Rabu, 28 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Salah Memaknai ‘ Blusukan’ yang Sebenarnya ???

Salah Memaknai ‘ Blusukan’ yang Sebenarnya ???

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
  • visibility 1.711
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ERA kepemimpinan Jokowi seringkali memunculkan kinerja blusukan, akan tetapi sering kali makna blusukan selalu disalah artikan, popularitas kinerja pemerintah dianggap berhasil apabila kerjanya bisa terekpost di media massa, padalah ketika benar-benar kita turun kemasyarakat kenerja Jokowi tidak dirasakan oleh rakyat secara langsung dan semua program tidak bisa tersosialisasi secara keseluruhan.

Ini yang seharusnya menjadi perhatian bagi seluruh elite politik untuk mencari jurus jitu dalam mensosialisasikan program-program paslon presiden dan wakil presiden mendatang, sapalah masyarakat dengan meyakinkan diri untuk dapat menerima program kerja yang benar-benar sangat diharapkan oleh rakyat.

Penyusunan program kerja seharusnya melibatkan pendapat masyarakat secara langsung jangan sampai hanya keluar dari pemikiran elite-elite politik saja.

Bukan hanya itu, Kabinet Kerja merupakan antitesis dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tidak hanya pilihan nama kabinet yang beda, melainkan juga penampilan fisik para pejabatnya juga berbeda. Jika Presiden SBY dan para menterinya kerap mengenakan pakaian kemeja tenun serta safari lengan pendek, maka Presiden Jokowi dan para menteri tampil dengan kemeja putih dengan tangan panjang terlipat dan baju dikeluarkan.

Pakaian kemeja demikian tidak identik dengan pakaian pejabat, melainkan pakaian pekerja biasa jauh dari kesan mewah. Spirit itu yang tampaknya ingin diperkuat oleh Presiden Jokowi yang notabene sudah mempunyai citra kuat sebagai pelaku blusukan.

Persepsi Jokowi sebagai pejabat negara yang gemar turun ke masyarakat tempak hendak ditularkan kepada Kabinet Kerja melaui penampilan simbol-simbol nama kabinet dan pilihan pakaian para menteri.

Spirit kerja dan blusukan ditampilkan oleh pemerintahan Jokowi melalui penyusunan agenda kerja di bulan pertama, setelah pelantikan kabinet Jokowi langsung terbang ke Sumatera Utara meninjau korban bencana Sinabung. Para menteri melakukan aksi blusukan sesuai bidangnya kerjanya masing-masing, bahkan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri saking semangatnya sampai melancarkan aksi lompat pagar meninjau tempat penampungan TKI ilegal.

Pilihan aksi Kabinet Kerja di bulan pertamanya sukses menyihir perhatian publik, terlebih di saat parlemen tengah hingar-bingar perebutan kursi alat kelengkapan dewan (AKD), sehingga terbangun persepsi bahwa pemerintah sudah bekerja sementara DPR sibuk bertikai. Namun aksi blusukan Kabinet Kerja tidak lepas dari kritik, karena makna kerja dan blusukan menjadi bias, mana yang dimaksud kerja dan mana yang dimaksud blusukan?

Dalam terminologi fungsi manajemen, blusukan bisa dikategorikan sebagai salah satu perwujudan dari Controlling (Pengawasan) yang bertujuan untuk memastikan kebijakan dan program dilaksanakan sesuai dengan perencanaan. Pemantauan biasanya dilakukan setelah melalui tahapan Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian/pengaturan) dan Actuating (pelaksanaan/menggerakkan).

Fungsi Controlling juga dimaksudkan untuk mengevaluasi apakah perencanaan perlu dilanjutkan atau direvisi. Dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management”, George R. Terry mengatakan, “Manajemen adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan.”

Dengan demikian, blusukan dalam makna pengawasan akan menjadi efektif apabila dilakukan setelah melalui tahapan perencanaan, pengaturan dan pelaksanaan. Tanpa ketiga tahap tersebut maka blusukan tidak dapat dimasukkan dalam kategori kinerja, dengan kata lain blusukan model seperti itu hanya aktivitas kerja serabutan belaka.

Blusukan akan masuk dalam kategori kinerja apabila memiliki Key Performance Indicator (KPI). Nah, pertanyaannya mengapa Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi melakukan blusukan di awal masa kerjanya? Semestinya kabinet memaksimalkan proses Planning, Organizing dan Actuating terlebih dulu sebelum masuk ke tahapan blusukan.

Wajar saja, jika sebagian publik mempertanyakan efektivitas blusukan yang dilakukan para menteri secara sporadis dan serabutan, wajar pula bila sebagian publik berkesimpulan aksi blusukan Kabinet Kerja hanya kamuflase seolah-olah bekerja.

Asal Beda

Tentu pandangan sinis tersebut tidak sepenuhnya benar, pemerintahan manapun ingin sungguh-sungguh melayani rakyat, terlebih di awal masa baktinya. Namun kesungguhan ingin melakukan kerja nyata tersebut tidak mesti dilakukan melalui aksi fisik blusukan, karena kinerja substansial yang ditunggu publik di tahun pertama pemerintahan Jokowi adalah ke bijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.

Contoh sederhana, publik tidak akan peduli dengan aksi blusukan pemerintah jika Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi tetap saja dinaikkan. Akibatnya, aksi blusukan yang dilakukan para menteri Jokowi menjadi kehilangan makna, publik akan melihat ternyata blusukan tidak bisa mencegah kenaikan harga BBM, blusukan tidak bisa mencegah naiknya harga sembako, blusukan tidak bisa menjegah jatuhnya nilai tukar rupiah.

Lalu publik yang sedari awal mengambil posisi ‘sinis’ terhadap pemerintah dengan ‘hati riang akan berteriak lantang’, ‘Blusukan tak lebih dari acrobat sirkus!’

Memang tidak mudah bagi Presiden Jokowi untuk tampil apa adanya dengan menanggung beban harapan besar dari mayoritas rakyat pemilih. Namun mengambil sikap antitesis atas segala bentuk dan format pemerintahan Presiden SBY bukanlah sikap yang bijak, alih-alih menjadi antitesis malah terkesan asal beda.

Pola manajerial dan gaya kepemimpinan boleh berbeda, namun tujuan harus tetap sama yaitu terwujudnya pemerintahan bersih dan berwibawa.

Satu hal yang perlu dicatat pemerintahan Jokowi, kebanyakan rakyat hanya melihat hasil akhir, hanya sebagian kecil yang perhatikan proses kerja pemerintah. Oleh karena itu hendaknya pemerintah tidak perlu terlalu demonstratif dalam menunjukkan kinerja, karena rakyat ingin hasil akhir yang berpihak kepada mereka.

Tidaklah salah juga apabila presiden, wapres dan para menteri melakukan aksi blusukan, tapi itu dilakukan setelah tahapan Planning, Organizing dan Actuating dilakukan.

Sudahkah pemerintahan Jokowi melakukan perencanaan matang pembangunan lima tahun ke depan? Grand design pemerintahan Jokowi mestilah selaras harmonis dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2005-2025 yang tertuang dalam Undang-undang nomor 17 tahun 2007 yang notabene adalah perwujudan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Proses penyusunan Kabinet Kerja yang menggabungkan dan meleburkan beberapa institusi dipastikan memerlukan waktu konsolidasi. Proses pengaturan organisasi ini tidak bisa dilakukan serampangan, bahkan simultan dengan proses lainnya, pengorganisasian harus dilakukan secara fokus danoptimal.

Sebelum proses ini selesai tak akan ada hasil kerja yang dicapai pemerintah, karena pengorganisasian mempengaruhi pelaksanaan perencanaan Jadi, daripada harus berkeringat blusukan sekadar mengikuti selera public sesaat, lebih baik dudukkan kembali blusukan sesuai makna dan fungsi manajemen.

Jangan habiskan energi Kabinet Kerja hanya untuk kerja serabutan, melainkan blusukan sebagai satu cara mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa. Pemerintahan yang bersih pasti akan melayani rakyat, pemerintahan yang melayani rakyat pasti akan berwibawa.[**]

Penulis : Budina Sofiyan

Politisi  Muda Partai Demokrat

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Sumsel Resmi Luncurkan ID Card  E-Money  Bagi ASN, Pelajar dan Mahasiswa

    Pemprov Sumsel Resmi Luncurkan ID Card  E-Money  Bagi ASN, Pelajar dan Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 765
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan yang bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel meluncurkan ID Card atau E-Money bagi Apratul Sipil Negara (ASN), non ASN, dan juga kepada para Pelajar dan Mahasiswa di Palembang dalam rangka mendukung program Pemerintah Pusat yakni Gerakan Nasional Kembali ke Angkutan Umum Wakil Gubernur Sumsel, H. Mawardi Yahya berkesempatan langsung hadir pada  […]

  • Gubernur Sumsel Digugat ke PTUN, Didesak Batalkan SK Pengangkatan Anggota Komisi Informasi (KI) Sumsel

    Gubernur Sumsel Digugat ke PTUN, Didesak Batalkan SK Pengangkatan Anggota Komisi Informasi (KI) Sumsel

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.275
    • 0Komentar

    SURAT Keputusan (SK) Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, No.239/KPTS/Diskominfo/2020 tentang Keanggotaan Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Selatan Periode 2020-2024 digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang. Gugatan didaftarkan ke PTUN diterima oleh Panitera Muda PTUN Palembang, Rina Zaleha, SH, No.31/6/2020/PTUN-PLG, tanggal 8 Juni 2020. Selain diduga kuat melanggar aturan, gugatan ini juga diterangai karena adanya “bagi-bagi […]

  • Reaksi Ratusan Guru Honorer di OKI Usai Dikukuhkan Jadi PPPK

    Reaksi Ratusan Guru Honorer di OKI Usai Dikukuhkan Jadi PPPK

    • calendar_month Senin, 27 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 732
    • 0Komentar

    RATUSAN Guru Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel resmi menyandang gelar ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Ogan Komering Ilir Formasi Tahun 2021. Mereka dikukuhkan Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar, SE melalui Asisten Bidang Umum dan Kepegawaian, Hj. Nursula, Sos di Halaman Kantor Bupati OKI, Senin (27/6). Asisten III, Nursula mengatakan, perjuangan ratusan […]

  • Door, !! Sumsel Berpontesi Miliki Areal Berburu

    Door, !! Sumsel Berpontesi Miliki Areal Berburu

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    SELAIN memiliki lapangan tembak terbaik di Indonesia, Sumsel juga ternyata dinilai potensial menjadi Provinsi yang memiliki areal berburu pertama di Indonesia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Perbakin, Letjen TNI Joni Supriyanto, saat melantik Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbakin Sumsel,di Griya Agung. Menurutnya Sumsel dengan luas wilayah yang sangat besar sangat pas […]

  • Rakyat Indonesia Dinilai Disiplin & Patuh Soal Ini,Pemerintah Arab Saudi Kasih Pujian

    Rakyat Indonesia Dinilai Disiplin & Patuh Soal Ini,Pemerintah Arab Saudi Kasih Pujian

    • calendar_month Sabtu, 5 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 676
    • 0Komentar

    DIREKTUR Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan Pemerintah Arab Saudi mengapresiasi kedisiplinan jemaah Indonesia saat menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci. Apresiasi ini disampaikan baik oleh Kedubes Arab Saudi di Jakarta maupun pihak Kementerian Haji Arab Saudi. Hilman mengaku telah bertemu dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Syekh […]

  • Jajaran Pemkab Muba, TNI & Polri Tabur Bunga TMP

    Jajaran Pemkab Muba, TNI & Polri Tabur Bunga TMP

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 915
    • 0Komentar

    JAJARAN Pemkab Musi Banyuasin (Muba), Kodim 0401 Muba dan Polres Muba melakukan tabur bunga usai melaksanakan Upacara Hari Pahlawan Nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Sekayu, Senin (11/11/2019). Upacara tabur bunga turut dihadiri para Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Muba dan keluarga LVRI. Adapun peserta upacara tabur bunga meliputi Kepala OPD di lingkungan […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Products Layouts for Elementor Woocommerce Products List Pro WooCommerce Products Meta Data Filters WooCommerce Products of the Day WooCommerce Products Questions Answered System WooCommerce Products Request Manager Woocommerce Products Revolution Display for Elementor WordPress Plugin WooCommerce PsiGate Gateway WooCommerce Purchase Order Gateway WooCommerce Purchase Order Gateway B2B