Konservasi Masuk Ranah Teknologi, 3 Prodi Untad Digandeng BKSDA Sulteng
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – 3 prodi Untad dilibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah dalam penguatan pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Kolaborasi ini mempertemukan bidang kehutanan, biologi, dan teknologi informasi dalam satu program kerja sama.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Dukungan Penyelenggaraan Program Magang dan Kuliah Praktisi di Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako (Untad), Palu, Senin (10/8/2026).
Tiga program studi yang terlibat yakni Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Untad.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026. Dalam kegiatan yang sama, BKSDA Sulawesi Tengah dan Untad juga melakukan penanaman pohon.
Kepala BKSDA Sulawesi Tengah Mulyadi Joyomartono mengatakan pengelolaan konservasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak karena persoalan sumber daya alam semakin kompleks.
“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,” ujar Mulyadi.
Pelibatan lintas disiplin membuat kerja sama tersebut tidak hanya bertumpu pada perlindungan kawasan. Pengetahuan kehutanan dan biologi dapat dipadukan dengan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan data, pemantauan sumber daya alam, edukasi, serta penyebarluasan informasi konservasi.
Dekan Fakultas Kehutanan Untad Prof. Yusran mengatakan kerusakan lingkungan, perubahan penggunaan lahan, dan penurunan keanekaragaman hayati membutuhkan penanganan secara bersama.
“Kerja sama ini memperkuat fungsi tridarma perguruan tinggi melalui riset bersama, praktik lapangan mahasiswa, dan pengabdian masyarakat,” kata Yusran.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam praktik lapangan dapat mempertemukan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata pengelolaan konservasi.
Kerja sama BKSDA Sulawesi Tengah dan Untad juga diarahkan untuk mendukung perlindungan kawasan konservasi serta penyelamatan flora dan fauna endemik di Sulawesi Tengah.
Program magang dan kuliah praktisi diharapkan menjadi ruang penguatan kapasitas mahasiswa. Pengalaman lapangan juga dapat membantu mahasiswa memahami langsung tantangan konservasi sumber daya alam.
Mulyadi menegaskan keberhasilan konservasi tidak dapat dicapai oleh satu institusi. Pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, komunitas, dan mitra lainnya perlu mengambil peran dalam menjaga keanekaragaman hayati.
Kegiatan HKAN 2026 di Universitas Tadulako turut dihadiri perwakilan UPT Kementerian Kehutanan di Sulawesi Tengah, jajaran Universitas Tadulako, mahasiswa, Saka Wanabakti Kwartir Cabang Palu, Green Youth Movement, Dharma Wanita Persatuan Kementerian Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, serta jajaran BKSDA Sulawesi Tengah. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
