Kabut Asap Palembang Masih Betah, BMKG Ungkap Peluang Hujan di Sumsel
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ilustrasi/ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Hujan diharapkan bisa membantu meredakan kabut asap di Sumatera Selatan (Sumsel) belum menjadi kabar baik bagi warga Kota Palembang. Di tengah udara yang masih tercemar, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) justru memperkirakan Palembang belum akan diguyur hujan dalam sepekan ke depan.
Kondisi udara pada Senin (12/10/2026) juga masih perlu diwaspadai. Data pemantauan BMKG pukul 10.00 WIB menunjukkan kualitas udara di Stasiun Talang Betutu, Palembang, berada pada angka 198 atau kategori sangat tidak sehat.
Sementara itu, stasiun pemantauan Musi 2 mencatat indeks 154,5 yang masuk kategori tidak sehat. Angka tersebut menunjukkan persoalan kabut asap belum bisa dianggap selesai, meski kondisi udara dapat berubah dari waktu ke waktu.
Di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, kondisi berasap juga masih terpantau. Data cuaca bandara BMKG pada pukul 08.00 WIB mencatat jarak pandang sekitar 1,5 kilometer.
Situasi ini menjadi perhatian karena kabut asap sebelumnya telah mengganggu aktivitas penerbangan dari dan menuju Palembang.
Peluang hujan belum merata
Di tengah kondisi tersebut, BMKG memprakirakan potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan pada 11–15 Oktober 2026. Salah satu faktor atmosfer yang diperhatikan adalah Madden-Julian Oscillation (MJO), yang diprakirakan mulai memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Sumsel pada periode tersebut.
Namun, peluang hujan itu tidak berlaku merata. Pada Senin (12/10/2026), hujan ringan diprakirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Kabupaten Lahat, Musi Rawas Utara, dan Musi Banyuasin.
Potensi hujan ringan juga masih muncul pada Selasa (13/10/2026), terutama di sebagian wilayah Lahat, Musi Rawas Utara, dan Muara Enim.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menyebutkan Palembang diprakirakan nihil hujan dalam sepekan ke depan.
Artinya, meski terdapat peluang hujan di beberapa daerah, warga Palembang belum bisa berharap banyak pada hujan sebagai solusi cepat untuk mengurangi kabut asap yang menyelimuti kota.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan, serta rutin memantau informasi kualitas udara sebelum bepergian.
BNPB alihkan operasi modifikasi cuaca
Sementara menunggu perkembangan cuaca, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengupayakan penanganan karhutla melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kabut asap yang mengganggu jarak pandang di Palembang turut memengaruhi pelaksanaan operasi dari Lanud Sri Mulyono Herlambang. Untuk menjaga kelangsungan operasi, BNPB memindahkan sementara pusat kendali penerbangan OMC ke Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, sejak Jumat (9/10/2026).
Pemindahan dilakukan karena jarak pandang di Bandara Depati Amir masih di atas 1.800 meter dan dinilai aman untuk mendukung pelaksanaan OMC.
Pada hari pertama, tim melaksanakan satu sorti penyemaian awan di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan Banyuasin dengan membawa 1.000 kilogram bahan semai.
Operasi kemudian dilanjutkan pada Sabtu (10/10/2026) dengan dua sorti penerbangan. Penyemaian pertama menyasar wilayah Banyuasin dan Ogan Komering Ilir, sedangkan sorti kedua dilakukan di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Komering Ulu. Setiap sorti membawa 1.000 kilogram bahan semai.
BNPB menjadwalkan operasi dari Pangkal Pinang berlangsung hingga Selasa (13/10/2026). Penyemaian dilakukan pada awan potensial dengan harapan dapat meningkatkan peluang hujan di wilayah Sumatera Selatan.
Hujan menjadi salah satu harapan penanganan karhutla
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto sebelumnya mengatakan, berdasarkan prediksi BMKG yang disampaikan pada awal Oktober, hujan diperkirakan mulai turun paling cepat pada minggu ketiga Oktober dan paling lambat pada minggu ketiga November.
BNPB menyatakan akan terus mendukung upaya pemadaman karhutla, termasuk melalui OMC, bersama jajaran terkait.
Meski demikian, prakiraan hujan terbaru memperlihatkan bahwa kondisi cuaca di Sumatera Selatan tidak seragam. Sejumlah kabupaten masih memiliki peluang hujan ringan, sedangkan Palembang diperkirakan tetap tanpa hujan dalam sepekan mendatang.
Bagi warga Palembang, persoalannya bukan hanya menunggu hujan turun, tetapi juga menghadapi kualitas udara yang masih buruk. Sementara itu, efektivitas OMC dalam membantu penanganan karhutla akan bergantung pada kondisi awan potensial dan perkembangan cuaca selama operasi berlangsung. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
