Kamis, 5 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
  • visibility 858
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASA pandemi membuat seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan menjadi tidak stabil. Sebagai langkah menanggulangi hal tersebut pemerintah memiliki inisiatif untuk melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu dengan mengeluarkan kebijakan baru yang dibranding dengan nama Kurikulum Merdeka yaitu kurikulum yang capaian pembelajarannya disederhanakan serta menekankan pada penguatan profil pelajar pancasila.

Pelaksanaan kurikulum merdeka ini membawa konsep pembelajaran yang diadopsi dari luar negeri dimana pembelajaran berfokus kepada siswa kemudian siswa dibebaskan untuk memilih pembelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya. Tugas guru dalam pembelajaran sebagai fasilitator untuk mengadakan pembelajaran yang sifatnya bermakna, menyenangkan, dan tidak lepas dari pemanfaatan STEM (Science, Technology, Engineering dan Math) mengingat kondisi yang belum kembali pulih.

Teknologi yang “harus” dituangkan dalam pembelajaran kurikulum merdeka ini menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi guru, terkhusus guru yang kemampuan dalam menggunakan teknologinya masih rendah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurani (2023) mengungkapkan bahwa masih banyak guru yang tidak melek teknologi. Hal ini juga bersesuaian dengan data yang disebutkan oleh GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kemendikbudristek bahwa sebesar 40% guru yang hanya mampu mengoperasikan teknologi sesuai dengan fungsinya.

Teknologi membawa pemahaman sains, matematika dan keteknikan agar menjadi lebih mudah diterima dan digapai dalam pemenuhan capaian pembelajaran, sesuai dengan data tersebut maka dapat dibuktikan bahwa guru belum siap melaksanakan kurikulum merdeka.

Ketidaksiapan guru melaksanakan kurikulum merdeka ini membuat pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan baru yaitu guru penggerak yang bertugas sebagai pemimpin pembelajaran di kurikulum merdeka, namun pertanyaan baru yang muncul dari kebijakan ini adalah seberapa banyak pemimpin didalam satu sekolah?, berapa lama kebijakan ini akan bertahan?, sedangkan pendidikan butuh pergerakan cepat untuk penyesuaian dengan zaman yang terus berubah. Peserta didik hanya butuh pembelajaran yang nyaman dan sesuai, bukan kebijakan baru yang berlapis-lapis yang tidak kunjung usai.

Kebijakan kurikulum merdeka ini disahkan pada tanggal 11 februari 2022 dengan Pelaksanaan Keputusan Kemendikbudristek Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, atas dasar keberhasilan yang diperoleh dari pelaksanaan kurikulum darurat atau kurikulum 2013 yang disederhanakan, namun implementasi yang dimunculkan di kurikulum merdeka ternyata berbeda jauh dengan dasar yang menjadi alasan pembentukan kurikulum tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari tujuan pembelajaran, kompetensi yang diinginkan dan struktur kurikulum yang digunakan. Fakta tersebut menunjukkan  pemerintah tidak terfokus pada masalah dan perbaikan, namun lebih memilih pada pembaharuan dan percobaan yang dicerminkan pada kurikulum diluar. Guru dituntut untuk dapat mengikuti kebijakan baru dengan cepat dan tanggap, namun kembali lagi akar permasalahannya ada pada ketidaksiapan guru dan korelasinya dengan solusi yang ditawarkan.

Pelaksanaan kurikulum merdeka sejatinya tidak hanya berfokus pada pembaharuan, tapi harus fokus pada perbaikan dari permasalahan, karena percuma apabila pembaharuan terus menerus diluncurkan namun akar dari permasalahan tidak dituntaskan. Pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan yang dikeluarkan, dan melihat sejauh mana kebutuhan serta korelasinya dalam pelaksanaan agar tidak terjadi ketimpangan. Guru belum siap sehingga perlu dibimbing dan dibawakan sebuah solusi yang dapat mengatasi kekurangan.[***]

 

 

Sumber :

Nurani, D.C. et al. (2023) ‘Training in Making Interactive Learning Media Using the Canva Application for Elementary School Teachers in Palembang City’, ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), pp. 3060–3063. Available at: https://doi.org/10.35568/ABDIMAS.V6I1.2858.

 

Oleh : Dewinta Aulia Savitri

Mahasiswa semester VI, Prodi/Program Guru Sekolah Sekolah Dasar

Universitas Sriwijaya [Unsri]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Cuma Urus Surat, SIPGAM Gampong Mulia Bisa Himpun Data Warga hingga Kondisi Kesehatan

    Bukan Cuma Urus Surat, SIPGAM Gampong Mulia Bisa Himpun Data Warga hingga Kondisi Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 80
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sistem digital di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, ternyata tidak hanya membantu pekerjaan administrasi pemerintahan. Platform tersebut juga bisa digunakan untuk menghimpun berbagai informasi masyarakat dalam satu sistem, termasuk data kependudukan, kondisi kesehatan warga, hingga laporan kedaruratan. Sistem itu bernama Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia atau SIPGAM. Yang membuatnya menarik, SIPGAM […]

  • Hadapi Industri 4.0, DKS Gandeng Posindo Buka Pasar Ritel Kopi ke Domestik dan Mancanegara

    Hadapi Industri 4.0, DKS Gandeng Posindo Buka Pasar Ritel Kopi ke Domestik dan Mancanegara

    • calendar_month Sabtu, 26 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.528
    • 0Komentar

    “Mudah-mudah kita akan langsung buat Memorandum of Understanding /MoU sebagai bentuk komitmen DKS-Posindo,”

  • Sempat Vakum 2 Tahun, IKA-Muba Kembali Gencarkan Program Gotong-Royong

    Sempat Vakum 2 Tahun, IKA-Muba Kembali Gencarkan Program Gotong-Royong

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    KEPENGURUSAN Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA-Muba) Periode 2020-2024, Sabtu (11/4/2020) secara resmi disahkan oleh Bupati Muba Dr Dodi Reza Alex Noerdin dengan ditandainya penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan periode 2020-2024 kepada Ketua Umum IKA-Muba H Fatra Radezayansyah ST MM di Kantor Perwakilan Muba Palembang. Sebelumnya, pembentukan kepengurusan IKA-Muba ini telah melewati tahapan rapat Tim Formatur […]

  • “Bali Rasa Sulbar, Ogoh-ogoh & Ngaben Tak Perlu ke Bali, Cukup ke Desa Tommo”

    “Bali Rasa Sulbar, Ogoh-ogoh & Ngaben Tak Perlu ke Bali, Cukup ke Desa Tommo”

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    BIASANYA orang ke Bali demi lihat Ogoh-ogoh dan upacara Ngaben yang megah, sekarang ceritanya lain, tidak perlu tiket pesawat mahal, tidak perlu jatah cuti habis di jalan, dan tidak perlu pusing mikirin tarif hotel di Kuta yang kadang lebih bikin kering kantong daripada keringat pas lari 5 km. Cukup datang ke Desa Tommo, Mamuju, Sulawesi […]

  • 30 Tahun Belum Tersentuh Listrik, Gubernur Resmikan Penyaluran Tegangan Listrik  Di Musi Rawas

    30 Tahun Belum Tersentuh Listrik, Gubernur Resmikan Penyaluran Tegangan Listrik  Di Musi Rawas

    • calendar_month Rabu, 30 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 785
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru akhirnya menjawab keinginan masyarakat Desa Harapan Makmur Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas yang puluhan tahun belum teraliri listrik dan sekarang menjadi desa yang terang benderang setelah diresmikannya jaringan listrik. Peresmian  Penyaluran Tegangan Listrik  ke desa  Harapan Makmur tersebut diresmikan langsung oleh Gubernur Herman Deru besama dengan  Bupati Musi […]

  • Paska Pemilu, Asa Menag Ramadhan Momentum untuk Bersatu

    Paska Pemilu, Asa Menag Ramadhan Momentum untuk Bersatu

    • calendar_month Senin, 11 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 771
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1445 H jatuh pada Selasa, 12 Maret 2024. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap Ramadan kali ini dapat menjadi momentum bersatu paska Pemilu. Hal ini disampaikan Menag usai menyampaikan hasil Sidang Isbat (Penetapan) 1 Ramadan 1445 H, di Jakarta. “Mari jadikan momentum Ramadan, bulan penuh rahmat ini untuk […]

expand_less
WordPress Archive PDF Viewer – Addon For Elementor PDFMentor Pro – WordPress PDF Generator for Elementor Peace – Insurance Agency WordPress Theme Peaker – Fitness & Gym WordPress Theme PeakShops – Modern & Multi-Concept WooCommerce Theme Pearl - Corporate Business WordPress Theme Pearlsell WP – Jewelry Elementor WooCommerce Theme Pearson Specter | Lawyer & Attorney WordPress Theme Pediatra – Pediatrician Clinic & Healthcare Elementor Template Kit Peeboo – Pet Store WooCommerce WordPress Theme