Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » “Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

“Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
  • visibility 1.503
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELASA sore, saat jam menunjuk pukul 16.30 WIB, suasana di Perum Pesona Harapan Jaya, Tahap I, Jalan KH.Azhari, Kalidoni, Palembang terlihat anak-anak ramai bermain.

Udara sejuk dan bersahabat pun menemani mereka bermain. Apalagi sejak pagi hingga siang, langit terlihat mendung. Meski hanya sebentar, tepat pukul 14.00 WIB, hujan lebat akhirnya turun membasahi seluruh perumahan.

Diva kecil, Syifa, serta bocah seumur belasan tahun lainnya terlihat juga, asyik bermandi hujan. Dengan polosnya mereka bercengkraman, berlari kesana kemari bersama bocah lainnya. Bocah laki-laki juga terlihat bergembira sembari menggoes sepedanya mengitari blok perumahan.

Para orang tua mereka tak ada satu pun yang melarang untuk pulang ke rumah. Riang gembira terpancar dirawut wajah satu- persatu sang bocah.

Dengan pakaian yang basah kuyup, serta rambut yang ikut basah, mereka terus saja bermain gembira, Maklum sudah hampir seminggu ini memang menikmati libur sangat panjang [libur covid, ramadhan, Idul Fitri, serta semesteran].

Libur panjang ini disempatkan para bocah untuk bermain dengan puasnya di tempat tinggal mereka. Saking asyiiknya, mereka pun tak mengenal waktu, tak mengenal letih, tak mengenal rasa sakit.“Libur covid-19, libur naik kelas om,” kata Zikri dengan polosnya, sambari mengusap-usap rambutnya yang basah.

Ada yang menarik, disaat melihat mereka bermain hujan. Mereka manfaatkan untuk bermain “tongkopan”[Petak Umpet], permain yang sangat sederhana dan sangat jadul, mengingatkan kita semasa seumur mereka.

Ternyata “tongkopan” tak tergerus  zaman. Hingga kini, permainan ini tetap dimainkan oleh generasi sekarang dibanding tradisi lainnya.

“Sudah belom…sudah belom..,?”kata Icha ketika mendapat giliran menjadi kucing,  mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Melansir Wikipedia, permainan ini dimulai dengan kata Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi).

Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si “kucing” beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika si “kucing” menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si “kucing” dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si “kucing” bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai “target operasi” atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si “kucing” dibebaskan, alias sandera si “kucing” dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si “kucing” harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. orang yang pertama ditemukan yang menjadi ‘kucing’ berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu ‘kebakaran’ yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Anak-anak dilatih berpikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Permainan ini juga menjadikan anak lebih kuat dan tangkas secara fisik. Selain itu memberikan pendidikan pada anak untuk bermain sportif, jujur, dan kreatif.[***]

 

One/berbagai sumber

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • OKI Usulkan Tambah Armada Damkar

    OKI Usulkan Tambah Armada Damkar

    • calendar_month Sabtu, 19 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.226
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id, Kayuagung – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar mengungkapkan Pemkab OKI akan mendata ulang sejumlah peralatan yang dimiliki dinas pemadam kebakaran dan akan melihat kembali kesiapan petugas termasuk alat pemadam kebakaran yang tersedia saat ini. “Nanti kita cek dulu kesiapan dari petugas. Kalau memang perlu tambahan armada, berarti harus diusulkan,” singkat Iskandar usai menyampaikan […]

  • [Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi] Bab 2: Welcome to Karmelia, Negara Tanpa Cicilan

    [Sarip Petir: Kisah TKI Antargalaksi] Bab 2: Welcome to Karmelia, Negara Tanpa Cicilan

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 853
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Begitu mendarat di Planet Karmelia, Sarip merasa seperti ayam kampung masuk mal ber-AC, segalanya serba canggih. Pintu otomatis, jalanan melayang, dan tempat sampah yang bisa ngomong, ‘Masukkan sampahmu dengan cinta, jangan buang perasaanmu sembarangan’. Sarip manggut-manggut, setengah kagum, setengah lapar. Angin bandara pun  beraroma lavender, bukan aroma solar dan gorengan bekas kayak di […]

  • Danrem : Lahan Terdampak Kahutla Dapat di Dijadikan Lokasi Agro Wisata

    Danrem : Lahan Terdampak Kahutla Dapat di Dijadikan Lokasi Agro Wisata

    • calendar_month Kamis, 17 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.519
    • 0Komentar

    KOMANDAN Korem 044/Gapo Brigjen TNI M. Naudi Nurdika S.I.P M.Si M.Tr (Han), menjadi narasumber dalam kegiatan Poadcast One Day One Innovation dengan materi inovasi Pemanfaatan Lahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menjadi Lahan Pertanian Terpadu (Agrowisata Tekno 44). Kegiatan tersebut, diselenggarakan di Kantor Badan Penelitian Pengembangan Daerah (Balitbangda) Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Kamis (17/2/2022). […]

  • Cuaca Buruk, BMKG Himbau Masyarakat Sumsel Waspada

    Cuaca Buruk, BMKG Himbau Masyarakat Sumsel Waspada

    • calendar_month Sabtu, 5 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 780
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Palembang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat Sumatera Selatan agar mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan. “Masyarakat Kota Palembang dan 16 kabupaten/kota Sumsel lainnya diimbau mewaspadai angin kencang dan hujan lebat yang berpotensi menimbulkan bencana angin langkisau, banjir, dan tanah longsor,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sultan […]

  • Kader PAN Dukung Jokowi, Sandi : Perbedaan Politik Itu Wajar

    Kader PAN Dukung Jokowi, Sandi : Perbedaan Politik Itu Wajar

    • calendar_month Minggu, 21 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 956
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA- Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya tidak mengambil pusing terkait beberapa kader Partai Amanat Nasional (PAN) yang memberikan dukungan pada pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Ia menjelaskan hal itu terjadi hanya di sejumlah daerah ada saja. “Kemarin relawan kita di Tasik, Ciamis, dari partai lain. Bahkan, ada yang jadi […]

  • Rayakan Idul Fitri 1442 H, WNI di Thailand Selatan Lakukan Secara Daring

    Rayakan Idul Fitri 1442 H, WNI di Thailand Selatan Lakukan Secara Daring

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    PANDEMI Covid-19 masih menyebabkan pembatasan-pembatasan di berbagai negara, tak terkecuali di Thailand. Menyiasati hal tersebut, KRI Songkhla merayakan Idulfitri 1442 H bersama para WNI di Thailand Selatan secara daring (15/05/2021). Acara berlangsung lancar penuh kekeluargaan dengan diikuti 47 peserta secara aktif. Silaturahmi virtual WNI ini adalah untuk pertama kali diadakan ditengah masa pandemi Covid-19 yang […]

expand_less
WordPress Archive Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin Photographer WordPress Theme Photography Addons for WPBakery Page Builder – Photobakery Photography WordPress Photoluke – Photography Elementor Template Kit PhotoMe | Photography Portfolio WordPress PhotoMosaic for WordPress Phototype – New Elementor Portoflio WordPress Theme 2019 for Agency, Photography Sites