Minggu, 11 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Hotspot Sumsel Tinggal 60 Titik, Mengapa Udara Palembang Masih Buruk?

Hotspot Sumsel Tinggal 60 Titik, Mengapa Udara Palembang Masih Buruk?

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID- Jumlah titik panas di Sumatera Selatan (Sumsel) tinggal 60 titik, meski demikian belum serta-merta menjadi kabar baik bagi kualitas udara, pasalnya turunnya hotspot dari 107 menjadi 60 titik itu belum bisa membuat udara menjadi sehat, bahkan persoalan kabut asap di Palembang masih menjadi perhatian.

Data Kementerian Kehutanan menjelaskan, jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Sumsel berkurang 47 titik berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (10/10/2026) pukul 21.00 WIB.

Angka tersebut berasal dari Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi), yang memantau titik panas menggunakan data satelit.

Penurunan itu menjadi perkembangan positif dalam pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, jumlah hotspot bukan satu-satunya indikator untuk menilai kondisi udara yang dihirup masyarakat.

Situasi nasional justru menjelaskan juga ada peningkatan. Kementerian Kehutanan mencatat 793 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada Sabtu malam, naik dari 437 titik sehari sebelumnya.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 288 titik, meningkat dari 122 titik. Sementara itu, Sumsel berada di angka 60 titik, Kalimantan Barat 44 titik, Kalimantan Selatan 28 titik, Jambi satu titik, dan Riau nihil. Ada sejumlah faktor yang membuat penurunan hotspot tidak selalu diikuti membaiknya kualitas udara dalam waktu bersamaan.

Titik panas yang terdeteksi satelit merupakan indikator awal adanya potensi kebakaran, bukan pengukuran langsung tingkat pencemaran udara. Sebaliknya, asap dari kebakaran yang telah terjadi masih bisa bertahan dan terbawa angin hingga ke wilayah lain.

Lokasi kebakaran, besarnya api, jumlah asap yang dihasilkan, arah angin, serta kondisi atmosfer ikut menentukan apakah asap menyebar, menumpuk, atau berangsur menghilang dari suatu kawasan. Artinya, meskipun jumlah hotspot di Sumsel menurun, kondisi udara di Palembang tetap perlu dinilai melalui pengukuran kualitas udara dan pemantauan sebaran asap terkini.

Faktor cuaca juga perlu diperhitungkan dalam melihat perkembangan karhutla di Sumsel. Stasiun Klimatologi Sumsel mencatat curah hujan pada dasarian pertama Oktober berada dalam kategori rendah, yakni 0–50 milimeter di wilayah Sumsel.

Sebagian besar wilayah juga diprakirakan masih berpeluang mengalami curah hujan rendah pada dasarian kedua Oktober.

Minimnya hujan dapat membuat vegetasi dan lahan lebih mudah terbakar. Kondisi ini menjadi alasan penting bagi petugas untuk tetap meningkatkan pengawasan, meskipun jumlah titik panas di Sumsel sudah berkurang.

Sementara itu, citra satelit Himawari yang dianalisis BMKG pada 7 Oktober sebelumnya menunjukkan sebaran asap di sebagian besar wilayah Sumatera dan Kalimantan. Data tersebut memberikan gambaran adanya sebaran asap pada tanggal pengamatan, tetapi belum cukup untuk memastikan kondisi udara Palembang pada Minggu (11/10/2026).

Untuk mengetahui apakah udara Palembang benar-benar membaik, data hotspot perlu dibaca bersama hasil pemantauan kualitas udara, citra sebaran asap, dan kondisi angin terbaru.

Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi resmi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama apabila asap terlihat pekat atau muncul gangguan pernapasan.

Penurunan jumlah hotspot menjadi perkembangan yang patut dicatat. Namun, ukuran keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya berkurangnya titik panas, melainkan juga terkendalinya kebakaran dan membaiknya kondisi udara yang dirasakan masyarakat.

Dengan demikian, pertanyaan mengenai kondisi udara Palembang belum dapat dijawab hanya dari angka 60 hotspot. Data kualitas udara terbaru tetap diperlukan untuk memastikan apakah pencemaran masih tinggi atau sudah berangsur menurun. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Deteksi Daerah Rawan Karhutla dengan IT

    Deteksi Daerah Rawan Karhutla dengan IT

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.267
    • 0Komentar

    PEMPROV. Sumsel petakan daerah yang rawan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) sedini mungkin dengan memanfaatkan program Informatika Teknologi. Asisten 1  Bidang Pemerintahan dan Kesra H. Akhmad Najib membuka Rapat Kordinasi Daerah (Rakorda) Pemadam Kebakaran sebagai tindak lanjuti dari upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)  di Wilayah Sumatera Selatan, Rakor digelar Hotel Swarnadwipa […]

  • Prihatin dengan Galian, Wawako Palembang Ingatkan Perusahaan Pemilik Utilitas

    Prihatin dengan Galian, Wawako Palembang Ingatkan Perusahaan Pemilik Utilitas

    • calendar_month Rabu, 26 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.036
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda sangat prihatin dengan perusahaan pemilik utilitas yang menggali jalan sehingga banyak jalan yang rusak. Oleh sebab itu, Fitri mengajak seluruh stakeholder pemilik utilitas untuk berkoordinasi dan mengurus perizinan terkait pelaksanaan galian.  Hal itu diutarakannya saat menggelar pertemuan di ruang kerjanya, Rabu (26/6/2019). “Saya prihatin dengan galian yang ada di Kota Palembang, […]

  • Demi Suksesnya PON, Satgas Prokes PON Papua di Mimika Screening Berkala COVID-19

    Demi Suksesnya PON, Satgas Prokes PON Papua di Mimika Screening Berkala COVID-19

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 749
    • 0Komentar

    SUB Satuan Tugas Protokol Kesehatan (Satgas Prokes) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Kabupaten Mimika melakukan screening COVID-19 secara berkala supaya terhindar dari Pandemi Corona. Dilansir dari InfoPublik.id, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mimika, Yosias Lossu, mengatakan screening dilakukan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam Subsatgas Prokes Kab. Mimika guna mengetahui apakah ada […]

  • LAWANG BOROTAN : Seni Rupa Menggugat Kekerasan & Tawarkan Damai Lewat Tumpahan Warna

    LAWANG BOROTAN : Seni Rupa Menggugat Kekerasan & Tawarkan Damai Lewat Tumpahan Warna

    • calendar_month Senin, 26 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau kuas bisa bicara, mungkin dia akan bilang, “Saya lebih suka menyentuh kanvas daripada kepala orang”. Tapi sayangnya, yang bisa bicara malah pentungan dan celurit, yang akhir-akhir ini malah sering nongol di jam pulang sekolah. Untungnya dari Palembang, tepatnya dari Lawang Borotan yang bersejarah itu, sekelompok orang berseniman waras memilih jalan damai menggambar. […]

  • Ternyata Diminati, Uni Komoro Beli Kapal Buatan Indonesia

    Ternyata Diminati, Uni Komoro Beli Kapal Buatan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 6 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.249
    • 0Komentar

    KAPAL buatan Indonesia semakin diminati. Ini terbukti Otoritas Pehubungan Laut Pemerintah Uni Komoro, membeli sebuah kapal angkutan barang jenis Landing Craft Tank (LCT) dari sebuah perusahaan galangan kapal di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Kapal angkut LCT yang berkapasitas seberat 800 ton ini – merupakan kapal produksi asli Indonesia – sebelumnya merupakan sebuah kapal berbendera Indonesia […]

  • ITDC & Pertamina Tanda Tangani Kerjasama Sponsorship MotoGP 2022, Peroleh Hak Penamaan Sirkuit Jadi Pertamina Mandalika International Street Circuit

    ITDC & Pertamina Tanda Tangani Kerjasama Sponsorship MotoGP 2022, Peroleh Hak Penamaan Sirkuit Jadi Pertamina Mandalika International Street Circuit

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 851
    • 0Komentar

    DALAM rangka mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata, khusus pengembangan 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) yang menjadi arahan Presiden RI Joko Widodo, salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Nusa Tenggara Barat, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia Persero atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan Pertamina melakukan sinergi untuk mendukung pengembangan Mandalika Internasional Street […]

expand_less
WordPress Archive Pertaev – Electric Vehicle & Charging Station Elementor Template Kit Perukar – Barber WordPress Theme Peruma – Real Estate & Property Listing Elementor Template Kit Pesce – Seafood Restaurant WordPress Theme Pesi Questionnaire – Multiresult Survey and Quiz WordPress Plugin Pesta | Event Planner & Organizer WordPress Theme Pestco – Pest Control Elementor Template Kit Petca – Pet Care Elementor Template Kit PetCare – Pet Boarding and Care Centre Template Kit Petcio – Pet Store WooCommerce WordPress Theme