Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » El Niño Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

El Niño Diprediksi Bertahan hingga Awal 2027, Apa Dampaknya bagi Indonesia?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Fenomena El Niño kembali menjadi perhatian setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi tersebut masih akan berlangsung hingga awal kuartal pertama 2027, sebagian orang, kabar ini mungkin terdengar mengkhawatirkan. Namun, apakah itu berarti Indonesia akan terus mengalami kekeringan hingga tahun depan?

Jawabannya tidak sesederhana itu. El Niño memang memengaruhi pola iklim global, tetapi dampaknya di Indonesia sangat bergantung pada musim yang sedang berlangsung. Ketika fenomena ini bertepatan dengan musim kemarau, curah hujan cenderung berkurang sehingga risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gangguan terhadap sektor pertanian meningkat.

Apa Itu El Niño?

El Niño adalah fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah hingga timur Samudra Pasifik mengalami pemanasan lebih tinggi dari kondisi normal. Perubahan suhu tersebut memengaruhi sirkulasi atmosfer dan mengubah pola pembentukan awan serta distribusi hujan di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.

Dalam kondisi El Niño, wilayah Indonesia umumnya menerima curah hujan yang lebih sedikit dibandingkan kondisi normal. Akibatnya, musim kemarau bisa berlangsung lebih kering atau lebih lama di sejumlah daerah.

Meski demikian, tidak semua wilayah mengalami dampak yang sama. Tingkat pengaruhnya dipengaruhi oleh kondisi atmosfer dan fenomena iklim lain yang terjadi pada waktu yang bersamaan.

Mengapa Dampak El Niño Baru Terasa Saat Musim Kemarau?

BMKG menjelaskan bahwa pengaruh terbesar El Niño terhadap Indonesia muncul ketika fenomena tersebut bertemu dengan musim kemarau.

Saat memasuki musim hujan, pembentukan awan dan curah hujan masih dipengaruhi banyak faktor lain sehingga dampak El Niño tidak selalu dominan. Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, berkurangnya pasokan uap air membuat hujan semakin jarang terjadi sehingga kondisi kering menjadi lebih nyata.

Karena itu, meskipun El Niño diperkirakan bertahan hingga awal 2027, dampak utamanya diperkirakan terkonsentrasi pada periode musim kemarau di Indonesia.

Kemarau Diperkirakan Lebih Kering

Berdasarkan pemantauan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dibandingkan kondisi normal. Selain curah hujan yang menurun, sejumlah daerah juga diperkirakan mengalami durasi kemarau yang lebih panjang.

BMKG juga memproyeksikan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus hingga September, sehingga periode tersebut menjadi waktu yang perlu diwaspadai oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.

Kondisi ini dapat menyebabkan berkurangnya ketersediaan air di sungai, waduk, embung, maupun sumber air masyarakat apabila hujan tidak segera turun.

Potensi IOD Positif Dapat Memperkuat Kekeringan

Selain El Niño, BMKG juga memantau peluang munculnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada September hingga Desember 2026.

IOD Positif merupakan kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudra Hindia bagian barat lebih hangat dibandingkan bagian timur. Fenomena ini dapat mengurangi peluang terbentuknya hujan di Indonesia.

Jika El Niño dan IOD Positif terjadi pada saat yang bersamaan ketika musim kemarau berlangsung, peluang terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah dapat meningkat.

Risiko Karhutla Semakin Tinggi

Salah satu dampak yang paling sering muncul saat musim kemarau panjang adalah meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Vegetasi yang mengering lebih mudah terbakar, terutama di kawasan gambut yang banyak terdapat di Sumatra dan Kalimantan. Kondisi tersebut membuat titik panas atau hotspot cenderung bertambah selama periode kemarau.

Karena itu, wilayah yang selama ini memiliki riwayat kebakaran hutan memerlukan pengawasan lebih intensif agar api tidak meluas dan menimbulkan kabut asap.

Dampaknya Tidak Hanya pada Lingkungan

Kemarau panjang juga memengaruhi berbagai sektor kehidupan, di bidang pertanian, berkurangnya curah hujan dapat menghambat pertumbuhan tanaman apabila pasokan air tidak mencukupi. Karena itu, penyesuaian jadwal tanam dan pemilihan varietas yang lebih tahan terhadap kondisi kering menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan.

Di sektor sumber daya air, pengelola waduk dan bendungan perlu memperhitungkan cadangan air agar kebutuhan masyarakat, irigasi, hingga pembangkit listrik tenaga air tetap dapat terpenuhi.

Sementara itu, kualitas udara juga berpotensi menurun apabila kebakaran hutan meningkat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta memperbesar kemungkinan terjadinya heat stroke ketika suhu udara menjadi sangat panas.

Langkah Mitigasi yang Dilakukan BMKG

Untuk mengurangi dampak kekeringan dan karhutla, BMKG memperkuat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah prioritas.

Operasi ini dilakukan dengan memanfaatkan potensi awan yang tersedia untuk membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan pada daerah yang membutuhkan. Selain mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, OMC juga diarahkan untuk membantu menjaga ketersediaan air di beberapa daerah tangkapan air, waduk, dan danau.

Pelaksanaan OMC dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk BNPB, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Apa yang Bisa Dilakukan Masyarakat?

Menghadapi musim kemarau yang lebih kering, masyarakat dapat melakukan berbagai langkah sederhana untuk mengurangi dampaknya.

Menghemat penggunaan air bersih menjadi salah satu cara paling efektif, terutama di daerah yang mulai mengalami penurunan debit air. Selain itu, masyarakat diimbau menghindari pembakaran lahan atau sampah secara terbuka karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan saat vegetasi mengering.

Pada saat kualitas udara memburuk, penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dapat membantu mengurangi paparan asap. Sementara itu, saat cuaca sangat panas, menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas berat di bawah terik matahari juga penting dilakukan untuk mencegah gangguan kesehatan.

El Niño  diperkirakan bertahan hingga awal 2027 tidak berarti Indonesia akan terus-menerus mengalami kekeringan sepanjang periode tersebut. Dampak terbesarnya muncul ketika fenomena ini berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama pada masa puncak kemarau, ketika risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap sektor pertanian dan sumber daya air cenderung meningkat. Dengan memahami cara kerja El Niño dan mengikuti informasi cuaca dari BMKG, masyarakat maupun pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi lebih dini untuk mengurangi dampaknya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Panglima TNI: Sinyal Diduga dari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Sudah Ditemukan

    Panglima TNI: Sinyal Diduga dari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Sudah Ditemukan

    • calendar_month Minggu, 10 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.086
    • 0Komentar

    PANGLIMA TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan sinyal diduga dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah ditemukan. Kini tim penyelam dari Kopaska telah diterjunkan. “Dari hasil pemantauan bahwa diduga kuat dan sesuai dengan koordinat yang diberikan dari kontak terakhir adanya sinyal dari pesawat tersebut dan segera diturunkan tim penyelam dari kopaska,” kata Hadi di JICT 2, Jakarta […]

  • tepian-sungai-musi

    Boleh Nian Walikota Kito Ni.. Tepian Sungai Musi Akan Dijadikan Seperti Kota Venezia – Italia

    • calendar_month Kamis, 7 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.393
    • 0Komentar

    Boleh juga cita-cita dari Harnojoyo, Walikota Palembang, ia berkeinginan sekali menjadi Tepian Sungai Musi seperti Kota Venezia, Italia. Bahkan keinginan tersebut bisa saja terwujud karena kerja kerasnya tersebut sudah dia buktikan melalui program gotong royong.

  • Cukur Ayam Kinantan 4-0, SFC Berhak Peroleh Hadiah Rp1,1 Miliar

    Cukur Ayam Kinantan 4-0, SFC Berhak Peroleh Hadiah Rp1,1 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    Ke dua kesebelasan dari pulau Andalas ini tampil apik jual beli serangan sejak awal babak I.

  • Grab Luncurkan GrabAds untuk Pasang Iklan

    Grab Luncurkan GrabAds untuk Pasang Iklan

    • calendar_month Sabtu, 25 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Grab meluncurkan GrabAds, sebuah unit bisnis periklanan dengan pemasangan promosi pada tubuh mobil. Layanan ini dinilai membantu mitra pengemudi GrabCar dari segi pendapatan. Head GrabAds, Grab Nasheet Islam menjelaskan GrabAds memberikan kesempatan kepada berbagai jasa pemasang iklan untuk mendistribusikan konten yang menarik serta menciptakan pengalaman beriklan yang mengesankan untuk para konsumen. “Para […]

  • Dodi : Immuba Harus Punya Gaung

    Dodi : Immuba Harus Punya Gaung

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 894
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU -Pengurus Ikatan Mahasiswa Musi Banyuasin (IMMUBA) yang baru terpilih Bulan November lalu menggelar Audiensi Dengan Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin di Ruang Rapat Guest House Griya Bumi Serasan Sekate, Rabu (5/12/2018). Sebanyak Tujuh Orang Mahasiswa yang kuliah di luar Sekayu, Muba mendapat banyak gagasan dari orang nomor satu di Muba. “Immuba […]

  • Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Terus Pantau Perkembangan Covid

    Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemerintah Terus Pantau Perkembangan Covid

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    PEMERINTAH terus memantau perkembangan kasus COVID-19 di seluruh daerah di tanah air untuk memastikan tidak terjadi lonjakan kasus terutama menjelang Natal dan Tahun Baru mendatang. Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di […]

expand_less
WordPress Archive ProRange | Painting & Renovation Theme Pros & Cons Widget for Elementor Proshop Storefront WooCommerce Theme Prospect – Creative Multipurpose WordPress Theme ProUI – Responsive Bootstrap Admin Template ProVision Image Editor for WordPress / WooCommerce with Folders File Manager Psych – Mental Health Counselor Elementor Template Kit Psychare – WordPress Theme for Psychologists & Life Coaches PsycheKit – Psychologist & Hypnotherapy Elementor Template Kit Psycholox : Psychology & Counseling WordPress Theme