Mengejutkan, 466 Ribu Uang Palsu Ditemukan di Indonesia
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
- visibility 39
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BI Minta Warga Waspada
BANK Indonesia (BI) bersama Bareskrim Polri memusnahkan 466.535 lembar uang rupiah palsu hasil temuan selama periode 2017 hingga November 2025. Jumlah tersebut dinilai mengejutkan karena menunjukkan ancaman peredaran uang palsu masih nyata di tengah masyarakat.
Pemusnahan dilakukan di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (13/5), menggunakan mesin pencacah khusus hingga uang palsu berubah menjadi serpihan kecil dan tidak lagi menyerupai uang asli.
Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali mengatakan ratusan ribu uang palsu itu berasal dari laporan masyarakat, perbankan, Penyelenggara Jasa Pengolahan Uang Rupiah (PJPUR), hingga hasil pemeriksaan setoran bank secara nasional.
“Uang rupiah palsu yang dimusnahkan berjumlah 466.535 lembar,” kata Ricky dalam keterangan resmi dilaman BI.
BI menegaskan peredaran uang palsu bukan sekadar tindak kriminal biasa. Kejahatan tersebut dinilai dapat merusak kepercayaan publik terhadap rupiah dan mengganggu stabilitas transaksi tunai di masyarakat.
Karena itu, BI menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan seluruh unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) untuk memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap pelaku pemalsuan uang.
Wakabareskrim Polri Irjen Pol Nunung Syaifuddin mengatakan masyarakat harus lebih waspada saat menerima uang tunai, terutama di pasar, pusat perbelanjaan, terminal, hingga lokasi transaksi cepat yang rawan menjadi sasaran peredaran uang palsu.
“Peredaran uang palsu dapat mengganggu stabilitas perekonomian dan menurunkan kepercayaan publik terhadap rupiah,” ujar Nunung.
Ia meminta masyarakat segera melapor ke kepolisian atau kantor Bank Indonesia jika menemukan uang yang dicurigai palsu.
Menurut BI, kualitas uang palsu yang ditemukan selama ini masih relatif mudah dikenali. Masyarakat diminta menerapkan metode 3D untuk membedakan uang asli dan palsu, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
Melalui metode tersebut, masyarakat dapat memeriksa warna, tekstur, benang pengaman, hingga tanda air pada uang rupiah.
Selain mengungkap jumlah temuan uang palsu, BI juga mencatat tren peredaran uang palsu mulai mengalami penurunan dalam dua tahun terakhir.
Pada 2023, jumlah temuan uang palsu tercatat sebesar 5 ppm atau lima lembar dalam setiap satu juta uang beredar. Angka tersebut turun menjadi 4 ppm pada periode 2024 hingga 2025.
BI menilai penurunan itu dipengaruhi peningkatan kualitas bahan uang, teknologi cetak, dan unsur pengaman rupiah yang semakin modern dan sulit dipalsukan.
Bahkan, uang rupiah Indonesia mendapat pengakuan internasional. Pecahan Rp50 ribu Tahun Emisi 2022 masuk peringkat kedua uang paling aman dan paling sulit dipalsukan di dunia versi BestBrokers pada 2024.
Meski begitu, BI meminta masyarakat tidak lengah. Sebab, pelaku pemalsuan uang masih terus mencari celah untuk mengedarkan uang palsu di berbagai daerah.
BI juga kembali mengingatkan masyarakat agar menjaga kondisi fisik uang rupiah supaya mudah dikenali keasliannya. Warga diminta menerapkan “5 Jangan”, yakni jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.
Selain itu, BI bersama Botasupal akan terus memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum, pengadilan, dan pemerintah daerah untuk menekan peredaran uang palsu di Indonesia.
Kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah juga terus digencarkan agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga dan mengenali keaslian mata uang rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
