Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » Dulmuluk Butuh Vitamin Selain Vaksin

Dulmuluk Butuh Vitamin Selain Vaksin

  • account_circle Nasir Nasir
  • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
  • visibility 4.315
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tanpa pandemi, sesunggunhya nasib Dulmuluk sudah terpuruk. Datangnya wabah dari Wuhan, memastikan, nasib mereka ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kesempatan manggung dan mensosialisasikan 5 M dan 3 T seakan menjadi vitamin.
Dengan vitamin, para pemain Dulmuluk serasa semakin kuat setelah mendapat vaksin covid. Menjadikannya, kian kuat menghadapi era pandemi yang belum jelas kapan berakhir.
Sebagai sebuah teater tradisional, selama pandemi juga sangat terdampak akibat COVID-19. Di tengah himpitan tersebut, Jonhari Saad, pendiri dan pemilik Sanggar Seni Harapan Kita, mendapat kesempatan mentas secara daring.
Beberapa kali, teaternya juga mendapat kesempatan manggung secara virtual. Sehingga, minimnya mentas di era pandemi pun seakan menjadi terobati.
Pementasan kali ini dilakukan secara daring. Dan disiarkan melalui beberapa platform media sosial. Menariknya lagi, pemenetasan ini didukung oleh Komite Penanganan Coronavirus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (disingkat KPCPEN), sebuah komite yang dibentuk oleh pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan penanggulangan penyakit koronavirus 2019 dan Pandemi COVID-19 di Indonesia
Jonhar Saad, pelestari Dulmuluk menyatakan bahwa sejak tren organ tunggal merebak di Palembang, sejak itulah nasib mereka mulai tak jelas. Biasanya manggung full setiap hari, menjadi terkadang hanya sekali dalam sebulan itu pun belum tentu.
‘Dulu, lagi jaya-jayanya, dalam seminggu itu hampir dipastikan setiap hari dapat undangan manggung. Ya pesta nikahan, sunatan, ataupun keramaian lainnya,” ujar suami dari almarhumah Suharti Sani ini.
Pemilik sanggar seni Harapan Jaya, ini menceritakan bahwa dia menggeluti Dulmuluk sejak 1962. Dimulai saat pemain Dulmuluk itu semuanya laki-laki. Kalaupun ada peran wanita, itu dimainkan oleh lelaki.
Saat itu, lelaki kelahiran 1952 ini main Dulmuluk Kecik (Dulcik). Jonhar pula yang kemudian mengubah pakem ini, di beberapa ceritanya, peran wanita kemudian memang dimainkan wanita. “Awalnya banyak yang menentang,” ujarnya. Diakui Jonhar, sejak masa pandemi, sekali pun dirinya belum pernah naik pentas. Sudah hampir dua tahun r, sekali pun belum pernah mengenakan baju kebesaran sebagai raja di cerita Dulmuluk. Begitupun, teman-teman anggota sanggar seninya. Mungkin pakaian pemain Dulmuluk ataupun alat-alat musik pengiringnya sudah berdebu.
Bisa menjadi Dulcik, karena Yainya (Kakeknya saat) itu punya sanggar seni. Saat Jonhar sibuk bermain Dulmuluk, kaderisasi terus dilakukannya. Dia pun membina Dukcik. Termasuk putranya, Randi Putra Ramadan, Hingga kini, Randi nasih bermain Dulmuluk.
Setiap kali main, dalam kondisi normal, Dulmuluk setidaknya melibatkan 15- 30 pemain. Bergantung lakon dan cerita yang dimainkan. Apakah lakon Bangsawan, atau Dulmuluk. “Kalau Dulmuluk, ceritanya kalau bukan Kisal Padukan Raja Abdul Muluk, ya Lakon Siti Zubaidah. Sementara Bangsawan, lebih variatif. Dari musik pengiring, Dulmuluk hanya enam pemain musik. Kalau Bangsawan, lebih banyak, ada saxophone, terompet dan jidor besar. Pemainnya bisa mencapai 40 orang termasuk pemusik. Sementara kalau Dulmuluk, 15 orang termasuk pemusik, bisa jalan,” jelas sang maestro Dulmuluk ini.
Nah, selama korona, Jonhar dan kawan-kawan sama sekali belum pernah manggung. “Jadi bisa dibayangkan, bagaimana urusan perut kami,” tambahnya. Padahal, di zaman jayanya dulu, setiap pemain itu setiap bulan bisa menyisihkan pendapatannya untuk membeli sesuku emas. Nah, sekarang, setahun pun belum tentu bisa terbeli emas sesuku.
Selama itu, menurut Jonhar, perhatian dari pihak terkait rasanya minim. “Untung seperti saya, masih ada anak-anak yang bisa membantu. Saya membayangkan, bagaimana dengan seniman lain yang menggantungkan sepenuhnya kehidupannya pada pendapatan dari panggung Dulmuluk.
Kalau seniman-seninam lain bisa tetap eksis di panggung daring, tidak berlaku untuk teater pertunjukan Dulmuluk ini, karena mereka umumnya, tidak menguasai teknologi alias gaptek (gagap teknologi). Selain tu, pertunjukan daring pun, lebih banyak tunggal dan dengan jumlah terbatas. “Sementara kami, belasan bahkan puluhan orang. Bagaimana mau main di dunia maya dengan jumlah sebanyak itu. Apalagi dengan syarat harus patuh protokol kesehatan, jaga jarak dan cuci tangan. Bisa-bisa panggungnya harus seluas lapangan sepak bola. Waktu mainnya, karena harus cuci tangan terus, bisa-bisa dari tujuh jam jadi tiga hari tiga malam,” selorohnya, sembari menambahkan, penontonya siapa kalau sepanjang itu durasinya.
Randi Putra Ramadan, putra Jonhar, menyatakan bahwa selama ini pementasan daring, tak bisa menlibatkan banyak pemain. Para pemain Dulmuluk pun umumnya, agak gagap teknologi. “Sehingga mereka agak sulit menyesuaikan dengan dunia maya. Karenanya, beberapa kali ada pementasan daring yang melibatkan banyak pemain, tentu disambut gembira,””ujarnya.
Pandemi bisa saja, memberikan hikmah bagi seninam yang melek teknologi. Bagi pemain Dulmuluk, masih panjang tahan untuk itu. Karenanya, sentuhan berbagai pihak agar pementasan virtual yang meibatkan banyak pemain bisa digelar, tentu menjadi vitamin. Dulmuluk, tak sekedar butuh vkasin, tapi juga vitamin. (muhamad nasir)

  • Penulis: Nasir Nasir

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Promosikan Pariwisata, Menpar Satukan Persepsi dengan Berbagai Elemen

    Promosikan Pariwisata, Menpar Satukan Persepsi dengan Berbagai Elemen

    • calendar_month Rabu, 21 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    Menyatukan persepsi antara pemerintah, kalangan artis, pengusaha, hingga pengelola destinasi wisata sangat penting.

  • Palembang & PLN Bersatu, Pohon Dipangkas untuk Atasi Byarpet

    Palembang & PLN Bersatu, Pohon Dipangkas untuk Atasi Byarpet

    • calendar_month Kamis, 27 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Siapa di Palembang yang belum pernah ngalamin mati lampu mendadak? Lagi asyik nonton TV, kerja di laptop, atau sekadar santai di rumah, tiba-tiba listrik padam tanpa aba-aba. Bukan cuma bikin kesal, tapi juga bisa merugikan banyak orang, terutama pelaku usaha yang mengandalkan listrik untuk menjalankan bisnisnya. Inilah yang akhirnya mendorong Wali Kota Palembang, Ratu […]

  • Berantas Pungli, Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara

    Berantas Pungli, Ganjar Dinobatkan sebagai Bapak Truk Nusantara

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 828
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ratusan sopir truk menyambangi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo di kantornya di Jalan Pahlawan, Semarang, Jateng, Senin (4/9/2023). Sejak pagi, truk-truk dalam berbagai ukuran dan model terparkir di depan kantor gubernur. Menjelang petang, Ganjar keluar kantor untuk bertemu dengan para sopir. Ganjar berkeliling dan berbincang dengan sejumlah sopir truk. Sesekali, ia berhenti […]

  • Rilis Terbaru Data BPS, Generasi Y di OKI Mendominasi

    Rilis Terbaru Data BPS, Generasi Y di OKI Mendominasi

    • calendar_month Kamis, 21 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.518
    • 0Komentar

    BADAN Pusat Statistik (BPS) merilis data kependudukan hasil Sensus 2020 (SP 2020). Di Kabupaten Ogan Komering Ilir jumlah penduduk mengalami peningkatan hingga 5 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dengan dominasi generasi  X yakni mereka yang lahir di periode tahun 1965-1980 dan Generasi Y atau milenial (1981-1994) mencapai 517.820 jiwa dari total penduduk OKI […]

  • Hutan Tak Cuma Soal Daun, Ia Adalah Nafas, Nasi, & Nasib Kita..

    Hutan Tak Cuma Soal Daun, Ia Adalah Nafas, Nasi, & Nasib Kita..

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 929
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau bumi ini manusia, maka hutan adalah paru-parunya. Tapi celakanya, paru-paru kita udah penuh asap. Bukannya asap rokok, tapi asap dari kebakaran lahan, emisi kendaraan, dan cerobong pabrik yang kerja rodi dari pagi sampai malam. Dan kita? Masih asyik geleng-geleng kepala di TikTok, sambil bilang “kasihan banget ya hutan sekarang”tapi nyatanya tetap buang […]

  • Bupati Banyuasin Sampaikan LKPJ 2019 kepada DPRD

    Bupati Banyuasin Sampaikan LKPJ 2019 kepada DPRD

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.144
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H. Askolani Jasi menyampaikan pembahasan Laporan Keterangan PertanggungJawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2019-2020 kepada DPRD Kab.Banyuasin, dalam Rapat Paripurna Masa Persidangan II di Ruang Rapat Paripurna Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin, (13/04/2020). Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Banyuasin, Irian Setiawan SH, M.Si, dihadiri Bupati Banyuasin, Fraksi DPRD, Polres, Kejaksaan Banyuasin, OPD […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Request a Quote Premium YITH WooCommerce Review for Discounts Premium YITH WooCommerce Review Reminder Premium YITH WooCommerce Role Based Prices Premium YITH WooCommerce Save for Later Premium YITH WooCommerce Sequential Order Number Premium YITH WooCommerce Share for Discounts Premium YITH WooCommerce SMS Notifications Premium YITH WooCommerce Social Login Premium YITH WooCommerce Stripe Premium