Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi [Bab 4 Laundry, Konspirasi & Rok Celana Anti Galau]

Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi [Bab 4 Laundry, Konspirasi & Rok Celana Anti Galau]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
  • visibility 844
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Pagi-pagi buta aku udah mandi. Sabun yang kupakai edisi terbatas, “Kenangan Naik Sepeda Tanpa Rem”,  aroma lumpur sawah bercampur keringat pertama kali belajar jatuh cinta. Pasta gigi?. Jelas bukan sembarang pasta. Ini “Rasa Pulang Cepat Karena Guru Rapat”, yang bisa bikin lidah bergetar, karena nostalgia jajan cilok lima ratusan.

Kenapa aku setotal itu dalam ritual pagi?. Karena tadi malam, dari pojok tembok kos yang catnya udah kayak lukisan abstrak masa depan, ada suara bisikan halus. “Pak Sarip… besok pagi ke tempat cuci pakaian umum. Ada yang harus Bapak tahu”.

Aku kira laundry umum itu ya kayak biasa masukin baju, timbang, bayar, pulang sambil nyesel kenapa nggak sekalian cuci bantal. Tapi di Karmelia, tempat cuci pakaian umum itu semacam campuran antara TEDx, Taman Bacaan Masyarakat, dan panggung Stand Up Comedy Emak-emak. Mesin pengering muter, tapi di sebelahnya ada nenek-nenek meditatif bahas filsafat kain basah. Serius, satu kalimatnya bisa bikin Sokrates pensiun dini.

Begitu masuk, aku disambut aroma pewangi yang gak main-main. “Rasa Surat Cinta yang Tidak Pernah Terkirim,”. Hidungku bergetar. Hatiku retak-retak. Tapi kutahan, karena belum saatnya nostalgia melumpuhkan logika.

Di sudut ruangan, duduk seorang pria tua. Topinya dipakai terbalik, kayak kepala sekolah waktu muda. Kaos oblongnya bertuliskan “Bahagia Itu Kadang Menipu, Apalagi Mantan,”

Dia mengangguk ke arahku.
“Pak Sarip?”

“Iya…”
“Yang semalam… nyuruh saya ke sini?”

Dia mengangguk pelan. Tatapannya dalam, kayak saldo rekening tanggal 3.

“Saya Pak Jamas, pensiunan teknisi Program Bahagia Nasional

BRAKKK.
Aku nyaris jatuh dari sandal jepit. Tas belanjaanku berisi deterjen rasa “Dipeluk Ibu Saat Demam” hampir tumpah.

“Karmelia ini terlalu sempurna, kan?” katanya, lirih.
“Warga senyum terus. Es krim nggak pernah mencair. Bahkan… cicilan motor nihil bunga.”

Aku ngecek nadi. Masih hidup. “Iya sih… saya kira ini negara hasil reformasi spiritual. Atau… sistem pendidikan sempurna,”. Dia geleng kepala. “Bukan. Kita dikendalikan”

Aku nyaris mimisan. Ini negara intergalaksi atau reality show gotcha versi galaksi sebelah?

Dia buka tasnya. Keluarlah sebuah chip kecil warna merah muda. Tulisannya “Mood Regulator Seri 4.2. Kebahagiaan Tanpa Syarat, Tanpa Tanya,”

“Setiap rumah,” kata dia, “dipasang pemancar gelombang alfa-beta-delta-klepon. Tujuannya satu menjaga mood warga selalu bahagia. Gak boleh kecewa, gak boleh ngambek, apalagi baper.”

Aku langsung inget waktu buang angin di dapur.
Dari ventilasi terdengar suara robotik “Maaf, suara Anda kurang optimis”.

Kirain itu akibat makan tahu bulat tiga hari berturut-turut. Ternyata… sensor emosi?!

“Suatu hari,” lanjut Pak Jamas, “aku lihat bocah nangis kucingnya hilang. Lima menit kemudian… dia udah senyum-senyum sendiri sambil joget TikTok lagu dangdut.”

“Kayak… habis dicuci emosinya,” gumamku.

“Betul. Di Karmelia, sedih itu dianggap virus. Gak boleh ada kesedihan. Padahal, sedih itu penting! Di kampung saya, gagal rebut kursi ketua RT aja bisa bikin Bapak-Bapak meditasi sambil nyabit rumput.”

Lalu ia mengeluarkan benda paling absurd yang pernah kulihat “Rok Celana Anti Galau,”. Modelnya kayak campuran sarung, hotpants, dan kebaya versi diskonan.

“Pakai ini,” katanya. “Sistem bakal baca mood Bapak sebagai netral. Bukan senang, bukan sedih. Kayak… pensiunan robot bingung mau ngapain”.

Belum sempat kupasang, alarm mesin pengering bunyi keras. “Peringatan! Warga dengan Emosi Campuran Terdeteksi!”.

“Silakan Menghubungi Petugas Kebahagiaan!”

Pak Jamas langsung panik.
“Cepat! Masuk ke karung laundry!”
Aku tanpa pikir panjang lompat ke karung cucian. Di dalamnya aroma nostalgia menyerang. Campuran deterjen, baju olahraga SMP, dan handuk bekas liburan.

Langkah kaki mendekat.
Suara robot berbunyi
“Dimana dia?”
“Sensor mendeteksi… kebimbangan.”
“Kebimbangan adalah dosa kecil dalam Negara Bahagia.”

Dari dalam karung, aku bisa dengar lagu instrumental “Bento” versi piano jazz diputar, entah dari mana. Makin horor.

Aku merinding.
Ini bukan Karmelia versi pamflet pariwisata.

Ini…
Distopia dengan lapisan pewangi soft blue dan promo cuci kilat.[***]/bersambung bab5

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anak Muda Sayangi Lansia, Temani Vaksinasi COVID-19

    Anak Muda Sayangi Lansia, Temani Vaksinasi COVID-19

    • calendar_month Selasa, 6 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    Halo teman muda! Jangan lupa untuk membantu lansia di sekitar kita untuk dapat menerima vaksinasi COVID-19. Lansia adalah kelompok yang berisiko tinggi jika terinfeksi COVID-19, sehingga mendapatkan vaksinasi akan membantu daya tahan tubuh mereka. Bantu lansia dengan mengurangi hambatan yang dialami mereka saat akan mengakses vaksinasi, caranya bisa sesederhana mencari dan memberikan informasi yang tepat, […]

  • Bupati Tanah Datar Eka Putra ucapkan terima kasih kepada Muba soal ini

    Bupati Tanah Datar Eka Putra ucapkan terima kasih kepada Muba soal ini

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 939
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Bantuan Bencana Alam ke Sumatera Barat yang diserahkan Pj Bupati Muba H Sandi Fahlepi beberapa waktu lalu (3/7/2024) kepada Ikatan Keluarga Minang (IKM) Muba telah diterima oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Bantuan kemanusiaan untuk korban dampak bencana alam itu disalurkan langsung oleh IKM Muba ke Posko Terpadu Jolito di Batu Sangkar, Tanah Datar […]

  • Palembang Bebas Rabies, Hewan Rawan Rabies Dipasang Microchip

    Palembang Bebas Rabies, Hewan Rawan Rabies Dipasang Microchip

    • calendar_month Kamis, 31 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Palembang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang memasang microchip dan vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan yang termasuk dalam kategori rabies. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palembang sudah menyiapkan 1.000 microchip untuk dipasang ke hewan yang termasuk rabies. Seperti anjing, kucing, monyet, musang. Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, tahun 2024 Kota […]

  • Pastikan Ketersediaan Lahan Pangan Berkelanjutan

    Pastikan Ketersediaan Lahan Pangan Berkelanjutan

    • calendar_month Senin, 14 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir melakukan pembahasan Lahan Baku Sawah  (LBS) yang berada dalam delinasi RDTR koridor Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama dengan Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN secara virtual, di ruang Rapat Kerja Sekda OKI, Senin (14/3/2022). Kasubdit Sinkronisasi Pemanfaatan Ruang Wilayah II, Direktorat SPR, Ditjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN melalui Refqi […]

  • BNPB Laksanakan Rakornas, Persiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah Global Platform 2022

    BNPB Laksanakan Rakornas, Persiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah Global Platform 2022

    • calendar_month Kamis, 26 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 691
    • 0Komentar

    BNPB menyelenggarakan pertemuan lanjutan untuk membahas persiapan Provinsi Bali menjadi tuan rumah Global Platform for Disaster Risk Reduction 2022 atau GP2022. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (25/8) diikuti oleh kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri dan Pemerintah Provinsi Bali. Pertemuan ini bertujuan untuk melaporkan perkembangan terkini persiapan GP2022 yang akan berlangsung pada tahun depan. Kepala […]

  • Lalan Sabet Juara Pertama Lomba Cipta Menu B2SA dan Lanjut ke Tingkat Provinsi

    Lalan Sabet Juara Pertama Lomba Cipta Menu B2SA dan Lanjut ke Tingkat Provinsi

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 947
    • 0Komentar

    TIM Penggerak PKK Kecamatan Lalan meraih Juara Pertama pada Festival Pangan Lokal B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman) Tingkat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tahun 2019 yang diselenggaran Pemkab Muba melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Muba, bertempat di Halaman Kantor DKP Kabupaten Muba, Senin (8/7/2019). Berdasarkan Keputusan Tim Juri, Nomor 01/KPTS/DKP/2019, Juara Pertama Lomba Cipta […]

expand_less
WordPress Archive Farmhouse – Agrotourism, Farm and Agriculture WordPress Theme Farmino – Organic Food Template Kit Farren – CV-Resume Elementor Template Kit Farvis – Multipurpose WordPress Theme Faryita – Organic Juice & Health Drinks WordPress Theme Fash – WooCommerce Elementor Template Kit Fasha – Woman Fashion & Shop eCommerce Elementor Template Kit Fashable – Stylist eCommerce Elementor Template Kit Fashi WP – Multipurpose Fashion WooCommerce WordPress Theme Fashion Feast – WooCommerce Responsive Theme