Peristiwa

Tudingan Pengusiran dan Pembongkaran Makam, Ini Bantahan Pemangku Adat Desa Serigeni Lama

Foto : Indra

DITUDING sebagai aktor dari pengusiran yang berujung pada pembongkaran makam dibantah keras oleh Ketua Pemangku Adat Desa Serigeni Lama Erwandi.

Menurutnya tuduhan pengusiran ini sendiri merupakan kezaliman atas dirinya. Atas semua tuduhan pencemaran baik ini, diharapkan nama melekat kepribadiannya segera dipulihkan.

Selain merasa difitnah, ia juga mengeluhkan dampak dari pemberitaan sejumlah media massa hingga sempat viral.

Ia mengatakan, semestinya masyarakat tidak langsung menyimpulkan tanpa mencari tahu kebenaran informasi yang diterima.

“Jujur saja, secara psikologis saya sangat terganggu. Makanya saya meminta nama baik saya dipulihkan,” terangnya saat Klarifikasi di Kantor Camat Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir, Jumat (10/5/2019).

Erwandi yang juga disebut tim sukses Kepala Desa Incumbent mengatakan, sebelum kabar pembongkaran makam mencuat, ia mengaku tidak pernah terlibat selisih paham terhadap keluarga almarhumah yang terhitung masih kerabatnya sendiri.

“Sebelumnya tidak pernah bermasalah dengan keluarga almarhumah. Saya juga sebagai ketua adat, tidak pernah meminta makam itu dibongkar, apalagi lantaran perbedaan dukungan dalam pilkades,” bantahnya.

Perhelatan pilkades di Desa Serigeni Lama saat ini belum menetapkan calon kades, ia anggap tuduhan bahwa dirinya memaksa Ali yang juga anak almarhumah untuk memilih calon kades pilihannya terlalu berlebihan.

“Calon kades saja belum ada, bagaimana mungkin saya meminta bersangkutan untuk memilih salah satu calon kades. Saya tidak pernah bicara dengan Ali. Ya, itu intimidasi saja,” terangnya.

Erwan menyebut dirinya bukan pemilik tanah kuburan, sehingga ia merasa tidak memiliki hak untuk menyuruh Ali bongkar makam Ibunya.

“Tanah tersebut bukan milik saya, tapi tanah peninggalan nenek istri saya. Sedangkan istri saya memiliki 6 saudara. Artinya itu tanah juga bukan milik istri saya sepenuhnya,” jelasnya.

Kepala Desa Serigeni Lama Taufik mengaku tidak diberitahu mengenai pemindahan makam. Ia justru menuding peristiwa menghebohkan ini terjadi lantaran pemaksaan kehendak Ali untuk memindahkan makam.

“Seharusnya permasalahan ini tidak terjadi kalau dikomunikasikan dengan perangkat desa. Untuk rencana pembongkaran makam sebenarnya tidak ada. Ya, tidak ada komunikasi dengan kita. Tiba-tiba saja makam dibongkar,” ungkapnya.

Meski pasca pemindahan makam situasi desa kondusif, namun kades incumbent ini mensinyalir kejadian itu sebagai upaya sekelompok orang tertentu yang hendak memecah belah masyarakat dalam kontestasi pilkades

“Ini hanya perbuatan sekelompok orang yang ingin menjatuhkan saya. Apalagi beberapa bulan lagi akan ada pilkades,” katanya.

Sementara itu, Camat Kota Kayuagung, Dedy Kurniawan, menambahkan pihaknya tentu menyesalkan kejadian ini. Kejadian seperti ini tidak akan terjadi jika dikomunikasikan dengan pemerintah desa maupun kecamatan.

“Alhamdulillah pasca kejadian itu, situasi desa tetap kondusif. Kami terus lakukan komunikasi baik dengan masyarakat, TNI maupun pihak kepolisian agar sama-sama menjaga kondisi tetap aman dan kondusif,” tandasnya.[**]

Penulis : dra

 

Comments

Terpopuler

To Top