Rabu, 4 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Properti » Rumah Layak MBR & PPPK, Asa Baru dari Muba untuk Rakyat

Rumah Layak MBR & PPPK, Asa Baru dari Muba untuk Rakyat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 1.205
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI Musi Banyuasin alias Muba, kabupaten yang sering jadi bahan obrolan di warung kopi lebih heboh daripada gosip artis, ada kabar segar pemerintah daerahnya siap gandeng Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himpera) buat dorong program rumah murah. Eh jangan salah, bukan rumah “murah meriah asal jadi” kayak mainan monopoli, ini serius, bro.

Nah, ini yang menarik, program ini bukan cuma untuk masyarakat berpenghasilan rendah alias MBR, tapi juga buat para PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Ya, kasihan juga kan, udah kerja siang malam, tapi rumah masih ngontrak. Pepatah lama bilang, “Rumah bukan sekadar tempat berteduh, tapi ladang kenangan dan masa depan”, kalau masih ngontrak, yang dipanen malah cerita pindahan tiap tahun.

Himpera datang ke Muba bawa niat baik, mereka bilang siap bangun rumah layak huni, tapi ada syaratnya, jangan bikin mereka muter-muter kayak naik komidi putar di pasar malam. Izin harus dipercepat, biaya macam-macam (PBG, BPHTB) sebaiknya dipangkas biar harga rumah nggak melambung tinggi kayak harga cabai waktu Lebaran.

Kalau dipikir, wajar juga tuntutan itu, kadang kita suka heran, bikin rumah buat rakyat kecil kok proses izinnya bisa lebih ribet daripada bikin pesta kawinan. Padahal, rakyat udah butuh rumah layak sekarang, bukan besok lusa.

Tentu, Pemkab Muba nggak mau kalah ganteng, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Pak Alva Elan, bilang
“Program rumah untuk rakyat?, kami sambut baik dong. Tapi jangan lupa, harus sesuai aturan, bangunannya jangan banjiran, jalannya jangan kayak offroad”

Nah, ini baru bener, percuma bikin rumah kalau begitu hujan deras langsung jadi kolam renang dadakan, jangan sampai MBR dapat rumah murah tapi bonus banjir, itu bukan hunian layak, tapi latihan survival.

Jujur aja, seringkali program bagus di atas kertas, tapi di lapangan malah jadi drama sinetron panjang. Rumah rakyat jadi proyek setengah hati, kualitas tipis-tipis, yang penting jadi. Di sinilah pentingnya pemerintah jangan cuma jago nyambut baik, tapi juga jago ngawasin.

Dan buat developer, jangan cuma semangat waktu jumpa pers, tapi pas eksekusi malah kayak mesin tua, bunyi keras, jalan pelan. Ingat pepatah, “Janji itu hutang”, kalau udah janji rumah layak, ya harus ditepati, bukan layaknya rumah ayam.

Yang bikin manis, program ini juga menyentuh PPPK, selama ini, banyak PPPK kerja ngurus administrasi negara, tapi urusan rumah masih kejar-kejaran sama cicilan kontrakan, kalau rumah ini bisa terealisasi, hidup mereka bisa lebih tenang. Bisa fokus kerja, bukan fokus mikirin kapan pindahan lagi.

Boleh dong kita kasih masukan, coba deh bikin sistem perizinan rumah ini full digital, jangan ada “biaya siluman” atau “jalan tikus”. Transparan aja, kayak kaca jendela yang baru dipel. Masyarakat pun bisa ikut ngawasin, biar program ini nggak jadi bahan ketawaan di tongkrongan.

Selain itu, pemerintah pusat maupun daerah perlu lebih berani ngasih insentif buat pengembang yang memang fokus bangun rumah MBR. Jangan cuma kasih penghargaan, tapi kasih juga keringanan pajak atau dukungan infrastruktur.

Kalau dipikir-pikir, rumah itu bukan sekadar tembok, atap, dan lantai, rumah itu simbol martabat, kalau rakyat punya rumah layak, mereka punya harga diri. Jangan sampai rakyat kecil merasa negara hadir hanya saat kampanye, tapi hilang waktu mereka butuh atap buat keluarganya.

Jadi, dukungan Pemkab Muba terhadap Himpera ini bisa jadi langkah maju. Tapi ingat, langkah kecil kalau nggak konsisten bisa nyasar ke got. Asa rakyat Muba jelas, bukan rumah megah ala sinetron, tapi rumah sederhana, layak, nggak banjir, dan bisa dicicil tanpa bikin kepala cenat-cenut.

Kalau semua pihak serius, rakyat Muba akan punya cerita baru. “Dulu kami ngontrak, sekarang kami punya rumah sendiri,” itu bukan cuma cerita manis, tapi bukti kalau negara benar-benar hadir.

Karena kata pepatah, “Rumah yang baik bukan yang megah, tapi yang membuat penghuninya betah”. Semoga rumah MBR dan PPPK di Muba bukan cuma sekadar program, tapi benar-benar jadi kenyataan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi

    • calendar_month Senin, 30 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

      KEBIJAKAN Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4 yang dilakukan pemerintah dalam sebulan terakhir menunjukkan hasil yang signifikan. Sejumlah daerah kasus positifnya COVID-19 menurun. Karena itu, pada perpanjangan PPKM 24-30 Agustus 2021, sejumlah daerah yang semula berstatus Level 4 turun menjadi Level 3. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan sekolah boleh […]

  • “Ops Lilin Musi 2022” jelang Nataru terus ditingkatkan

    “Ops Lilin Musi 2022” jelang Nataru terus ditingkatkan

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sekayu- Tingkatkan keamanan jelang natal tahun 2022 dan tahun baru 2023, Polres Musi Banyuasin laksanakan apel gelar pasukan “Ops Lilin Musi 2022”  yang dipimpin langsung oleh Kapolres Muba AKBP Siswandi SIk SH MH di halaman Polres Muba, Kamis (22/12/2022).   Pada apel tersebut Pj Bupati Muba H Apriyadi diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda […]

  • Jadi Irup HUT RI ke-74, Gubernur Ajak Jaga Semangat Perjuangan Pahlawan

    Jadi Irup HUT RI ke-74, Gubernur Ajak Jaga Semangat Perjuangan Pahlawan

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.295
    • 0Komentar

    Rayakan HUT RI ke -74, Terpenting saya ingatkan lagi ini bukan sekedar seremonial tapi ungkapan rasa syukur.

  • Pemerintah Percepat Pembangunan DPSP Borobudur Jadi Destinasi Berkualitas, Kenapa Ya

    Pemerintah Percepat Pembangunan DPSP Borobudur Jadi Destinasi Berkualitas, Kenapa Ya

    • calendar_month Sabtu, 29 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.733
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melakukan percepatan pengembangan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan Borobudur sebagai destinasi berkualitas. “Sebagai destinasi berkualitas mengedepankan nilai-nilai budaya dan sejarah, serta memperhatikan aspek pembangunan berkelanjutan,” ujarnya saat membuka Rapat Koordinasi Triwulan Dewan Pengarah Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Borobudur di Hotel Manohara, Kompleks […]

  • Lima Pelaku Diamankan, Polda Jambi Ungkap Pengoplosan Minyak Ilegal di Sungai Gelam

    Lima Pelaku Diamankan, Polda Jambi Ungkap Pengoplosan Minyak Ilegal di Sungai Gelam

    • calendar_month Kamis, 21 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 791
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi berhasil mengungkap kasus pengoplosan minyak ilegal dalam gudang yang berada di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, belum lama ini. Wakil Direktur Reskrimsus Polda Jambi, AKBP Moh Santoso mengatakan, pihak kepolisian menemukan gudang penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) diduga ilegal milik tersangka AS sedang melakukan […]

  • Bisnis Karbon Bukan Jual Beli Udara, Mengapa Hutan Tetap Berdiri Kini Miliki Nilai Ekonomi Lebih Besar?

    Bisnis Karbon Bukan Jual Beli Udara, Mengapa Hutan Tetap Berdiri Kini Miliki Nilai Ekonomi Lebih Besar?

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    “KALAU hutan tidak ditebang, terus masyarakat dapat uang dari mana?” Pertanyaan seperti itu masih sering muncul ketika membahas bisnis karbon, bagi sebagian orang, hutan baru dianggap memiliki nilai ekonomi jika kayunya dijual atau lahannya diubah menjadi perkebunan, kawasan industri, atau permukiman. Semakin banyak pohon ditebang, semakin besar keuntungan yang diperoleh. Namun, cara pandang tersebut perlahan […]

expand_less
WordPress Archive Live Chat Complete Live Chat Experience Live Chat Pro Live Chat Unlimited Live Deals for WooCommerce Live Preview Switch Bar for WordPress Live Support Chat – Live Chat 3 LiveBlog for AMP Livemesh Addons for Beaver Builder Livemesh Addons for Elementor Premium