Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Is your seafood slavery-free?

Is your seafood slavery-free?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
  • visibility 4.438
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

SEBELUM menyantap sashimi tuna lezat atau calamari rings renyah yang terhidang di hadapanmu, pernahkah kamu terpikir bagaimana ikan tuna atau cumi-cumi tersebut ditangkap dari laut hingga sampai di atas piring?

Di saat kamu membaca tulisan ini, di laut lepas sana terdapat ribuan kapal-kapal penangkap ikan berbendera asing yang para awaknya sepanjang hari sibuk menangkap hewan-hewan laut untuk diperdagangkan secara global.

Namun di balik industri bernilai jutaan dolar dan kelezatan seafood yang kita nikmati, ada kisah pilu yang perlu kamu ketahui. Kapal-kapal penangkap ikan tersebut memperkerjakan anak buah kapal (ABK) asal negara-negara berkembang dan salah satu yang terbanyak adalah dari Indonesia. Para ABK asal Indonesia bekerja di bawah berbagai bentuk eksploitasi. Kekerasan fisik dan verbal, jam kerja yang panjang, makanan dan minuman yang tidak layak, sakit tanpa pengobatan, bahkan hingga berujung kematian.

Hal inilah yang berusaha diungkap melalui film dokumenter “Before You Eat”, yang diproduksi oleh rumah produksi Sorgori dan hasil kolaborasi Greenpeace Indonesia dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Film ini menceritakan beragam deraan eksploitasi yang dialami para ABK sejak sebelum berangkat, selama bekerja di kapal, hingga tiba kembali di Tanah Air. Dan pertanyaan “is your seafood slavery-free?” adalah tagline yang ingin mengajakmu sejenak merenungkan, apakah di belakang seafood yang kita santap ada jejak-jejak perbudakan?

Perbudakan yang menimpa para ABK Indonesia terjadi bukan tanpa alasan. Dalam film ini, kamu akan menyaksikan betapa carut marut regulasi dan mekanisme perekrutan/pengiriman ABK menjadi “pintu gerbang” bagi mereka menuju hari-hari penuh siksaan di atas kapal. Beberapa gambar dalam film bahkan direkam langsung oleh para ABK menggunakan telepon seluler mereka.

Di samping itu, para pelaku di industri perikanan global juga melakukan praktik IUU fishing, yakni praktik penangkapan ikan secara ilegal, tidak diatur dan tidak dilaporkan. Mereka menangkap hewan-hewan laut yang dilindungi seperti hiu dan pari, menekan ongkos bahan bakar dengan melakukan praktik transshipment (pemindahan muatan kapal di tengah laut), dan memalsukan beragam dokumen hingga mengubah warna dan bendera kapal.

 

Film ini akan diluncurkan pada 13 Maret 2022 dan ditayangkan perdana di Tegal, Jawa Tengah, dengan disaksikan langsung oleh para ABK korban ataupun calon ABK yang baru akan diberangkatkan.

Mengiringi penayangan perdana tersebut, Greenpeace akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan “nonton bareng” (nobar) di lima kota: Tegal, Pemalang dan Semarang di Jawa Tengah, Cirebon di Jawa Barat, serta Jakarta.

Sesi-sesi nobar tersebut akan disertai pula dengan diskusi publik yang akan semakin memperkaya wawasan para penonton. Tema diskusi pun akan beragam, sebab dalam menyelenggarakan kegiatan nobar ini Greenpeace berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas anak muda.

 

Greenpeace mengajakmu ikut tahu lebih banyak tentang film “Before You Eat”! Ajak teman-temanmu juga untuk menantikan update seputar film “Before You Eat” dengan mengikuti akun-akun media sosial resminya – @beforeyoueat.id di Instagram, @BeforeYouEatID di Twitter dan Before You Eat di Facebook.

Simak juga beragam karya kreatif dalam rangkaian promosi film “Before You Eat” di mana kami dibantu oleh tim Hizart Studio. Ada webtoon berjudul SAMODRA, comic strip dengan berbagai tema (“Dipaksa Kebutuhan” dan “Korban Perbudakan di Kapal Lu Qing Yuan Yu”), beragam infografis dengan data dan fakta, dan nantikan giveaway berhadiah merchandise menarik dari film “Before You Eat”.

Dalam rangkaian acara nobar di lima kota tersebut, Greenpeace juga menyediakan kuota kursi untuk pendaftar dari kalangan umum. Jika kamu tertarik, cek jadwal dan lokasi nobar di sini: jadwal nobar film BYE.

Yuk, cari tahu lebih jauh tentang film “Before You Eat”! Apabila kamu beruntung dan bisa menghadiri acara nobar dan diskusi, sampai jumpa di lokasi!

Salam lestari,
Greenpeace Indonesia

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catat ! Kata Istri Gubernur Sumsel, Pempek Udang Asli Sungsang Bakal Ikuti Jejak Pempek Ikan  

    Catat ! Kata Istri Gubernur Sumsel, Pempek Udang Asli Sungsang Bakal Ikuti Jejak Pempek Ikan  

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    KETUA Tim Penggerak (TP) PKK Sumsel Hj Feby Deru demi menggali berbagai potensi yang ada di sejumlah kabupaten di Sumsel. Salah satunya adalah, potensi perikanan dan kuliner pempek udang sungsang yang saat ini mulai berkembang pesat. Kunjungan itu dilakukannya di sela-sela acara menggalakkan penanaman mangrove di sekitar Pelabuhan Penyebrangan Tanjung Api-Api, Selasa (9/7/2019) lalu. Didampingi Ketua […]

  • DHL Supply Chain Umumkan Perubahan Manajemen di kawasan Asia Pasifik

    DHL Supply Chain Umumkan Perubahan Manajemen di kawasan Asia Pasifik

    • calendar_month Senin, 21 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.636
    • 0Komentar

    Setelah lebih dari 40 tahun bersama perusahaan Terry Ryan, CEO DHL Supply Chain Asia Pacific, pensiun dari DHL Group Penggantinya adalah Javier Bilbao, sebelumnya CEO DHL Supply Chain Amerika Latin Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach -DHL Supply Chain, cabang logistik kontrak dari Deutsche Post DHL Group, mengumumkan perubahan dalam manajemen regionalnya karena Terry Ryan, CEO […]

  • Nah.. tadi film Indianya, sekarang alasan lagunya juga bisa diterima dikalangan masyarakat dunia, terutama di Indonesia !

    Nah.. tadi film Indianya, sekarang alasan lagunya juga bisa diterima dikalangan masyarakat dunia, terutama di Indonesia !

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.612
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada beberapa alasan mengapa lagu India dapat diterima di dunia oleh berbagai kalangan. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi popularitas musik India di tingkat global: Keanekaragaman Budaya: India adalah negara yang kaya akan keanekaragaman budaya. Musik India mencerminkan keragaman ini dan mencakup berbagai genre seperti Bollywood, musik klasik India, musik rakyat, musik pop […]

  • Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid &Guru Kompak Pakai Masker, Hingga Ventilasi Kelas Terbuka

    Hari Pertama Masuk Sekolah, Murid &Guru Kompak Pakai Masker, Hingga Ventilasi Kelas Terbuka

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.055
    • 0Komentar

    TAHUN Ajaran Baru (TAB) 2020/2021, hari ini Senin (13/7/2020) resmi dimulai. Meski masih dihadapkan pada pandemi COVID-19, namun Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Pendidikan tetap menjalankan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru dengan tetap memprioritaskan protokol kesehatan (protokes). Pantauan di sejumlah sekolah, tampak pihak sekolah menerapkan Protokol kesehatan secara ketat. Salah satunya Sekolah Dasar […]

  • Gubernur Sumsel Restui Tim iGEM Unsri Bersaing ke Boston USA

    Gubernur Sumsel Restui Tim iGEM Unsri Bersaing ke Boston USA

    • calendar_month Kamis, 15 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.069
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Empat orang mahasiswa perwakilan Universitas Sriwijaya (Unsri) yang tergabung dalam tim International Genetically Engineered Machine (iGEM) Competition, Rabu (14/11/2018) siang beraudiensi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru. Kedatangan mahasiswa-mahasiswi berprestasi ini dalam rangka meminta dukungan dan restu dari Gubernur Sumsel untuk bersaing dalam kompetisi iGEM di Boston akhir 2019 mendatang. Adapun empat mahasiswa […]

  • Komit dengan Pembangunan Hijau Diganjar Penghargaan

    Komit dengan Pembangunan Hijau Diganjar Penghargaan

    • calendar_month Rabu, 27 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 790
    • 0Komentar

    JADIKAN lingkungan yang baik serta sehat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Muba. Plt Bupati Musi Banyuasin, Beni Hernedi SIP, meraih penghargaan Nirwasita Tantra yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).  Penghargaan tersebut diberikan karena Muba komitmen dalam bidang pembangunan hijau yang berkelanjutan. “Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah yang berhasil merumuskan […]

expand_less
WordPress Archive Magine – Business Blog WordPress Theme Maglobe – Magazine & News Elementor Template Kit Magnar – Elementor Agency WordPress Theme MAGNET – Creative Business WordPress Theme Magnis – Corporate Multipurpose WordPress Theme MagOne – Responsive News & Magazine Blogger Template MagPlus – Blog, Magazine Elementor WordPress Theme Maharatri - Hindu Temple WordPress Theme Maia - Jewelry Shop WordPress Theme Maidy – Cleaning Service Elementor Template Kit