Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Makan Bersama di Madrasah, Nasi Sepiring Jadi Pendidikan Karakter Sosial

Makan Bersama di Madrasah, Nasi Sepiring Jadi Pendidikan Karakter Sosial

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
  • visibility 814
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

COBA bayangkan suasana jam istirahat di sebuah madrasah, anak-anak sudah berbaris rapi, perut keroncongan seperti orkes dangdut yang belum dibayar honor. Begitu tukang masak membuka penutup rantang, aroma ikan goreng dan sayur asem langsung menyeruak. Dalam sekejap, kantin madrasah itu berubah jadi konser Coldplay versi lokal, ramai, heboh, tapi tetap kompak. Semua siswa entah yang anak pejabat atau anak pedagang sayur duduk berjejer, makan menu yang sama. Tidak ada yang pamer bekal sosis impor, tidak ada yang minder cuma bawa tempe goreng. Inilah momen makan bersama yang diam-diam menyelipkan pelajaran sosial dan pendidikan karakter lebih tajam daripada selembar LKS.

Di sinilah menariknya program Makan Bergizi Gratis (MBG), awalnya kelihatan cuma soal nasi, lauk, sayur, buah, dan susu. Tapi kalau kita tengok lebih dalam, ia bukan sekadar urusan perut. Ada kurikulum sosial yang sedang dimasak di panci besar itu soal empati, kebersamaan, kesetaraan, hingga pelajaran psikologi sederhana tentang bagaimana makanan bisa jadi alat mengikis rasa minder.

Kalau biasanya anak sekolah suka saling intip bekal, “eh, bekal kamu nugget, aku cuma tempe orek nih”,kini semua sama rata. Anak yang biasanya merasa “kelas dua” jadi bisa duduk sejajar. Anak yang suka pamer jadi sadar di meja makan bersama, status sosial dilipat tipis-tipis seperti daun pisang.

Dalam psikologi sosial, kesetaraan kecil semacam ini bisa menumbuhkan rasa belonging, coba seandainya juga, dari satu piring nasi, anak-anak belajar bahwa perbedaan itu bisa diredam dengan kebersamaan. Mereka tidak lagi membandingkan isi kotak bekal, tapi malah saling bercanda soal siapa yang bisa makan sayur paling cepat.

Lucunya, momen ini juga jadi arena latihan kesabaran. Anak yang biasanya suka nyalip antrian, dipaksa untuk antre rapi. Anak yang sering rewel soal makanan, belajar menerima menu yang ada. Itu lebih efektif daripada ceramah motivator di YouTube.

Kalau boleh jujur, pendidikan karakter sering kali hanya berhenti di poster dinding kelas. Ada slogan “Jangan Buang Sampah Sembarangan” tapi di bawahnya berserakan bungkus ciki. Ada spanduk “Budayakan Antri” tapi di kantin malah rebutan gorengan.

Nah, melalui Makan Bergizi Gratis di Madrasah, pendidikan karakter turun kelas langsung ke meja makan. Anak-anak belajar akhlak bukan dari ceramah, tapi dari sendok dan garpu. Mereka belajar, yakni Disiplin, karena ada jadwal makan dan aturan antre, empati, karena semua makan sama, tak ada yang lebih tinggi atau rendah, syukur  karena makanan tersedia gratis, sehat, dan halal dan terakhir anti mubazir, karena kalau buang makanan, temannya langsung nyindir “Laper katanya, kok nggak diabisin?”

Lebih lucu lagi, momen ini juga melatih diplomasi ala menteri luar negeri. Ada anak yang nggak suka sayur, lalu negosiasi barter dengan temannya “Gue kasih ayam, lu kasih wortel”,  dari barter wortel-ayam itulah lahir bibit-bibit negosiator ulung masa depan.

Kalau sekolah biasanya jadi tempat hafalan rumus, madrasah dengan MBG ini berubah jadi laboratorium sosial. Di sinilah lahir pelajaran tanpa papan tulis bagaimana makan bisa menyatukan. Bahkan Plato pun dulu sering mengajar muridnya sambil makan bersama, karena meja makan dianggap tempat paling manusiawi untuk berdiskusi.

Dalam konteks Indonesia, makan bersama adalah warisan budaya, dari kenduri kampung sampai acara tahlilan, semua berpusat di meja makan. Kini madrasah menghidupkan kembali tradisi itu dalam bentuk modern. Anak-anak tak sekadar makan, tapi membangun solidaritas, mengikis kesenjangan sosial, dan menanam benih karakter sejak dini.

Psikologi

Psikologi perkembangan anak bilang pengalaman sosial di usia sekolah sangat menentukan kepribadian saat dewasa. Kalau sejak kecil sudah terbiasa duduk sejajar, makan sama, berbagi tawa tanpa minder, besar kemungkinan anak-anak ini akan tumbuh jadi generasi yang lebih inklusif dan rendah hati.

Bandingkan dengan anak yang dari kecil terbiasa membeda-bedakan teman karena isi kotak bekalnya. Nanti dewasa bisa jadi pejabat yang hobi pamer mobil dinas atau artis yang suka flexing saldo rekening.

Artinya, makan bersama di madrasah bukan sekadar program gizi, tapi investasi karakter bangsa.

Program Makan Bergizi Gratis di Madrasah memang terdengar sederhana. Tapi dari nasi sepiring itu, lahir nilai yang mahal, kesetaraan, kebersamaan, dan rasa syukur.

Makan bersama menutup celah kesenjangan sosial di bangku sekolah, anak-anak yang dulu mungkin malu karena bekalnya sederhana, kini bisa duduk sejajar,  anak-anak yang biasanya pamer, kini belajar rendah hati.

Pemerintah dan madrasah jangan hanya berhenti di urusan logistik makanan. Jadikan program Makan Bergizi Gratis sebagai pintu masuk untuk kampanye lebih besar Gerakan Pendidikan Karakter Nasional. Guru bisa mengaitkan momen makan bersama dengan nilai-nilai agama, sosial, bahkan sains (misalnya bahas gizi dan nutrisi).

Kalau mau jujur, bangsa ini sudah kenyang dengan teori pendidikan karakter, yang kurang adalah praktik nyata. Dan meja makan madrasah, dengan sepiring nasi dan segelas susu, bisa jadi awal revolusi sosial yang ramah, lucu, tapi berdampak besar.

Pada akhirnya, siapa sangka pendidikan karakter tidak melulu butuh kurikulum tebal, tapi cukup dimulai dari nasi sepiring yang disantap bersama sehingga dari situlah lahir solidaritas, empati, dan generasi yang lebih sehat jasmani dan rohan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berasan: Seni Komunikasi Orang Palembang yang Memikat Hati

    Berasan: Seni Komunikasi Orang Palembang yang Memikat Hati

    • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Penulis : Ainur Ropik Dosen FISIP UIN RADEN FATAH PALEMBANG DI tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, masyarakat Palembang masih memegang teguh tradisi komunikasi yang telah diwariskan turun-temurun. Berasan, sebuah kata yang terdengar sederhana namun menyimpan kekuatan luar biasa dalam mempengaruhi dan mencapai tujuan. Berasal dari bahasa Melayu dengan arti “bermusyawarah”, berasan telah menjadi […]

  • DAMRI Uji Coba rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) di NTT, Buka Akses Ekonomi Daerah dan Pariwisata

    DAMRI Uji Coba rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) di NTT, Buka Akses Ekonomi Daerah dan Pariwisata

    • calendar_month Minggu, 13 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    OPERATORO transportasi darat di Indonesia, DAMRI bersama Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan uji coba rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) yang terletak di Kefamenanu, kabupaten Timur Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). “Dengan akan hadirnya trayek ALBN Kupang – Kefamenanu – Dili ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem transportasi yang […]

  • Resep Martabak Asin Bicik Mona, Lezat & Praktis di Rumah

    Resep Martabak Asin Bicik Mona, Lezat & Praktis di Rumah

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    PARA pecinta kuliner sejati!, kali ini Bicik Mona kembali hadir dengan resep martabak asin yang bisa kamu buat sendiri di rumah, siapa yang bisa menolak adonan tipis yang diisi telur, daging, dan sayuran, lalu digoreng sampai renyah di luar tapi tetap lembut di dalam? Resep martabak asin ala Bicik Mona ini mudah dipraktikkan, penuh humor, […]

  • DJKN Kanwil SJB Serahkan Aset Kepada Pemerintah Palembang

    DJKN Kanwil SJB Serahkan Aset Kepada Pemerintah Palembang

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.031
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kantor Wilayah (Kanwil) Sumsel Jambi Babel (SJB) menyerahkan dua aset eks asing Tionghoa kepada Pemerintah Kota Palembang. Serah terima aset ditandai dengan penandatangan dokumen aset antara Kepala Kanwil DJKN SKB Taufik dan Walikota Palembang H Harnojoyo, Senin (25/3/2019), di Rumah Dinas Walikota. Aset yang diserahkan berada di […]

  • Horee ! Gaji Guru Honorer di Muba Naik 80%

    Horee ! Gaji Guru Honorer di Muba Naik 80%

    • calendar_month Jumat, 30 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.374
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musibanyuasi [Muba] pada 2019 berencana akan menaikan gaji guru honorer /k2 menjadi Rp1,8 juta dari sebelumnya tahun ini Rp1 juta dan GTT menjadi Rp1,5 juta dari sebelumnya Rp1 juta. “Honor guru pada 2019 nanti dinaikkan untuk K2, Saya tegaskan, untuk mencapai cita-cita mulai 2019 seluruh guru termasuk guru kategori k2 […]

  • Pelabuhan Boom Baru Palembang Tidak Memungkinkan Lagi, Alasannya ?

    Pelabuhan Boom Baru Palembang Tidak Memungkinkan Lagi, Alasannya ?

    • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.537
    • 0Komentar

    AKTIVITAS  Pelabuhan Boom Baru saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dikembangkan lagi disamping  terus terjadinya pendangkalan disekitar pelabuhan yang mengakibatkan terbatasnya lalu lintas kapal ukuran besar yang hendak bersandar di pelabuhan. Oleh karena itu pelabuhan Boom Baru perlu dipindahkan, namun setelah dipindah keberadaan pelabuhan tersebut nantinya hanya  akan  diperuntukan bagi  kapal angkut penumpang saja. Keberadaan pelabuhan Boom Baru  saat ini  menurut […]

expand_less
WordPress Archive Johansen – Creative Niche Blog Theme John – Minimal Personal Portfolio WordPress Theme Join Up – BuddyPress Community WordPress Theme Jollyany – Corporate Multi Purpose WordPress Theme Jonny – Personal WordPress Theme Jono Responsive WordPress Magazine Theme JoomUnited WP File Download - File Manager For WordPress Josh – Laravel Admin Template + Front End + CRUD Joss – Personal Portfolio WordPress Theme Josy – Sport & Fitness Elementor Template Kit