Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pojok Fisip UIN Raden Fatah » Kemarin Mereka Bersama Kita, Hari Ini Mereka Telah Pergi

Kemarin Mereka Bersama Kita, Hari Ini Mereka Telah Pergi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 5 Jul 2021
  • visibility 2.716
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

HAMPIR setiap pagi, kabar duka itu selalu datang. Hampir saban hari, baik siang, sore atau malam, sirine ambulan itu selalu terdengar, entah membawa pasien sakit atau mungkin mereka yang diantar ke pemakaman. Pagi ini, saat membuka medsos, ucapan Innalillahiwainnailaihirojiun telah berseliweran.

Semenjak wabah Covid-19 merebak di dunia, peristiwa meninggalnya umat manusia seperti sudah sangat biasa. Tak perlu ditanya lagi mereka meninggal karena apa, persepsi di kepala sudah terbentuk. Bayangan seragam petugas medis berbaju hazmat menggotong jenazah ke pemakaman, sudah jadi hal yang biasa.

Data dari Pusat Informasi COVID-19 menyebutkan sebanyak 27.913 terkonfirmasi positif dalam satu hari pada 4 Juli 2021. Angka ini terus meningkat dari hari-hari sebelumnya. Memang yang dominan ada pada beberapa daerah (seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur). Tetapi semua provinsi sudah terinfeksi wabah menular ini.

Mungkin dari angka-angka tersebut ada nama sanak saudara kita, teman, adik, kakak, orang tua, kakek dan nenek, atau bahkan anak sendiri. Semua sangat mungkin, semua sangat cepat dan sulit diprediksi.

Kemaren kabar duka itu datang dari sosok yang selama ini saya kenal sangat baik. Hanya berselang satu hari sejak dikabarkan beliau sedang dirawat, esoknya sudah terpampang berbagai stiker Turut Berduka Cita, Dr. Eko Harry Sutanto, Pendiri Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM).

Hanya hitungan detik, kabar duka itu muncul pula atas nama Chairilsyah (aktifitas dan sosok penggiat gerakan masyarakat sipil di Sumatera Selatan). Sehari sebelumnya Emmy Hafid, penggiat gerakan lingkungan hidup juga berpulang. Sebelumnya, sebelumnya, dan terus bertambah hitungan keranda jenazah menuju pemakaman. Seakan tak akan pernah berhenti karena waktu terus berjalan, sembari pekuburan terus bertambah.

Memang data dari Gugus Covid menyebutkan bahwa data yang sembuh dan yang meninggal berbanding jauh. 13.282 sembuh dan 555 meninggal. Tapi tetap saja, 1 saja nyawa berpulang, ia adalah bagian dari kita. Ia adalah satu dari bagian sebuah keluarga, yang kehadirannya masih sangat dibutuhkan.

Mungkin ia adalah sosok yang selama ini menjadi tulang punggung nafkah keluarganya, mungkin juga ia adalah satu-satunya anak dalam keluarga tersebut, mungkin juga ia adalah ayah atau ibu dari anak-anaknya yang masih balita. Tak ada yang bisa berbahagia atas kepergian seseorang, semua berduka, dan sekarang semua dirundung rasa cemas. Akankah giliran kita juga datang?

Benarkah Covid 19 bisa menyebabkan kematian? Benarkah virus ini adalah pembunuh? Keterangan para ahli mengatakan bahwa virus ini memang tidak menjadi pembunuh langsung, tapi serangannya mampu menyerang sistem pernafasan. Bagi tubuh dengan tingkat imunitas rendah, apalagi punya riwayat penyakit pernafasan dan diabetes, serangannya akan sangat mematikan.

Bukan virus Covid 19 yang mematikannya, tapi sakit pernafasan akan diperparah oleh virus ini. Ia mampu berkembang cepat pada pasien terkatagori tersebut. Kesimpulannya, virus ini bukan mematikan tetapi serangannya mampu menyerang kekuatan tubuh atau imunitas. Berbagai fakta mereka yang sudah meninggal, adalah bukti bahwa virus ini bukanlah hal yang main-main.

Seliweran berita yang terkatagori hoax berseliweran di media sosial. Ada yang mengatakan bahwa virus ini hanyalah bagian dari konspirasi global, ada yang berkata bahwa ini hanyalah buatan manusia saja, ada pula yang mengatakan tak usah takut dengan Corona, cukup hati-hati saja. Tak ada salahnya ke mall, resepsi pernikahan, keramaian, asalkan kita hati-hati saja. Semua berita itu berbaur jadi satu dengan raungan-raungan ambulan menuju pemakaman. Berita itu berbaur pula dengan keresahan dan kelesuan tenaga medis yang terus menerima pasian datang. Kabar-kabar tak jelas itu berhimpitan pula dengan riuh rendah di warung-warung kopi, pasar tradisional, mall-mall, dan tempat-tempat umum.

Mereka telah pergi, tak akan pernah kembali. Pemerintah sudah sedemikian gencar mengkampanyekan protokol kesehatan, menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan. Tapi para korban terus bertambah, yang hari ini hidup, besok sudah pergi. Tak ada yang bisa memprediksi siapa berikutnya.

Mungkin benar ketentuan yang mengatakan bahwa ajal di tangan Tuhan, kalau sudah sampai waktunya tak ada satupun yang bisa menghalanginya, walau anda bersembunyi di dalam bumipun, malaikat maut pasti datang.

Tetapi manusia diwajibkan berusaha, wajib melakukan ikhtiar, dan terpenting sekali, Jangan Pernah Sombong. Kesombongan dipastikan akan memancing murka Sang Pencipta. Sombong dan apalagi takabur adalah sesuatu yang sangat dilarang. Apa wujud kita tidak sombong? Rendah hati dan selalu berusaha, bukan sebaliknya, mengabaikan usaha dan menganggap segalanya tidak ada.

Terlepas dari perdebatan apakah virus ini dibuat atau hasil dari konspirasi, atau masuknya perdebatan politik dan bahkan agama soal penanganan virus, yang jelas virus ini jelas ada. Tidak ada yang bisa membantah bahwa virus itu ada. Sampai saat ini, satu-satunya usaha mencegah virus berkembang, adalah hilangkan sikap sombong dan hilangkan sikap menganggap itu hal yang sepele. Jika itu masih dikembangkan, virus tak akan berhenti, dan para sahabat, kawan, saudara, dan bahkan kita sendiri, besar kemungkinan akan segera pergi pula.

Papan ucapan turut berduka cita berjejer rapi, di medsos berseliweran tak ada henti. Anak-anak menangis kehilangan orang tuanya, istri sesenggukan kehilangan suami, begitupun sebaliknya. Ya mereka telah pergi, semua sedih.  [***]

 

Oleh: Dr. Yenrizal M.Si

Dosen FISIP UIN Raden Fatah

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perluas Layanan Kesehatan Bertenaga Al untuk Pasien Seluruh Dunia, VinBrain Berkolaborasi dengan Microsoft

    Perluas Layanan Kesehatan Bertenaga Al untuk Pasien Seluruh Dunia, VinBrain Berkolaborasi dengan Microsoft

    • calendar_month Sabtu, 28 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 662
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, HANOI, VIETNAM –  VinBrain, salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Vietnam, bekerja untuk mengubah layanan kesehatan global melalui produk AI-nya. Salah satu produk utama VinBrain adalah DrAid™, platform prediksi patologi AI yang telah menunjukkan kegunaannya di lebih dari 150 rumah sakit dan mendapatkan ACM SIGAI Industry Award 2021 yang bergengsi. DrAid™ adalah kasus […]

  • Karhutla Masih Ancam Sumsel, Pemprov Tambah Ikhtiar agar Hujan Segera Turun

    Karhutla Masih Ancam Sumsel, Pemprov Tambah Ikhtiar agar Hujan Segera Turun

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID –  Hujan menjadi salah satu harapan di tengah kemarau dan ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih membayangi Sumatera Selatan (Sumsel). Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan upaya pemadaman, tetapi juga kualitas udara dan kebutuhan masyarakat. Pemprov Sumsel pun menambah ikhtiar dengan menggelar Sholat Istisqa bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, serta […]

  • Mahasiswa Jadi Bos Judi Online Kamboja, Kok Bisa?

    Mahasiswa Jadi Bos Judi Online Kamboja, Kok Bisa?

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 161
    • 0Komentar

    DI Palembang, cerita “Mahasiswa Jadi Bos Judi Online Kamboja, Kok Bisa?” sedang ramai diperbincangkan. Dua mahasiswa, DS (32) si bos dan RA (23) si anak buah, bukan sekadar update status atau stalking mantan di Facebook. Mereka malah jadi promotor judi online jaringan Kamboja, memasarkan situs luar negeri ke pengguna lokal. Bayaran? Rp7 juta untuk bos, […]

  • 83.159 Warga Sumsel Segera Nikmati Kartu Pra Kerja, Dapat Pelatihan Online & Digaji Rp600.000/Bulan

    83.159 Warga Sumsel Segera Nikmati Kartu Pra Kerja, Dapat Pelatihan Online & Digaji Rp600.000/Bulan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Kabar baik disampaikan Gubernur Sumsel H.Herman Deru. Menurutnya dalam waktu dekat sebanyak 83.159 warga Sumsel segera menikmati Kartu Prakerja, bahkan bakal mendapat pelatihan secara online gratis dan digaji Rp600 .000 per bulan selama 4 bulan. Enak khan…!!   HAL itu sesuai dengan program pemerintah pusat, selain mereka yang di rumahkan atau PHK akibat terdampak Covid-19, […]

  • Kongres XXV PWI di Bandung, Hendry Ch Bangun terpilih jadi Ketum PWI Periode 2023-2028

    Kongres XXV PWI di Bandung, Hendry Ch Bangun terpilih jadi Ketum PWI Periode 2023-2028

    • calendar_month Rabu, 27 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dalam Kongres XXV PWI yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (27/9) dini hari, akhirnya memilih Hendry Ch Bangun Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) periode 2023-2028. Sebelumnya pendaftaran calon Ketua Umum PWI itu, ada tiga nama yang mencuat sebagai kandidat setelah melewati proses penjaringan oleh pimpinan sidang,yaitu Atal Sembiring Depari, Hendry Ch Bangun, dan […]

  • Masih Ditemukan Makanan Larang Beredar, Wawako Sidak Produk Makanan

    Masih Ditemukan Makanan Larang Beredar, Wawako Sidak Produk Makanan

    • calendar_month Selasa, 19 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 830
    • 0Komentar

    WAKIL Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda bersama BBPOM kembali melakukan inspeksi mendadak terkait produk Kinder Joy. Kali ini yang disidak lokasinya di PT Sukanda Djaya, Senin (18/4/2022). Sukanda adalah salah satu perusahaan distributor makanan. Seperti diketahui, Pemerintah telah menyatakan pelarangan produk coklat itu di pasaran. “Sidak ini untuk memastikan jika produk Kinder Joy tidak lagi […]

expand_less
WordPress Archive Logo Showcase for Elementor WordPress Plugin Logo Showcase – Logo Addons for WPBakery Page Builder for WordPress Logo Showcase – Responsive WordPress Plugin Logos Showcase | Multi-Use Responsive WP Plugin Logos Showcase Pro – Addon for WPBakery Page Builder Loobek – Elementor Multipurpose WooCommerce Theme Look: Minimal Magazine and Blog WordPress Theme Look – Responsive Multi-Purpose WooCommerce WordPress Theme Loquet – Museum & History Theme Lottie Animations Addon for WPBakery Page Builder