Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Sumsel » Karhutla OKI, Bermalam di Posko Tak Berarti Jika Api Belum Padam

Karhutla OKI, Bermalam di Posko Tak Berarti Jika Api Belum Padam

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup dengan kehadiran pejabat di lokasi lantaran ancaman kebakaran membutuhkan penanganan intensif, langkah nyata guna mengendalikan api menjadi hal yang paling menentukan.

Situasi tersebut menjadi perhatian di Desa Jungkal 2, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Gubernur Sumsel Herman Deru bersama Bupati OKI Muchendi Mahzareki bahkan memilih bermalam di Posko Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla pada Minggu (11/10/2026).

Kehadiran keduanya bertujuan memantau penanganan secara langsung guna memperkuat koordinasi dengan petugas dan masyarakat. Wilayah tersebut memiliki sejumlah titik api yang membutuhkan penanganan intensif, sehingga upaya pengendalian tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah.

Bermalam di lokasi dapat memberikan gambaran lebih dekat mengenai situasi yang dihadapi petugas. Namun, langkah tersebut harus diikuti tindak lanjut yang jelas agar koordinasi menghasilkan perbaikan penanganan, bukan berhenti sebagai agenda pemantauan.

Di posko, Herman Deru dan Muchendi berdiskusi bersama masyarakat, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta sejumlah pejabat terkait. Pembahasan berfokus pada metode dan langkah penanggulangan agar pekerjaan di lapangan berjalan lebih optimal.

Di sela-sela diskusi, sejumlah petugas BPBD tiba kembali setelah menyelesaikan tugas pemadaman. Herman Deru menyambut langsung kedatangan mereka dan memberikan semangat agar tetap menjalankan tugas dengan baik, tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan.

Kedatangan petugas memperlihatkan penanganan karhutla membutuhkan kerja berkelanjutan. Di saat koordinasi berlangsung di posko, personel tetap bergerak menjalankan tugas pemadaman di lapangan.

Dukungan moral kepada petugas tentu penting. Namun, keberhasilan penanganan juga bergantung pada kesiapan personel, ketersediaan peralatan, strategi pemadaman, serta kemampuan merespons perubahan kondisi di lokasi kebakaran.

Selain itu, bahkan hasil pembahasan di posko perlu diterjemahkan menjadi tindakan yang konkret. Kendala operasional harus segera ditangani sesuai kebutuhan, sedangkan perkembangan kebakaran perlu dipantau secara berkala untuk menentukan langkah berikutnya.

Kehadiran di tengah lokasi karhutla menjadi berarti ketika mampu memperkuat kerja petugas dan mempercepat pengendalian api. Sebab, masyarakat membutuhkan dampak nyata dari upaya penanganan, bukan cuma aktivitas koordinasi.

Tantangan penanganan karhutla di Sumsel juga diperberat kondisi musim kemarau. Herman Deru menyampaikan sejumlah wilayah di Sumsel telah lebih dari dua bulan tidak diguyur hujan.

Hal itu berdampak pada lahan persawahan yang mengering, kebun yang terbakar, hingga menyusutnya debit air sungai. Dampak ini memperlihatkan bahwa kemarau tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga memengaruhi kehidupan masyarakat.

Apalagi lahan yang mengering membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi terhadap potensi munculnya api. Ketika kebakaran terjadi, upaya pemadaman harus menyesuaikan kondisi di lapangan, termasuk ketersediaan sumber air dan kebutuhan personel.

Situasi ini membuat pencegahan sama pentingnya dengan pemadaman. Penanganan tidak boleh hanya berfokus pada titik api yang sudah muncul, tetapi juga perlu mencegah kebakaran baru agar beban petugas tidak semakin bertambah.

Pemerintah daerah perlu memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif, sementara masyarakat diharapkan menghindari pembakaran lahan dan segera melaporkan indikasi kebakaran. Langkah pencegahan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko kebakaran meluas.

Gotong Royong

Dalam sosialisasi penanggulangan karhutla di Balai Desa Jungkal 2, Gubernur juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat semangat gotong royong. Penanganan kebakaran, menurutnya, membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, serta unsur TNI/Polri.

Ajakan tersebut penting karena upaya pengendalian karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada petugas pemadam. Masyarakat yang berada di sekitar wilayah rawan juga memiliki peran dalam menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas yang dapat memicu kebakaran.

Meski demikian, gotong royong perlu diwujudkan melalui pembagian peran yang jelas dan tindakan yang berkelanjutan. Petugas menjalankan pemadaman, pemerintah memperkuat dukungan operasional, sedangkan masyarakat berperan dalam pencegahan dan pelaporan dini.

Kolaborasi tersebut harus berjalan seiring dengan pemantauan kondisi lapangan. Data perkembangan titik api dan luas lahan terbakar diperlukan untuk menilai hasil penanganan sekaligus menentukan prioritas berikutnya.

Bermalamnya gubernur dan bupati di posko menjadi bagian dari upaya mendekatkan koordinasi dengan situasi yang dihadapi petugas. Selanjutnya, efektivitas langkah penanganan harus tercermin dari kemampuan mengendalikan kebakaran, mencegah api meluas, dan mengurangi risiko bagi masyarakat.

Penanganan karhutla bukan saja dilihat dari lamanya pejabat berada di lokasi, melainkan dari tindakan yang dijalankan dan hasil yang dicapai.

Di tengah kemarau panjang, kerja nyata, dukungan terhadap petugas, dan pencegahan yang konsisten menjadi kunci agar ancaman kebakaran dapat ditekan dan wilayah terdampak kembali aman. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Update Minggu, Pasien Positif COVID-19 Bertambah Lagi Di Sumsel Jadi 129 Kasus

    Update Minggu, Pasien Positif COVID-19 Bertambah Lagi Di Sumsel Jadi 129 Kasus

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 937
    • 0Komentar

    PASIEN terpapar positif COViD-19 di Sumsel bertambah 10 kasus sehingga pada Minggu [26/4/2020] total kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 129 kasus. Dari 10 kasus penambahan itu, diantaranya berasal dari Palembang, Kabupaten Mura, 1 Kasus dan Kab.OKU 1 Orang dan Ogan Ilir, 2 kasus, Kota Lubuk Linggau, 2 kasus dan satu impor berasal dari Jambi. […]

  • Yang Perlu Camat di Muba Ketahui Terkait Program Rastra!

    Yang Perlu Camat di Muba Ketahui Terkait Program Rastra!

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 737
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, SEKAYU –  Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) H Apriyadi MSi menegaskan distribusi Beras Sejahtera (Rastra) atau biasa dikenal sebagai raskin yang kini berubah nama menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) harus tepat sasaran. Para Camat diminta memegang peranan dalam mensikronkan data penerima manfaat Program Rastra ini. “Kita pastikan Januari tahun depan program ini […]

  • Sea Games, Indonesia Persembahkan Emas Cabang Dayung

    Sea Games, Indonesia Persembahkan Emas Cabang Dayung

    • calendar_month Kamis, 12 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.024
    • 0Komentar

    INDONESIA meraih medali emas perdana pada SEA Games di Vietnam pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2022 untuk cabang olahraga dayung. Kakan Rusmana/Ardi Isedi yang bertanding pada cabang olahraga (cabor) Dayung Rowing nomor lightweight men’s double sculls (LM2X) berhasil mempersembahkan emas perdana hari ini di Thuy Nguyen Hai Phong Aquatics Center. Keduanya berhasil mengalahkan atlet […]

  • Ratusan Jama’ah Umroh Muba Siap Beribadah ke Tanah Suci 

    Ratusan Jama’ah Umroh Muba Siap Beribadah ke Tanah Suci 

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.666
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak. Getaran kebahagiaan yang dipancarkan dari raut wajah ratusan Calon Jama’ah Umroh begitu terlihat saat melakukan Manasik Akbar di Masjid Raya Baitul Makmur Sekayu, Sabtu (19/10/2024). Pemerintah Kabupaten Musi melepas sebanyak 338 calon jama’ah umroh. Adapun calon jama’ah umroh yang […]

  • Fesyen Lokal Jangan Cuma Jadi Pajangan di Lemari, Tunjukkan di Catwalk Dunia!

    Fesyen Lokal Jangan Cuma Jadi Pajangan di Lemari, Tunjukkan di Catwalk Dunia!

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – “Kalau ada rotan jangan pilih kawat, kalau ada Cap Bali jangan pakai yang asal lewat”. Begitu kira-kira bunyi pepatah baru yang cocok menggambarkan suasana gegap gempita Indonesia Fashion Week (IFW) 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center. Di tengah desiran AC yang tak kalah modis dari model di atas panggung, Wakil Menteri Ekonomi […]

  • Di Usianya ke 107, Bupati Banyuasin Ingin Ujung Tanjung Jadi Icon Desa Religius  

    Di Usianya ke 107, Bupati Banyuasin Ingin Ujung Tanjung Jadi Icon Desa Religius  

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 969
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin, H. Askolani, SH, MH menghadiri Sedekah Pedusunan, Desa Ujung Tanjung Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Sumsel. Tradisi ini diselenggarakan, karena Desa tersebut sudah berusia 107 tahun, dan termasuk Desa tertua di Banyuasin. Acara tersebut diselenggarakan di halaman Sekolah Dasar Negeri No. 03, Ujung Tanjung, Kamis (16/1/2020). Bupati mengucapkan selamat kepada masyarakat Desa Ujung […]

expand_less
WordPress Archive Argo – Training Course WordPress Landing Page Theme Argus | Social Media WordPress Plugin ARI Fancy Lightbox – WordPress Popup Plugin Aria – Pure Business WordPress Theme Arica – Portfolio WordPress Theme for Creatives Arima – Musical Symphony Elementor Template Kit Arion – Responsive Multi-purpose WordPress Theme Arise WP – Multipurpose WooCommerce Responsive Theme ARISEN – Charity Multipurpose Responsive One Page WordPress Theme Arista – Multipurpose Business Elementor Template Kit