Pit Stop Kilang Plaju Tuntas, 2.500 Pekerja Lokal Ikut Kecipratan Rezeki
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 35 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : pertamina plaju
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pit Stop Kilang Plaju tuntas dikerjakan, sekitar 2.500 pekerja kontraktor ikut kecipratan rezeki dari pekerjaan pemeliharaan tersebut.
Sebab, 65 persen dari pekerja yang terlibat merupakan tenaga kerja lokal Sumatera Selatan. Keterlibatan ribuan pekerja itu turut menggerakkan aktivitas ekonomi selama pelaksanaan Pit Stop Tahap II 2026.
Pit Stop tersebut berlangsung pada 27 Juli hingga 14 Agustus 2026. Selain memastikan fasilitas kilang tetap andal, seluruh pekerjaan berhasil diselesaikan dengan capaian zero accident.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan keberhasilan Pit Stop tidak hanya dilihat dari pekerjaan yang selesai sesuai target, tetapi juga dari keselamatan dan kualitas pelaksanaannya.
“Pit Stop merupakan bagian penting dari upaya kami menjaga keandalan fasilitas Kilang Plaju. Keberhasilan pelaksanaannya tidak hanya ditandai dengan pekerjaan yang selesai sesuai target, tetapi juga bagaimana seluruh proses dijalankan dengan standar HSSE yang ketat hingga mencapai zero accident,” ujar Khanafie.
Apalagi tambah dia, selama pekerjaan berlangsung, pekerja dan mitra kerja menerapkan HSSE Golden Rules, yakni Patuh, Intervensi, dan Peduli.
Standar tersebut lanjutnya menjadi pedoman dalam memastikan seluruh pekerjaan pemeliharaan berjalan aman dan sesuai kualitas yang ditetapkan.
Khabibullah menilai Pit Stop merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk mempertahankan keandalan fasilitas Kilang Plaju.
Pemeliharaan dilakukan agar kesiapan operasi tetap terjaga dan pengolahan energi dapat berjalan optimal.
Keandalan sangat penting, paparnya, karena Kilang Plaju memiliki peran dalam mendukung kebutuhan energi di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) maupun nasional.
Namun, manfaat Pit Stop tidak berhenti pada sisi teknis, skala pekerjaan yang melibatkan sekitar 2.500 tenaga kerja kontraktor juga menciptakan perputaran ekonomi di sekitar wilayah operasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU Plaju, Siti Fauzia, mengatakan keterlibatan pekerja lokal menjadi salah satu bentuk manfaat yang muncul dari aktivitas tersebut.
“Pelaksanaan Pit Stop dengan skala yang besar turut membuka ruang bagi keterlibatan tenaga kerja lokal maupun berbagai sektor pendukung, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Keberadaan perusahaan harus dapat memberikan nilai tambah dan tumbuh bersama masyarakat,” kata Siti.
Menurut Siti, aktivitas perusahaan diupayakan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bukan hanya melalui keberlangsungan operasional, tetapi juga melalui keterlibatan tenaga kerja dan sektor pendukung di sekitar wilayah operasi.
Ia menambahkan, kelancaran Pit Stop tidak terlepas dari kolaborasi pekerja, mitra kerja dan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut turut memastikan pekerjaan berlangsung aman, tertib dan sesuai target.
“Keandalan kilang pada akhirnya bukan hanya tentang fasilitas yang terus beroperasi, tetapi tentang bagaimana energi yang dihasilkan dapat terus hadir untuk mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Rampungnya Pit Stop Tahap II 2026 memperkuat kesiapan fasilitas Kilang Plaju sekaligus meninggalkan dampak ekonomi bagi masyarakat. Dari sekitar 2.500 pekerja yang terlibat, mayoritas merupakan tenaga kerja lokal Sumatera Selatan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
