Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » “Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

“Tongkopan” Permainan Jadul Jadi Mainan Favorit Bocah Marjinal di Saat Libur Panjang

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
  • visibility 1.490
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SELASA sore, saat jam menunjuk pukul 16.30 WIB, suasana di Perum Pesona Harapan Jaya, Tahap I, Jalan KH.Azhari, Kalidoni, Palembang terlihat anak-anak ramai bermain.

Udara sejuk dan bersahabat pun menemani mereka bermain. Apalagi sejak pagi hingga siang, langit terlihat mendung. Meski hanya sebentar, tepat pukul 14.00 WIB, hujan lebat akhirnya turun membasahi seluruh perumahan.

Diva kecil, Syifa, serta bocah seumur belasan tahun lainnya terlihat juga, asyik bermandi hujan. Dengan polosnya mereka bercengkraman, berlari kesana kemari bersama bocah lainnya. Bocah laki-laki juga terlihat bergembira sembari menggoes sepedanya mengitari blok perumahan.

Para orang tua mereka tak ada satu pun yang melarang untuk pulang ke rumah. Riang gembira terpancar dirawut wajah satu- persatu sang bocah.

Dengan pakaian yang basah kuyup, serta rambut yang ikut basah, mereka terus saja bermain gembira, Maklum sudah hampir seminggu ini memang menikmati libur sangat panjang [libur covid, ramadhan, Idul Fitri, serta semesteran].

Libur panjang ini disempatkan para bocah untuk bermain dengan puasnya di tempat tinggal mereka. Saking asyiiknya, mereka pun tak mengenal waktu, tak mengenal letih, tak mengenal rasa sakit.“Libur covid-19, libur naik kelas om,” kata Zikri dengan polosnya, sambari mengusap-usap rambutnya yang basah.

Ada yang menarik, disaat melihat mereka bermain hujan. Mereka manfaatkan untuk bermain “tongkopan”[Petak Umpet], permain yang sangat sederhana dan sangat jadul, mengingatkan kita semasa seumur mereka.

Ternyata “tongkopan” tak tergerus  zaman. Hingga kini, permainan ini tetap dimainkan oleh generasi sekarang dibanding tradisi lainnya.

“Sudah belom…sudah belom..,?”kata Icha ketika mendapat giliran menjadi kucing,  mencari teman-temannya yang bersembunyi.

Melansir Wikipedia, permainan ini dimulai dengan kata Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi).

Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si “kucing” beraksi mencari teman-temannya tersebut.

Jika si “kucing” menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si “kucing” dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si “kucing” bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai “target operasi” atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLOBON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si “kucing” dibebaskan, alias sandera si “kucing” dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si “kucing” harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. orang yang pertama ditemukan yang menjadi ‘kucing’ berikutnya.

Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu ‘kebakaran’ yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.

Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Anak-anak dilatih berpikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Permainan ini juga menjadikan anak lebih kuat dan tangkas secara fisik. Selain itu memberikan pendidikan pada anak untuk bermain sportif, jujur, dan kreatif.[***]

 

One/berbagai sumber

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polres & Dandim Siap Amankan Nataru di Muba

    Polres & Dandim Siap Amankan Nataru di Muba

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 806
    • 0Komentar

    MENJELANG natal dan Tahun Baru (Nataru) 2020, Polres Musi Banyuasin menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin musi 2019 di lapangan Polres Muba, Kamis(19/12/2019). Apel ini dipimpin langsung Kapolres Muba AKBP. Yudhi Surya Markus Pinem,Sik dan Dandim 0401 Muba Letkol Arm Muh Saifudin Khoiruzzamani, S.Sos., dan diikuti oleh anggota Polres Muba, anggota kodim 0401 muba, Satpol PP, […]

  • Gurih Pedas, Resep Ikan Pedo Cabe Hijau Ala Bicik Moya

    Gurih Pedas, Resep Ikan Pedo Cabe Hijau Ala Bicik Moya

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.343
    • 0Komentar

    DI kampung, ada satu sosok yang jadi legenda dapur, yakni Bicik Moya, perempuan paruh baya dengan logat kocak dan tawa renyah ini terkenal bukan karena punya restoran mewah, melainkan karena tangannya ajaib, dari bahan sederhana, dia bisa bikin masakan yang bikin orang kota rela pulang kampung. Salah satu jurus andalannya adalah ikan pedo cabe hijau, […]

  • Prokes Diutamakan, Masyarakat Diminta Jadi Wisatawan Bertanggung Jawab Saat Libur Nataru

    Prokes Diutamakan, Masyarakat Diminta Jadi Wisatawan Bertanggung Jawab Saat Libur Nataru

    • calendar_month Jumat, 31 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    MEMAHAMI keinginan masyarakat untuk memanfaatkan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mengingatkan masyarakat, bahwa jikapun harus bepergian, maka diharapkan menjadi wisatawan yang bertanggung jawab dengan mengikuti protokol kesehatan. Berpergian Nataru, tetap menegakkan protokol kesehatan (Prokes), serta pastikan sudah tervaksinasi dengan lengkap. Dalam Siaran Pers dari Media Center […]

  • Midang hingga Lelang Lebak Lebung Resmi Jadi Kekayaan Intelektual Masyarakat OKI

    Midang hingga Lelang Lebak Lebung Resmi Jadi Kekayaan Intelektual Masyarakat OKI

    • calendar_month Minggu, 25 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 841
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKI – Kabar baik bagi masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI), tujuh warisan budaya masyarakat Bumi Bende Seguguk itu diakui sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Kementerian Hukum dan Ham melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Ketujuh Warisan Budaya itu diantaranya Midang, Gulo Puan, Tari Penguton, Tikar Purun Pedamaran, Adat Perkawinan Mabang Handak, Jejuluk hingga Lelang […]

  • VinFast Umumkan Partisipasi di Mobile World Congress 2022

    VinFast Umumkan Partisipasi di Mobile World Congress 2022

    • calendar_month Minggu, 27 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    BARCELONA, SPANYOL– VinFast mengumumkan partisipasinya dalam acara teknologi dan seluler paling berpengaruh di dunia –Mobile World Congress 2022 (MWC 2022), yang berlangsung dari 28 Februari hingga 3 Maret 2022 di Barcelona, Spanyol Pada acara tersebut, VinFast akan menghadirkan teknologi konektivitas tercanggih yang terintegrasi ke dalam model EV VinFast, strateginya untuk pasar Eropa, serta kemitraan besar […]

  • Ini Alasan Utamanya Menurut Gub.Sumsel, Kenapa Orang Enggan Untuk Memulai Usaha ?

    Ini Alasan Utamanya Menurut Gub.Sumsel, Kenapa Orang Enggan Untuk Memulai Usaha ?

    • calendar_month Kamis, 12 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    PELAKU usaha di Sumatera Selatan diharapkan memiliki jiwa wirausaha (Entrepreneur) dalam mencari sumber penghasilan baru dengan menanamkan  kepekaan dalam membaca peluang pangsa pasar di tengah ketatnya persaingan usaha. “Yang paling penting dalam menjalankan usaha harus ada inisiatif, pintar dalam membaca kondisi pasar atau peluang usaha,” ungkap Gubernur Sumsel H. Herman Deru pada pembukaan Businees Matching  Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan […]

expand_less
WordPress Archive Photo Nexus | WordPress Theme Photo Stack Addon for Elementor PhotoCluster 1.8 | Gallery Module for Gmedia plugin Photographer WordPress Theme Photography Addons for WPBakery Page Builder – Photobakery Photography WordPress Photoluke – Photography Elementor Template Kit PhotoMe | Photography Portfolio WordPress PhotoMosaic for WordPress Phototype – New Elementor Portoflio WordPress Theme 2019 for Agency, Photography Sites