Rabu, 23 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

Kok Bisa Selisih 31 Ribu Bibit di Manado? Alarm Program Mendekati Rp10 T

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TIDAK sesuainya  data dalam program pembibitan kelapa di Manado, Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah ditemukan selisih signifikan antara laporan dan kondisi di lapangan, dari 48 ribu bibit yang tercatat secara administratif, namun dari hasil pengecekan hanya sekitar 17 ribu bibit yang tersedia.

Temuan tersebut disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan inspeksi di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara, kemarin.

Selisih sekitar 31 ribu bibit ini dinilai terlalu besar untuk dikategorikan sebagai kesalahan teknis biasa. Perbedaan angka tersebut memunculkan pertanyaan terkait akurasi pelaporan dan efektivitas pengawasan di lapangan.

Dalam program berbasis target luasan tanam, ketepatan data menjadi dasar dalam menentukan distribusi bibit, perencanaan produksi, hingga alokasi anggaran.

Selain persoalan jumlah, kualitas bibit juga menjadi perhatian, dalam kunjungan itu, ditemukan sebagian bibit yang tidak memenuhi standar tanam, baik dari ukuran maupun kondisi fisiknya. Bibit yang tidak layak berpotensi menurunkan tingkat keberhasilan penanaman dan berdampak pada produktivitas kebun ke depan.

Mentan Amran meminta agar kekurangan bibit segera dipenuhi dan kualitasnya diperbaiki.

Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi terhadap proses distribusi dan pelaporan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Laporannya 48 ribu, tetapi di lapangan hanya sekitar 17 ribu. Ini harus segera diperbaiki,” ujarnya.

Untuk memastikan transparansi, ia meminta agar temuan tersebut diperiksa secara terbuka oleh aparat penegak hukum.

Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan pengawasan dalam pelaksanaan program. “Kami minta ini diperiksa. Kita harus terbuka,” jelasnya.

Pemerintah terangnya tidak akan mentoleransi adanya penyimpangan, akan ada sanksi tegas diberikan kepada pihak yang terbukti melanggar aturan dalam pelaksanaan program.

Penjelaskan Menteri setidaknya menjadi pembelajaran program itu ke depannya sebab haru  akuntabilitas, terutama mengingat besarnya anggaran yang dialokasikan.

Pemerintah diketahui menganggarkan sekitar Rp9,95 triliun untuk program pembibitan yang ditujukan bagi masyarakat secara gratis.

Benahi

Dengan nilai anggaran yang mendekati Rp10 triliun, efektivitas pelaksanaan program menjadi perhatian utama. Ketidaksesuaian data seperti yang ditemukan di Manado berpotensi mempengaruhi efisiensi penggunaan anggaran serta pencapaian target yang telah ditetapkan.

Program pembibitan ini merupakan bagian dari agenda nasional untuk pengembangan berbagai komoditas perkebunan, termasuk kelapa, tebu, pala, lada, kakao, kopi, dan mete. Pemerintah menargetkan pengembangan lahan hingga sekitar 870 ribu hektare atau mendekati 1 juta hektare di seluruh Indonesia.

Target tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan produksi, tetapi juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja. Dengan asumsi setiap hektare lahan melibatkan beberapa tenaga kerja, program ini diperkirakan mampu menyerap hingga jutaan tenaga kerja.

Terkait masalah itu, tahapan pembibitan menjadi krusial karena menjadi fondasi awal dari keseluruhan program. Ketidaksesuaian dalam tahap ini dapat berdampak langsung pada keberhasilan penanaman di lapangan.

Temuan di Manado juga menjadi indikator perlunya penguatan sistem pengawasan, khususnya dalam proses distribusi dan pelaporan. Ketergantungan pada laporan administratif tanpa verifikasi lapangan dinilai berisiko menimbulkan perbedaan data yang signifikan.

Perbaikan sistem, termasuk penguatan monitoring dan evaluasi berkala, menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan sesuai rencana. Selain itu, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah juga perlu ditingkatkan agar pelaksanaan program lebih terintegrasi.

Oleh sebab itu, pemerintah tetap melanjutkan program dengan mendorong partisipasi daerah dalam pengembangan komoditas pertanian. Dukungan terhadap perluasan lahan dan peningkatan produksi terus dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian nasional.

Namun demikian, keberhasilan program tidak hanya ditentukan besarnya anggaran atau luasnya target lahan. Ketepatan pelaksanaan di lapangan, termasuk kualitas bibit dan akurasi data, menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhir.

Selisih 31 ribu bibit di Manado menjadi catatan penting dalam pelaksanaan program pembibitan secara nasional. Jika tidak segera dibenahi, kondisi serupa berpotensi terjadi di wilayah lain dan dapat mengganggu efektivitas program secara keseluruhan.

Sebaliknya, temuan ini dapat menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat sistem pelaksanaan, sehingga program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan masyarakat luas. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait SMA-SMK Ikut Mensuarakan RKUHP dan RUU KPK, Ini Himbuan Disdik Prov.Sumsel

    Terkait SMA-SMK Ikut Mensuarakan RKUHP dan RUU KPK, Ini Himbuan Disdik Prov.Sumsel

    • calendar_month Kamis, 26 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    PULUHAN Massa yang berasal dari pelajar SMA-SMK di Palembang melaksanakan demo menuntut membatalkan pembahasan RKUHP dan RUU KPK, Kamis [26/9/2019]. Dinas Pendidikan [Disdik] Sumsel pun merespon aksi yang dilakukan para pelajar tersebut, menurut Kepala Disdik Sumsel, Widodo, pihaknya mengeluarkan instruksi kepada setiap sekolah di Sumsel. Menurutnya semestinya tugas mereka yang belajar.  Dirinya mengintruksikan kepala sekolah […]

  • Terima Legislator Dapil Sumsel II, Ratu Dewa Sampaikan Soal Ini

    Terima Legislator Dapil Sumsel II, Ratu Dewa Sampaikan Soal Ini

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa memaparkan, beberapa hal telah disampaikan pihak DPRD Provinsi Sumsel melalui Dapil II Kota Palembang, baik itu masukan ataupun yang bersifat dorongan. “Karena banyak terlibat di Banggar, kita juga meminta dorongan anggaran untuk membantu Pemerintah Kota Palembang,” kata Ratu Dewa. Disampaikannya, ada beberapa kebutuhan anggaran yang saat ini dinilai cukup besar, […]

  • Presiden Harapkan Maksimalkan Lawan Pandemi, Saat Tahun Baru Islam

    Presiden Harapkan Maksimalkan Lawan Pandemi, Saat Tahun Baru Islam

    • calendar_month Selasa, 10 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 849
    • 0Komentar

    PANDEMI COVID-19 yang masih terjadi di Indonesia telah menyebabkan adanya penyesuaian dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk aktivitas keagamaan. Presiden Joko Widodo mengatakan, penyesuaian tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk perubahan yang lebih baik dan contoh hijrah yang diamanahkan oleh Nabi Muhammad saw. “Itu adalah ikhtiar kebaikan, itu salah satu contoh dari hijrah yang diamanahkan oleh Nabi […]

  • Update Jumat, Kasus Positif COVID-19 Naik Jadi 106 Kasus

    Update Jumat, Kasus Positif COVID-19 Naik Jadi 106 Kasus

    • calendar_month Jumat, 24 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.097
    • 0Komentar

    JUMLAH penderita positif COVID-19 di Sumsel per Jumat [24/4/2020 meningkat tajam, dari sebelumnya diklaim selama 3 hari nihil kasus COVID-19. Meningkatnya terpapar positif COVID -19 tersebut berasal dari transmisi lokal. “Kasus terbaru yang terkonfirmasi positif kali ini berasal dari Lubuklinggau, Lahat, Ogan Ilir, Prabumulih, dan Palembang,”kata Ketua Tim PIE RSUP Mohammad Hoesin dr Zen Ahmad […]

  • ASEAN Akan Bentuk Standar Protokol Kesehatan yang Sama

    ASEAN Akan Bentuk Standar Protokol Kesehatan yang Sama

    • calendar_month Sabtu, 21 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 634
    • 0Komentar

    ASEAN akan membentuk Standar Protokol Kesehatan yang sama dan berbasis teknologi, seperti dengan menggunakan kode QR standar dari WHO. Selain itu, direncanakan di acara G20 agar aplikasi PeduliLindungi milik Indonesia atau TraceTogether dari Singapura bisa interkoneksi satu sama lain. Berbagai informasi mengenai COVID-19 tersedia di https://covid19.go.id dan https://s.id/infovaksin #PakaiMasker #CepatVaksin  

  • Malaysia terbitkan Panduan Pengungkapan ESG yang disederhanakan untuk UKM dalam Rantai Pasokan

    Malaysia terbitkan Panduan Pengungkapan ESG yang disederhanakan untuk UKM dalam Rantai Pasokan

    • calendar_month Selasa, 24 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.973
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Capital Markets Malaysia (“CMM”), afiliasi dari Securities Commission Malaysia (“SC”), hari ini meluncurkan Panduan Pengungkapan ESG yang Disederhanakan (“SEDG”), menjadikan Malaysia sebagai yang terdepan dalam hal ini. negara pertama di dunia yang memberikan serangkaian pedoman yang disederhanakan dan terstandarisasi kepada usaha kecil dan menengah (“UKM”) dalam rantai pasokan global sehubungan […]

expand_less
WordPress Archive Carrentx – Car Rental Elementor Template Kit CarRepair – Local Business Template Kit Carry Hill School – Education WordPress Theme Cars4Rent | Car Rental & Taxi Service WordPress Theme Carsentro – Car Dealer & Listing Company Elementor Template Kit Carshen - Car Detailing Service Car Repair Elementor Template Kit CarSpot – Car Directory Listing WordPress Plugin Carsten – Hotel Booking WordPress Theme Cartana – Building and Construction WordPress Theme CartBack | WooCommerce Abandoned Cart & Remarketing in Facebook Messenger