Agribisnis

Agar Kopi Sumsel Dapat Bersaing di Pasar, Dewan Kopi Indonesia Siap Bersinergi dengan Dekopi Sumsel

Dia berharap dengan adanya kerjasama dengan Dewan Kopi Indonesia ini ke depannya kopi Sumsel dapat bersaing di pasar, selain itu juga mendorong agar anak-anak milanium dapat tertarik untuk berbisnis di sektor komoditi ini, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru di Sumsel.

foto : one

DEWAN Kopi Indonesia siap bersinergi untuk membantu mengembangkan produk kopi yang dihasilkan petani di Sumsel sehingga ke depannya dapat bersaing di pasar Nasional maupun Internasional.

Ketua Dewan Kopi Indonesia, Anton Apriantono menerangkan, mengakui selama ini hasi produk kopi petani di Sumsel masih kalah bersaing dengan daerah lain, padahal areal tanaman kopi di Sumsel mencapai 250.000 hektare yang tersebar di daerah sentra industri.

“Kami siap bersinergi dengan Dekopi Sumsel untuk membantu baik dari masalah hulu-hilir-nya,”paparnya disela -sela Seminar Nasional Hasil Litbangyasa Industri Palembang, bertema “ Hilirisasi Industri Berbasis Lokal dalam Menghadapi Tantangan Industri 4.0, di Hotel Herper Palembang, Senin[26/8/2019].

Dia mengatakan dengan adanya kerjasama ini tentu tak lain untuk mengembangkan kopi Sumsel, agar produktivitas meningkat serta memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran.

Untuk tahap pertama, kata Mantan Menteri Pertanian ini akan membantu mengembangkan perkebunan kopi di Kabupaten Muaraenim.

“Sudah ada pembicaraan dengan Bupatinya tinggal role modelnya seperti apa, yang jelas kita siap membantu dari pembibitan yang berkualitas, pasca panen seperti pemasaran, dan lainnya,”tambahnya.

Untuk mengembangkan kopi Sumsel itu pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, dan ke depan Dewan Kopi Indonesia akan bersinergi bersama Dekopi untuk melakukan roadshow ke daerah sentra produksi di Sumsel, sehingga dengan kegiatan ini dapat menyerap keluhan petani kopi di Sumsel.

“Apalagi kopi Sumsel masih kalah bersaing dengan Lampung, padahal kopi yang diproduksi dari Lampung tersebut ada yang berasal dari Sumsel juga,”paparnya.

Mudah – mudahan hasil kopi Sumsel terus meningkat sehingga kesejahteraan petani juga bertambah. Setidaknya Dewan Kopi Indonesia, urainya akan membantu mendatangkan pembeli secara langsung kepada petani kopi di Sumsel.

Ketua Dewan Kopi Sumsel Zain Ismed menambahkan areal tanaman kopi di Sumsel cukup luas mencapai 250 ribu hektare, bahkan dari areal tersebut Sumsel salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia.

Namun sayangnya, lanjut dia masih banyak kendala, sebab dari luas lahan kopi tersebut, masih sebagian butuh untuk peremajaan, dengan bibit kopi yang berkualitas atau unggul. Oleh sebab itu pihaknya melakukan pertemuan dengan Dewan Kopi Indonesia untuk membahas pengembangan kopi Sumsel itu.

Dia berharap dengan adanya kerjasama dengan Dewan Kopi Indonesia ini ke depannya kopi Sumsel dapat bersaing di pasar, selain itu juga mendorong agar anak-anak milanium dapat tertarik untuk berbisnis di sektor komoditi ini, sehingga dapat membuka lapangan kerja baru di Sumsel.

“Yang jelas produk dari kopi ini bukan lagi dinikmati pengusaha luar, namun lokal, oleh sebab itu kita juga butuh bersinergi dengan Dewan Kopi Indonesia, salah satunya juga membuat festival-festival agar kopi kita memiliki brending,”paparnya,[**]

 

Penulis : one

 

Comments

Terpopuler

To Top