Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Dugong Kecil yang Tersesat, Cinta Laut yang Tak Pernah Sesat

Dugong Kecil yang Tersesat, Cinta Laut yang Tak Pernah Sesat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • visibility 866
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- “Kalau anak ayam kehilangan induknya, biasanya ada yang nyanyi ‘tekotek-kotek anak ayam’. Tapi kalau anak dugong hilang? Wah, ini bukan urusan lagu, tapi urusan negara.”

“Eh, ini apa? Ikan duyung? Eh, bukan. Ini kayak babi laut!”

Seorang wisatawan di Taman Wisata Alam Batu Angus, Bitung, heboh menemukan makhluk laut yang kalau difoto dari atas, mirip cucu Paus tapi sebenarnya sepupu dekat si Putri Duyung ya, si Dugong kecil.

Dugong betina malang ini terdampar, terpisah dari ibunya, luka-luka pula. Kayak anak kos nyasar ke kota besar, tak tahu arah, tak punya uang, dan tak punya siapa-siapa. Tapi untung, ini bukan FTV. Ini nyata, dan Indonesia punya KKP.

Karena setiap dilema perlu solusi, tim dari KKP, BPSPL Makassar, PSDKP Bitung, DKP Sulut, BKSDA, sampai aktivis laut dan masyarakat setempat berkumpul, kayak Avengers versi laut.

Dugong kecil itu akhirnya ditaruh di karamba milik nelayan. Bukan buat dijual, tapi buat dirawat. Ibarat bayi manusia, dia disuapi susu formula dicampur obat pereda nyeri. Bahkan lukanya dipijat pakai salep, bukan balsem ya. Klasik tapi manjur.

“Namanya juga anak kecil, kalau kangen ibunya ya pasti balik lagi ke tempat awal,” celetuk Pak Yusma, Plt. Kepala BPSPL Makassar, sambil menghela napas kayak baru pulang ronda malam.

Tim juga mengerahkan drone. Ibarat jadi Sherlock Holmes dari langit, nyari jejak sang induk di laut biru. Tapi sayang seribu sayang, drone hanya menemukan ombak dan lamun, tidak ada dugong senior berkeliaran.

“Ini kayak nyari ibu yang ninggalin anaknya di pasar,” bisik seorang warga, sambil ngelus dada dan geleng-geleng kepala.

Direktur Jenderal Kelautan, Pak Koswara, datang memberi dukungan. Katanya, penyelamatan ini adalah contoh kolaborasi ciamik. Masyarakat, wisatawan, pemerintah, semua ikut bantu. Ini bukan kerja satu dua orang, ini gotong royong bergaya laut.

“Kalau bukan kita yang jaga laut, siapa lagi? Dugong itu langka, nggak bisa cetak ulang macam koran pagi,” tegasnya.

Pak Koswara juga mengingatkan, Dugong dilindungi negara. Dia bukan bintang sirkus atau figuran sinetron. Dia simbol keseimbangan laut tropis Indonesia yang kini makin sempit ruang napasnya akibat kerusakan habitat dan ulah manusia yang hobi buang sampah seenaknya.

“Pak, saya pikir awalnya dugong itu nama makanan. Ternyata hewan ya?” tanya seorang bocah polos yang ikut nonton evakuasi.

“Iya dek, dugong itu bukan teman dugem,” jawab seorang petugas sambil nyengir, “Dugong itu mamalia laut, sepupunya manatee, makannya rumput laut, bukan rumput tetangga.”

Kasus Dugong kecil ini bukan sekadar cerita sedih satu hewan terdampar. Ini alarm. Bahwa ekosistem laut kita sedang diganggu. Bahwa laut tak sekadar biru di foto Instagram. Dan bahwa hewan laut juga butuh cinta, perhatian, dan kolaborasi nyata.

Kalau pepatah lama bilang “kasih ibu sepanjang masa,” maka hari ini kita belajar. “Kasih manusia terhadap laut, akan mengukur seberapa pantas kita disebut bangsa bahari.”

Jadi kalau nanti liburan ke pantai, dan lihat dugong nyasar, jangan selfie duluan. Tanyakan dulu
“Kamu tersesat, atau sedang mencari cinta?”
Kalau jawabannya tidak jelas, hubungi KKP terdekat. Siapa tahu kamu jadi pahlawan bagi laut yang sedang patah hati.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyuluh Agama Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    Penyuluh Agama Bantu Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

    • calendar_month Minggu, 5 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.317
    • 0Komentar

    GUNUNG Semeru mengalami erupsi, pada Sabtu, 4 November 2021. Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Lumajang langsung bergerak memberikan bantuan kepada penyintas erupsi Gunung Semeru. Tim yang dipimpin Ketua Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Kabupaten Lumajang, Sriwanti Yusuf tiba di Desa Curah Kobokan. “Kami berangkat malam hari. Bersama beberapa tim. Ada juga tenaga kesehatan,” ungkap Wanti melalui […]

  • Kapolda Sumsel Berganti, Ini Fokus Baru yang Jadi Perhatian

    Kapolda Sumsel Berganti, Ini Fokus Baru yang Jadi Perhatian

    • calendar_month Sabtu, 10 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 12
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan menindak pelanggaran. Upaya pencegahan juga menjadi perhatian Irjen Pol Rony Samtana setelah dipercaya memimpin Polda Sumatera Selatan. Kapolda Sumsel yang baru itu menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pencegahan serta penegakan hukum yang tegas, profesional, dan humanis. Langkah tersebut ditujukan untuk memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat. Komitmen […]

  • PAAREDI – Program unggulan Muba, wujudkan generasi muda berkualitas

    PAAREDI – Program unggulan Muba, wujudkan generasi muda berkualitas

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pola Asuh Anak dan Remaja Era Digital (PAAREDI) merupakan salah satu program unggulan TP-PKK khususnya di Pokja I,  menjadi sangat penting dan perlu untuk pahami secara bersama, guna mewujudkan generasi muda yang berkualitas.   Pj Ketua TP PKK Hj Triana Sandi menyampaikan di era digital saat ini perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya […]

  • Kabut Mulai Terlihat Tutupi Langit Palembang Pagi Tadi

    Kabut Mulai Terlihat Tutupi Langit Palembang Pagi Tadi

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    KABUT mulai terlihat menutupi Langit Kota Palembang, terutama di daerah seberang Ulu, tepatnya di Sepanjang Sungai Musi, kabut tersebut terlihat jelas jika melintas di Jembatan Musi IV. Pantauan Sumselterkini.co.id, kabut tersebut terlihat jelas sejak pagi pukul 05.30 WIB, Sejak pukul 05.30 WIB, Senin [29/7/2019]. Selain itu kabut terlihat jelas di Sepanjang Jalan Gubernur H.A Bastari, Jakabaring, […]

  • May Day : Susah Ditanah Sendiri, Ketika Keringat Tak Lagi Dianggap Berharga,[Pergi Sebelum Matahari, Pulang Setelah Gelap]

    May Day : Susah Ditanah Sendiri, Ketika Keringat Tak Lagi Dianggap Berharga,[Pergi Sebelum Matahari, Pulang Setelah Gelap]

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 739
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Selamat Hari Buruh, wahai para pejuang dapur, petarung tanggal tua, dan ahli bertahan hidup dengan gaji pas-pasan. Tanggal 1 Mei datang lagi, tapi seperti biasa, upah naiknya seret, beban hidup tetap ngacir. Di negeri sendiri, buruh kita masih ada yang nasibnya lebih mirip kabel colokan terus-terusan dipakai, tapi digulung sembarangan kalau udah gak […]

  • Kejari – PUPR Muba Teken Masalah Perdata dan TU Negara

    Kejari – PUPR Muba Teken Masalah Perdata dan TU Negara

    • calendar_month Kamis, 23 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.048
    • 0Komentar

    DALAM rangka menangani permasalahan di bidang perdata dan tata usaha, Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muba melakukan Penandatanganan Kesepahaman Bersama (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Muba tentang Penanganan Permasalahan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Bertempat di Aula Kantor Dinas PUPR Kabupaten Muba, Kamis (23/5/2019). Menurut laporan Plt Kepala […]

expand_less
WordPress Archive Oren – Creative Business Elementor Template Kit ORFA – Organic Farm Products Elementor Template Kit OrgaKit – Organic Farm Elementor Template Kit Organey – Organic Food WooCommerce WordPress Theme Organic Food | Farm Business Eco WordPress Theme Organic Food – Nutritionist & Farm WordPress Theme Organica – Eco Farm Elementor Template Kit Organica – Responsive WooCommerce WordPress Theme Organici – Organic Store & Bakery WooCommerce Theme Organico | Organic Food WooCommerce WordPress Theme