah menargetkan pengembangan lahan hingga sekitar 870 ribu hektare atau mendekati 1 juta hektare di seluruh Indonesia.

Target tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja. Dengan asumsi setiap hektare lahan melibatkan beberapa tenaga kerja, program ini diperkirakan mampu menyerap hingga jutaan tenaga kerja.

Terkait masalah itu, tahapan pembibitan menjadi krusial karena menjadi fondasi awal dari keseluruhan program. Ketidaksesuaian dalam tahap ini dapat berdampak langsung pada keberhasilan penanaman di lapangan.

Temuan di Manado juga menjadi indikator perlunya penguatan sistem pengawasan, khususnya dalam proses distribusi dan pelaporan. Ketergantungan pada laporan administratif tanpa verifikasi lapangan dinilai berisiko menimbulkan perbedaan data yang signifikan.

Perbaikan sistem, termasuk penguatan monitoring dan evaluasi berkala, menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga perlu ditingkatkan agar pelaksanaan program lebih terintegrasi.

Oleh sebab itu, pemerintah tetap melanjutkan program dengan mendorong partisipasi daerah dalam pengembangan komoditas pertanian. Dukungan terhadap perluasan lahan dan peningkatan produksi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian nasional.

Namun demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan besarnya anggaran atau luasnya target lahan. Ketepatan pelaksanaan di lapangan, termasuk kualitas bibit dan akurasi data, menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhir.

Selisih 31 ribu bibit di Manado menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program pembibitan secara nasional. Jika tidak segera dibenahi, kondisi serupa berpotensi terjadi di wilayah lain dan dapat mengganggu efektivitas program secara keseluruhan.

Sebaliknya, temuan ini dapat menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pelaksanaan, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmikan Drive Thru Samsat Lubuklinggau, Begini Harapannya

    Resmikan Drive Thru Samsat Lubuklinggau, Begini Harapannya

    • calendar_month Rabu, 2 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    USAI meninjau Pasar Durian Jukung, Gubernur Sumsel H.Herman Deru melanjutkan kunjungan kerjanya di Lubuklinggau dengan meresmikan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor melalui Drive Thru Samsat di simpang Periuk, Kota Lubuklinggau, Selasa (1/12/2020) . Dengan diresmikannya layanan moderen ini, Ia berharap masyarakat semakin dimudahkan dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). “Dalam benak Saya sebenarnya sudah lama […]

  • Pertandingan Persahabatan Voli di Stable Berkuda

    Pertandingan Persahabatan Voli di Stable Berkuda

    • calendar_month Senin, 31 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    SORAK-sorai para suporter meriahkan pertandingan persahabatan Bola Voli Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Musi Banyuasin di Stable Berkuda Sekayu, Senin (31/01/2022). Pertandingan persahabatan ini dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Beni Hernedi SIP diwakili Asisten Pengembangan. Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba Drs H M Yusuf Amilin, hadir langsung Wakil Ketua I TP PKK Muba yang […]

  • KKP Siap  Bantu Fasilitasi & Konsultasi Perizinan Pemanfaatan Ruang Laut untuk Soal Ini

    KKP Siap  Bantu Fasilitasi & Konsultasi Perizinan Pemanfaatan Ruang Laut untuk Soal Ini

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.568
    • 0Komentar

    DALAM rangka menjajaki rencana penyediaan tenaga listrik yang bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) dari Indonesia ke Singapura oleh PT. PLN (Persero), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melakukan pembahasan rencana dan strategi bersama PT. PLN (Persero), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan Kementerian Luar Negeri […]

  • Gerakan Ekonomi Daerah, Kominfo Fasilitasi Sivitas Mudik Bareng

    Gerakan Ekonomi Daerah, Kominfo Fasilitasi Sivitas Mudik Bareng

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.832
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate telah melepas 180 sivitas yang mengikuti Mudik Bareng Kominfo 2022, Yuk Pulang Kampung Lebaran IdulFitri. Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba, kegiatan bertema Yuk Pulang Kampung itu merupakan upaya memfasilitasi pegawai pulang ke kampung masing-masing dengan aman dan nyaman serta menggerakkan ekonomi daerah. “Mudik Bareng 2022 merupakan […]

  • Sumsel Provinsi Terinovatif di Indonesia Tahun 2021 

    Sumsel Provinsi Terinovatif di Indonesia Tahun 2021 

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 717
    • 0Komentar

    bawah komando Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Provinsi Sumsel terus menuai prestasi membanggakan. Paling baru, Sumsel dinobatkan sebagai Provinsi Terinovatif di Indonesia oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2021. Dinobatkannya Sumsel sebagai Provinsi Terinovatif dengan capaian skor indeks tertinggi sebesar 79,51. Catatan skor indeks Sumsel ini […]

  • Pendidikan Bukan Hanya Sains Tapi Juga Mata Hati

    Pendidikan Bukan Hanya Sains Tapi Juga Mata Hati

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.410
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya memberikan pendidikan sains,  namun juga mengajarkan mata hati kepada anak. “Pendidikan bukan hanya sains namun juga agar bagaimana anak mempelajari mata hati atau mata kehidupan. Dengan demikian anak tak hanya cerdas dalam mata pelajaran namun juga cerdas dalam menanggapi kondisi sosial lingkungannya,” ujar Fitri […]

expand_less
WordPress Archive Carrentx – Car Rental Elementor Template Kit CarRepair – Local Business Template Kit Carry Hill School – Education WordPress Theme Cars4Rent | Car Rental & Taxi Service WordPress Theme Carsentro – Car Dealer & Listing Company Elementor Template Kit Carshen - Car Detailing Service Car Repair Elementor Template Kit CarSpot – Car Directory Listing WordPress Plugin Carsten – Hotel Booking WordPress Theme Cartana – Building and Construction WordPress Theme CartBack | WooCommerce Abandoned Cart & Remarketing in Facebook Messenger