Kamis, 8 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Agribisnis » Sebelum Tanam, Jangan Cuma Lihat Harga Pupuk, Ini Data Iklim yang Perlu Dicek Petani

Sebelum Tanam, Jangan Cuma Lihat Harga Pupuk, Ini Data Iklim yang Perlu Dicek Petani

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MENJELANG musim tanam, harga pupuk biasanya menjadi salah satu hal yang ikut diperhitungkan petani.

Namun, ada hal lain yang tak kalah menentukan dan sering kali justru datang lebih awal sebelum pupuk ditebar di lahan, adalah informasi iklim.

Sebab, pupuk yang tersedia tidak otomatis membuat tanaman tumbuh maksimal jika waktu tanamnya keliru, air tidak mencukupi, atau tanaman harus menghadapi kondisi cuaca yang tidak sesuai.

Karena itu, sebelum menentukan kapan mulai menanam, petani perlu melihat lebih dari sekadar harga dan ketersediaan sarana produksi.

Ada sejumlah informasi iklim yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

1. Kapan musim tanam dimulai?

Pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah kapan waktu yang cukup tepat untuk mulai menanam.

Petani tentu memiliki pengalaman membaca tanda-tanda musim. Namun, kondisi iklim dapat berubah sehingga pola yang terjadi pada tahun sebelumnya belum tentu sama pada musim berikutnya.

Informasi mengenai awal musim dan perkembangan curah hujan dapat membantu petani menyusun jadwal tanam dengan lebih terukur.

Dengan mengetahui kecenderungan musim sejak awal, petani memiliki waktu untuk menyiapkan lahan, benih, pupuk, hingga kebutuhan air.

2. Seberapa banyak hujan yang diperkirakan turun?

Hujan memang dibutuhkan tanaman. Tetapi terlalu sedikit maupun terlalu banyak sama-sama dapat menimbulkan persoalan.

Curah hujan yang rendah dalam waktu tertentu dapat meningkatkan risiko kekurangan air. Sebaliknya, hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan potensi genangan atau banjir di wilayah tertentu.

Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya pertanyaan “akan hujan atau tidak”, tetapi juga bagaimana kecenderungan curah hujan pada periode yang akan dihadapi tanaman.

Informasi seperti ini dapat membantu menentukan strategi budidaya dan pengelolaan air.

3. Apakah tanaman yang dipilih sesuai dengan kondisi wilayah?

Tidak semua tanaman membutuhkan kondisi air dan musim yang sama.

Ketika kondisi iklim suatu wilayah diperkirakan berbeda dari biasanya, pilihan komoditas dan waktu tanam juga dapat dipertimbangkan kembali.

Di sinilah informasi iklim menjadi lebih dari sekadar prakiraan.

Data tersebut dapat digunakan sebagai salah satu dasar untuk menyesuaikan keputusan budidaya dengan kondisi wilayah masing-masing.

Artinya, petani tidak harus menggunakan pola tanam yang sama hanya karena pada musim sebelumnya pola tersebut berhasil.

4. Bagaimana dengan risiko kekeringan dan banjir?

Dua kondisi ini menjadi tantangan yang cukup berbeda bagi pertanian.

Kekeringan dapat membuat ketersediaan air berkurang dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Sementara hujan berlebihan dapat menyebabkan lahan tergenang dan mengganggu aktivitas pertanian.

Risiko tersebut juga tidak selalu muncul tepat ketika petani mulai menanam.

Karena itu, informasi mengenai potensi kondisi ekstrem perlu diperhatikan sejak tahap perencanaan.

Semakin cepat risiko diketahui, semakin banyak pilihan antisipasi yang dapat disiapkan.

5. Kapan pupuk benar-benar dibutuhkan?

Di titik ini, informasi iklim mulai berkaitan langsung dengan pupuk.

Kebutuhan pupuk di suatu daerah tidak selalu muncul pada waktu yang sama. Jika jadwal tanam berubah karena kondisi musim, kebutuhan sarana produksi juga dapat ikut bergeser.

Itulah sebabnya perencanaan pupuk tidak cukup hanya menghitung berapa banyak yang harus tersedia.

Pertanyaan lainnya adalah kapan pupuk dibutuhkan, di mana kebutuhannya meningkat, dan bagaimana memastikan pupuk tiba ketika petani membutuhkannya.

Informasi iklim dapat membantu menjawab bagian tersebut.

Jangan Samakan Semua Wilayah

Satu hal yang sering luput adalah kondisi iklim Indonesia tidak seragam.

Wilayah yang berjarak cukup jauh dapat memiliki pola musim yang berbeda. Bahkan daerah yang masih berada dalam satu provinsi pun tidak selalu mengalami awal musim hujan atau kondisi curah hujan yang persis sama.

BMKG mencatat Indonesia memiliki ratusan Zona Musim (ZOM) dengan karakteristik masing-masing.

Artinya, perencanaan pertanian tidak ideal jika seluruh wilayah diperlakukan dengan pola yang sama.

Jadwal tanam, kebutuhan air, hingga perencanaan sarana produksi perlu mempertimbangkan kondisi lokal.

Bukan Sekadar Melihat Cuaca Hari Ini

Di sinilah perbedaan informasi cuaca dan iklim menjadi penting.

Cuaca lebih banyak digunakan untuk mengetahui kondisi atmosfer dalam waktu dekat. Misalnya, apakah hari ini atau beberapa hari ke depan berpotensi hujan.

Sementara informasi iklim dapat digunakan untuk melihat kecenderungan dalam rentang waktu yang lebih panjang.

Bagi petani, keduanya sama-sama berguna.

Prakiraan cuaca dapat membantu keputusan harian di lapangan, sedangkan informasi iklim dapat digunakan untuk menyusun strategi sebelum kegiatan pertanian dimulai.

Jadi, ketika hendak menentukan waktu tanam, petani tidak hanya perlu bertanya, “Besok hujan atau tidak?”

Pertanyaan yang lebih jauh adalah, “Bagaimana kondisi musim yang akan saya hadapi selama tanaman ini tumbuh?”

BMKG Dorong Pertanian Lebih Antisipatif

Pentingnya informasi tersebut kembali ditegaskan BMKG dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pupuk Indonesia di Graha Phonska.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan informasi iklim dapat digunakan untuk menentukan waktu tanam, memilih komoditas, mengelola kebutuhan air hingga mengantisipasi risiko gagal panen.

Menurut Faisal, pendekatan terhadap informasi iklim perlu bergeser. Data tidak seharusnya baru digunakan setelah masalah terjadi, tetapi menjadi dasar untuk melakukan langkah antisipasi sejak awal.

Dalam konteks pertanian, pendekatan itu berarti keputusan mengenai produksi dan sarana pendukungnya disiapkan berdasarkan kondisi yang diperkirakan akan dihadapi.

Termasuk dalam hal penyediaan pupuk.

Pupuk Indonesia sendiri menilai informasi iklim penting untuk mendukung perencanaan operasional dan rantai pasok agar ketersediaan pupuk dapat mengikuti kebutuhan petani.

Dengan begitu, persoalan pupuk tidak berhenti pada soal ada atau tidak ada.

Yang tak kalah penting adalah memastikan pupuk tersedia pada waktu yang tepat, di lokasi yang tepat, dan sesuai kebutuhan tanaman.

Jadi, Apa yang Perlu Dicek Sebelum Tanam?

Jika diringkas, ada beberapa informasi yang layak diperhatikan petani sebelum menentukan strategi tanam:

  • Perkiraan awal musim, untuk menentukan momentum tanam.
  • Prediksi curah hujan, untuk memperkirakan ketersediaan air.
  • Kondisi musim di wilayah setempat, karena setiap daerah memiliki karakteristik berbeda.
  • Potensi kekeringan atau hujan ekstrem, untuk menyiapkan langkah antisipasi.
  • Perkiraan perkembangan musim, agar kebutuhan benih, pupuk, air dan sarana produksi dapat disiapkan lebih awal.

Sebenarnya, bertani bukan hanya soal apa yang ditanam dan berapa banyak pupuk yang digunakan.

Ada satu pertanyaan yang tidak kalah penting, kondisi alam seperti apa yang akan dihadapi tanaman setelah benih masuk ke tanah?

Semakin baik informasi itu dipahami sejak awal, semakin banyak keputusan yang bisa disiapkan sebelum risiko datang.

Dan bagi petani, keputusan yang dibuat sebelum tanam sering kali jauh lebih berharga daripada mencari solusi setelah tanaman terlanjur bermasalah.

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

    Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.449
    • 0Komentar

    PERNAH dengar pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”?, Nah, pepatah itu sepertinya cocok banget buat menggambarkan bagaimana sebuah desa wisata bisa menjelma jadi magnet baru pariwisata di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025). Bukan karena jurus sulap ala pesulap topi tinggi, tapi karena adanya kolaborasi 5 pihak alias pentahelix, pemerintah, swasta, akademisi, media, dan […]

  • Mau Mudik Aman, Prokes Menjadi Hal Utama

    Mau Mudik Aman, Prokes Menjadi Hal Utama

    • calendar_month Sabtu, 16 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 575
    • 0Komentar

    MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menegaskan masyarakat yang akan mudik harus mematuhi protokol kesehatan dan sudah divaksin guna mencegah penyebaran kasus Covid-19 supaya perjalan menjadi aman. “Dengan mengikuti Prokes supaya ketika berangkat ke daerah tujuan, kondisi betul-betul sehat dari Covid-19 dan datang tidak membawa oleh-oleh Covid-19,” kata Muhadjir usai […]

  • Hadiri HUT ke-50 Kadin, Begini Harapan Ketua Kadin Sumsel

    Hadiri HUT ke-50 Kadin, Begini Harapan Ketua Kadin Sumsel

    • calendar_month Selasa, 25 Sep 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumatera Selatan yang juga Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex menghadiri HUT Kadin ke-50 di di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton Jakarta Pusat, Senin (24/9/2018). Dodi berharap Kadin dapat terus berkiprah dalam mewadahi dan memajukan perdagangan dan idustri di Indonesia. “Dirgahayu ke-50 Kadin Indonesia semoga terus berkembang […]

  • Expo Dubai 2020, Paviliun Indonesia Didatangi 50 Ribu Pengunjung selama Dua Pekan

    Expo Dubai 2020, Paviliun Indonesia Didatangi 50 Ribu Pengunjung selama Dua Pekan

    • calendar_month Minggu, 17 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    LEBIH dari 50 ribu orang telah mengunjungi Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) sejak dibuka oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, Jumat (1/10/2021). Membawa tema “Creating the Future, From Indonesia to The World”, Paviliun Indonesia hadir mempresentasikan potensi serta mempromosikan inovasi dan kemajuan Indonesia melalui beragam tema mingguan dan juga […]

  • Alex Ingin Sumsel Jadi Percontohan Dunia

    Alex Ingin Sumsel Jadi Percontohan Dunia

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    “Kita bukan saja juara di bidang olahraga, tapi di bidang lingkungan juga, ini tanggungjawab kita bersama,”

  • RUPST Setujui Laporan Kinerja Perusahaan 2020, Catat Pendapatan Rp1,72 Triliun

    RUPST Setujui Laporan Kinerja Perusahaan 2020, Catat Pendapatan Rp1,72 Triliun

    • calendar_month Jumat, 28 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    RUPST PT Semen Baturaja juga menyetujui laporan mengenai kinerja perusahaan selama tahun buku 2020. Laporan yang disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Jobi Triananda Hasjim, perseroan mampu membukukan kinerja positif dengan memaksimalkan pendapatan dengan capaian Rp 1,72 Triliun serta meningkatkan EBITDA menjadi Rp 416,4 Miliar atau meningkat 2% dari tahun 2019. ‘’Kinerja positif ini merupakan […]

expand_less
WordPress Archive Salmon — Restaurant WordPress Theme Salvation – Church & Religion WP Theme Sam Bailey – Personal CV/Resume WordPress Theme Samantha – Personal Trainer & Fitness WordPress Theme Samral – Electronic WooCommerce Theme Samui – Gutenberg WordPress Theme for Blog and Magazine Sanat – Industry Elementor Template Kit Sandbox – Modern & Multipurpose WordPress Theme SanFair – Blog Magazine Elementor Template Kit SanFrancisco – MultiConcept Blog & Magazine WordPress Theme