Jumat, 14 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Uncategorized » Kebisuan BUMN-BUMD Menjadi Harmoni Pandemi

Kebisuan BUMN-BUMD Menjadi Harmoni Pandemi

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Rabu, 26 Agt 2020
  • visibility 2.167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hari kemerdekaan bangsa kita memberikan suntikan semangat bagi insan seni. Selama masa pandemi, kreativitas dan aktivitas penggiat seni tak dipungkiri menjadi terbatas. Di bawah kontrol protokol kesehatan yang ketat, buncahan seniman untuk  berkativitas di dunia nyata sangat kuat.

Selama ini, meski terkendala protokol kesehatan, kreativitas dan imanjinasi seniman selama masa pandemi tak pernah padam. Tanpa panggung, tanpa pameran, dan tanpa penonton ‘nyata’ senyatanya ternyata karya-karya mereka senantiasa hadir.

Melalui  Dewan Kesenian Palembang (DKP), para seniman di bawah enam komite yang ada, teater, musik, seni rupa, tari, sastra, dan   film mencoba mengulik dan membahas persoalan berkesenian menuju kenormalan baru. Sekaligus bersilatutahmi dan menggelar karya.

Kegiatan ini, seakan menjadi obat saat kronisnya kondisi kesehatan. Dukungan dan suport termasuk kepedulian berbagai pihak, membuat kegiatan yang dikemas dalam art normal, iklim berkesenian menuju kenormalan baru (silaturahmi-gelar karya seniman kini dan nanti)  pun usai dan tuntas. Dialog webinar plus yang dilaksanakan secara daring dan nyata, serta diisi gelar karya para seniman pun bergulir nyaman dari hari  pertama hingga hari ketiga.

Dukungan berbagai pihak bukanlah berupa belas kasihan. Tetapi penyemangat sehingga naluri berkesenian dan kreativitas pun bisa tersalurkan. Apalagi, seni itu bukanlah sekedar seni untuk seni. Tetapi seni itu adalah memberikan warna dan manfaat bagi kehidupan.

Karenanya menjadi pertanyaan, kalau masih ada lembaga-lembaga yang seyogyanya punya kemampuan untuk bisa peduli, ternyata sedikit pun mereka tak memberikan empati apalagi simpati. Seni senyatanya memang tak butuh empati maupun  simpati itu. Tanpa itu, takkan mengurangi kadar dan kualitas maupun kuantitas mereka berkarya.

Tetapi yang   menjadi persoalan, adalah  adakah pihak-pihak yang punya kemampuan dan kepedulian bagi kehidupan, bisa ikut mewarnai kehidupan. Membuat masyarakat,  bisa menikmati ‘renyahnya’ seni yang membuat kehidupan di masa pandemi bisa menjadi lebih segar. Bagaimana caranya, ya dengan menggunakan ‘tangan’ mereka mencoba memberikan napas segar bagi para seninman untuk tetap terjaga semangatnya.

BUMN-BUMD Membisu

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun Badan Usaha milik Daerah (BUMD), tentunya tidaklah semata mencari keuntungan. Kalaupun mereka untung, sudah diatur adanya peran mereka untuk ikut ‘membangun’ kehidupan masyarakat di sekitarnya. Masyarakat di saat pandemi, tak sekedar butuh materi dan bantuan dana, mereka pun akan menikmati seni-seni yang terus mengalir dan terjaga ritmenya.

Itu menang kondisi ideal, yang barangkali akan ditemui dalam situasi normal. Dalam masa pandemi yang mungkin sedang menuju normal, bisa saja lembaga-lembaga itu, pun juga terkendala dalam pusaran yang sama dan dialami masyarakat. Mungkin saja, mereka juga terdampak akibat pandemi covid 19. Sehingga, wajarlah kalau naluri kepedulian mereka pun turut menurun fungsinya. Rasa empati dan simpati mereka pun, mungkin wajar kalau ikut berubah.

Sebagai Ketua Pelaksana kegiatan Silaturahmi dan Gelar    Karya seniman kini dan nanti yang digagas DKP, penulis merasakan hal tersebut. Permohonan untuk beraudiensi sekedar bersilaturahmi ataupun permohonan partisipasi dari dana CSR sepertinya tak tersentil di respon mereka.

Kepada PT Pusri, PT Bukit Asam, Pertamina, Bank Sumsel, BTN Syariah,  dan BNI upaya membangun kerjasama disampaikan. Padahal, bukan belas kasihan yang  diharapkan.   Tetapi, empati dan simpati mereka terhadap kehidupan yang sesungguhnya membutuhkan kehadiran seni.

Seni yang membuat kehidupan bisa lebih berwarna. Tak satupun, BUMN maupun BUMD yang ada, memberikan respon positif. Bahkan, Bank Sumsel,  yang selama ini sangat konsen dengan seni, ternyata untuk audiensi pun tak tersedia waktu. Sementara, BUMN lainnya, seperti Pusri, Pertamina, PT Bukit Asam, sampai hari pelaksanaan, diam membisu dalam aktivitas mereka.

Itulah kehidupan. Itulah senyatanya persoalan. Tetapi, bagi para seniman, aktivitas berkesenian takkan terhenti oleh tak hadirnya empati dan simpati. Tepuk tangan dan pujian serta kritikan kurator pun, sesugguhnya memang dibutuhkan. Tetapi tanpa kehadirannya pun, seni itu harus tetap ada.

Kehidupan membutuhkannya. Makanya, dia akan tetap mengalir. Sama seperti aktivtas pihak-pihak tersebut yang tetap beraktivitas meski membisu terhadap kehidupan.

Art Normal

Melalui Art-Normal:Silaturahm-Gelar Karya Seniman Kini dan Nanti: Iklim Kesenian Menuju Kenornalam Baru, DKP mencoba menggambarkan kondisi yang dialami dan bagaimana pelaku seni menyiasati dan bertahan di era pandemi. Lalu, memberikan pemetaan dan menggali rekomendasi terhadap berbagai stake holder sehingga bisa dijadikan bahan masukan dalam melangkah bersama.

Bersamaan HUT ke-75 RI,  pembukaan kegiatan ini sekaligus dialog pihak terkait digelar.

Termasuk pementasan wayang Palembang dan penampilan lagu Hari Merdeka berupa ansamble gitar yang disajikan oleh Komunitas Gitar Klasik Palembang.

Pembukaan (Opening) Webinar Plus DKP Senin (17/8) telah disiarkan secara langsung oleh RRI dari tempat pelaksanaan Guns Cafe di seputaran Kambang Iwak Palembang. Aktivitas kegitan tersebut juga sudah terpublikasi melalui media massa maupun media sosial.  Dalam kebisuannya, BUMN dan BUMD yang ada di Palembang, tentu tak buta dan tuli.  Mereka, akan merasakan bahwa getaran seni tetap berdenyut dan memperkuat nadi kehidupan manusia.

DKP menggelar kegiatan untuk insan seni di kota Palembang, bertajuk ART NORMAL, dan digelar di Guns Cafe, dari 17 sampai 19 Agustus.

Banyak harapan yang bisa terdokumentasi dari kegiatan silaturahmi dan gelar karya ini. Bukan tidak mungkin, dari situ kita bisa mengetahui bahwa kesenian telah berubah. Pandemi mungkin saja telah ‘memaksa’ wajah  kesenian berubah menjadi sesuatu bentuk baru. Paling tidak, keinginan seniman bersemuka dengan penikmatnya di bumi, bisa terealisasi.

Narasumber  di Teater ada Marlahim Zaini dari Riau, Marhana dari Padang dan Toton Dai Permana dari Palembang, dengan pemantik Diskusi dari DKP Hasan, dipandu artis lokal Cek One, ada juga penampilan monolog dari Fiki.

Sedangkan di komite Musik, DKP menghadirkan Jimi Hutan Tropis, Budi LVT, Fadhil Indra (pendiri Gong Sriwijaya) dari Jakarta, dengan pemantik diskusi Endi Ruskan, dengan penampilan dari Iir Stoned, Alila Najwa, Randi/Rosa. Pada Selasa (18/8/2020), komite Seni Rupa akan menghadirkan Dr. Erwan Suryanegara, M,Sn, Askanadi Sirodjudin, dengan Pemantik Diskusi Husni Mubarak, disini DKP juga menggelar Demo Melukis.

Untuk Komite Tari DKP menghadirkan Dr. Susasrita Violaranti, M.Sn, Surtianingsih Imansyah, dengan pemantik Diskusi Sonia dipandu oleh Dina Tanjung, dengan dihidangkan pula tampilan dari Saudaradance dan BlockArt

Rabu (19/8), komite Sastra menghadirkan narasumber yakni Dr. Tarech Rasyid, M.Hum (Rektor Universitas IBA), Dr. Didik Suhendi, M.Hum (Wakil Ketua HISKI Sumsel) Maspril Aries (Penulis dan Penggagas Dewan Kesenian Lampung), dan Dr. Darwin Effendi, M.Pd. (Dosen Universitas PGRI Palembang) dengan pemantik diskusi Imron Supriyadi, MAg Di hari itu juga,  menyuguhkan penampilan pembacaan puisi-Anto Narasoma-Yos Ilyas, Jaid Saidi dan testimoni beberapa sastrawan.

Dan sorenya,  menghadirkan komite film dengan narasumber Erlan Basri (Sekjen ADM), Ari Bulu (Koordinator ADM Palembang), Yudi Suhairi (Sekretaris Kekraf Palembang)   dengan pemantik diskusi Endah Septi Elyani dan pemutaran film indie.

Seni tetap menggeliat, meski di seberang sana kebisuan bergerak bersama aktivitas keseharian. Beruntung, masih melihat dan mendengar serta memendam rasa, sehingga rona kehidupan sebagai alamiahnya seni kehidupan tetap terjalin menjadi sebuah harmoni.

 

Palembang, 26 Agustus 2020

Muhamad Nasir

Penggiat Seni Kota Palembang

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sumsel Wanti-wanti 2 BUMD Ini, Soal  Apa ?

    Wagub Sumsel Wanti-wanti 2 BUMD Ini, Soal Apa ?

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.050
    • 0Komentar

    Kerjasama dilakukan pada tahun 2003 yang lalu yang dimana Pemrov. Sumsel mempunyai lahan 4,9 hektare.

  • 3 Cara Pecinta Hewan Peliharaan Dapat Membiarkan Perangkat Mereka Bekerja Untuk Mereka

    3 Cara Pecinta Hewan Peliharaan Dapat Membiarkan Perangkat Mereka Bekerja Untuk Mereka

    • calendar_month Selasa, 11 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.691
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Hidup dengan hewan peliharaan adalah pengalaman yang benar-benar mengubah hidup. Dari bangun hingga anak kucing yang suka diemong hingga bisa bersantai dari hari yang panjang dengan anak anjing yang lucu, kegembiraan sehari-hari yang dibawa oleh hewan peliharaan ke dalam hidup kita tidak terhitung banyaknya. Namun, menjadi orang tua hewan peliharaan juga memiliki […]

  • Resmikan Ponpes Tahfizh Qur’an An Nur, Gratiskan Anak Yatim &Pakir Miskin

    Resmikan Ponpes Tahfizh Qur’an An Nur, Gratiskan Anak Yatim &Pakir Miskin

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.785
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani meresmikan Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an An Nur di Desa Suka Pindah, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Jumat (19/6/2020).  Ia sangat mengapresiasi hadirnya Ponpes An Nur dan minta anak yatim dan pakir miskin untuk di gratiskan. “Untuk anak Yatim dan Pakir miskin digratiskan dan Pemkab Banyuasin yang akan membiayai melalui program Rumah Tahfiz Banyuasin […]

  • IPAL di Palembang, Anna McNicol : Proyek Ini Hibah Terbesar Bantuan Australia

    IPAL di Palembang, Anna McNicol : Proyek Ini Hibah Terbesar Bantuan Australia

    • calendar_month Jumat, 13 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.163
    • 0Komentar

    “Proyek ini nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat terutama untuk sanitasi”

  • Donor Darah

    Donor Darah

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.247
    • 0Komentar

        Komikus : Septian Mauludi

  • Wow, Google akan Gelar Demo Day Asia Bagi Calon Startup Sukses

    Wow, Google akan Gelar Demo Day Asia Bagi Calon Startup Sukses

    • calendar_month Rabu, 23 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – Melalui inisiatif Google for Entrepreneurs, Google akan menggelar Demo Day Asia yang pertama kali di Asia. Demo Day Asia merupakan wadah bagi calon startup sukses di Asia untuk mempresentasikan bisnisnya kepada investor lokal dan internasional. Demo Day Asia akan digelar di Shanghai, China, pada tanggal 20 September 2018. CEO Google, Sundar Pichai, menuturkan, ajang Demo […]

expand_less
WordPress Archive Aliomatic – AliExpress Affiliate Money Generator Plugin for WordPress Alipay Cross Border Online Payment Alister Bank – Credits & Banking Finance WordPress Theme Alit – Minimalist Responsive Woocommerce WordPress Theme Alkahraba – Electrical Shop & Store WooCommerce Elementor Template Kit All In One Addons for WPBakery Page Builder (formerly Visual Composer) All in One Carousel for WordPress All In One SEO PRO WordPress Plugin All In One Slider Responsive WordPress Slider Plugin All in One Support Button + Callback Request. WhatsApp, Messenger, Telegram, LiveChat and more…