Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi [Bab 4 Laundry, Konspirasi & Rok Celana Anti Galau]

Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi [Bab 4 Laundry, Konspirasi & Rok Celana Anti Galau]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 862
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pagi-pagi buta aku udah mandi. Sabun yang kupakai edisi terbatas, “Kenangan Naik Sepeda Tanpa Rem”,  aroma lumpur sawah bercampur keringat pertama kali belajar jatuh cinta. Pasta gigi?. Jelas bukan sembarang pasta. Ini “Rasa Pulang Cepat Karena Guru Rapat”, yang bisa bikin lidah bergetar, karena nostalgia jajan cilok lima ratusan.

Kenapa aku setotal itu dalam ritual pagi?. Karena tadi malam, dari pojok tembok kos yang catnya udah kayak lukisan abstrak masa depan, ada suara bisikan halus. “Pak Sarip… besok pagi ke tempat cuci pakaian umum. Ada yang harus Bapak tahu”.

Aku kira laundry umum itu ya kayak biasa masukin baju, timbang, bayar, pulang sambil nyesel kenapa nggak sekalian cuci bantal. Tapi di Karmelia, tempat cuci pakaian umum itu semacam campuran antara TEDx, Taman Bacaan Masyarakat, dan panggung Stand Up Comedy Emak-emak. Mesin pengering muter, tapi di sebelahnya ada nenek-nenek meditatif bahas filsafat kain basah. Serius, satu kalimatnya bisa bikin Sokrates pensiun dini.

Begitu masuk, aku disambut aroma pewangi yang gak main-main. “Rasa Surat Cinta yang Tidak Pernah Terkirim,”. Hidungku bergetar. Hatiku retak-retak. Tapi kutahan, karena belum saatnya nostalgia melumpuhkan logika.

Di sudut ruangan, duduk seorang pria tua. Topinya dipakai terbalik, kayak kepala sekolah waktu muda. Kaos oblongnya bertuliskan “Bahagia Itu Kadang Menipu, Apalagi Mantan,”

Dia mengangguk ke arahku.
“Pak Sarip?”

“Iya…”
“Yang semalam… nyuruh saya ke sini?”

Dia mengangguk pelan. Tatapannya dalam, kayak saldo rekening tanggal 3.

“Saya Pak Jamas, pensiunan teknisi Program Bahagia Nasional”

BRAKKK.
Aku nyaris jatuh dari sandal jepit. Tas belanjaanku berisi deterjen rasa “Dipeluk Ibu Saat Demam” hampir tumpah.

“Karmelia ini terlalu sempurna, kan?” katanya, lirih.
“Warga senyum terus. Es krim nggak pernah mencair. Bahkan… cicilan motor nihil bunga.”

Aku ngecek nadi. Masih hidup. “Iya sih… saya kira ini negara hasil reformasi spiritual. Atau… sistem pendidikan sempurna,”. Dia geleng kepala. “Bukan. Kita dikendalikan”

Aku nyaris mimisan. Ini negara intergalaksi atau reality show gotcha versi galaksi sebelah?

Dia buka tasnya. Keluarlah sebuah chip kecil warna merah muda. Tulisannya “Mood Regulator Seri 4.2. Kebahagiaan Tanpa Syarat, Tanpa Tanya,”

“Setiap rumah,” kata dia, “dipasang pemancar gelombang alfa-beta-delta-klepon. Tujuannya satu menjaga mood warga selalu bahagia. Gak boleh kecewa, gak boleh ngambek, apalagi baper.”

Aku langsung inget waktu buang angin di dapur.
Dari ventilasi terdengar suara robotik “Maaf, suara Anda kurang optimis”.

Kirain itu akibat makan tahu bulat tiga hari berturut-turut. Ternyata… sensor emosi?!

“Suatu hari,” lanjut Pak Jamas, “aku lihat bocah nangis kucingnya hilang. Lima menit kemudian… dia udah senyum-senyum sendiri sambil joget TikTok lagu dangdut.”

“Kayak… habis dicuci emosinya,” gumamku.

“Betul. Di Karmelia, sedih itu dianggap virus. Gak boleh ada kesedihan. Padahal, sedih itu penting! Di kampung saya, gagal rebut kursi ketua RT aja bisa bikin Bapak-Bapak meditasi sambil nyabit rumput.”

Lalu ia mengeluarkan benda paling absurd yang pernah kulihat “Rok Celana Anti Galau,”. Modelnya kayak campuran sarung, hotpants, dan kebaya versi diskonan.

“Pakai ini,” katanya. “Sistem bakal baca mood Bapak sebagai netral. Bukan senang, bukan sedih. Kayak… pensiunan robot bingung mau ngapain”.

Belum sempat kupasang, alarm mesin pengering bunyi keras. “Peringatan! Warga dengan Emosi Campuran Terdeteksi!”.

“Silakan Menghubungi Petugas Kebahagiaan!”

Pak Jamas langsung panik.
“Cepat! Masuk ke karung laundry!”
Aku tanpa pikir panjang lompat ke karung cucian. Di dalamnya aroma nostalgia menyerang. Campuran deterjen, baju olahraga SMP, dan handuk bekas liburan.

Langkah kaki mendekat.
Suara robot berbunyi
“Dimana dia?”
“Sensor mendeteksi… kebimbangan.”
“Kebimbangan adalah dosa kecil dalam Negara Bahagia.”

Dari dalam karung, aku bisa dengar lagu instrumental “Bento” versi piano jazz diputar, entah dari mana. Makin horor.

Aku merinding.
Ini bukan Karmelia versi pamflet pariwisata.

Ini…
Distopia dengan lapisan pewangi soft blue dan promo cuci kilat.[***]/bersambung bab5

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berjuang Tetap di Jalur  Zero Suspect Covid-19, Muba Lakukan Ini

    Berjuang Tetap di Jalur Zero Suspect Covid-19, Muba Lakukan Ini

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.355
    • 0Komentar

    UPAYA antisipasi dan pencehagan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin untuk pencegahan penyebaran wabah Virus Corona (COVID-19) di wilayah Kabupaten Muba. Tepat hari ini, Kamis (19/3/2020) Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Sekretaris daerah Drs H Apriyadi MSi didampingi kepala Dinkes Muba dr Azmi Dariusmansyah MARS meninjau langsung sejumlah gedung yang menjadi pusat […]

  • Banyak Terdampak Covid, Menkominfo: Segerakan Vaksinasi Ibu Hamil

    Banyak Terdampak Covid, Menkominfo: Segerakan Vaksinasi Ibu Hamil

    • calendar_month Minggu, 22 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

      PEMERINTAH memastikan ibu hamil mendapatkan proteksi lebih agar terhindar dari risiko terpapar dan kematian akibat COVID-19. Upaya tersebut di antaranya dilakukan melalui percepatan vaksinasi dan penyiapan isolasi terpusat khusus bagi ibu hamil. Perlindungan kesehatan terhadap ibu hamil menjadi prioritas guna memaksimalkan proteksi keluarga Indonesia. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) mencatat sebanyak 536 ibu […]

  • Alex Ingin HKTI Berkiprah Bangun Sektor Pertanian Sumsel

    Alex Ingin HKTI Berkiprah Bangun Sektor Pertanian Sumsel

    • calendar_month Jumat, 29 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 950
    • 0Komentar

    2016 Provinsi Sumsel surplus beras hingga 2.5 juta ton, sedangkan untuk target 2017 2,7 juta ton.

  • Pengamat: Mahfud tampil paling impresif di debat ke empat

    Pengamat: Mahfud tampil paling impresif di debat ke empat

    • calendar_month Senin, 22 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 867
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti menilai calon wakil presiden nomor urut 3 Mahfud MD tampil paling impresif dalam debat ronde  keempat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (21/1) malam. Ray melihat Mahfud terlihat paling memahami persoalan-persoalan terkait tema debat. “Mahfud terlihat tenang dalam […]

  • Dinilai Dedikasi Total Soal Ini, Palembang Diganjar Penghargaan

    Dinilai Dedikasi Total Soal Ini, Palembang Diganjar Penghargaan

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.365
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Palembang -GATRA Media Group menyatakan “Penghargaan GATRA Awards 2022 dengan tema “Dedikasi Total Mengakselerasi Pemulihan Bangsa” memberikan penghargaan kepada pihak yang dinilai berkontribusi melakukan berbagai terobosan selama ini, membantu dan memberikan solusi kepada masyarakat. Hal ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, dan usaha kolaboratif semua pihak, baik itu dari kementerian, lembaga pemerintah, BUMN, […]

  • Sepak Bola Porprov XIII OKU Raya : Muba Gunduli OKI 7-0

    Sepak Bola Porprov XIII OKU Raya : Muba Gunduli OKI 7-0

    • calendar_month Minggu, 21 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.456
    • 0Komentar

    PERMAINAN tidak seimbang sejak peluit babak pertama ditiup, tim sepak bola Musi Banyuasin menyudahi laga melawan PS OKI dengan skor telak 7-0. Kemenangan pada laga kedua ini menempatkan PS Muba sebagai juara grup dengan poin 6. Muba yang satu grup dengan PS OKI, Lahat, dan Palembang sementara  kokoh di puncak grup. Muba akan kembali bertanding […]

expand_less
WordPress Archive Farmhouse – Agrotourism, Farm and Agriculture WordPress Theme Farmino – Organic Food Template Kit Farren – CV-Resume Elementor Template Kit Farvis – Multipurpose WordPress Theme Faryita – Organic Juice & Health Drinks WordPress Theme Fash – WooCommerce Elementor Template Kit Fasha – Woman Fashion & Shop eCommerce Elementor Template Kit Fashable – Stylist eCommerce Elementor Template Kit Fashi WP – Multipurpose Fashion WooCommerce WordPress Theme Fashion Feast – WooCommerce Responsive Theme