Peristiwa

Jalan May Zen, Sei Selincah Rusak Parah, Warga Kok Gak Tidak Diperbaiki?

Antrian kendaraan akibat macet tersebut hampir 50 meter setiap pagi dan siang ketika sekolah di daerah setempat membubarkan anak muridnya

foto : one

SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Warga yang tinggal di Jalan Taqwa Mata Merah- Sei – Lais,prihatin melihat kondisi jalan May.Zen, Sei – Selayur, tepatnya di depan Jalan Abadi sekitar rusak semakin parah.

Di sepanjang jalan tersebut rusak dan berlobang cukup lebar, bahkan jalan rusak tersebut berlobang cukup dalam sekutar 4 cm, selain itu kondisi jalan yang beraspal tersebut sudah banyakk yang retak dan miring akibat sering dilalui truk-truk bertonase berat yang kerap milintas di jalur tersebut hampir setiap hari (siang,sore dan malam.

Pantuan ST, Rabu (15/11/2017) kerusakan lebih parah berada di depan Jalan Abadi dan rusak berlobang sehingga membuat angkutan umum, mobil pribadi dan kendaraan roda dua mencari jalan yang mulus untuk dilalui.

Akibatdari jalan yang rusak tersebut, selalu terjadi kemacetan diwaktu pagi, karena banyak kendaraan pribadi yang mengantar – jumput anak ke sekolah di Yayasan Pusri (SD,SMP,SMA). Selain itu jalur juga dipadati dari ilir ke ulu kendaraan warga yang tinggal di daerah tersebut untuk beraktifitas kerja sekolah.

Antrian kendaraan akibat macet tersebut hampir 50 meter setiap pagi dan siang ketika sekolah di daerah setempat membubarkan anak muridnya. Belum lagi dengan adanya proyek normalisasi anak sungai yang belum selesai sehingga sangat menganggu laju kendaraan.

“Kami tidak tahu lagi kapan mau diperbaiki karena kondisi ini sudah berlangsung lama, apalagi saat ini kondisi hujan membuat jalan bertambah parah,”keluh Budi Warga Sungai Lais.

Ia pun mengaku sangat hati-hati dan dan cemas jika melalui jalan yang rusak dan berlobang tersebut, karena pengalamannya pernah terjatuh tak bisa mengelak lagi dari lobang yang digenangi air.

“Saya ga bisa mengelak, karena dibanyak truk dan tidak bisa memotong karena sempit, terpaksa melalui jalan yang tergenang air dan lobangnya hampir 4 cm, dan motor terjatuh, membuat gak bisa jalan,”keluhnya.

Menurut, Anton yang berdomisili di Jalan Intan, rusaknya jalan sebenarnya akibat tingginya aktivitas truk yang hilir mudik di jalan yang sempat. Apalagi truk-truk CPO.

“Kami berharap dapat diperbaiki kembali karena selama ini terkesan dibiarkan, padahal proyek perbaikan jalan di akhir tahun ini tengah berlangsung, kami sangat khawatir sering terjadi kecelakaan jika tidak diperbaiki,”paparnya.

Setidaknya ada perhatian serius dari Pemkot Palembang, karena jalan tersebut sudah tidak layak lagi dilalui, apalagi dengan perkembangan kota yang begitu pesat namun infrastruktur di daerahnya dibiarkan hancur seperti ini, seperti tidak ada keadilan.

Comments

Terpopuler

To Top