Senin, 7 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Patut Dilihat! Ini Dia Film dan Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
  • visibility 2.785
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Sumselterkini.co.id, – Peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau dikenal juga dengan G30S/PKI menjadi salah satu peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia. Peristiwa tersebut disebut-sebut merupakan buah dari kehadiran Partai Komunis Indonesia atau PKI. Setelah sekian lama beroperasi dan bahkan sudah disambut dengan sistem “Demokrasi Terpimpin”, PKI diduga melakukan provokasi dan hendak melakukan kudeta terhadap Soekarno. Akibatnya, terjadilah peristiwa penculikan dan  terbunuhnya para jenderal. Jasad para jenderal tersebut ditemukan di sebuah sumur tua di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur. 

Peristiwa ini terjadi pada 30 September 1965 hingga 1 Oktober 1965. Karenanya setiap tanggal 30 September, diperingati sebagai Hari Peringatan G30S/PKI untuk mengenang peristiwa tersebut dan para tokoh yang gugur. Hari peringatan bersejarah menjadi pengingat bahwa meski kemerdekaan telah diraih, kehidupan politik dan bernegara Indonesia dilalui dengan berbagai peristiwa dan perjalanan panjang yang tidak mudah. 

 

Mengupas Sejarah Melalui Sebuah Karya 

Sejarah Indonesia dengan berbagai peristiwa dan tokoh-tokoh di belakangnya yang mewarnai tumbuhnya bangsa Indonesia ini banyak melatarbelakangi lahirnya karya-karya inspiratif. Ada banyak contoh dalam dunia perfilman yang mengangkat latar belakang peristiwa bersejarah Indonesia. Sebut saja film Soekarno (2013), Kartini (2017), Guru Bangsa Tjokroaminoto (2015), Sang Pencerah (2010), hingga yang terbaru Buya Hamka (2023).

Tidak hanya dalam dunia perfilman saja, tetapi juga dalam karya tulis. Sejarah menginspirasi para penulis untuk membuat karya dengan latar belakang peristiwa bersejarah. Contohnya, buku Laut Bercerita karya Leila S. Chudori yang berlatar pada tahun 1998, lalu buku Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari yang berlatarkan pada masa Orde Baru, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer yang berlatarkan pada zaman Hindia Belanda, lalu Gadis Kretek karya Ratih Kumala yang berlatarkan masa penjajahan.

 

Buku dengan Latar Peristiwa G30S/PKI

Peristiwa politik tahun 1965 yang menjadi masa kelam bagi bangsa Indonesia ini juga menginspirasi banyak karya fiksi lainnya. Sebut saja, buku Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Pulang karya Leila S. Chudori, serta Amba karya Laksmi Pamuntjak. Semuanya mengambil benang merah masa G30S atau isu yang berkaitan dengan PKI. Termasuk salah satu karya yang terbit secara digital di Cabaca berjudul Roekiah 1965 karya Roe ini yang memiliki kisah dengan berlatarkan politik 1965. 

“Buku Roekiah 1965 menceritakan perjalanan Roekiah dalam menggapai mimpinya yang terpendam, yakni menjadi pemain ludruk, juga menemukan ibunya yang belum pernah ia temui. Selama mewujudkan mimpinya, Roe mulai dituduh dan dicurigai sebagai simpatisan partai terlarang sampai dituduh sebagai gadis murahan yang menjual tubuh demi mendapat jalan ke panggung ludruk,” jelas  Arga Dara Ramadhani sebagai editor buku Roekiah 1965 saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).

Arga Dara Dara melanjutkan bahwa selain mengupas sisi gelap kejadian G30S pada masa 1965 (baik dari sisi ekonomi hingga psikologis) dan sesudahnya, buku ini memberikan warna baru dalam upaya sang tokoh untuk bisa menghidupkan kembali kesenian ludruk yang sempat dilarang pasca-pemberontakan. Pembentukan karakter yang konsisten dalam mencapai tujuannya, dari plot awal yang belum mengetahui kesenian ludruk hingga akhirnya bisa tampil untuk menyuarakan kebenaran dan kritik sosial atas kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat menjadi salah satu keunikan bagi buku ini. Selain itu, perjalanan Roekiah mencari sang Ibu yang sulit dicari jejaknya pasca-pemberontakan terjadi juga menjadi satu kelebihan tersendiri. Meski buku ini merupakan kisah fiktif, tapi ada satu kelompok tertentu pada masa itu yang memiliki kenangan kurang menyenangkan tentang bagaimana mereka kehilangan keluarga akibat gerakan pembantaian besar-besaran. 

“Selama ini ada banyak stigma yang kurang lebih bernada ‘novel digital itu nggak berkualitas’. Di Cabaca hal tersebut nggak berlaku karena hampir semua yang diterbitkan diawali dengan sistem seleksi naskah dan terdapat proses editorial,” ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca saat diwawancarai secara daring pada (26/09/2023).  Ia berharap, novel Roekiah 1965 yang penulisnya merupakan salah satu finalis Emerging Writers dalam Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2021 ini bisa memberi warna dan perspektif baru terkait isu PKI dalam dunia literasi. Novel ini juga diharapkan dapat menginspirasi penulis Indonesia untuk lebih berani menelaah sejarah bangsa sendiri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berlaku Semua Daerah, Nataru Akan Diberlakukan PPKM Livel Tiga

    Berlaku Semua Daerah, Nataru Akan Diberlakukan PPKM Livel Tiga

    • calendar_month Senin, 22 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 815
    • 0Komentar

    PEMERINTAH membuat kebijakan baru. Menjelang libur Natal dan tahun baru 2022, pemerintah akan menyamaratakan leveling semua daerah. Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 untuk seluruh wilayah Indonesia itu mulai berlaku pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Acuan kebijakan ini nantinya akan diatur melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri. “Seluruh wilayah di Indonesia, […]

  • ‘Jempol’ Buat Harnojoyo dari Herman Deru

    ‘Jempol’ Buat Harnojoyo dari Herman Deru

    • calendar_month Kamis, 14 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi Walikota Palembang H Harnojoyo beserta jajaran yang telah menjadikan Kota Palembang menjadi kota yang aman, nyaman serta kota yang maju di Sumatera Selatan. Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel Herman Deru saat  menghadiri Welcome Dinner dengan Peserta Seminar dan Dialog Nasional  yang bertemakan “Pengelolaan Sumber Daya Alam di […]

  • Pascapandemi, Pemerintah Ajak Semua Pihak Pulihkan Perekonomian

    Pascapandemi, Pemerintah Ajak Semua Pihak Pulihkan Perekonomian

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    PANDEMI Covid-19 telah berlangsung selama dua tahun di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Hal ini memberikan dampak luas di seluruh sektor termasuk ekonomi. Pemerintah terus melakukan upaya untuk menangani dampak yang ditimbulkan, salah satunya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Juli 2021 lalu. Pada acara Indonesia Services Week 2021, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan […]

  • Gubernur Antarkan Sumsel Menjadi Harapan Baru Ekonomi Nasional, Lepas Tim Jelajah Komoditas Sumsel

    Gubernur Antarkan Sumsel Menjadi Harapan Baru Ekonomi Nasional, Lepas Tim Jelajah Komoditas Sumsel

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumsel diprediksi menjadi kontributor pengungkit pertumbuhan ekonomi paling potensial di pulau Sumatera bahkan menjadi harapan masa depan bagi ekonomi nasional. Pernyataan itu diungkapkan Direktur Media Nasional Bisnis Indonesia Hery Trianto, usai melepas Tim Jelajah Komoditas Sumatera Selatan 2021 bersama Gubernur Sumsel H.Herman Deru, Senin ( 15/3/2021) di halaman Pemprov Sumsel. Dikatakannya, pemilihan Sumsel sebagai […]

  • Sejak 1950 Jadi Rumah Orang Aceh di Perantauan, Taman Iskandar Muda Kini Buka Jalan bagi Talenta Muda

    Sejak 1950 Jadi Rumah Orang Aceh di Perantauan, Taman Iskandar Muda Kini Buka Jalan bagi Talenta Muda

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 19
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sejak berdiri pada 24 Agustus 1950, Taman Iskandar Muda menjadi wadah yang menyatukan masyarakat Aceh di perantauan. Kini, organisasi tersebut didorong membuka ruang yang lebih besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, gagasan, dan talenta mereka. Pesan itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) […]

  • Kepala BMKG Tegaskan Respons Gempa Harus Lebih Cepat, Sekat Antarbidang Dihapus

    Kepala BMKG Tegaskan Respons Gempa Harus Lebih Cepat, Sekat Antarbidang Dihapus

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 18
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani meminta seluruh bidang di BMKG bergerak lebih cepat saat gempa terjadi. Ia menilai koordinasi antara meteorologi, klimatologi, dan geofisika tidak boleh terhambat oleh batas bidang ketika masyarakat membutuhkan informasi kebencanaan. Faisal menyampaikan hal tersebut saat menutup rangkaian Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) ke-79 […]

expand_less