Selasa, 29 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kebijakan » Kelahiran Pancasila Sebagai Falsafah Negara, Dalam Membentuk Kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia* 

Kelahiran Pancasila Sebagai Falsafah Negara, Dalam Membentuk Kepribadian Bangsa dan Rakyat Indonesia* 

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
  • visibility 2.196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu

*Salam Sejahtera Untuk Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan*

HARI ini, Rabu 1 juni 2022, segenap bangsa di republik ini, kembali memperingati Hari Lahir Pancasila, falsafah negara, yang seyogianya menjadi pedoman hidup dan kehidupan berbangsa-bernegara, di tanah air Indonesia tercinta.

 

Sebagai falsafah negara di republik ini, Pancasila adalah garda terdepan sekaligus benteng nan kokoh yang terbukti senantiasa menyelamatkan negeri ini dari ragam permasalahan bangsa sejak zaman dulu, sekarang hingga masa yang akan datang.

 

Dengan kata lain, rakyat Indonesia sejatinya tidak dapat dipisahkan dari Pancasila, mengingat Pancasila sebagai falsafah hidup, merupakan pondasi utama yang membentuk kepribadian bangsa, sekaligus pedoman untuk mewujudkan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagaimana termaktub dalam mukadimah Undang-Undang Dasar 1945.

 

Berakar dari nilai-nilai agama, ketuhanan, kemanusiaan dan kentalnya budaya tanah air, Pancasila terlahir sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia, dimana _ruh_ Pancasila seyogianya telah menjadi jiwa yang membentuk kepribadian setiap anak bangsa di negeri ini.

 

Sebagai kepribadian bangsa, Pancasila sejatinya cermin jati diri bangsa Indonesia, sehingga siapapun yang terlahir dan menghirup udara di republik ini, wajib menjaga, melestarikan serta menjunjung tinggi Pancasila, khususnya nilai-nilai dari setiap butir sila, didalamnya.

 

Dalam konteks pemberantasan korupsi, jelas korupsi sebagai kejahatan kemanusiaan, sangat bertentangan dengan setiap butir sila Pancasila, sehingga banyak yang mengatakan para koruptor tidak pancasilais, karena telah mengkhianati seluruh nilai-nilai dalam dasar negara kita.

 

Bahkan, tidak sedikit yang menyangsikan sisi religi dan kemanusiaan para koruptor, mengingat nilai-nilai ketuhanan seperti tersurat dalam butir pertama Pancasila, berani di ingkari, apalagi sisi kemanusiaan yang adil dan beradab, seperti bunyi sila kedua Pancasila.

 

Apabila dibiarkan berlarut, dampak destruktif kejahatan korupsi, salah satunya dapat merusak nilai-nilai persatuan dalam sila ke-3, mengingat para koruptor lazimnya mementingkan diri dan kelompoknya sendiri, ketimbang kepentingan nasional bangsa dan negara.

 

Nada sumbang kejahatan korupsi, tentunya dapat mengganggu teduhnya harmoni _symphony_ orchestra_ kehidupan berbangsa-bernegara yang dipimpin dengan khidmat dan penuh kebijaksanaan di bumi pertiwi, sebagaimana tertera pada butir ke-4 sila Pancasila.

 

Dan yang pasti, korupsi telah mengamputasi keadilan dan rasa adil bagi rakyat, sehingga kejahatan kemanusiaan yang telah berurat akar di republik ini, harus segera ditangani dengan tepat, cepat, cermat, terukur, efisien dan melibatkan seluruh eksponen-elemen bangsa, agar keadilan sosial benar-benar tercipta serta dirasakan bagi seluruh rakyat Indonesia, seperti termaktub dalam sila ke-5 Pancasila.

 

Dalam setiap kesempatan, saya tak henti-hentinya mengajak kepada kita semua untuk tidak menjadikan Pancasila sekedar hafalan wajib, apalagi hanya diperingati sebagai rutinitas ceremony tahunan belaka.

 

Kelahiran Pancasila sepatutnya kita maknai keutamaan dan nilai-nilai tauladan yang terkandung di dalamnya, agar terbebas dari rongrongan individu maupun golongan diantaranya koruptor, yang anti atau mengkhianati prinsip-prinsip falsafah Pancasila.

 

Penting bagi kita untuk senantiasa menjiwai Pancasila agar dapat jernih melihat ragam permasalahan bangsa seperti persoalan penanganan korupsi, yang jangan hanya disorot dari kacamata pribadi, melainkan pandangan luas sebagai bagian dari elemen bangsa dan negara.

 

Selamat memperingati Hari Lahir Pancasila, dengan menjiwai Pancasila dan menggelorakan selalu semangat ANTIKORUPSI, mari bersama kita wujudkan cita-cita didirikannya republik ini, yang tak lain untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah Indonesia, mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa yang cerdas serta memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial dari Sabang sampai Merauke, mulai dari Miangas hingga Pulau Rote, yang hanya dapat kita gapai apabila NKRI bersih dari kejahatan korupsi. Mari berkarya untuk rakyat bangsa dan negara, mengabdi untuk ibu pertiwi membersihkan dan Membebaskan dari Praktik praktik korupsi dengan budaya dan peradaban antikorupsi.[***]

 

 

*Terimakasih* 

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia* 

*H. Firli Bahuri* 

*Salam Budaya Antikorupsi*

*Salam FBI, Firli Bahuri untuk Indonesia* 

*Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.*

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati H Askolani Pimpin Sidang Musyawarah Nasional IV ADPM

    Bupati H Askolani Pimpin Sidang Musyawarah Nasional IV ADPM

    • calendar_month Senin, 21 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.827
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani mendapat kehormatan menjadi Ketua Pimpinan Sidang Musyawarah Nasional IV (Munas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas ( ADPM) yang berlangsung di The Anvaya Beach Resort Bali, Senin (20/12/2020). Didalam memimpin Sidang Munas IV ADPM yang diikuti 88 Daerah se Indonesia( Provinsi, Kabupaten dan Kota) penghasil Migas tersebut, Orang nomor satu di Banyuasin didampingi […]

  • Google Maps Kenalkan Fitur Rute Kendaraan R2 dan R4

    Google Maps Kenalkan Fitur Rute Kendaraan R2 dan R4

    • calendar_month Selasa, 20 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    Dengan memperbaiki kemudahan berlalu lintas bagi pengendara mobil dan motor.

  • Panen Perdana di Banyuasin

    Panen Perdana di Banyuasin

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.770
    • 0Komentar

    PANDEMI covid-19 yang hingga kini masih terjadi, rupanya tak menyurutkan para petani di Sumsel untuk tetap produktif. Seperti, panen raya di Desa Tebing Abang, Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, Panen Perdana Padi Sawah Rawa Lebak. Petani di Banyuasin berhasil memanfaatkan lahan tidur, berupa lebak menjadi areal  persawahan baru yang diyakini akan mampu mendorong peningkatan produksi […]

  • Dana Pemda Parkir Rp100 Triliun di Bank, Menkeu: “Rencananya Saya Mau Ambil”

    Dana Pemda Parkir Rp100 Triliun di Bank, Menkeu: “Rencananya Saya Mau Ambil”

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 30
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Ada dana pemerintah daerah yang jumlahnya mencapai Rp100 triliun, tetapi belum bergerak ke mana-mana. Uang tersebut masih tersimpan di perbankan hingga mendekati akhir tahun. Kondisi ini menjadi perhatian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang kini berencana menarik dana pemda yang masih mengendap tersebut. Purbaya tidak berputar-putar ketika ditanya soal dana tersebut. “Yang Rp100 triliun? […]

  • Kaji tiru Kab. Rejang Lebong ke Muba, soal apa !

    Kaji tiru Kab. Rejang Lebong ke Muba, soal apa !

    • calendar_month Minggu, 16 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.307
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kabupaten Rejang Lebong Bengkulu melaksanakan kaji tiru di Kabupaten Musi Banyuasin terkait Penyusunan Peraturan Bupati tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara Atas Pejabat Lain. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Serasan Sekate, Senin (10/6/2024). Disambut langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Drs H Apriyadi MSi dan rombongan Pemkab […]

  • Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

    Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    MASA pandemi membuat seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan menjadi tidak stabil. Sebagai langkah menanggulangi hal tersebut pemerintah memiliki inisiatif untuk melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu dengan mengeluarkan kebijakan baru yang dibranding dengan nama Kurikulum Merdeka yaitu kurikulum yang capaian pembelajarannya disederhanakan serta menekankan pada penguatan profil pelajar pancasila. Pelaksanaan kurikulum merdeka ini membawa konsep […]

expand_less
WordPress Archive SEO Friendly Images Pro for WordPress SEO Lounge – Digital Marketing Theme Seocify – SEO And Digital Marketing Agency WordPress Theme SEOCrawler – SEO & Marketing Agency WordPress Seoes – Marketing Agency WordPress Theme Seofy – SEO & Digital Marketing Agency WordPress Theme Seolla - SEO & Digital Marketing Agency Template Kit Seomun | Digital Marketing Agency WordPress Theme SEOPress Pro Seosight – Digital Marketing Agency WordPress Theme