Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Mulutmu Harimaumu

Mulutmu Harimaumu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 15 Feb 2021
  • visibility 2.002
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERIBAHASA dari judul tulisan ini mengingatkan kita untuk selalu hati hati-hati dalam berbicara. Apa yang kita bicarakan harus bisa dipertanggungjawabkan. Tentu sebagai makhluk sosial, manusia tidak akan terlepas dari peristiwa komunikasi, baik komunikasi langsung (tatap muka) maupun melalui media, misalnya media sosial. Kalau bicara baik, baik isi dan bahasa yang digunakan akan menimbulkan kebaikan pula. Namun sebaliknya, jika bahasa yang dipergunakan selalu nengandung isi  kebcencian dan permusuhan, akan banyak pula masalah yang dihadapi.

Seorang komunikan (pembicara) hendaklah selalu memperhatikan sikap bahasa dalam bertutur. Artinya, pembicara tesebut memperhatikan kesopanan bereaksi terhadap suatu keadaan sehingga dipelukan sikap mental dan perilaku dalam berbahasa.

Jika seseorang ingin mengungkapkan sesuatu kepada lawan bicaranya (penutur dengan lawan tutur), apa yang ingin diungkapkannya tersebut mempunyai makna atau maksud kalimat. Namun, dalam penyampainnya pembicara harus menuangkannya dalam ujud tindak tutur (Speech act), yaitu produk atau hasil dari suatu kalimat dalam kondisi tertentu yang dapat berujud pernyataan, pertanyaan, dan perintah (Suwito, 1983:33).

Tindak tutur mana yang akan dipilih pembicara tergantung beberapa faktor, seperti dengan bahasa apa ia harus bertutur, kepada siapa ia harus menyampaikan tuturannya, dalam situasi bagaimana tuturan itu disampaikan, dan kemungkinan-kemungkinan struktur mana yang ada dalam bahasa yang dipakai.

Akhir-akhir ini “perang” kata sering dipertontonkan oleh orang-orang terkenal di dunia maya atau dapat disebut dengan istilah pegiat media sosial. Diksi yang digunakan sering kurang sesuai atau pas. Terkadang penggunaan bahasa metafora dipakai. Metafora merupakan pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan berdasarkan persamaan atau perbandingan. Disengaja atau tanpa sengaja, yang jelas pemakaian bahasa metafora tersebut telah menimbulkan multitafsir. Kata, frasa ataupun kalimat yang dilontarkan sering menjadi topik hangat dalam perbincangan di jejaring media sosial.

Apapun bisa menjadi viral melalui media sosial ini, baik perbuatan maupun bahasa atau tuturan. Salah satu contoh, kata “evolusi” bisa menjadi topik hangat atau trending topic di media sosial. Kata “evolusi” hanyalah sebuah kata yang artinya perubahan (petumbuhan, perkembangan) secara berangsur-angsur atau perlahan-lahan (Kamus Besar Bahasa Indonesia/KBBI). Namun, kata tersebut dapat menjadi masalah apabila diucapkan oleh seseorang dalam situasi dan konteks yang berbeda.

Ada norma-norma atau aturan-aturan yang harus dipahami dalam berinterkasi (norms of interaction and interpretation). Norms atau norma menunjuk pada aturan yang membatasi percakapan. Misalnya, apa yang boleh dikatakan atau tidak, bagaimana cara membicarakannya, terbuka, kasar dan sebagainya. Norma interaksi dicerminkan oleh tingkat hubungan sosial dalam sebuah masyarakat bahasa. Masyarakat bahasa itu sendiri merupakan kesamaan sosial, keagamaan, budaya, kekeluargaan, pekerjaan maupun kesamaan-kesamaan bahasa yang digunakan.

Dari uraian tersebut dapat digambarkan apakah penutur dan lawan tutur itu mempunyai kesamaan-kesamaan yang telah disebutkan. Artinya, kalau tidak ada kesamaan tersebut, terjadilah mispersepsi seperti pada kasus kata “evolusi” di atas.

Tugas pendengar atau petutur dalam memahami ujaran adalah mengidentifikasi sesuatu yang dimaksud dalam ujaran tersebut. Acapkali kemampuan mengidentifikasi atau memaknai ujaran tersebut berbeda dengan yang dimaksud oleh pembicara atau penutur. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan-perbedaan pemahaman dunia (knowledge of world) antara pembicara dengan pendengar.

Menutup tulisan singkat ini, seperti dalam hipotesis Sapir-Whorf bahwa jalan pikiran manusia dibentuk oleh bahasa yang digunakannya. Dalam artian, pikiran yang jernih dan teratur diucapkan dalam bahasa yang jernih dan teratur pula akan dapat menghindari peredaran produk-produk bahasa yang tidak bermutu dan kacau balau pula.[***]

 

Penulis:

Dr. Darwin Effendi, M.Pd.

Dosen Universitas PGRI Palembang

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi Lawan (Hoaks) COVID-19: Kampanye, Riset dan Pengalaman Japelidi di Tengah Pandemi

    Kolaborasi Lawan (Hoaks) COVID-19: Kampanye, Riset dan Pengalaman Japelidi di Tengah Pandemi

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    PROGRAM Studi Magister Ilmu Komunikasi UGM dengan bahagia mempersembahkan buku kolaborasi dengan Japelidi dan Siberkreasi yang berjudul Kolaborasi Lawan (Hoaks) COVID-19: Kampanye, Riset dan Pengalaman Japelidi di Tengah Pandemi. Japelidi sendiri adalah komunitas pegiat literasi digital yang terbentuk sejak 2017 yang saat pandemi tergerak melakukan kampanye lawan hoaks COVID-19. Kampanye yang dilakukan  pada Maret hingga Oktober […]

  • Ingat !Tahun Politik, ASN Harus Jaga Netralitas 

    Ingat !Tahun Politik, ASN Harus Jaga Netralitas 

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 803
    • 0Komentar

    SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel dan juga Ketua Umum Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi), H. Nasrun Umar secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus Komisariat Wilayah Forsesdasi Sumsel tahun 2020 .Bertempat di Hotel Novotel Palembang, Jumat (11/9) malam. Rakor Forsesdasi Sumsel kali ini mengusung tema Peran Sekretaris Daerah dalam mewujudkan ASN yang berkinerja dan […]

  • Warga Binaan Lapas Kelas III Kayuagung Batal Rekam e- KTP

    Warga Binaan Lapas Kelas III Kayuagung Batal Rekam e- KTP

    • calendar_month Minggu, 20 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    Sumselterkini,co,id,Kayuagung –Sebanyak 59 Nara Pidana [Napi] Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kayuagung tertunda lantaran sinyal yang diperlukan tidak memadai untuk perekaman e- KTP yang dilaksanakan Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara Online. Informasinya, Perekaman e-KTP di Lapas ini sendiri mengakomodir warga binaan yang ada di Lapas untuk melindungi hak pilih […]

  • Bazar Murah Masih Berlanjut, Wawako : Kalau Ada Barang Tak Layak Jual, Lapor ke Saya Ya..

    Bazar Murah Masih Berlanjut, Wawako : Kalau Ada Barang Tak Layak Jual, Lapor ke Saya Ya..

    • calendar_month Kamis, 22 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    PROGRAM Bulan Suci Ramadan Bazar Murah Pemerintah Kota Palembang sudah memasuki hari ke-7 Wakil Walikota Fitrianti Agustinda ikut memantau jalannya program tersebut di Kantor Kecamatan Kemuning Palembang, kamis [22/4/2021]. “Bazar di ramadan sudah kegiatan rutin, dilaksanakan awal bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri, Saya pantau hari ini di Kecamatan Kemuning cukup ramai masyarakat yang datang,”kata […]

  • “Murah-Murah di Makrayu, Saat Dompet Tipis, Pemerintah Datang Kayak Pahlawan Bertopi Diskon!”

    “Murah-Murah di Makrayu, Saat Dompet Tipis, Pemerintah Datang Kayak Pahlawan Bertopi Diskon!”

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 807
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di negeri yang penuh kenangan dan kenikmatan kuliner bernama Palembang, ulang tahun kota ke-1342 tidak cuma dirayakan dengan tepuk tangan dan ucapan selamat di medsos. Kali ini, Pemerintah Kota Palembang muncul dengan cara yang lebih membumi ngadain pasar murah! .Ya, pasar murah, bukan pasar murung. Kalau biasanya warga cuma bisa tepuk jidat ngeliat […]

  • Suvenir Khas Tuan Rumah, Menparekraf Ajak Wisatawan PON Papua Beli Suvenir Ekraf dari ‘Pace’ dan ‘Mace’

    Suvenir Khas Tuan Rumah, Menparekraf Ajak Wisatawan PON Papua Beli Suvenir Ekraf dari ‘Pace’ dan ‘Mace’

    • calendar_month Rabu, 22 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.342
    • 0Komentar

      MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak wisatawan termasuk seluruh kontingen dan peserta Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua untuk membeli produk-produk ekonomi kreatif lokal hasil karya “pace dan mace” guna turut menggerakkan perekonomian masyarakat. “Pace dan mace” merupakan panggilan untuk pria dan wanita di Papua, […]

expand_less
WordPress Archive Nautica – Responsive WooCommerce WordPress Theme Navian – Multi-Purpose Responsive WordPress Theme Naxly – Data Science & Analytics WordPress Theme Nayaka – Nail Salon & Beauty Care Elementor Template Kit Nazareth | Church & Religion WordPress Theme Ncmaz – News Magazine Full Site Editing WordPress Block Theme Nearby Places WordPress Plugin Nedril – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Needle – Tattoo Studio Elementor Template Kit Neighborhood – Responsive Multi-Purpose Shop Theme