Kamis, 24 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Features » Dugong Kecil yang Tersesat, Cinta Laut yang Tak Pernah Sesat

Dugong Kecil yang Tersesat, Cinta Laut yang Tak Pernah Sesat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • visibility 846
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- “Kalau anak ayam kehilangan induknya, biasanya ada yang nyanyi ‘tekotek-kotek anak ayam’. Tapi kalau anak dugong hilang? Wah, ini bukan urusan lagu, tapi urusan negara.”

“Eh, ini apa? Ikan duyung? Eh, bukan. Ini kayak babi laut!”

Seorang wisatawan di Taman Wisata Alam Batu Angus, Bitung, heboh menemukan makhluk laut yang kalau difoto dari atas, mirip cucu Paus tapi sebenarnya sepupu dekat si Putri Duyung ya, si Dugong kecil.

Dugong betina malang ini terdampar, terpisah dari ibunya, luka-luka pula. Kayak anak kos nyasar ke kota besar, tak tahu arah, tak punya uang, dan tak punya siapa-siapa. Tapi untung, ini bukan FTV. Ini nyata, dan Indonesia punya KKP.

Karena setiap dilema perlu solusi, tim dari KKP, BPSPL Makassar, PSDKP Bitung, DKP Sulut, BKSDA, sampai aktivis laut dan masyarakat setempat berkumpul, kayak Avengers versi laut.

Dugong kecil itu akhirnya ditaruh di karamba milik nelayan. Bukan buat dijual, tapi buat dirawat. Ibarat bayi manusia, dia disuapi susu formula dicampur obat pereda nyeri. Bahkan lukanya dipijat pakai salep, bukan balsem ya. Klasik tapi manjur.

“Namanya juga anak kecil, kalau kangen ibunya ya pasti balik lagi ke tempat awal,” celetuk Pak Yusma, Plt. Kepala BPSPL Makassar, sambil menghela napas kayak baru pulang ronda malam.

Tim juga mengerahkan drone. Ibarat jadi Sherlock Holmes dari langit, nyari jejak sang induk di laut biru. Tapi sayang seribu sayang, drone hanya menemukan ombak dan lamun, tidak ada dugong senior berkeliaran.

“Ini kayak nyari ibu yang ninggalin anaknya di pasar,” bisik seorang warga, sambil ngelus dada dan geleng-geleng kepala.

Direktur Jenderal Kelautan, Pak Koswara, datang memberi dukungan. Katanya, penyelamatan ini adalah contoh kolaborasi ciamik. Masyarakat, wisatawan, pemerintah, semua ikut bantu. Ini bukan kerja satu dua orang, ini gotong royong bergaya laut.

“Kalau bukan kita yang jaga laut, siapa lagi? Dugong itu langka, nggak bisa cetak ulang macam koran pagi,” tegasnya.

Pak Koswara juga mengingatkan, Dugong dilindungi negara. Dia bukan bintang sirkus atau figuran sinetron. Dia simbol keseimbangan laut tropis Indonesia yang kini makin sempit ruang napasnya akibat kerusakan habitat dan ulah manusia yang hobi buang sampah seenaknya.

“Pak, saya pikir awalnya dugong itu nama makanan. Ternyata hewan ya?” tanya seorang bocah polos yang ikut nonton evakuasi.

“Iya dek, dugong itu bukan teman dugem,” jawab seorang petugas sambil nyengir, “Dugong itu mamalia laut, sepupunya manatee, makannya rumput laut, bukan rumput tetangga.”

Kasus Dugong kecil ini bukan sekadar cerita sedih satu hewan terdampar. Ini alarm. Bahwa ekosistem laut kita sedang diganggu. Bahwa laut tak sekadar biru di foto Instagram. Dan bahwa hewan laut juga butuh cinta, perhatian, dan kolaborasi nyata.

Kalau pepatah lama bilang “kasih ibu sepanjang masa,” maka hari ini kita belajar. “Kasih manusia terhadap laut, akan mengukur seberapa pantas kita disebut bangsa bahari.”

Jadi kalau nanti liburan ke pantai, dan lihat dugong nyasar, jangan selfie duluan. Tanyakan dulu
“Kamu tersesat, atau sedang mencari cinta?”
Kalau jawabannya tidak jelas, hubungi KKP terdekat. Siapa tahu kamu jadi pahlawan bagi laut yang sedang patah hati.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sanksi Pemberi Sedekah kepada Pengemis Rp50 Juta

    Sanksi Pemberi Sedekah kepada Pengemis Rp50 Juta

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Palembang, Heri Aprian menegaskan agar masyarakat tidak memberi uang kepada pengemis, jika memberikan uang atau bantuan apapun, Dinas Sosial akan memberi dendan dan kurungan. “Kepada masyarakat untuk tidak kembali meberikan uang ataupun berbagai jenis bantuan kepada para pengemis yang meminta-minta dengan berbagai modus di wilayah kota Palembang, khususnya di titik-titik […]

  • Persib Bandung Lolos ke ACL Two Usai Menang Tipis atas Manila Digger, Nyaris Frustrasi Sebelum Gol Telat di Si Jalak Harupat

    Persib Bandung Lolos ke ACL Two Usai Menang Tipis atas Manila Digger, Nyaris Frustrasi Sebelum Gol Telat di Si Jalak Harupat

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 23
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Persib Bandung lolos ke ACL Two setelah mengalahkan Manila Digger dengan skor 1-0 dalam laga play-off di Stadion Si Jalak Harupat, Senin (31/8/2026) malam WIB. Kemenangan ini terasa istimewa karena Maung Bandung harus menunggu hingga penghujung pertandingan untuk menemukan gol yang ditunggu-tunggu. Sejak awal laga, Persib berusaha menguasai permainan. Namun, dominasi di lapangan […]

  • Dinkes Muba Kunjungi Bandung, Curhat Soal Ini

    Dinkes Muba Kunjungi Bandung, Curhat Soal Ini

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 779
    • 0Komentar

    DALAM rangka meningkatkan mutu pelayanan kedaruratan khususnya dalam mempercepat waktu penanganan terhadap korban atau pasien kegawatdaruratan. Dinas Kesehatan berencana akan membentuk “Public Safety Centre” atau Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu. Guna mematangkan rencana dimaksud, Dinas Kesehatan Muba didampingi Komisi IV DPRD Muba, Bappeda dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) mengunjungi Public Safety Centre (PSC) yang dikelola Dinas […]

  • status-gunung-agung-bali

    BNPB : Info Hujan Abu Foto yang Beredar di Medsos Tidak Benar

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.370
    • 0Komentar

    Kepala Pusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menegaskan info mengenai hujan abu dan foto di media social yang beredar mengenai Gunung Agung meletus tidak benar.

  • Nasi Minyak Palembang dengan Kari Kambing, Menu Hajatan yang Harumnya Bikin Tamu Susah Menolak

    Nasi Minyak Palembang dengan Kari Kambing, Menu Hajatan yang Harumnya Bikin Tamu Susah Menolak

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kalau sedang ada hajatan di Palembang, aroma dari dapur kadang sudah bisa menjadi tanda bahwa sebentar lagi tamu akan dipersilakan makan. Salah satu wanginya yang khas datang dari nasi minyak. Apalagi kalau di sebelahnya sudah tersedia kari kambing yang dimasak dengan rempah cukup lengkap. Begitu nasi dibuka dari panci, wanginya langsung terasa. Ada […]

  • Dongkrak Minat Baca Pelajar Sumsel dengan Gowes Literasi 2019

    Dongkrak Minat Baca Pelajar Sumsel dengan Gowes Literasi 2019

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 861
    • 0Komentar

    “Jadi ini adalah acara Gowes Literasi yang dalam untuk menyemarakkan hari Aksara Internasional tujuan acaranya adalah meningkatkan minat literasi pelajar SMA di Sumatera Selatan dan Meningkatkan kreatiftas pelajar dalam karya tulisan”

expand_less
WordPress Archive Oren – Creative Business Elementor Template Kit ORFA – Organic Farm Products Elementor Template Kit OrgaKit – Organic Farm Elementor Template Kit Organey – Organic Food WooCommerce WordPress Theme Organic Food | Farm Business Eco WordPress Theme Organic Food – Nutritionist & Farm WordPress Theme Organica – Eco Farm Elementor Template Kit Organica – Responsive WooCommerce WordPress Theme Organici – Organic Store & Bakery WooCommerce Theme Organico | Organic Food WooCommerce WordPress Theme