Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

Kurikulum Merdeka : Kesiapan Guru Masih Dipertanyakan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 26 Feb 2023
  • visibility 837
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

MASA pandemi membuat seluruh tatanan kehidupan termasuk pendidikan menjadi tidak stabil. Sebagai langkah menanggulangi hal tersebut pemerintah memiliki inisiatif untuk melakukan penyesuaian terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran yaitu dengan mengeluarkan kebijakan baru yang dibranding dengan nama Kurikulum Merdeka yaitu kurikulum yang capaian pembelajarannya disederhanakan serta menekankan pada penguatan profil pelajar pancasila.

Pelaksanaan kurikulum merdeka ini membawa konsep pembelajaran yang diadopsi dari luar negeri dimana pembelajaran berfokus kepada siswa kemudian siswa dibebaskan untuk memilih pembelajaran sesuai dengan minat dan bakatnya. Tugas guru dalam pembelajaran sebagai fasilitator untuk mengadakan pembelajaran yang sifatnya bermakna, menyenangkan, dan tidak lepas dari pemanfaatan STEM (Science, Technology, Engineering dan Math) mengingat kondisi yang belum kembali pulih.

Teknologi yang “harus” dituangkan dalam pembelajaran kurikulum merdeka ini menjadi salah satu momok yang menakutkan bagi guru, terkhusus guru yang kemampuan dalam menggunakan teknologinya masih rendah. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Nurani (2023) mengungkapkan bahwa masih banyak guru yang tidak melek teknologi. Hal ini juga bersesuaian dengan data yang disebutkan oleh GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Kemendikbudristek bahwa sebesar 40% guru yang hanya mampu mengoperasikan teknologi sesuai dengan fungsinya.

Teknologi membawa pemahaman sains, matematika dan keteknikan agar menjadi lebih mudah diterima dan digapai dalam pemenuhan capaian pembelajaran, sesuai dengan data tersebut maka dapat dibuktikan bahwa guru belum siap melaksanakan kurikulum merdeka.

Ketidaksiapan guru melaksanakan kurikulum merdeka ini membuat pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan baru yaitu guru penggerak yang bertugas sebagai pemimpin pembelajaran di kurikulum merdeka, namun pertanyaan baru yang muncul dari kebijakan ini adalah seberapa banyak pemimpin didalam satu sekolah?, berapa lama kebijakan ini akan bertahan?, sedangkan pendidikan butuh pergerakan cepat untuk penyesuaian dengan zaman yang terus berubah. Peserta didik hanya butuh pembelajaran yang nyaman dan sesuai, bukan kebijakan baru yang berlapis-lapis yang tidak kunjung usai.

Kebijakan kurikulum merdeka ini disahkan pada tanggal 11 februari 2022 dengan Pelaksanaan Keputusan Kemendikbudristek Nomor 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran, atas dasar keberhasilan yang diperoleh dari pelaksanaan kurikulum darurat atau kurikulum 2013 yang disederhanakan, namun implementasi yang dimunculkan di kurikulum merdeka ternyata berbeda jauh dengan dasar yang menjadi alasan pembentukan kurikulum tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari tujuan pembelajaran, kompetensi yang diinginkan dan struktur kurikulum yang digunakan. Fakta tersebut menunjukkan  pemerintah tidak terfokus pada masalah dan perbaikan, namun lebih memilih pada pembaharuan dan percobaan yang dicerminkan pada kurikulum diluar. Guru dituntut untuk dapat mengikuti kebijakan baru dengan cepat dan tanggap, namun kembali lagi akar permasalahannya ada pada ketidaksiapan guru dan korelasinya dengan solusi yang ditawarkan.

Pelaksanaan kurikulum merdeka sejatinya tidak hanya berfokus pada pembaharuan, tapi harus fokus pada perbaikan dari permasalahan, karena percuma apabila pembaharuan terus menerus diluncurkan namun akar dari permasalahan tidak dituntaskan. Pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan yang dikeluarkan, dan melihat sejauh mana kebutuhan serta korelasinya dalam pelaksanaan agar tidak terjadi ketimpangan. Guru belum siap sehingga perlu dibimbing dan dibawakan sebuah solusi yang dapat mengatasi kekurangan.[***]

 

 

Sumber :

Nurani, D.C. et al. (2023) ‘Training in Making Interactive Learning Media Using the Canva Application for Elementary School Teachers in Palembang City’, ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), pp. 3060–3063. Available at: https://doi.org/10.35568/ABDIMAS.V6I1.2858.

 

Oleh : Dewinta Aulia Savitri

Mahasiswa semester VI, Prodi/Program Guru Sekolah Sekolah Dasar

Universitas Sriwijaya [Unsri]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gratis, Muba- FKG Operasi Celah Bibir dan Lelangit  untuk Warga Tak Mampu

    Gratis, Muba- FKG Operasi Celah Bibir dan Lelangit untuk Warga Tak Mampu

    • calendar_month Sabtu, 15 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.232
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU  – Pemerintah Kabupaten Muba berkolaborasi dengan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia melaksanakan Bhakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-langit di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu, yang berlangsung [15-17 Desember 2018]. Tim yang menangani 30 pasien Celah Bibir dan Langit-langit di Kabupaten Muba ini secara keseluruhan berjumlah 45 […]

  • Sumsel Tidak Ada Wewenang, Pengeluaran Bupati Muara Enim Non Aktif Wewenang MA

    Sumsel Tidak Ada Wewenang, Pengeluaran Bupati Muara Enim Non Aktif Wewenang MA

    • calendar_month Sabtu, 12 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 589
    • 0Komentar

    PENGELUARAN Bupati Muara Enim nonaktif Juarsah dari Rutan Palembang pada 6 Maret 2022 lalu untuk menghadiri pernikahan anaknya merupakan kewenangan Mahkamah Agung (MA) bukan Kanwil Kemenkumham Sumatera Selatan. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kadivpas Kanwil Kemenkumham) Sumatera Selatan (Sumsel), Bambang Haryanto, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (11/3/2022). […]

  • VSAT STAR hadir di Lalan

    VSAT STAR hadir di Lalan

    • calendar_month Selasa, 13 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 743
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Lalan-  Pemkab Muba Kerjasama dengan PT Telkom Indonesia membangun jaringan internet VSat Star produk SpaceX Elon Musk,  berupa jaringan internet satelit untuk percepatan layanan ineternet bagi warga Lalan.   Pemkab Muba melalui Dinas Kominfo Muba memfasilitasi jaringan internet starlink yang merupakan jaringan internet produk Space X – Starlink Elon Musk. Ini merupakan kali […]

  • Bunda Baca Muba Minta Perpustakaan Desa Bikin Inovasi

    Bunda Baca Muba Minta Perpustakaan Desa Bikin Inovasi

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 846
    • 0Komentar

    BUNDA Baca Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza berpesan untuk meningkatkan perpustakaan desa supaya lebih maju, harus mampu membuat motivasi  dan inovasi yang baik. Selain itu,  program PKK juga bisa digandengkan dengan desa. Perlu juga disosialisasikan mengenai Stunting dan gizi buruk yang harus kita cegah,”terangnya dalam kegiatan Pembinaan Perpustakaan Desa dalam upaya meningkatkan Literasi Masyarakat di […]

  • Ratusan Penonton Padati MET di Manila, Ada Apa ! Salah Satu Suhu Dunia Mode Filipina, Steve De Leon Bikin Penonton Bernostalgia..

    Ratusan Penonton Padati MET di Manila, Ada Apa ! Salah Satu Suhu Dunia Mode Filipina, Steve De Leon Bikin Penonton Bernostalgia..

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.244
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Manila, Filipina – Pameran busana “Filipino Barong-Wastra Indonesia: Thread and Pattern of Kinship” berhasil memukau sekitar 500 penonton yang memadati Metropolitan Theatre (MET) Manila (21/11). Tak satupun penonton meninggalkan tempat acara dari awal sampai akhir. Bahkan, usai gelaran pameran busana selesai pun masih banyak penonton yang menyerbu ke panggung untuk sekedar berfoto dengan para perancang busana dan […]

  • Luar Biasa, Rumah Tahfidz Ini Dibangun Telan Dana Rp830 juta, Apa Komentar Gubernur ?

    Luar Biasa, Rumah Tahfidz Ini Dibangun Telan Dana Rp830 juta, Apa Komentar Gubernur ?

    • calendar_month Jumat, 14 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.101
    • 0Komentar

    YAYASAN Masjid Al-Ikhlas yang berada di Jalan Dwikora II Komplek YKP 2, Kelurahan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang ini berhasil membangun rumah Tahfidz yang cukup megah Keberadaan rumah tahfidz tersebut adalah dukungan masyarakat terhadap program keagamaan. Terlebih, rumah tahfidz tersebut didirikan masyarakat secara swadaya dengan dana pembangunan sekitar Rp 830 juta. Gubernur […]

expand_less
WordPress Archive PDF Viewer – Addon For Elementor PDFMentor Pro – WordPress PDF Generator for Elementor Peace – Insurance Agency WordPress Theme Peaker – Fitness & Gym WordPress Theme PeakShops – Modern & Multi-Concept WooCommerce Theme Pearl - Corporate Business WordPress Theme Pearlsell WP – Jewelry Elementor WooCommerce Theme Pearson Specter | Lawyer & Attorney WordPress Theme Pediatra – Pediatrician Clinic & Healthcare Elementor Template Kit Peeboo – Pet Store WooCommerce WordPress Theme