Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tips » Bayi Hasil Rekayasa Genetik Lahir, Diklaim Kebal HIV

Bayi Hasil Rekayasa Genetik Lahir, Diklaim Kebal HIV

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Des 2018
  • visibility 1.800
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEORANG – ilmuwan dari Tiongkok bernama Profesor He Jiankui yang berasal dari Southern University of Science and Technology (SUST) di kota Shenzhen melakukan sebuah prosedur medis yang sangat kontroversial, yakni menciptakan bayi rekayasa genetik. Bayi ini diklaim kebal dari penyakit HIV. Meskipun terlihat seperti sesuatu yang hebat, banyak orang yang menganggap penelitian ini sebagai sebuah pelanggaran serius, khususnya dalam hal etika.

Bayi kembar dua dengan manipulasi genetik

Profesor He menyebut bayi kembar ini memiliki nama Lulu dan Nana. DNA dari kedua bayi kembar ini telah diubah dengan metode CRISPR. Setelah melakukan penyesuaian genetik, kedua bayi ini dikabarkan tidak akan mudah terjangkit HIV. Bahkan, Profesor He juga menyebut ayah dari kedua bayi ini sebenarnya positif HIV.

Sebenarnya, kedua orang tua dari bayi rekayasa genetik yang kembar ini tidak berniat untuk memiliki bayi dengan kondisi genetik yang telah dimanipulasi. Hanya saja, keduanya juga tidak ingin sang anak memiliki penyakit sebagaimana yang dimiliki oleh orang tuanya.

“Sebenarnya saya hanya memenuhi keinginan orang tua dari bayi kembar ini. Memang, pekerjaan saya ini sangat kontroversial, namun saya percaya jika ada keluarga yang membutuhkan teknologi ini. Saya bersedia untuk bertanggung jawab dan menerima semua kritik terkait hal ini, tapi saya percaya hal ini akan berguna bagi dunia medis di masa depan,” terang Profesor He melalui kanal YouTube.

Dianggap sebagai pelanggaran serius

Setelah Profesor He merilis video tentang kelahiran bayi kembar ini, universitas SUST tempat ia bekerja justru segera melakukan investigasi. Berdasarkan rilis resmi dari universitas, apa yang dilakukan Profesor He dianggap sebagai “pelanggaran serius bagi etika dan standar akademik,” bahkan, pihak universitas juga memposisikan Profesor He dalam kondisi cuti tanpa digaji sejak Februari 2018 lalu.

Tak hanya pihak universitas, pencipta metode CRISPR dari Amerika Serikat Jennifer Doudna juga ikut-ikutan mengajukan protes. Menurut Doudna, Profesor He telah melakukan melanggar ketentuan yang telah ditetapkan oleh komunitas sains tentang penggunaan metode ini.

Memicu perdebatan para ahli

Di Amerika Serikat, prosedur rekayasa genetik pada bayi dibatasi dengan ketat dan bahkan dikabarkan hanya bisa dilakukan di laboratorium saja. Sementara itu, di Tiongkok, prosedur kloning manusia memang dilarang namun prosedur rekayasa genetik masih diperbolehkan.

“Teknologi ini bisa memberikan masalah dari segi etika mengingat perubahan pada embrio akan diturunkan pada generasi berikutnya. Bisa jadi, garis keturunan dari orang yang memiliki rekayasa genetik ini juga akan terdampak,” tulis Technology Review of Massachussetts Institute of Technology (MIT).

Sementara itu, Profesor Nicholas Evans dari University of Massachussets Lowell menyebut tindakan Profesor He yang mempublikasikan hasil percobaannya sebagai sesuatu yang melanggar norma-norma masyarakat.

“Rekayasa genetika pada embrio memang sudah sering dibicarakan para ahli. Sebenarnya, tujuannya memang baik, yakni anak-anak bisa dibuat untuk kebal pada sebuah penyakit, namun bisa jadi hal ini juga bisa memberikan efek berbahaya,” ungkap Profesor Evans.

David Baltimore, seorang pakar di bidang biologi yang akan segera menyelenggarakan konferensi internasional yang membahas rekayasa genetika di Hong Kong menyebut hasil percobaan yang dilakukan Profesor He yaitu bayi rekayasa genetik akan segera dibahas demi menentukan apakah yang dilakukannya sebenarnya benar atau salah.

“Sebenarnya, kami belum pernah melakukan sesuatu yang bertujuan untuk mengubah seluruh gen umat manusia. Kita juga belum pernah melakukan sesuatu yang bisa memberikan dampak bagi generasi berikutnya. Apa yang dilakukan Profesor He telah mengubah hal ini sehingga kami harus membahasnya,” ungkap Baltimore.[**]

Sumber : doktersehat.com

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Dialog Kebangsaan, Menhub : Rakyat Sumsel Harus Bangga Punya Angkutan Massal Moderen

    Hadiri Dialog Kebangsaan, Menhub : Rakyat Sumsel Harus Bangga Punya Angkutan Massal Moderen

    • calendar_month Minggu, 27 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi menjelaskan rakyat Sumsel harus bangga karena memiliki moda transportasi massal yang canggih,bahkan Sumsel menjadi daerah percontohan untuk daerah lain dalam hal transportasi moderen. Hal itu disampaikan dalam menghadiri dialog kebangsaan dan memberi bantuan bus untuk Universitas Sriwidjaja (Unsri) Palembang, Minggu (27/5/2018). Menurutnya Light Rail Transit(LRT) […]

  • AI Bali: Ketika Tari Kecak Bertemu Kecerdasan Buatan

    AI Bali: Ketika Tari Kecak Bertemu Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 924
    • 0Komentar

    ORANG bilang, dunia ini sudah masuk era digital, tapi kalau di Bali, dunia digital itu kini sudah siap “menari” bersama Tari Kecak. Bayangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bukan cuma jadi urusan server dingin dan kabel optik, tapi hadir sebagai teman baru yang ikut menjaga budaya dan pariwisata Pulau Dewata. Langkah Universitas Udayana meluncurkan […]

  • Gubernur Sampaikan Pendapat Akhir Perubahan APBD 2017

    Gubernur Sampaikan Pendapat Akhir Perubahan APBD 2017

    • calendar_month Kamis, 31 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin menyimak penyampaian laporan hasil pembahasan dan penelitian komisi-komisi terhadap Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) tahun Anggaran 2017

  • Pengujian genetik Gene Solutions menjadi ujung tombak dalam mempromosikan perawatan pencegahan di ESMO Asia 2023

    Pengujian genetik Gene Solutions menjadi ujung tombak dalam mempromosikan perawatan pencegahan di ESMO Asia 2023

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, HANOI, Vietnam, 05 Desember 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Perusahaan pengujian genetik terkemuka di Vietnam, Gene Solutions, yang mengkhususkan diri dalam mendeteksi keberadaan penyakit tertentu berdasarkan penanda genetiknya, memberikan dampak luar biasa pada Kongres ESMO Asia 2023, salah satu dari konferensi onkologi paling bergengsi yang diadakan di Singapura dari tanggal 1 hingga 3 Desember. ESMO […]

  • PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

    PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

    • calendar_month Sabtu, 22 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.748
    • 0Komentar

    BELUM lama ini pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden [PP] No.49 Tahun 2018 tentang Manejemen Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK], guna membuka peluang bagi kalangan prefesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah  satu bunyi dalam PP tersebut, yakni PPPK dapat mengisi Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tertentu sesuai […]

  • Apakah Benar ?, Pasien Covid-19 di RS Bisa Ajukan Klaim Sendiri Melalui Dinas Kesehatan

    Apakah Benar ?, Pasien Covid-19 di RS Bisa Ajukan Klaim Sendiri Melalui Dinas Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 29 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 917
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah pesan berantai WhatsApp mengenai pasien Covid-19 di RS bisa ajukan klaim sendiri melalui Dinas Kesehatan. Dikutip dari cekfakta liputan6.com, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi menyebut pesan berantai itu tidak benar atau hoaks. Menurut dr. Siti Nadia Tarmizi, untuk pasien Covid-19 di RS yang mengurus klaimnya […]

expand_less
WordPress Archive Auto Showroom – Car Dealership WordPress Theme Auto Spa – Car Wash WordPress Theme Autocar – Car Dealer Elementor Template Kit Autodoc – Car Repair WordPress Theme Autodrive – Car Rental & Dealer Elementor Template Kit Autoglow – Car Wash WordPress Theme Autokar – Auto Care Elementor Template Kit AutoKit – Auto Dealership & Car Listing Elementor Template Kit AutomateWoo – Birthdays Add-on AutomateWoo – Marketing Automation for WooCommerce