Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Karhutla Naik Lagi, Sumsel Siap Genjot Pemadaman

Hotspot Karhutla Naik Lagi, Sumsel Siap Genjot Pemadaman

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perang melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) belum selesai, lantaran saat ini sisa asap masih mengganggu masyarakat, bahkan jumlah titik panas di provinsi ini kembali meningkat.

Gubernur Sumsel Herman Deru pun menegaskan penanganan harus terus digenjot, mulai dari pemadaman hingga pencegahan di tingkat desa.

Data Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan mencatat 147 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumsel hingga Senin (12/10/2026) pukul 21.00 WIB. Angka tersebut meningkat dibandingkan pemantauan sebelumnya yang mencatat 121 titik.

Sumsel kini berada di urutan kedua di antara enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, di bawah Kalimantan Tengah yang mencatat 227 hotspot. Secara nasional, terdeteksi 1.085 hotspot berkepercayaan tinggi berdasarkan pemantauan satelit.

Kondisi ini memperlihatkan pekerjaan rumah penanganan karhutla masih besar, berkurangnya titik api belum otomatis membuat masyarakat terbebas dari asap yang tersisa di udara.

Persoalan ini menjadi pembahasan Gubernur Sumsel H. Herman Deru saat mengikuti siaran langsung bersama Metro TV dari Griya Agung, Palembang, Selasa (13/10/2026).

Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan penanganan karhutla tidak cukup hanya berpatokan pada jumlah titik api. Sisa asap yang masih bertahan di udara juga menjadi persoalan serius karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.

“Hotspot dan firespot memang berkurang, tetapi asapnya masih tersisa dan masih dirasakan masyarakat. Pada Oktober ini, tingkat ISPU juga mengalami peningkatan. Oleh sebabitu, upaya penanganan harus terus kita maksimalkan,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sumsel mengupayakan sejumlah langkah guna mempercepat penanganan. Salah satunya menyambut rencana uji coba teknologi dry ice atau es kering yang disiapkan pemerintah pusat sebagai inovasi untuk membantu mengatasi persoalan asap.

Disamping itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilaksanakan sebanyak 73 kali. Dukungan operasi udara juga terus diupayakan, termasuk pengerahan helikopter untuk pemadaman melalui water bombing. Namun, pelaksanaan di lapangan tetap harus mempertimbangkan jarak pandang yang dapat membatasi operasi penerbangan.

Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada BNPB dan pemerintah pusat, terutama Presiden Prabowo Subianto, atas dukungan dalam penanganan karhutla di Sumsel.

“Terima kasih kepada BNPB dan pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden, yang selalu memberikan perhatian dan dukungan dalam membantu proses pemadaman karhutla di Sumsel,” katanya.

Presiden Turun Tangan

Perhatian pemerintah pusat terhadap karhutla juga mengemuka dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026). Dalam rapat tersebut, Sumsel dan Kalimantan Tengah menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian utama. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengutip laman resmi setneg, ia menyampaikan berdasarkan laporan Kepala BNPB, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak masih dalam proses pemadaman.

Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman dilaporkan rata-rata berada di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap hari. Selain mengerahkan personel di darat, pemerintah melanjutkan operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah untuk mempercepat pemadaman.

Di Sumsel sendiri, Herman Deru mengapresiasi personel TNI dan Polri serta seluruh petugas yang berjibaku di lapangan.

Menurutnya, upaya mereka harus ditopang peralatan memadai, koordinasi yang solid, serta kondisi fisik petugas yang tetap terjaga. Sementara tantangan penanganan karhutla juga berkaitan dengan kondisi cuaca, dalam prakiraan cuaca sepekan periode 13-19 Oktober 2026, BMKG melaporkan, kondisi kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan di sebagian wilayah Sumsel juga diprakirakan relatif rendah pada periode dasarian II Oktober.

Hujan tetap berpeluang turun secara lokal akibat dinamika atmosfer. BMKG juga memasukkan Sumsel dalam wilayah yang perlu mewaspadai potensi angin kencang pada 13-15 Oktober 2026. Dalam pemantauan BMKG pada 11 Oktober, Sumsel tercatat memiliki 234 hotspot berkepercayaan tinggi. Angka ini berasal dari waktu pemantauan yang berbeda dengan data SiPongi Kementerian Kehutanan pada 12 Oktober malam, sehingga tidak dapat dibandingkan sebagai pengukuran pada waktu yang sama.

Kondisi cuaca tersebut membuat upaya pemadaman dan pencegahan perlu berjalan beriringan. Pemerintah juga harus terus memperhatikan perkembangan kualitas udara, karena konsentrasi partikulat, kondisi atmosfer, serta arah dan kecepatan angin dapat memengaruhi penyebaran asap.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengikuti informasi kualitas udara dan arahan pemerintah. Ketika udara memburuk, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi.

Penggunaan masker juga perlu dipertimbangkan saat harus beraktivitas di luar, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Sementara yang paling penting ungkap gubernur, perlindungan kesehatan warga menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel.

Pelayanan kesehatan, sebutnya telah dioptimalkan, termasuk dengan membuka puskesmas selama 24 jam untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.

Namun, penanganan, menurut ia, tidak boleh hanya bergerak setelah kebakaran terjadi. Pencegahan harus diperkuat agar kemunculan titik api baru dapat ditekan.

“Kita tidak boleh hanya bergerak ketika api sudah muncul. Mitigasi dan pencegahan harus terus diperkuat. Saya juga menginstruksikan agar setiap desa memiliki aturan dan langkah konkret dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan sesuai kondisi wilayahnya,” tegasnya.

Langkah tersebut menjadi penting karena karakteristik wilayah berbeda-beda. Daerah yang memiliki lahan gambut, semak belukar kering, atau kawasan rawan kebakaran membutuhkan pengawasan dan kesiapsiagaan yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Herman Deru pun mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengendurkan upaya selama karhutla dan dampak asap masih menjadi ancaman.

“Stamina di lapangan tidak boleh kendor. Kita harus terus bekerja bersama, memperkuat pencegahan, dan memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan, baik dari ancaman kebakaran maupun dampak asapnya,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya hotspot dalam pemantauan terbaru dan asap yang masih dirasakan masyarakat, pekerjaan penanganan karhutla di Sumsel belum berakhir. Pemadaman harus terus berjalan, tetapi keberhasilan juga ditentukan oleh seberapa kuat pencegahan dilakukan dan seberapa baik masyarakat terlindungi dari dampak asap. (****)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mata Pemerintah Belum Optimal, Warga Jadi Kunci Bersih

    Mata Pemerintah Belum Optimal, Warga Jadi Kunci Bersih

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    KOTA Palembang telah memasang banyak CCTV sebagai “mata pemerintah” untuk memantau kebersihan dan perilaku warga. Namun, kenyataannya, kamera pengawas itu belum bisa menjangkau seluruh sudut kota, terutama di pinggiran hingga tingkat RT. Teknologi saja tidak cukup, sebab perubahan nyata tetap bergantung pada kesadaran masyarakat. Kesadaran itu dimulai dari hal sederhana, anak-anak yang terbiasa membuang sampah […]

  • Hati -Hati Pemilik Akun, Medsos Dilarang Mempromosikan Produk Ilegal

    Hati -Hati Pemilik Akun, Medsos Dilarang Mempromosikan Produk Ilegal

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 630
    • 0Komentar

    PEMILIK akun media sosial (medsos) dilarang mempromosikan berbagai produk investasi yang melanggar peraturan perundang-undangan atau ilegal. Oleh k arena itu, seluruh masyarakat dimintas tetap waspada dan hati-hati dalam memposting apa pun di media sosialnya masing-masing. Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Jubir Kominfo), Dedy Permadi, mengatakan promosi produk illegal di medsos berpotensi melanggar Undang-undang (UU) […]

  • Disambut antusias di 26 Ilir, Ini Terobosan AKHOR untuk PKL

    Disambut antusias di 26 Ilir, Ini Terobosan AKHOR untuk PKL

    • calendar_month Selasa, 20 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    “Kami memiliki visi dan misi Good Income yaitu gerakan ekonomi kerakyataan yang berbasis UMKM,”

  • Anak Sering Salah Lihat? Yuk Cek Kesehatan Matanya

    Anak Sering Salah Lihat? Yuk Cek Kesehatan Matanya

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    APAKAH anak Anda sering salah membaca papan tulis atau mengucek mata saat belajar? Tanda-tanda ini bisa menjadi awal gangguan penglihatan yang sering terlewat. Memeriksa mata anak secara rutin membantu mereka belajar lebih nyaman, bermain tanpa terganggu pandangan kabur, dan mencegah masalah penglihatan yang lebih serius di kemudian hari. Banyak anak di sekolah dasar mengalami pandangan […]

  • Lurah Pulokerto “Hilang dari Radar Saat Sidak”, Kini Resmi Dipindah Jadi Staf – Awas, Yang Lain Jangan Ikutan-ikutan Lenyap!

    Lurah Pulokerto “Hilang dari Radar Saat Sidak”, Kini Resmi Dipindah Jadi Staf – Awas, Yang Lain Jangan Ikutan-ikutan Lenyap!

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Drama absennya Lurah Pulokerto saat inspeksi mendadak (sidak) berakhir dengan ‘plot twist’, beliau tak lagi menjabat lurah! Setelah viral karena diduga “menghilang dari radar” saat Wali Kota Palembang, H Ratu Dewa, datang mengecek kantor lurah pada 8 Maret 2025, Alhasil, kursi lurahnya pun amblas, kini ia resmi dimutasi menjadi staf di Kantor Kecamatan Gandus. “Ya, […]

  • HUT ke-61, BSB Targetkan 250 Kantong Darah untuk Disumbangkan ke PMI

    HUT ke-61, BSB Targetkan 250 Kantong Darah untuk Disumbangkan ke PMI

    • calendar_month Senin, 29 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.259
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel [BSB] di hari jadinya ke -61 tahun mengadakan donor darah. Dalam acara tersebut ditargetkan perseroan dapat menyumbang 25 kantong darah untuk Palang Merah Indonesia [PMI]. Donor darah ini merupakan kegiatan ke -18. “Tahun ini kegiatan di HUT BSB sama hal nya seperti tahun lalu, mengadakan kegiatan sosial donor darah,”ungkap […]

expand_less
WordPress Archive Gravity Forms Advanced Post Creation Addon Gravity Forms Agile CRM Addon Gravity Forms Authorize.net Addon Gravity Forms Autocomplete (+address field) Gravity Forms Batchbook Addon Gravity Forms Breeze Addon Gravity Forms Campfire Gravity Forms CleverReach Addon Gravity Forms Constant Contact Addon Gravity Forms Count Files