Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
  • visibility 841
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASA pandemi membuat seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan menjadi tidak stabil. Sebagai langkah menanggulangi hal tersebut pemerintah memiliki inisiatif untuk melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu dengan mengeluarkan kebijakan baru yang dibranding dengan nama Kurikulum Merdeka yaitu kurikulum yang capaian pembelajarannya disederhanakan serta menekankan pada penguatan profil pelajar pancasila.

Pelaksanaan kurikulum merdeka ini membawa konsep pembelajaran yang diadopsi dari luar negeri dimana pembelajaran berfokus kepada siswa kemudian siswa dibebaskan untuk memilih pembelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya. Tugas guru dalam pembelajaran sebagai fasilitator untuk mengadakan pembelajaran yang sifatnya bermakna, menyenangkan, dan tidak lepas dari pemanfaatan STEM (Science, Technology, Engineering dan Math) mengingat kondisi yang belum kembali pulih.

Teknologi yang “harus” dituangkan dalam pembelajaran kurikulum merdeka ini menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi guru, terkhusus guru yang kemampuan dalam menggunakan teknologinya masih rendah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurani (2023) mengungkapkan bahwa masih banyak guru yang tidak melek teknologi. Hal ini juga bersesuaian dengan data yang disebutkan oleh GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kemendikbudristek bahwa sebesar 40% guru yang hanya mampu mengoperasikan teknologi sesuai dengan fungsinya.

Teknologi membawa pemahaman sains, matematika dan keteknikan agar menjadi lebih mudah diterima dan digapai dalam pemenuhan capaian pembelajaran, sesuai dengan data tersebut maka dapat dibuktikan bahwa guru belum siap melaksanakan kurikulum merdeka.

Ketidaksiapan guru melaksanakan kurikulum merdeka ini membuat pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan baru yaitu guru penggerak yang bertugas sebagai pemimpin pembelajaran di kurikulum merdeka, namun pertanyaan baru yang muncul dari kebijakan ini adalah seberapa banyak pemimpin didalam satu sekolah?, berapa lama kebijakan ini akan bertahan?, sedangkan pendidikan butuh pergerakan cepat untuk penyesuaian dengan zaman yang terus berubah. Peserta didik hanya butuh pembelajaran yang nyaman dan sesuai, bukan kebijakan baru yang berlapis-lapis yang tidak kunjung usai.

Kebijakan kurikulum merdeka ini disahkan pada tanggal 11 februari 2022 dengan Pelaksanaan Keputusan Kemendikbudristek Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, atas dasar keberhasilan yang diperoleh dari pelaksanaan kurikulum darurat atau kurikulum 2013 yang disederhanakan, namun implementasi yang dimunculkan di kurikulum merdeka ternyata berbeda jauh dengan dasar yang menjadi alasan pembentukan kurikulum tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari tujuan pembelajaran, kompetensi yang diinginkan dan struktur kurikulum yang digunakan. Fakta tersebut menunjukkan  pemerintah tidak terfokus pada masalah dan perbaikan, namun lebih memilih pada pembaharuan dan percobaan yang dicerminkan pada kurikulum diluar. Guru dituntut untuk dapat mengikuti kebijakan baru dengan cepat dan tanggap, namun kembali lagi akar permasalahannya ada pada ketidaksiapan guru dan korelasinya dengan solusi yang ditawarkan.

Pelaksanaan kurikulum merdeka sejatinya tidak hanya berfokus pada pembaharuan, tapi harus fokus pada perbaikan dari permasalahan, karena percuma apabila pembaharuan terus menerus diluncurkan namun akar dari permasalahan tidak dituntaskan. Pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan yang dikeluarkan, dan melihat sejauh mana kebutuhan serta korelasinya dalam pelaksanaan agar tidak terjadi ketimpangan. Guru belum siap sehingga perlu dibimbing dan dibawakan sebuah solusi yang dapat mengatasi kekurangan.[***]

 

 

Sumber :

Nurani, D.C. et al. (2023) ‘Training in Making Interactive Learning Media Using the Canva Application for Elementary School Teachers in Palembang City’, ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), pp. 3060–3063. Available at: https://doi.org/10.35568/ABDIMAS.V6I1.2858.

 

Oleh : Dewinta Aulia Savitri

Mahasiswa semester VI, Prodi/Program Guru Sekolah Sekolah Dasar

Universitas Sriwijaya [Unsri]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantapkan koordinasi TPID untuk pengendalian harga dan jaga stok jelang ramadhan, Pj Bupati ebut Strategi 4K pengendalian inflasi

    Mantapkan koordinasi TPID untuk pengendalian harga dan jaga stok jelang ramadhan, Pj Bupati ebut Strategi 4K pengendalian inflasi

    • calendar_month Jumat, 1 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Koordinasi dan sinergi yang mantap diantara seluruh stakeholder, maka  dapat melakukan seluruh upaya yang dimungkinkan untuk mendukung upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan pengendalian inflasi jelang Ramadhan dan Idul Fitri 2024. Hal itu disampaikan Pj. Bupati OKI Asmar Wijaya dalam acara high level meeting di Kayuagung, Kamis (29/2/2024). Kegiatan ini merupakan upaya untuk […]

  • Beras-Minyak Goreng Murah, Diserbu Warga

    Beras-Minyak Goreng Murah, Diserbu Warga

    • calendar_month Selasa, 13 Feb 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 720
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Subsidi pangan pasar murah yang digelar di Desa Lebuh Rarak, Kecamatan Pedamaran oleh Pemerintah Kabupaten OKI bersama Bulog, Baznas dan Bank Sumsel Babel diserbu masyarakat, Selasa (12/2/24). Pasar murah  yang digelar tiga kali dalam sepekan itu untuk menstabilkan harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. . “Harga pangan pokok khususnya komoditas beras mengalami kenaikan […]

  • Muba Expo 2024, Bondan & Fade 2 Black Siap Hibur Masyarakat

    Muba Expo 2024, Bondan & Fade 2 Black Siap Hibur Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.607
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Artis ibu kota Bondan dan Fade 2 Black, serta berencana menggelar lomba nyanyi hingga hadirkan puluhan tenant UMKMAjang tahun dalam rangka menyemarakkan HUT Kabupaten Musi Banyuasin ke 68, Muba Expo yang akan digelar pada 28 September- 4 Oktober mendatang dipastikan bakal lebih semarak dan meriah di Stabel berkuda Sekayu. Sekda Muba H Apriyadi […]

  • 3 Hal Ini yang Bayangi Pemulihan Ekonomi RI

    3 Hal Ini yang Bayangi Pemulihan Ekonomi RI

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 694
    • 0Komentar

    PEMULIHAN ekonomi global yang berlangsung termasuk di Indonesia dibayangi tiga fenomena utama pada beberapa waktu terakhir. Pertama, normalisasi kebijakan negara maju yang mulai terindikasi dari kenaikan suku bunga AS. Kedua, dampak luka memar yang berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi, antara lain terhadap pemulihan di sektor dunia usaha dan upaya transformasi di sektor riil untuk mendorong daya […]

  • Suntik KB 3 Bulan Tapi Tidak Menstruasi Apakah Bisa Hamil?

    Suntik KB 3 Bulan Tapi Tidak Menstruasi Apakah Bisa Hamil?

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.601
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Salah satu cara efektif menunda kehamilan adalah dengan suntik KB. Namun, ternyata beberapa wanita tidak menstruasi setelah suntik KB dan mengira itu tanda hamil. Lalu, suntik KB tapi tidak menstruasi apakah bisa hamil? Suntik KB tapi tidak menstruasi apakah bisa hamil? Suntik KB merupakan kontrasepsi hormonal yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Suntik 1 bulan […]

  • Pemerintah Terus Mendorong Sektor Pertanian, Papua Barat Akan Menjadi Produsen Utama Pangan

    Pemerintah Terus Mendorong Sektor Pertanian, Papua Barat Akan Menjadi Produsen Utama Pangan

    • calendar_month Senin, 4 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    PEMERINTAH mendorong seluruh wilayah di Provinsi Papua Barat menjadi produsen utama komoditas pertanian di wilayah timur Indonesia dalam beberapa waktu mendatang karena lahan pertaniannya cukup luas. Wilayah tersebut memiliki kapasitas lahan tanaman jagung yang bisa mencapai 11 ribu hektar dan 7 hektar lahan tanaman pangan dan holtikultura lainnya. “Papua Barat memiliki potensi yang besar untuk […]

expand_less
WordPress Archive PDF Viewer – Addon For Elementor PDFMentor Pro – WordPress PDF Generator for Elementor Peace – Insurance Agency WordPress Theme Peaker – Fitness & Gym WordPress Theme PeakShops – Modern & Multi-Concept WooCommerce Theme Pearl - Corporate Business WordPress Theme Pearlsell WP – Jewelry Elementor WooCommerce Theme Pearson Specter | Lawyer & Attorney WordPress Theme Pediatra – Pediatrician Clinic & Healthcare Elementor Template Kit Peeboo – Pet Store WooCommerce WordPress Theme