Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Rosa dan Randi, Milenial Ikon Batanghari Sembilan

Rosa dan Randi, Milenial Ikon Batanghari Sembilan

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2020
  • visibility 2.936
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Irama batanghari sembilan, identik dengan Sahilinan. Di beberapa daerah, irama batanghari sembilan malah disebut sahilinan. Meskipun, ada juga yang menyebutnya rejungan ataupun betembang,

Menurut seorang pemerhati musik, Silo Siswanto, irama batanghari sembilan ini sebenarnya lahir dari syair-syair yang didendangkan. “Jadi format awalnya adalah syair, sastra tutur, yang kemudian didendangkan dengan diiringi alat musik. Yang dominan adalah gitar. Dia kemudian disebut irama batanghari sembilan, karena syair-syair ini kemudian berkembang dan tumbuh di sepanjang aliran batanghari sembilan,” ujar Silo Siswanto yang juga dosen di Sendratasik Universitas PGRI Palembang.

Ada beberapa  nama yang identik dengan irama ini, diantara Sahilin, Ribuanata, lalu Vebri Alintani untuk rejung. Semua mereka itu dari kalangan usia lanjut.

Ada kekhawatiran, irama batanghari sembilan ini akan menepi terbawa arus deras Sungai Musi. Apalagi, nanti tiada lagi penerusnya. Sahilin sendiri, kini sudah berumur senja. Dari keempat anaknya, tak satu pun yang mewarisi kepiawaiannya memetik gitar tunggal tersebut.

Nasib baik, jika hal sama yang terjadi di wayang Palembang Palembang juga bisa terjadi di petikan gitar Sahilin. Kgs Wirawan Rusdi, belajar mendalang justru setelah ayahnya meninggal. Sehingga, saat ini kita masih bisa menikmati alur cerita wayang Palembang meski suaranya terkadang lirih. Sepi job, dan jarang peminat.

Kita bisa berharap, akan ada putra mahkota Sahilin bisa meneruskan gelar maestronya. Khususnya di petikan gitar buah sembilan, seperti tertulis di piagam penghargaan Menteri Pariwisata Jove Ave yang diterima Sahilin tahun  2011 lalu. Kalau tidak, kita hanya bisa menikmatinya dari dokumentasi di dunia maya. Selain tentunya dari Ribuanata, Vebri Aliantani dan yang lainnya.

Beruntung, saat ini Randi Putra Ramadhan, justru putra maestro Dulmuluk, Jonhar Saad yang mulai menampilkan kepiawaiannya bertembang di atas panggung. Yang tentinya dengan petikan sedikit lebih lincah dan syair-syair yang mengena ke telinga teman-teman seusia dan bawah usianya.

Randi bahkan tidak sendiri, dia kerap berduet dengan pasangan yang lebih muda. Rosa Indiana Jannatri Harkha.

Kini, seakan mereka berdua menjelma ikon irama milenial irana batanghari sembilan. Rosa, putri pasangan Rika Aisaby. SE dan Hamzah. SIP, MM ini mencoba melebur dalam seni budaya tradisional tersebut. Beberapa kali, runner  Up Putri Remaja  Sumsel 2020 ini tampak terlihat fasih membawakan irama Batanghari Sembilan. Tentu saja berdua Randi.

Seperti saat penutupan Webinar Plus: Artnormal, iklim kesenian menuju kenormalan baru, yang digelar Dewan Kesenian Palembang (DKP), keduanya tampil memukau. Sambutan penonton atas lagu Kaos Lampu karya Sahilin yang dibawakan berduet dengan Randi Putra Ramadan, seorang putra maestro Dulmuluk, biasanya cukup meriah.

 

Duet Milenial

Tampilnya Rosa yang kini tercatat sebagai siswa kelas II SMAN 1 Palembang berpasangan dengan Randi sebenarnya tanpa perencanaan. “Dalam sebuah acara di Guns Café beberapa waktu  lalu, saya disarankan tampil bersama kak Randi untuk membawakan irama Batanghari Sembilan,” ujar Rosa, tentang awal dirinya membawakan irama Batanghari Sembilan.

Saran itu sendiri berasal dari Ketua DKP, Ms  Iqbal Rudianto. Yang memandang, perlu ada inovasi dan kejutan. “Agar irama Batanghari Sembilan disukai milenial dan bisa masuk dalam frame remaja, maka yang menyenandungkannya, akan lebih baik dari kalangan mereka sendiri,”  ujar Didit, panggilan akrab Ms Iqbal Rudianto.

Pilihannya,  jatuh pada Rosa yang saat ini menjadi Finalis Putri Remaja Sumsel 2020 yang akan mengikuti final pemilihan Remaja Indonesia 2020 di Jakarta per November mendatang. “Sementara pasangannya, Randi, seorang  anak muda yang juga multi talenta, bisa main Dulmuluk, bisa main alat musik, dan lumayan baik penampilannya di atas panggung,” tambah Didit.

Randi sendiri, merasa cukup  pas berpasangan dengan Rosa. “Jadi, sedikit lancar saat saat memetik gitar. Dibanding main sendiri, apalagi didampinig seorang muda yang juga multi talenta,” komentar Randi.

Randi dan Rosa, juga bukan hanya di irama batang hari Sembilan tampil bareng. Saat dokumentasi Dulmuluk beberapa waktu lalu pun, Rosa dinobatkan menjadi putri raja dalam cerita Raja Menggala yang dimainkan dengan durasi hanya 15 menit. Padahal, biasanya Dul Muluk itu alurnya bisa memakan waktu 6-7 jam.

Kini, dalam berbagai acara remi  di pemerintahan Kota Palembang maupun provinsi   Sumsel, keduanya sering membuat hadirin kagum dan takjub karena  seolah menjadin ikon baru irama batanghari Sembilan.

Selama ini, beberapa nama cukup dikenal membawakan irama Batanghari Sembilan. Selain Sahilin sebagai maestro, ada juga Ribuanata. Dengan kehadiran Rosa dan Randi, maka sorotan dan pembicaraan irama Batanghari Sembilan pun menjadi lebih ramai.

Biasanya, keduanya membawakan lagu Kaos Lampu. “Tapi dengan syair yang digubah sendiri. Iramanya tetap irama lagu itu,” tambah Randi.

Kini, remaja milenial yang bercita-cita menjadi  dokter ini terus aktif menempa dan mengasah diri. “Sebagai anak muda saya ingin melestarikan dan memperkenalkan kesenian asli daerah, seperti  irama batanghari sembilan dan Dulmuluk kepada anak muda zaman now,” ujarnya ringan.

Alhamdulillah, menurutnya, pihak sekolah juga mendukung dengan tidak melarangnya untuk aktif di luar sekolah selama tidak mengganggu jam belajar. ‘Selama ini saya alhamdulillah bisa membagi waktu antara belajar dan beraktivitas kesenian. Dan dukung saya ya, agar bisa berhasil di ajang Final Putri Remaja Indonesia 2020 yang digelar November mendatang di Jakarta. Juga, doakan saya, bisa meraih cita-cita mnjadi dokter,” harapnya.

Saat ini, masih ada harapan yang selalu dinantinya. Yakni, bisa sepanggung dengan maestro irama batanghari sembilan, maestro Dulmuluk, dan maestro tari di Palembang/Sumsel.  Sehingga bisa memperkuat dirinya untuk semakin yakin bisa mengangkat dan melestarikan seni dan budaya daerah. Sehingga, kau milenial pun bisa turut kenal dan menyukai seni-budaya tradisional.

Belajar dari Youtube

Ketika dia ditawari membawakan lagu Batanghari sembilan, Rosa pun belajar dari Youtube. Dia masih asing sama sekali dengan lagu-lagu tersebut. Dia mulai mengunduh lagu tersebut. Dan belajar serta berlatih sendiri. “Alhamdulillah,  ternyata tidak susah. Mungkin kalau kita mengerti musik, memahaminya menjadi lebih mudah,” ujar adik kandung M Robby Firly Harkha ini.

Rosa yang merupakan putri bungsu dari dua bersaudara, memang selama ini dikenal sebagai remaja yang memiliki bakat dan talenta yang cukup  bisa dibanggakan. Selain menyanyi, ternyata dia berrpestasi sebagai modeling, penari balet, dan presenter .

Khusus urusan menyanyi, dia ditempa di Ahmad Dani School yang dulu sempat membuk cabang di Palembang. Lalu dilanjutkan di Bina Vokalia. Tak terhenti  di situ, dia pun  bergabung di sekolah olah suara Purwa Caraka, Palembang.

Tahun 2017 lalu, saat ujian kenaikan tingkat yang pengujinya langsung dari London, Rosa mendapat perak. Tahun 2018 mendapat perunggu, dan tahun 2019 lalu, mendapat emas. “Dengan tingkatan senior yang diraihnya, dia pun semakin pecaya diri melatih balet bagi  siswa balet di sekolahnya yang dulu menjadi tenmpat menempa ilmu.

Dari kecil, sejak 2 tahun, Rosa yang  menamatkan SD Palmkids ini ternyata sudah berlatih balet. Dan hingga kini, sudah menjadi guru balet. “Dia belajar di Julian Balet School, satu-satunya sekolah balet di Palembang yang berlamat di Jalan Mayor Ruslan,” ujar sang mama yang selalu mendampingi putrinya.

Sementara untuk modeling, sejak  SD juga sudah aktif ikut modeling. Dan tidak sedikit prestasi diraihnya. Kini, Rosa yang dulu menamatkan SMP unggulan  54 Maskarebet ini bergabung di  Stage Manajemen.

Karena prestasinya di modeling inilah kemudian,  sejak umur 10 tahun, Rosa menjadi presenter acara TVRI bertajuk Anak Indonesia. Dalam acara berdurasi  satu jam dan disiarkan secara nasional tersebut,  Rosa tampil sendiri. Paket acara ini adalah produksi TVRI Sumsel yang disiarkan nasional. Dan  acara ini dilaksanakan setiap tiga bulan.  Lalu, sejak menamatkan SD, dia pun dipercaya menjadi presenter cilik  acara Dunia Anak yang disiarkan seminggu sekali di TVRI Sumsel. Dan kini, sejak remaja, sebelum masa pandemi lalu sempat membawakan acara Ayo Berdendang di TVRI Sumsel.

Duet Rosa dan Randi terus menggema. Pandemi sepertinya tak mampu membendung suara dan dentingan gitar mereka. Terbatas tampil di panggung, jalur dunia maya seakan memberi jalan luas untuk mereka mengembara di dunia daring. Dan, siapa pun, di manampaun, kapan pun, dan bagaimanapun situasinya, irama batanghari sembilan akan selalu menggoda kaum milenial. Karena yang menggodanya juga milenial, bukan tidak mungkin, irama batanghari sembilan bisa melebur dalam semangat muda kaum remaja. Meskipun, syair dan irama betemabngan mameng teradang dominnan sedih dan melankolis. Tetapi, bukan berarti haram kalau diperbanyak syair penambah semangat dengan irama menghentak pembakar andrenalin. Hayo. Irama batanghari sembilan, harus terus mendendang selama Musi masih pasang surut.

Palembang, 7 September 2020

Muhamad Nasir

Pengurus DKP dan Kandidat Doktor UNJ

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Muba : PMI Wajib Dibantu & Dianggarkan Dalam APBD

    Wabup Muba : PMI Wajib Dibantu & Dianggarkan Dalam APBD

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 778
    • 0Komentar

    WAKIL Bupati Musi Banyuasin Beni Hernedi menghadiri pembukaan orientasi dan sosialisasi Undang-Undang No.1 Tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 2019 tentang Kepalangmerahan, di Hotel Harper Palembang, Senin (9/12/2019). Sosialisasi juga dihadiri Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya selaku Dewan Pelindung PMI Sumsel, dan Ketua PMI Sumsel Hj Febrita Lustia Herman Deru. Di sela acara tersebut […]

  • Selama Covid-19, 4 Perusahaan di Muba Dikirimi Surat Peringatan

    Selama Covid-19, 4 Perusahaan di Muba Dikirimi Surat Peringatan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.042
    • 0Komentar

    SELAMA Pandemi Covid 19, ada empat perusahaan dikirimkan surat peringatan keras. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Musi Banyuasin, Drs H Yusuf Amilin, melalui Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Tenaga Kerja, Juanda, mengatakan, selama wabah pandemi Covid 19 memang ada beberapa perusahaan telah dilayangkan surat himbauan, bahkan surat peringatan. “Sejak dari awal, […]

  • Sambut HUT Bhayangkara Ke-74, Polres Banyuasin Adakan Donor Darah

    Sambut HUT Bhayangkara Ke-74, Polres Banyuasin Adakan Donor Darah

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    POLRES Banyuasin menggelar donor darah untuk memperingati HUT Bhayangkara ke-74, Kamis (25/6/2020). Donor darah dilakukan untuk membantu PMI menyediakan stok darah ditengah Pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan di Ruang Aula Polres Banyuasin. Kegiatan donor darah ini yang bertemakan Kamtibnas Kondusif Masyarakat Semakin Produktif. Menurut Kapolres Banyuasin, AKBP Danny Ardiantara Sianipar Sik, mengatakan, hari jadi bhayangkara […]

  • Gencar Lakukan Ini, Muba Ingin Tangkap Peluang Penggunaan BBM Berbahan Fosil & Nabati

    Gencar Lakukan Ini, Muba Ingin Tangkap Peluang Penggunaan BBM Berbahan Fosil & Nabati

    • calendar_month Selasa, 23 Agt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    Hilirisasi komoditas kelapa sawit menjadi hal yang gencar dilakukan Pj Bupati Muba Drs Apriyadi MSi. Hal ini juga merupakan skema untuk mengimbangi kebijakan Pemerintah   Pusat untuk menekan penggunaan penggunaan BBM berbahan fosil dan memanfaatkan BBM berbahan nabati yang salah satunya memanfaatkan pengolahan kelapa sawit.   Oleh sebab itu, Pj Bupati Apriyadi mendorong petani sawit […]

  • Gunakan Digitalisasi, Milenial di OKI di Ajak Turun ke Sawah

    Gunakan Digitalisasi, Milenial di OKI di Ajak Turun ke Sawah

    • calendar_month Sabtu, 19 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    KEMENTRIAN Pertanian (Kementan) menjadikan Ogan Komering Ilir sebagai percontohan pengembangan pertanian modern berbasis korporasi melalui pembangunan Warehouse Unit Pengelolaan Jasa Alsintan (UPJA). Selain meningkatkan produksi, upaya ini juga untuk menarik minat milenial untuk bertani. “Perlu dukungan mekanisasi pertanian untuk mengubah pola mindset petani dari tradisional ke modern, menarik minat generasi muda juga peningkatan produktivitas” kata Direktur […]

  • Pemkab Muba Buka Lowongan 3.238 CASN PPPK, Ini Jadwalnya

    Pemkab Muba Buka Lowongan 3.238 CASN PPPK, Ini Jadwalnya

    • calendar_month Selasa, 19 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) membuka kesempatan bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi Pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di  Lingkungan Pemerintah Kabupaten Muba Tahun 2023. Tak tanggung-tanggung jatah yang diberikan untuk Muba melalui Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 546 Tahun 2023 […]

expand_less
WordPress Archive Lean – One Page Portfolio WordPress Theme LearnDash | Easy Digital Downloads Integration LearnDash LMS 2Checkout Integration LearnDash LMS ConvertKit Integration LearnDash LMS Elementor Integration LearnDash LMS Gradebook LearnDash LMS GrassBlade Integration LearnDash LMS MailChimp Integration LearnDash LMS Notifications LearnDash LMS ProPanel Addon