Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Berasan: Seni Komunikasi Orang Palembang yang Memikat Hati

Berasan: Seni Komunikasi Orang Palembang yang Memikat Hati

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 16 Jul 2025
  • visibility 1.242
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penulis : Ainur Ropik

Dosen FISIP UIN RADEN FATAH PALEMBANG

DI tengah hiruk-pikuk kehidupan modern yang serba cepat, masyarakat Palembang masih memegang teguh tradisi komunikasi yang telah diwariskan turun-temurun. Berasan, sebuah kata yang terdengar sederhana namun menyimpan kekuatan luar biasa dalam mempengaruhi dan mencapai tujuan. Berasal dari bahasa Melayu dengan arti “bermusyawarah”, berasan telah menjadi pola komunikasi khas yang tak hanya sekadar berbicara, tetapi juga seni mempengaruhi hati.

Lebih dari Sekadar Musyawarah

Bayangkan sebuah pertemuan di mana kata-kata mengalir seperti air yang jernih, di mana setiap kalimat disampaikan dengan penuh kehati-hatian dan kebijaksanaan.

Itulah berasan, dalam tradisi pernikahan adat Palembang, berasan merupakan musyawarah kedua belah pihak keluarga untuk menentukan persyaratan pernikahan baik secara adat maupun agama. Namun, lebih dari sekadar formalitas, berasan menjadi medium di mana dua keluarga menyatukan visi dan membangun harmoni yang akan bertahan selamanya.

Kekuatan Tersembunyi dalam Pantun

Keunikan berasan terletak pada struktur komunikasinya yang kompleks namun memikat. Tahapan ini sarat dengan pantun, di mana setiap peserta menggunakan bahasa kiasan yang halus dan santun. Bukan sekadar obrolan santai, berasan mengharuskan para peserta untuk menguasai bahasa simbolik yang mendalam.

Bahasa Melayu Palembang yang digunakan dalam komunikasi sehari-hari telah berkembang menjadi ciri khas yang membedakan Palembang dari daerah lain. Dalam berasan, bahasa ini diperkaya dengan metafora dan perumpamaan yang mampu menyentuh jiwa setiap pendengarnya.

Tradisi berpantun dalam berasan bukan sekadar hiburan semata. Ia adalah strategi komunikasi yang memungkinkan penyampaian pesan sensitif dengan cara yang elegan dan dapat diterima semua pihak. Suasana berasan penuh dengan pantun dan basa-basi, menciptakan lingkungan yang hangat untuk menyatukan dua keluarga. Setiap pantun yang dilontarkan memiliki makna tersembunyi, setiap kata dipilih dengan cermat untuk mencapai tujuan tanpa menyakiti perasaan siapa pun.

Terbukti Efektif di Tengah Keberagaman

Data menunjukkan bahwa komunikasi berasan memiliki tingkat efektivitas yang tinggi dalam mencapai kesepakatan. Sumatera Selatan memiliki lebih dari 400 suku bangsa dan sub suku bangsa, namun masyarakat Palembang terkenal dengan kehidupan yang rukun dan berdampingan meskipun terdiri dari berbagai suku bangsa, ras dan golongan. Berasan berkontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial ini melalui pendekatan emosional yang kuat, struktur dialogis yang terorganisir, dan nilai gotong royong yang mendalam.

Kekuatan persuasif berasan terletak pada kemampuannya menciptakan koneksi emosional yang kuat melalui penggunaan pantun dan bahasa kiasan. Berasan berbentuk dialog antara ahli rumah dengan Nenek Mamak, masyarakat yang dituakan, serta ketua adat. Dialog ini bukan sekadar pertukaran informasi, tetapi proses membangun kepercayaan dan saling pengertian yang mendalam.

Tepung Tawar, salah satu tradisi musyawarah serupa, telah menjadi warisan kebudayaan tak benda Republik Indonesia pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berasan, dengan keunikan dan nilai budayanya, layak mendapat pengakuan serupa. Dampak sosial berasan sangat luas, mempererat hubungan antarkeluarga dan komunitas, melestarikan bahasa dan sastra lisan Melayu Palembang, membangun tradisi musyawarah yang demokratis, dan mengajarkan seni komunikasi persuasif kepada generasi muda.

Tantangan di Era Digital

Namun, tantangan terbesar berasan saat ini adalah menjaga relevansinya di era digital. Semakin banyaknya suku pendatang dan percampuran budaya di kota Bengkulu menyebabkan berkurangnya penutur bahasa daerah dan unsur sastra lisan. Kondisi serupa juga dialami Palembang. Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan strategi pelestarian melalui dokumentasi prosesi berasan dalam bentuk digital, integrasi pembelajaran berasan dalam kurikulum lokal, pemanfaatan media sosial untuk promosi budaya, dan penyelenggaraan workshop berasan untuk generasi muda.

Suasana dan makna religi sangat kental dalam prosesi berasan, hampir di setiap tahapan mengandung pengharapan dan doa. Ini menunjukkan bahwa berasan bukan hanya metode komunikasi, tetapi juga praktik spiritual yang memperkuat ikatan sosial. Berasan mengajarkan bahwa komunikasi yang efektif bukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana mencapai kesepakatan yang menguntungkan semua pihak.

Berasan mengandung nilai-nilai luhur yang tercermin dalam pidato atau kata sambutan untuk mempererat tali persatuan. Dalam konteks globalisasi dan modernisasi, berasan menawarkan model komunikasi alternatif yang humanis dan berkelanjutan.

Kekayaan budaya suku Palembang bukan hanya identitas lokal, tetapi juga bagian penting dari warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan. Nilai universal berasan mencakup menghargai perbedaan pendapat, mengutamakan konsensus daripada konfrontasi, membangun kepercayaan melalui komunikasi yang jujur, dan menjaga martabat semua pihak yang terlibat.

Warisan untuk Dunia

Berasan adalah bukti nyata bahwa masyarakat Palembang telah mengembangkan teknologi komunikasi yang canggih jauh sebelum era modern. Sejarah panjang Palembang sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya dan Kesultanan Palembang membentuk interaksi dengan berbagai suku dan bangsa, menjadikan kebudayaan Palembang memiliki karakter tersendiri. Kekuatan berasan terletak pada kemampuannya mengubah potensi konflik menjadi harmoni, ketegangan menjadi kerjasama, dan perbedaan menjadi kekuatan.

Di era di mana polarisasi dan konflik komunikasi semakin meningkat, berasan menawarkan jalan alternatif yang terbukti efektif. Berasan bukan sekadar tradisi masa lalu, tetapi wisdom komunikasi yang relevan untuk masa depan. Melalui pelestarian dan adaptasi yang tepat, berasan dapat menjadi kontribusi berharga masyarakat Palembang untuk peradaban komunikasi global. Dengan memahami dan menghargai berasan, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga belajar seni komunikasi yang dapat mengubah dunia, satu dialog pada satu waktu.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Bahas Sembilan Raperda, Wagub Sumsel Hadir

    DPRD Bahas Sembilan Raperda, Wagub Sumsel Hadir

    • calendar_month Senin, 17 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.625
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan H. Mawardi Yahya (MY) menghadiri dan mengikuti Sidang Rapat Paripurna XXX DPRD Provinsi Sumatra Selatan bertempat di Ruang Rapat DPRD Prov Sumsel, Senin (17/5/2021). Agenda Rapat kali ini mendengarkan tanggapan pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Sumsel terkait sembilan (9) Raperda yang sebelumnya telah diajukan pada Sidang Rapat Paripurna XXX DPRD Provinsi Sumatra […]

  • Tidur Cukup Tingkatkan Imunitas Tubuh!

    Tidur Cukup Tingkatkan Imunitas Tubuh!

    • calendar_month Sabtu, 21 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.388
    • 0Komentar

    KESEHATAN tubuh tidak bisa ditawar-tawar, pandemi COVID-19 menunjukkan hal itu. Untuk meningkatkan imunitas tubuh perlu juga gaya hidup yang mendukungnya, seperti tidur yang cukup. Bicara tidur yang cukup, idealnya manusia tidur selama 6-7 jam, serta direkomendasikan untuk tidur sebelum jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi. Jangan lupa mengimbangi waktu istirahat dengan seperti […]

  • Kunjungi Stan Sumsel, Ini Reaksi Ibu Negara

    Kunjungi Stan Sumsel, Ini Reaksi Ibu Negara

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.103
    • 0Komentar

    SETELAH sehari sebelumnya mengikuti  Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dekranas di Kantor Kementerian Pertahanan RI, hari Rabu (11/9) pagi Ketua Dekranasda Sumsel Hj. Feby Deru ditemani Wakil Ketua Dekranasda Sumsel Hj Fauziah Mawardi Yahya juga menghadiri opening ceremony Pameran Kriyanusa 2019 di Kartika Expo Centre-Balai Kartini Jakarta yang  merupakan rangkaian Rakernas Dekranasda 2019. Opening ceremony pameran […]

  • Dodi Bakal Sikat Habis Jalan yang Rusak

    Dodi Bakal Sikat Habis Jalan yang Rusak

    • calendar_month Sabtu, 1 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU – Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdi berjanji akan memperbaiki jalan mengalami kerusakan di Desa Sungai Dua  sepanjang 3 km. Hal itu diungkapkannya pada saat Kunjungan kerja (Kunjer) Desa Sungai Dua, Kecamatan Sungai Keruh Kabupaten Muba disambut hangat oleh ratusan masyarakat, Sabtu [1/12/2018]. Pada kunker tersebut orang nomor satu di Bumi Serasan Sekate […]

  • Usung Tema Mengembangkan Potenai Diri di Era Digitalisasi, HMPS MD UIN Raden Fatah Palembang Selenggarakan Seminar

    Usung Tema Mengembangkan Potenai Diri di Era Digitalisasi, HMPS MD UIN Raden Fatah Palembang Selenggarakan Seminar

    • calendar_month Minggu, 31 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.175
    • 0Komentar

    HIMPUNAN Mahasiswa Manajemen Dakwah (HMPS MD) UIN Raden Fatah Palembang mengadakan seminar dengan mengusung Tema “Mengembangkan Potenai Diri di Era Digitalisasi”. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Auditorium Perpustakaan UIN Raden Fatah Palembang (Kampus B). Acara tersebut dihadiri Tenaga Ahli DPR RI Kemas Khoirul Mukhlis, Kabid Pengembangan Pemuda Dispora Kota Palembang Tarmidzi S.Pd M.M serta elemen […]

  • Pekan Adat dan Sriwijaya Travel Fair 2022

    Pekan Adat dan Sriwijaya Travel Fair 2022

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Pekan Adat dan Sriwijaya Travel Fair 2022 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel  diyakini akan memberikan dampak positif  sebagai literasi bagi  masyarakat  terkait dengan kekayanan budaya dan seni yang dimiliki 17 Kabupaten/kota yang ada di Sumsel. “Bukan hanya mengenalkan seni dan budaya kepada  masyarakat saja tapi juga penting bagi para peserta yang hadir […]

expand_less
WordPress Archive Ninja Forms Highrise CRM Ninja Forms iContact Ninja Forms Insightly CRM Ninja Forms IntelligenceWP Ninja Forms – Limit Checkboxes Ninja Forms Mad Mimi Ninja Forms MailChimp Ninja Forms MailPoet Ninja Forms Multi-Part Forms Ninja Forms OnePageCRM