Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Dulmuluk Butuh Vitamin Selain Vaksin

Dulmuluk Butuh Vitamin Selain Vaksin

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
  • visibility 4.331
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanpa pandemi, sesunggunhya nasib Dulmuluk sudah terpuruk. Datangnya wabah dari Wuhan, memastikan, nasib mereka ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kesempatan manggung dan mensosialisasikan 5 M dan 3 T seakan menjadi vitamin.
Dengan vitamin, para pemain Dulmuluk serasa semakin kuat setelah mendapat vaksin covid. Menjadikannya, kian kuat menghadapi era pandemi yang belum jelas kapan berakhir.
Sebagai sebuah teater tradisional, selama pandemi juga sangat terdampak akibat COVID-19. Di tengah himpitan tersebut, Jonhari Saad, pendiri dan pemilik Sanggar Seni Harapan Kita, mendapat kesempatan mentas secara daring.
Beberapa kali, teaternya juga mendapat kesempatan manggung secara virtual. Sehingga, minimnya mentas di era pandemi pun seakan menjadi terobati.
Pementasan kali ini dilakukan secara daring. Dan disiarkan melalui beberapa platform media sosial. Menariknya lagi, pemenetasan ini didukung oleh Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (disingkat KPCPEN), sebuah komite yang dibentuk oleh pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan penanggulangan penyakit koronavirus 2019 dan Pandemi COVID-19 di Indonesia
Jonhar Saad, pelestari Dulmuluk menyatakan bahwa sejak tren organ tunggal merebak di Palembang, sejak itulah nasib mereka mulai tak jelas. Biasanya manggung full setiap hari, menjadi terkadang hanya sekali dalam sebulan itu pun belum tentu.
‘Dulu, lagi jaya-jayanya, dalam seminggu itu hampir dipastikan setiap hari dapat undangan manggung. Ya pesta nikahan, sunatan, ataupun keramaian lainnya,” ujar suami dari almarhumah Suharti Sani ini.
Pemilik sanggar seni Harapan Jaya, ini menceritakan bahwa dia menggeluti Dulmuluk sejak 1962. Dimulai saat pemain Dulmuluk itu semuanya laki-laki. Kalaupun ada peran wanita, itu dimainkan oleh lelaki.
Saat itu, lelaki kelahiran 1952 ini main Dulmuluk Kecik (Dulcik). Jonhar pula yang kemudian mengubah pakem ini, di beberapa ceritanya, peran wanita kemudian memang dimainkan wanita. “Awalnya banyak yang menentang,” ujarnya. Diakui Jonhar, sejak masa pandemi, sekali pun dirinya belum pernah naik pentas. Sudah hampir dua tahun r, sekali pun belum pernah mengenakan baju kebesaran sebagai raja di cerita Dulmuluk. Begitupun, teman-teman anggota sanggar seninya. Mungkin pakaian pemain Dulmuluk ataupun alat-alat musik pengiringnya sudah berdebu.
Bisa menjadi Dulcik, karena Yainya (Kakeknya saat) itu punya sanggar seni. Saat Jonhar sibuk bermain Dulmuluk, kaderisasi terus dilakukannya. Dia pun membina Dukcik. Termasuk putranya, Randi Putra Ramadan, Hingga kini, Randi nasih bermain Dulmuluk.
Setiap kali main, dalam kondisi normal, Dulmuluk setidaknya melibatkan 15- 30 pemain. Bergantung lakon dan cerita yang dimainkan. Apakah lakon Bangsawan, atau Dulmuluk. “Kalau Dulmuluk, ceritanya kalau bukan Kisal Padukan Raja Abdul Muluk, ya Lakon Siti Zubaidah. Sementara Bangsawan, lebih variatif. Dari musik pengiring, Dulmuluk hanya enam pemain musik. Kalau Bangsawan, lebih banyak, ada saxophone, terompet dan jidor besar. Pemainnya bisa mencapai 40 orang termasuk pemusik. Sementara kalau Dulmuluk, 15 orang termasuk pemusik, bisa jalan,” jelas sang maestro Dulmuluk ini.
Nah, selama korona, Jonhar dan kawan-kawan sama sekali belum pernah manggung. “Jadi bisa dibayangkan, bagaimana urusan perut kami,” tambahnya. Padahal, di zaman jayanya dulu, setiap pemain itu setiap bulan bisa menyisihkan pendapatannya untuk membeli sesuku emas. Nah, sekarang, setahun pun belum tentu bisa terbeli emas sesuku.
Selama itu, menurut Jonhar, perhatian dari pihak terkait rasanya minim. “Untung seperti saya, masih ada anak-anak yang bisa membantu. Saya membayangkan, bagaimana dengan seniman lain yang menggantungkan sepenuhnya kehidupannya pada pendapatan dari panggung Dulmuluk.
Kalau seniman-seninam lain bisa tetap eksis di panggung daring, tidak berlaku untuk teater pertunjukan Dulmuluk ini, karena mereka umumnya, tidak menguasai teknologi alias gaptek (gagap teknologi). Selain tu, pertunjukan daring pun, lebih banyak tunggal dan dengan jumlah terbatas. “Sementara kami, belasan bahkan puluhan orang. Bagaimana mau main di dunia maya dengan jumlah sebanyak itu. Apalagi dengan syarat harus patuh protokol kesehatan, jaga jarak dan cuci tangan. Bisa-bisa panggungnya harus seluas lapangan sepak bola. Waktu mainnya, karena harus cuci tangan terus, bisa-bisa dari tujuh jam jadi tiga hari tiga malam,” selorohnya, sembari menambahkan, penontonya siapa kalau sepanjang itu durasinya.
Randi Putra Ramadan, putra Jonhar, menyatakan bahwa selama ini pementasan daring, tak bisa menlibatkan banyak pemain. Para pemain Dulmuluk pun umumnya, agak gagap teknologi. “Sehingga mereka agak sulit menyesuaikan dengan dunia maya. Karenanya, beberapa kali ada pementasan daring yang melibatkan banyak pemain, tentu disambut gembira,””ujarnya.
Pandemi bisa saja, memberikan hikmah bagi seninam yang melek teknologi. Bagi pemain Dulmuluk, masih panjang tahan untuk itu. Karenanya, sentuhan berbagai pihak agar pementasan virtual yang meibatkan banyak pemain bisa digelar, tentu menjadi vitamin. Dulmuluk, tak sekedar butuh vkasin, tapi juga vitamin. (muhamad nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengguna Transaksi Digital Kian Menjanjikan

    Pengguna Transaksi Digital Kian Menjanjikan

    • calendar_month Kamis, 5 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 996
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta  – Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menilai pasar  digital kian menjanjikan menyusul potensi transaksi keuangan terus meningkat mencapai 100 %, diperkirakan akan terus berlanjut ke depannya. “Terus meningkat hingga 100% pada 2020 dibanding 2015 karena jumlah pengguna mencapai 22,2 juta orang,”papar peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Novani Karina Saputri melansir […]

  • Sumsel Tekan Angka Kemiskinan

    Sumsel Tekan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.301
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru resmi mengukuhkan pengurus Komisariat Wilayah (Komwil) Forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Komisariat Wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Periode 2018- 2021, sore di Hotel Aryaduta, Jumat (3/1/2019). Pengukuhan tersebut berdasarkan Keputusan Komisariat wilayah forum Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia Sumsel Nomor : 01/ Komwil Forsesdasi / 2019 […]

  • Mengejutkan, 466 Ribu Uang Palsu Ditemukan di Indonesia

    Mengejutkan, 466 Ribu Uang Palsu Ditemukan di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    BI Minta Warga Waspada BANK Indonesia (BI) bersama Bareskrim Polri memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu hasil temuan selama periode 2017 hingga November 2025. Jumlah tersebut dinilai mengejutkan karena menunjukkan ancaman peredaran uang palsu masih nyata di tengah masyarakat. Pemusnahan dilakukan di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (13/5), menggunakan mesin pencacah khusus hingga uang palsu […]

  • PIRING RAKYAT : LebaranYatim2025 [Yatim, Disabilitas & 2 Juta Alasan untuk Tersenyum]

    PIRING RAKYAT : LebaranYatim2025 [Yatim, Disabilitas & 2 Juta Alasan untuk Tersenyum]

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    ANAK-anak yatim dan penyandang disabilitas di seluruh penjuru negeri mendadak dapat kejutan manis, bukan dari tukang sulap keliling atau undian sabun colek, tapi dari negara sendiri yang turun tangan bagai tetua kampung yang akhirnya sadar. “Mereka juga anak kita, lho”. Lewat kolaborasi antara Kementerian Agama, BAZNAS, dan segunung Lembaga Amil Zakat, dua juta bingkisan bernilai […]

  • Harus Digunakan Vaksin dan Masker, Ini Pencegah Covid, Seperti Payung Disaat Hujan

    Harus Digunakan Vaksin dan Masker, Ini Pencegah Covid, Seperti Payung Disaat Hujan

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    KETUA Satgas Penanganan COVID-19, Ganip Warsito, menyatakan bahwa dalam hal penanganan COVID-19 di tanah air perlu adanya perubahan perilaku secara disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Ganip memberi contoh sebagai analogi, fungsi payung saat musim hujan, bahwa payung tidak bisa menghentikan hujan, akan tetapi bisa melindungi dari air hujan. Hal ini diungkapkan Ganip saat meninjau pelaksanaan […]

  • Besok Sosialisasi PSBB Palembang, H + 2 Idul Fitri Baru Diterapkan Sanksi, R2 Tak Boleh Berboncengan

    Besok Sosialisasi PSBB Palembang, H + 2 Idul Fitri Baru Diterapkan Sanksi, R2 Tak Boleh Berboncengan

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.474
    • 0Komentar

    RENCANANYA besok, Rabu [20/5/2020], Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun hanya bersifat sosialisasi, dan baru bakal dikenakan sanksi setelah H + 2 Idul Fitri 1441 H. Peraturan Walikota (Perwali) Palembang yang mengatur Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), rencananya besok, akan diserahkan kepada Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel). Jika besok Perwali […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Request a Quote Premium YITH WooCommerce Review for Discounts Premium YITH WooCommerce Review Reminder Premium YITH WooCommerce Role Based Prices Premium YITH WooCommerce Save for Later Premium YITH WooCommerce Sequential Order Number Premium YITH WooCommerce Share for Discounts Premium YITH WooCommerce SMS Notifications Premium YITH WooCommerce Social Login Premium YITH WooCommerce Stripe Premium