Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » “Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

“Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
  • visibility 1.499
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELASA sore, saat jam menunjuk pukul 16.30 WIB, suasana di Perum Pesona Harapan Jaya, Tahap I, Jalan KH.Azhari, Kalidoni, Palembang terlihat anak-anak ramai bermain.

Udara sejuk dan bersahabat pun menemani mereka bermain. Apalagi sejak pagi hingga siang, langit terlihat mendung. Meski hanya sebentar, tepat pukul 14.00 WIB, hujan lebat akhirnya turun membasahi seluruh perumahan.

Diva kecil, Syifa, serta bocah seumur belasan tahun lainnya terlihat juga, asyik bermandi hujan. Dengan polosnya mereka bercengkraman, berlari kesana kemari bersama bocah lainnya. Bocah laki-laki juga terlihat bergembira sembari menggoes sepedanya mengitari blok perumahan.

Para orang tua mereka tak ada satu pun yang melarang untuk pulang ke rumah. Riang gembira terpancar dirawut wajah satu- persatu sang bocah.

Dengan pakaian yang basah kuyup, serta rambut yang ikut basah, mereka terus saja bermain gembira, Maklum sudah hampir seminggu ini memang menikmati libur sangat panjang [libur covid, ramadhan, Idul Fitri, serta semesteran].

Libur panjang ini disempatkan para bocah untuk bermain dengan puasnya di tempat tinggal mereka. Saking asyiiknya, mereka pun tak mengenal waktu, tak mengenal letih, tak mengenal rasa sakit.“Libur covid-19, libur naik kelas om,” kata Zikri dengan polosnya, sambari mengusap-usap rambutnya yang basah.

Ada yang menarik, disaat melihat mereka bermain hujan. Mereka manfaatkan untuk bermain “tongkopan”[Petak Umpet], permain yang sangat sederhana dan sangat jadul, mengingatkan kita semasa seumur mereka.

Ternyata “tongkopan” tak tergerus  zaman. Hingga kini, permainan ini tetap dimainkan oleh generasi sekarang dibanding tradisi lainnya.

“Sudah belom…sudah belom..,?”kata Icha ketika mendapat giliran menjadi kucing,  mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Melansir Wikipedia, permainan ini dimulai dengan kata Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi).

Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si “kucing” beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika si “kucing” menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si “kucing” dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si “kucing” bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai “target operasi” atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLOBON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si “kucing” dibebaskan, alias sandera si “kucing” dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si “kucing” harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. orang yang pertama ditemukan yang menjadi ‘kucing’ berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu ‘kebakaran’ yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Anak-anak dilatih berpikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Permainan ini juga menjadikan anak lebih kuat dan tangkas secara fisik. Selain itu memberikan pendidikan pada anak untuk bermain sportif, jujur, dan kreatif.[***]

 

One/berbagai sumber

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raperda Usulan Pemprov Sumsel Memasuki Babak Pandangan Umum Fraksi-Fraksi

    Raperda Usulan Pemprov Sumsel Memasuki Babak Pandangan Umum Fraksi-Fraksi

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 893
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang– Pembahasan tujuh Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk dibahas dan disahkan wakil rakyat di Gedung DPRD Provinsi Sumsel terus bergulir. Dan telah memasuki tahap pandangan umum faksi-fraksi pada Rapat Paripurna ke 56 DPRD Sumsel,  Senin (28/1/2019). Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ir. H. Mawardi Yahya menghadiri langsung agenda pandangan umum fraksi-fraksi  terhadap […]

  • Mantap…, Punya Cuan Miliran Rupiah, Ini Dilakukan BUMdes Bumi Pratama Mandira untuk Warga Desa

    Mantap…, Punya Cuan Miliran Rupiah, Ini Dilakukan BUMdes Bumi Pratama Mandira untuk Warga Desa

    • calendar_month Selasa, 28 Feb 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI -Desa Bumi Pratama Mandira di Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) terbukti mampu mengoptimalkan potensi desa untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendapatkan PADes (pendapatan asli desa) melimpah. Inilah potret sesungguhnya tujuan pemerintah menggelontorkan Dana Desa. Desa Bumi Pratama Mandira merupakan salah satu desa terluas di Provinsi Sumatera […]

  • Berjuang ekstra padamkan api, Pj Bupati Muba ajak OPD sisir Karhutlabunlah

    Berjuang ekstra padamkan api, Pj Bupati Muba ajak OPD sisir Karhutlabunlah

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 985
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Hot spot yang terus terpantau di Kabupaten Muba, membuat Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama Dandim 0401 Muba Letkol Inf Erry Dwianto SPsi MHan, Senin (9/10/2023) seharian melokalisir Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan (Karhutbunlah) di Kecamatan Lalan. Pantauan di lokasi, tampak Pj Bupati Apriyadi Mahmud bersama Dandim 0401 Muba Letkol Inf Erry Dwianto SPsi […]

  • Antisipasi ISPA, Ini Yang Dilakukan Puskemas Pangkalan Balai

    Antisipasi ISPA, Ini Yang Dilakukan Puskemas Pangkalan Balai

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.375
    • 0Komentar

    “Kami masih melihat keadaan, jika sudah kabutnya semakin tebal,maka kita akan lakukan dan terjun langsung ke jalan , kediaman masyarakat, sekolah dan pasar-pasar yang ada di kawasan puskesmas Pangkalan Balai,”

  • Berhasil Kendalikan Covid, Pemprov Sumsel Dapat Apresiasi Ketua DJSN

    Berhasil Kendalikan Covid, Pemprov Sumsel Dapat Apresiasi Ketua DJSN

    • calendar_month Jumat, 15 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    KEBERHASILAN Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam meredam penyebaran Covid-19 mendapat apresiasi dari Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). “Selamat untuk Gubernur Sumatera Selatan yang telah berhasil mengendalikan Covid 19 sehingga kasusnya terus melandai,” ucap Plt. Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Dr. M. Subuh, ketika bertemu dengan Gubernur Sumsel H Herman Deru, 15/10) siang. Menurut […]

  • Demi Keselamatan,  Gubernur Usulkan Bangun Flyover Pintu Perlintasan Jalur KA

    Demi Keselamatan, Gubernur Usulkan Bangun Flyover Pintu Perlintasan Jalur KA

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 986
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru mendukung rencana pembangunan double track dan flyover ataupun underpass beberapa titik jalan sebidang yang  berlintasan  dengan jalur rel kereta api. Gubernur menilai, pembangunan flyover tersebut tentu akan berdampak baik sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu. “Untuk pembangunan double track tentu tidak ada masalah, silahkan saja dibangun karena intensitas angkutan […]

expand_less
WordPress Archive Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin Photographer WordPress Theme Photography Addons for WPBakery Page Builder – Photobakery Photography WordPress Photoluke – Photography Elementor Template Kit PhotoMe | Photography Portfolio WordPress PhotoMosaic for WordPress Phototype – New Elementor Portoflio WordPress Theme 2019 for Agency, Photography Sites