Minggu, 2 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » El Niño Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

El Niño Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Fenomena El Niño kembali menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga awal kuartal pertama 2027, sebagian orang, kabar ini mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, apakah itu berarti Indonesia akan terus mengalami kekeringan hingga tahun depan?

Jawabannya tidak sesederhana itu. El Niño memang memengaruhi pola iklim global, tetapi dampaknya di Indonesia sangat bergantung pada musim yang sedang berlangsung. Ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau, curah hujan cenderung berkurang sehingga risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gangguan terhadap sektor pertanian meningkat.

Apa Itu El Niño?

El Niño adalah fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah hingga timur Samudra Pasifik mengalami pemanasan lebih tinggi dari kondisi normal. Perubahan suhu tersebut memengaruhi sirkulasi atmosfer dan mengubah pola pembentukan awan serta distribusi hujan di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.

Dalam kondisi El Niño, wilayah Indonesia umumnya menerima curah hujan yang lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Akibatnya, musim kemarau bisa berlangsung lebih kering atau lebih lama di sejumlah daerah.

Meski demikian, tidak semua wilayah mengalami dampak yang sama. Tingkat pengaruhnya dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan fenomena iklim lain yang terjadi pada waktu yang bersamaan.

Mengapa Dampak El Niño Baru Terasa Saat Musim Kemarau?

BMKG menjelaskan bahwa pengaruh terbesar El Niño terhadap Indonesia muncul ketika fenomena tersebut bertemu dengan musim kemarau.

Saat memasuki musim hujan, pembentukan awan dan curah hujan masih dipengaruhi banyak faktor lain sehingga dampak El Niño tidak selalu dominan. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, berkurangnya pasokan uap air membuat hujan semakin jarang terjadi sehingga kondisi kering menjadi lebih nyata.

Karena itu, meskipun El Niño diperkirakan bertahan hingga awal 2027, dampak utamanya diperkirakan terkonsentrasi pada periode musim kemarau di Indonesia.

Kemarau Diperkirakan Lebih Kering

Berdasarkan pemantauan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi normal. Selain curah hujan yang menurun, sejumlah daerah juga diperkirakan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang.

BMKG juga memproyeksikan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September, sehingga periode tersebut menjadi waktu yang perlu diwaspadai oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di sungai, waduk, embung, maupun sumber air masyarakat apabila hujan tidak segera turun.

Potensi IOD Positif Dapat Memperkuat Kekeringan

Selain El Niño, BMKG juga memantau peluang munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada September hingga Desember 2026.

IOD Positif merupakan kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudra Hindia bagian barat lebih hangat dibandingkan bagian timur. Fenomena ini dapat mengurangi peluang terbentuknya hujan di Indonesia.

Jika El Niño dan IOD Positif terjadi pada saat yang bersamaan ketika musim kemarau berlangsung, peluang terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah dapat meningkat.

Risiko Karhutla Semakin Tinggi

Salah satu dampak yang paling sering muncul saat musim kemarau panjang adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Vegetasi yang mengering lebih mudah terbakar, terutama di kawasan gambut yang banyak terdapat di Sumatra dan Kalimantan. Kondisi tersebut membuat titik panas atau hotspot cenderung bertambah selama periode kemarau.

Karena itu, wilayah yang selama ini memiliki riwayat kebakaran hutan memerlukan pengawasan lebih intensif agar api tidak meluas dan menimbulkan kabut asap.

Dampaknya Tidak Hanya pada Lingkungan

Kemarau panjang juga memengaruhi berbagai sektor kehidupan, di bidang pertanian, berkurangnya curah hujan dapat menghambat pertumbuhan tanaman apabila pasokan air tidak mencukupi. Karena itu, penyesuaian jadwal tanam dan pemilihan varietas yang lebih tahan terhadap kondisi kering menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan.

Di sektor sumber daya air, pengelola waduk dan bendungan perlu memperhitungkan cadangan air agar kebutuhan masyarakat, irigasi, hingga pembangkit listrik tenaga air tetap dapat terpenuhi.

Sementara itu, kualitas udara juga berpotensi menurun apabila kebakaran hutan meningkat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta memperbesar kemungkinan terjadinya heat stroke ketika suhu udara menjadi sangat panas.

Langkah Mitigasi yang Dilakukan BMKG

Untuk mengurangi dampak kekeringan dan karhutla, BMKG memperkuat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah prioritas.

Operasi ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan yang tersedia untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan pada daerah yang membutuhkan. Selain mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, OMC juga diarahkan untuk membantu menjaga ketersediaan air di beberapa daerah tangkapan air, waduk, dan danau.

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?

Menghadapi musim kemarau yang lebih kering, masyarakat dapat melakukan berbagai langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya.

Menghemat penggunaan air bersih menjadi salah satu cara paling efektif, terutama di daerah yang mulai mengalami penurunan debit air. Selain itu, masyarakat diimbau menghindari pembakaran lahan atau sampah secara terbuka karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan saat vegetasi mengering.

Pada saat kualitas udara memburuk, penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi paparan asap. Sementara itu, saat cuaca sangat panas, menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas berat di bawah terik matahari juga penting dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan.

El Niño  diperkirakan bertahan hingga awal 2027 tidak berarti Indonesia akan terus-menerus mengalami kekeringan sepanjang periode tersebut. Dampak terbesarnya muncul ketika fenomena ini berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama pada masa puncak kemarau, ketika risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap sektor pertanian dan sumber daya air cenderung meningkat. Dengan memahami cara kerja El Niño dan mengikuti informasi cuaca dari BMKG, masyarakat maupun pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini untuk mengurangi dampaknya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi Terbuka JPT, Muba Gandeng LAN RI

    Seleksi Terbuka JPT, Muba Gandeng LAN RI

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jatinangor – Di era sekarang ini kompetensi merupakan salah satu persoalan urgen dan menjadi perhatian bersama dan saat ini dunia tengah memasuki era revolusi industri 4.0 dimana penetrasi teknologi informasi begitu masif dalam kehidupan, dan kompetensi menjadi sebuah keniscayaan dan sektor publik tidak terlepas dari hal tersebut dimana Birokrasi harus terus berupaya menciptakan aparatur yang kompeten […]

  • TUMI Rayakan Pembukaan Toko Flagship Asia Pasifik Pertama Di Omotesando Tokyo

    TUMI Rayakan Pembukaan Toko Flagship Asia Pasifik Pertama Di Omotesando Tokyo

    • calendar_month Senin, 25 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Aktor dan Penyanyi Jepang Takumi Kitamura bergabung dengan TUMI untuk pembukaan toko dengan konsep terbaru Sumselterkini.co.id, HONG KONG SAR – Media OutReach Newswire –  TUMI, merek internasional terkemuka dalam bidang perjalanan, gaya hidup, dan aksesori, mengumumkan pembukaan toko andalan-nya yang pertama di wilayah Asia Pasifik pada hari ini. Toko yang baru dirancang ini terletak di […]

  • Menanti Janji Baru Atasi Banjir Palembang

    Menanti Janji Baru Atasi Banjir Palembang

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 26
    • 0Komentar

    UPAYA memperbaiki penanganan banjir di Kota Palembang kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi antara Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Senin (4/5/2026). Pertemuan itu dipimpin langsung Gubernur Sumsel Herman Deru memperlihatkan keseriusan untuk memperkuat sinergi lintas kewenangan, dengan melibatkan kepala daerah, perangkat daerah, serta instansi teknis terkait. Langkah ini patut diapresiasi sebagai ikhtiar […]

  • Hujan Deras Semalam, Air Genangi Jalan dan Halaman Rumah Warga di Palembang

    Hujan Deras Semalam, Air Genangi Jalan dan Halaman Rumah Warga di Palembang

    • calendar_month Jumat, 30 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.273
    • 0Komentar

    Hujan sudah turun disertai angin kencang, kami hanya berdoa semoga hujan tida deras dan segera berhenti,”

  • Alasan Pemerintah Umumkan Lebih Awal Peniadaan Mudik Lebaran

    Alasan Pemerintah Umumkan Lebih Awal Peniadaan Mudik Lebaran

    • calendar_month Jumat, 16 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.132
    • 0Komentar

    PENIADAAN mudik diberlakukan sejak 6-17 Mei 2021. Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran Satuan Gugus Tugas COVID-19 No.13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan Upaya Pengendalian COVID-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 H. Tujuan pemerintah mengumumkan peniadaan mudik lebih awal adalah untuk menghindari lonjakan kasus COVID-19 akibat mobilitas masyarakat […]

  • World Mode Holdings Group Hadirkan Serangkaian Kemampuan Lengkap ke APAC untuk Dunia Ritel yang Berkembang Pesat

    World Mode Holdings Group Hadirkan Serangkaian Kemampuan Lengkap ke APAC untuk Dunia Ritel yang Berkembang Pesat

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.939
    • 0Komentar

    Grup penyedia solusi ritel Jepang World Mode Holdings (WMH) telah membentuk lengan Asia Pasifik (APAC) sebagai bagian dari rencana ekspansi yang dipercepat di seluruh dunia. Dengan kemampuan pencerminan lengan APAC dari induknya di Jepang, WMH kini berada dalam posisi yang jauh lebih kuat untuk melayani solusi ritel terintegrasi di wilayah tersebut.     Bagan organisasi […]

expand_less
WordPress Archive ProRange | Painting & Renovation Theme Pros & Cons Widget for Elementor Proshop Storefront WooCommerce Theme Prospect – Creative Multipurpose WordPress Theme ProUI – Responsive Bootstrap Admin Template ProVision Image Editor for WordPress / WooCommerce with Folders File Manager Psych – Mental Health Counselor Elementor Template Kit Psychare – WordPress Theme for Psychologists & Life Coaches PsycheKit – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Template Kit Psycholox : Psychology & Counseling WordPress Theme