Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » OPOSISI SEMU

OPOSISI SEMU

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
  • visibility 1.528
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT ini media di Indonesia tengah ramai memperbincangkan pertemuan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan (PDI.P) Megawati Soekarno Putri dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pertemuan ini menjadi perhatian publik luas, dan munculah (kembali) diskursus koalisi dan oposisi. Terjalinnya komunikasi antara Prabowo-Jokowi dan Prabowo-Megawati pasca pilpres 2019 membentuk persepsi publik bahwa Prabowo akan bergabung dengan pemerintah setelah berhadapan saat pilpres 2019. Lalu, siapa yang akan mengambil “posisi” (oposisi) berlawanan dengan pemerintah ?

Perbincangan oposisi tidak bisa dilepaskan dalam konteks demokrasi, walaupun terdapat banyak pemaknaan/pendefenisian demokrasi dari klasik sampai saat ini, akan tetapi subtansi demokrasi berlabuh pada satu titik ide utama yaitu kedaulatan rakyat. Di titik inilah diskursus oposisi menjadi penting dalam menguatkan gagasan/ide utama demorasi (kedaulatan rakyat).

Diskursus Oposisi mendskusikan bagaimana pemerintah (rulling party) yang berkuasa tidak akn mampu mengakomodir kepentingan rakyat secara keseluruhan maka perlu adanya pihak yang megambil posisi berlawanan. Selain itu juga, oposisi merupakan manifestasi partisipasi publik dalam artian partisipasi masyarakat dalam melakukan kritik kepada pemerintahan.

Terakhir, oposisi merupakan penyeimbang, dalam artian ada kelompok di luar pemerintah yang memberikan alternatif ide/gagasan dan sikap agar pemerintah tidak keluar jalur dari kehendak mayoritas masyarakat. Lalu, bagaimana oposisi di indonesia?

Posisi kelompok “oposisi” Dari awal kemerdekaan  belum dapat dilihat dengan jelas, misalnya pada masa awal kemerdekaan dua partai besar yaitu PNI yang mewakili kaum nasionalis dan Masyumi yang mewakili kelompok islam mengambil posisi sebagai pengkritik pemerintah akan tetapi posisi ini menjadi dilematis dan abu abu karena menteri menteri yang ada di pemerintahan saat itu berasal dari dua partai tersebut.

Di masa demokrasi terpimpin kelompok oposisi semakin hilang dalam peta politik, Soekarno sebagai presiden berusaha memandulkan peran dan fungsi partai politik yang ada dan membubarkan 3 partai yang kritis, yaitu partai solidaritas indonesia (PSI), MURBA dan Masyumi. Tidak jauh berbeda dengan masa orde lama, kelompok oposisi semakin kehilangan posisi dan terbatas rang gerak akibat kebijakan politik Suharto yang refresif terhadap pengkritik pemerintah dan partai politik pun disederhanakan menjadi 3 partai saja.

 

Ideologi

Pasca jatuhnya rezim otoriter, muncul harapan akan terciptanya pemerintahan yang demokratis, partai partai baru bermunculan dengan cepat dan subur akan tetapi kemunculan partai partai politik ini tidak berbanding lurus dengan kondisi politik, partai partai yang muncul nyaris tidak menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol kebijakan. Hal ini salah satunya disebabkan oleh ketidakjelasan ideologi dan identitas partai partai yang ada sehingga membuat kabur posisi partai politik.

Partai partai politik cenderung pragmatis yang hanya muncul saat pemilu dan tidak konsisten mewakili bagian dari kelompok masyarakat tertentu. Keadaan ini jelas “membunuh” dan menghilangkan subtansi demokrasi yang seharusnya ada kelompok penyeimbang (oposisi).

Di masa kepemimpinan awal Jokowi-JK (2014-2019), beberapa partai politik mendeklarasikan sebagai partai oposisi, akan tetapi secara subtansial partai oposisi kehilangan peran kelompok oposisi yang seharusnya memberikan alternatif kebijakan dan menawarkan solusi kongkrit (konstruktif) terjebak kepada hal hal yang remeh temeh dan cenderung mengangkat isu isu sensitif seperti agama, suku dan masalah pribadi (personal), sehingga membuat kegaduhan dan gesekan sosial di tengah masyarakat.

Pasca kemenangan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin pada pilpres 2019, Partai Partai politik yang mendukung pasangan calon Prabowo-Sandi yang tergabung dalam Koalisi Adil.

Makmur mulai mendekat ke koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin (PAN dan Demokrat), bahkan pasca terjalinnya komunikasi Prabowo-Jokowi dan Prabowo-Megawati publik berspekualsi bahwa kelompok oposisi akan hilang pada pemerintahan Jokowi 5 tahun ke depan.

Hal ini semakin membentuk persepsi publik bahwa partai-partai yang ada cenderung pragmatis dan hanya sekedar mencari kekuasaan. Pertanyaan pentingnya adalah, bagaimana seharusnya oposisi muncul dan memerankan fungsinya secara subtansial?.

Sebagai contoh yang elok untuk dilihat adalah dinamika partai politik di prancis yaitu kelompok sosialis (kiri) dan kelompok kanan (gaullist) yang mampu membentuk suasana oposisi dan koalisi sehingga inti dari demokrasi yaitu kedaulatan rakyat benar-benar berjalan.

Beberapa pendapat menyatakan bahwa sistem presidensial yang diterapkan di Indonesia membatasi kemunculan dan pembentukan oposisi, akan tetapi hal itu bukanlah penyebab utama.

Dalam konteks Indonesia partai politik yang cenderung tidak mempunyai ideologi dan identitas (abu abu) yang jelas membuat sempitnya peluang untuk terciptanya kelompok oposisi.

Hal ini jugalah yang membuat banyaknya partai politik menjadi kutu loncat dan tidak konsisten, yang pada akhirnya publik hanya dipertontonkan dagelan politik ala elit seperti yang saat ini menghiasi banyak media di Indonesia. Pun pada nantinya ada partai politik yang mendeklarasikan diri sebagai partai di luar pemerintah akan terjebak dengan hal yang remeh temeh dengan sebutan partai (kelompok) pencari kesalahan.[**]

 

Oleh : Yulion Zalpa, M.A

 Dosen Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Lupa Besok Final FIFA World Cup U-17 2023, Jerman Lawan Prancis, Tonton Yuk !

    Jangan Lupa Besok Final FIFA World Cup U-17 2023, Jerman Lawan Prancis, Tonton Yuk !

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 20.540
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id -Laga dua partai semifinal FIFA World Cup U-17 2023 yang berlangsung seru dan menegangkan di Stadion Manahan, Surakarta, Jateng, Selasa (28/11) telah meloloskan Jerman dan Prancis ke babak final. Selain duel puncak, Piala Dunia U-17 2023 masih akan mementaskan duel perebutan posisi tiga besar antara Argentina dan Mali pada Jumat (1/12) di Stadion Manahan. […]

  • Jadi Pemain Terbaik di AN Cup 2019, Dennis Ngaku Seperti Mimpi

    Jadi Pemain Terbaik di AN Cup 2019, Dennis Ngaku Seperti Mimpi

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, OKUS –Terpilih menjadi pemain terbaik Alex Noerdin Cup 2019 zona Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, menjadi kado terindah yang didapatkan oleh Dennis Admaja Putra pemain dari SSB Simpang. Dia dinobatkan sebagai pemain terbaik usai mengikuti gelaran Festival Sepakbola dan Coaching Clinic Alex Noerdin Cup 2019 yang digelar di Lapangan Sepakbola Polres OKU Selatan, 24 […]

  • 5 Film Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UIN Raden Fatah Diputar Saat Gala Premier

    5 Film Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UIN Raden Fatah Diputar Saat Gala Premier

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.611
    • 0Komentar

    SEBANYAK lima film karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Fisip UIN Raden Fatah resmi diputar perdana dalam acara Gala Premier di Auditorium Kampus B Jakabaring,(28/10/2021). Lima film ini merupakan hasil screening Tugas kuliah mahasiswa dalam mata kuliah Public Relation dan Produksi perfilman. Kelima film tersebut berjudul Parapuan, Unstoppable, Quarantine, 3 problem dan livin Together. Dekan Fakultas Ilmu […]

  • Terima Audiensi  Tim ICRAF, Wagub Akan Maksimalkan Lahan Gambut

    Terima Audiensi Tim ICRAF, Wagub Akan Maksimalkan Lahan Gambut

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya menilai, upaya pemanfaatan lahan gambut sebagai lahan pertanian dan perkebunan memang sudah seharusnya dilakukan. Hal itu juga sudah menjadi salah satu fokus yang dilakukan Pemprov Sumsel mengingat lahan gambut di wilayah Sumsel yang terbesar kedua di pulau Sumatera dengan luasan 25 hingga 35 persen dari total luas wilayah Sumsel […]

  • Hilwen SH M.Si resmi jabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dan Damkar Kabupaten OKI

    Hilwen SH M.Si resmi jabat Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dan Damkar Kabupaten OKI

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.661
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Ir. Asmar Wijaya M.Si secara resmi melantik Hilwen SH M.Si sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) dan Damkar Kabupaten OKI, Senin (2/9/2024). Pj. Bupati Asmar Wijaya menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten OKI sebagai bagian dari amanah dan pengabdian kepada masyarakat. […]

  • Turnamen Volly Ball di Muba Tetap Semarak Dengan Mematuhi Prokes

    Turnamen Volly Ball di Muba Tetap Semarak Dengan Mematuhi Prokes

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

    Meski di masa pandemi Covid 19 namun tak menghentikan turnamen Volly Ball Ikatan Remaja Mesjid (Irmas) DKM Nurul Iman Cup ke 1 yang di adakan di Desa Ulak Teberau Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) 17 Februari 2021. Bahkan turnamen tersebut semarak dengan diikuti 55 tim yang berpartisipasi. Ternyata kepatuhan dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) di bumi […]

expand_less
WordPress Archive Molla – eCommerce HTML5 Template Molla | Multi-Purpose WooCommerce Theme Molli – Creative Portfolio & Agency Theme Molongui Authorship Pro Molte Fashion and Food WooCommerce Theme Momen – Photography & Blog Elementor Template Kit Monali – Business Agency WordPress Theme Monalisa | Hotel & Resort WordPress Theme Monarch – Innovative WordPress Community Theme Moncler – Food Blog Elementor Template Kit