Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Buku Makin Banyak, Tapi Apakah Kita Makin Cerdas?

Buku Makin Banyak, Tapi Apakah Kita Makin Cerdas?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA kabar baik dari Sumatera Selatan (Sumsel) dalam urusan literasi sebab daerah ini berhasil menempati peringkat ketiga Nasional dalam tingkat kegemaran membaca. Festival Literasi Sumatera Selatan 2026 yang kembali digelar juga menggambarkan upaya menumbuhkan budaya membaca masih mendapat perhatian.

Capaian itu layak mendapat acungan jempol, namun di tengah perubahan zaman saat ini sangat cepat, mungkin ada satu pertanyaan yang juga perlu menjadi renungan bersama, karena ketika buku semakin mudah ditemukan dan budaya membaca semakin tumbuh, apakah kemampuan kita dalam memahami informasi juga ikut berkembang?

Pertanyaan ini bukan untuk mengurangi arti sebuah capaian, justru sebaliknya, keberhasilan membangun kegemaran membaca seharusnya menjadi awal untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Sebab, membaca dan menjadi cerdas bukanlah dua hal yang selalu berjalan otomatis. Membaca memberi kita pengetahuan. Tetapi bagaimana pengetahuan itu dipahami, diperiksa, dibandingkan dengan informasi lain, lalu digunakan dalam kehidupan sehari-hari, merupakan persoalan yang berbeda.

Tantangan tersebut terasa semakin nyata sekarang, apalagi informasi yang datang itu bisa dikatakan dari berbagai arah, misalnya melalui telepon genggam, seseorang bisa membaca berita, melihat video, mengikuti percakapan di media sosial, dan bahkan menerima berbagai klaim dalam waktu yang hampir bersamaan.

Belum lagi kehadiran kecerdasan buatan atau AI membuat proses mencari dan menghasilkan informasi menjadi jauh lebih cepat.

Teknologi ini tentu membawa banyak manfaat, seperti pelajar dapat menggunakannya untuk membantu memahami pelajaran. Pekerja bisa memanfaatkannya untuk mengolah data dan mencari gagasan. Masyarakat pun dapat memperoleh bantuan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Tetapi semakin mudah informasi diperoleh, semakin penting pula kemampuan untuk menyaringnya. Jawaban dari AI, misalnya, bisa terlihat sangat meyakinkan. Namun tetap perlu diperiksa dan dibandingkan dengan sumber yang dapat dipercaya.

Begitu pula informasi yang beredar di media sosial, tidak semua yang ramai yang dibicarakan itu sudah otomatis benar alias 100 persen kebenarannya. Oleh sebab itu, literasi memiliki tantangan baru.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru saat membuka Festival Literasi Sumsel 2026 menyampaikan literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat.

Pandangan itu  benar, sebab ketika masyarakat menghadapi arus informasi yang semakin deras arus dapat disaring kembali kebenarannya.

Oleh karena itu, gerakan literasi tentunya tidak harus berhenti pada ajakan untuk membaca. Membaca tetap menjadi fondasi, tetapi masyarakat juga perlu dibiasakan untuk memahami isi bacaan, mengenali sumber informasi, memeriksa kebenarannya dan berpikir sebelum menyebarkannya.

Dalam masalah ini, berbagai kegiatan literasi yang selama ini dilakukan tetap memiliki arti penting. Apalagi ada kegiatan, seperti Festival, lomba, pameran hingga donasi buku merupakan cara guna memperkenalkan dan mendekatkan literasi kepada masyarakat.

Dalam Festival Literasi Sumsel 2026 bahkan disebutkan telah dilakukan donasi sebanyak 4.648 buku.

Angka itu luar biasa dan patut dihargai sebagai bentuk kepedulian, namun tentunya akan lebih baik apabila buku-buku itu tidak berhenti sebagai koleksi dan hiasan pemanis rak di ruangan saja, melainkan benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan membaca masyarakat.

Mungkin di sinilah pekerjaan rumah berikutnya, bagaimana memastikan buku yang sudah tersedia memiliki pembaca? Bagaimana membuat kegiatan membaca berlanjut setelah festival selesai?

Dan satu lagi tidak kalah penting pertanyaan, bagaimana mengubah kebiasaan membaca menjadi kemampuan berpikir yang semakin baik?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak harus dilihat sebagai kritik terhadap apa yang sudah dilakukan. Justru bisa menjadi bahan untuk memperkuat gerakan literasi ke depan.

Sekolah, perpustakaan, keluarga dan komunitas dapat berjalan bersama. Kegiatan membaca bisa dilanjutkan dengan diskusi sederhana.

Bahkan, anak-anak tidak hanya diajak menceritakan kembali isi buku, tetapi juga bisa menyampaikan pendapat dan alasan mereka.

Buku dan teknologi

Di ruang digital, pembelajaran tentang cara memeriksa sumber informasi juga semakin penting. Begitu pula pemahaman mengenai penggunaan AI secara bijak.

Kita tidak perlu memilih antara buku dan teknologi. Keduanya bisa berjalan berdampingan.

Buku memberi kedalaman, dan teknologi memberi kecepatan, sedangkan kemampuan berpikir kritis membantu manusia menentukan bagaimana keduanya digunakan.

Oleh sebab itu, capaian Sumsel dalam meningkatkan kegemaran membaca sebaiknya tidak menjadi garis akhir. Setidaknya justru bisa menjadi modal untuk membangun budaya literasi yang lebih luas.

Bukan hanya masyarakat yang gemar membaca, tetapi juga masyarakat yang mampu memahami apa yang dibaca itu dan terapkan.

Bukan hanya cepat memperoleh informasi, tetapi juga mampu menentukan informasi mana yang layak dipercaya.

Dan bukan hanya mampu menggunakan AI, tetapi tetap mampu menggunakan akal sehat ketika berhadapan dengan jawaban yang diberikan teknologi.

Mungkin ukuran keberhasilan literasi bukan semata-mata berapa banyak buku yang dibaca atau berapa banyak kegiatan yang digelar.

Ukuran lebih penting itu adalah  ketika semua itu bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih ingin tahu, lebih terbuka menerima pengetahuan, lebih hati-hati mempercayai informasi, dan lebih bijak dalam menggunakannya.

Sebab, buku yang baik dapat membuka pikiran. Tetapi pikiran yang terbuka tetap membutuhkan kemampuan untuk menilai apa yang ditemukannya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jawab Kebutuhan Konsumen di Bulan Ramadhan, Reno8 5G Warna Baru dengan RAM 12GB Diluncurkan

    Jawab Kebutuhan Konsumen di Bulan Ramadhan, Reno8 5G Warna Baru dengan RAM 12GB Diluncurkan

    • calendar_month Rabu, 5 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Jawab Kebutuhan Konsumen di Bulan Ramadhan, Reno8 5G Warna Baru dengan RAM 12GB produksi Oppo resmi diluncurkan. Perangkat favorit Reno8 5G dengan warna baru dan RAM lebih besar untuk menjawab kebutuhan konsumen di bulan Ramadan. Warna baru OPPO Reno8 5G dinamakan Sunkissed Beige terinspirasi dari keindahan kilauan sinar matahari yang menambah nuansa kemewahan, […]

  • Pj Bupati Bersama Forkopimda Muba Ikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci 

    Pj Bupati Bersama Forkopimda Muba Ikuti Apel Kehormatan dan Renungan Suci 

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Tepat pukul 00.00 WIB menyambut hari Peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Penjabat Bupati Musi Banyuasin Drs H Apriyadi MSi mengikuti Upacara Penghormatan Renungan Suci untuk memberi penghormatan kepada para pahlawan, di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Sekayu, Rabu (17/8/2023). Pelaksanaan upacara diawali dengan pembacaan naskah apel kehormatan dan renungan suci oleh Letkol Inf […]

  • Tumbuh Kembang Anak Dimulai dari Peran Aktif Orang Tua

    Tumbuh Kembang Anak Dimulai dari Peran Aktif Orang Tua

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan  faktor genetik atau kecukupan gizi, tetapi juga dipengaruhi pola pengasuhan dan kualitas interaksi bersama orang tua setiap hari. Pendampingan yang penuh perhatian sejak usia dini menjadi fondasi penting untuk membentuk anak yang sehat, cerdas, percaya diri, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu peran […]

  • Perlu Dukungan Semua Pihak, Upaya Wujudkan Industri Mandiri Hingga Berkeadilan Inklusif

    Perlu Dukungan Semua Pihak, Upaya Wujudkan Industri Mandiri Hingga Berkeadilan Inklusif

    • calendar_month Selasa, 24 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.278
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Perindustrian bertekad untuk terus membangun sektor industri di tanah air yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan dan inklusif. Upaya besar ini perlu mendapat dukungan dari semua pihak, dengan juga ditopang berbagai kebijakan yang strategis sehingga sasaran terwujud. “Kami optimistis, industri manufaktur Indonesia akan semakin dibanggakan di dalam negeri serta dihormati dan disegani di kancah persaingan […]

  • Kelurahan Harus Ikut Berpartisipasi Kelola Sampah

    Kelurahan Harus Ikut Berpartisipasi Kelola Sampah

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Palembang –Kelurahan harus ikut berpartisipasi dalam penanganan serta pengelolaan sampah di Palembang. Salah satunya dengan pengelolaan sampah menggunakan instalasi Re-use,  Reduce, dan Recycle (3R). Asisten I Setda Kota Palembang K Sulaiman  Amin pada rapat koordinasi penanganan sampah, di Ruang Parameswara Kota Palembang. Rapat diikuti Camat dan pimpinan OPD Kota Palembang, Rabu (8/5/2019). “Bagaimana menangani sampah […]

  • Sosialisasi Tabel Input Output , Pemprov  dan   BPS Sinergi Wujudkan Sumsel Maju Untuk Semua

    Sosialisasi Tabel Input Output , Pemprov  dan   BPS Sinergi Wujudkan Sumsel Maju Untuk Semua

    • calendar_month Jumat, 27 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    PLH Seretaris Daerah (Sekda) Sumatera Selatan  (Sumsel), H. Akhmad Najib, SH.,M.Hum membuka sosialisasi tabel input output 2016 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021  secara virtual di Command Center Kantor, Jumat (27/8). Dalam arahannya  saat  membuka sosialisasi tabel input output 2016 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 dengan  tema “Sinergi Sektor Ekonomi Dalam Pembangunan Wilayah” kali ini, Sekda […]

expand_less
WordPress Archive Struninn – Youtube Subscribers Live Count Studdy – E-Learning & Online Courses Elementor Template Kit Student’s Online e-Course Elementor Template Kit Studio Zen | Photography Theme for WordPress StudioPress Academy Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Agency Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Agent Focused Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Altitude Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Ambiance Pro Genesis WordPress Theme StudioPress Aspire Pro Genesis WordPress Theme