Selasa, 13 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Tapir Betina Terjebak di Kebun Sawit Mesuji, Cuma 800 Meter dari Tol

Tapir Betina Terjebak di Kebun Sawit Mesuji, Cuma 800 Meter dari Tol

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • visibility 31
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID MESUJI – Seekor tapir betina tiba-tiba ditemukan terjebak di saluran air di tengah areal perkebunan sawit PT Pematang Agri Lestari (PAL), Kabupaten Mesuji, Lampung.

Yang membuat penanganan satwa dilindungi ini tidak bisa dilakukan sembarangan, lokasi tapir ditemukan hanya berjarak sekitar 800 meter dari ruas Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung.

Tapir tersebut sempat terlihat berkeliaran di sekitar perkebunan sebelum akhirnya masuk ke saluran air dan tidak mampu keluar sendiri.

Keberadaannya pertama kali diketahui karyawan PT PAL pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, satwa masih terlihat bergerak di kawasan perkebunan yang dipenuhi tanaman sawit, karet, serta semak belukar.

Sekitar pukul 10.00 WIB, tapir masih berada di sekitar lokasi pekerja. Satwa tersebut terlihat mencari makan dan minum di sekitar vegetasi dan tumpukan sawit.

Situasi berubah beberapa jam kemudian, sekitar pukul 14.00 WIB, masyarakat dan pihak terkait mengetahui tapir tersebut sudah terperosok ke dalam saluran air. Satwa tidak dapat keluar secara mandiri sehingga proses evakuasi pun dilakukan.

Tim dari Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu kemudian turun bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mesuji, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mesuji, Kecamatan Way Serdang, Dalmas Polres Mesuji, karyawan PT PAL, serta masyarakat sekitar.

Evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi satwa. Apalagi, pergerakan tapir menuju kawasan jalan tol berpotensi menimbulkan risiko bagi satwa maupun pengguna jalan.

Setelah berhasil dikeluarkan dari saluran air, kondisi tapir kemudian diperiksa. Hasil pemeriksaan awal yang dilakukan Tim KSDA dengan pendampingan dokter hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mesuji, drh. Zainal Indrianto dan drh. Vina Lusia Haryani, memastikan tapir tersebut berjenis kelamin betina.

Ada sejumlah luka yang ditemukan pada tubuhnya. Tapir mengalami stres ringan serta beberapa luka ringan atau lecet pada bagian kaki, tengkuk, punggung, perut sebelah kanan, dan bagian mulut.

Meski begitu, ada kabar yang cukup melegakan, setelah dievakuasi dan berhasil berdiri, tapir masih mampu berjalan dengan baik. Pemeriksaan awal juga belum menemukan indikasi patah tulang.

Namun, kondisi tersebut belum membuat tapir bisa langsung dikembalikan ke alam. Kepala Balai KSDA Bengkulu Agung Nugroho mengatakan satwa dilindungi harus ditangani secara hati-hati dengan mengutamakan kondisi kesehatan dan prinsip kesejahteraan satwa.

“BKSDA Bengkulu bersama para pihak telah melakukan evakuasi dan penanganan awal terhadap tapir tersebut. Saat ini satwa masih menjalani observasi untuk memantau kondisi kesehatan, perilaku, serta perkembangan luka yang dialami. Penanganan selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil observasi dan pemeriksaan kesehatan satwa,” kata Agung melansir laman resmi kehutanan.

Untuk sementara, tapir ditempatkan di Taman Kehati Kabupaten Mesuji untuk menjalani observasi dan perawatan intensif.

Satwa tersebut ditempatkan dalam kandang dengan luas sekitar 2.000 meter persegi dan tinggi pagar sekitar 1,6 meter. Penempatan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan satwa.

Petugas juga memberikan vitamin untuk membantu pemulihan kondisi tubuh serta obat luka pada bagian yang mengalami cedera.

Persoalan berikutnya justru bukan lagi bagaimana mengeluarkan tapir dari saluran air, melainkan ke mana satwa itu akan dibawa setelah kondisinya pulih.

BKSDA Bengkulu belum langsung memastikan pelepasliaran. Kondisi kesehatan tapir harus dipastikan terlebih dahulu, termasuk memastikan tidak terdapat cedera internal maupun gangguan kesehatan lain yang belum terlihat dalam pemeriksaan awal.

Lokasi pelepasliaran juga harus memenuhi persyaratan ekologis dan pertimbangan teknis.

Hal tersebut menjadi perhatian karena lokasi awal penemuan berada di kawasan perkebunan dan relatif dekat dengan jalan tol. Selain itu, berdasarkan informasi dari pemerintah kecamatan, terdapat kondisi konflik tenurial antara perusahaan dan masyarakat di sekitar lokasi.

Oleh karena itu, pelepasliaran akan dikaji setelah kondisi tapir dinyatakan layak, keputusan tersebut nantinya akan didasarkan pada hasil pemeriksaan dan asesmen terhadap kondisi satwa, termasuk pertimbangan dari dokter hewan.

Tapir atau Tapirus indicus sendiri merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Jenis ini tercantum dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Permen LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Tapir juga tercantum dalam Appendix I CITES sehingga perdagangan internasional spesimen jenis tersebut mendapat pengaturan dan perlindungan secara ketat.

BKSDA Bengkulu mengingatkan masyarakat agar tidak mengejar, menangkap, memberi pakan sembarangan, atau melakukan tindakan lain yang dapat mengganggu satwa liar.

Jika menemukan satwa liar dilindungi, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas BKSDA atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

Untuk tapir betina yang ditemukan di Mesuji itu, prosesnya kini masih berlanjut, setelah lolos dari saluran air, satwa tersebut masih harus melewati satu tahap penting, yakni memastikan kondisinya benar-benar siap sebelum kemungkinan dikembalikan ke alam. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Demo di Gedung DPRD Sumsel, Koalisi Pers Sumsel : Kami tegas tolak draf cantumkan pasal-pasal yang batasi hak masyarakat peroleh informasi

    Demo di Gedung DPRD Sumsel, Koalisi Pers Sumsel : Kami tegas tolak draf cantumkan pasal-pasal yang batasi hak masyarakat peroleh informasi

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Pers Sumsel  melakukan aksi demo, menolak tegas menolak draf revisi RUU Penyiaran di halaman Kantor DPRD Sumsel pada Rabu (29/5/2024). Aksi demo ini bukan saja terjadi di Sumsel, namun diberbagai daerah. Menurut Oktaf Ryadi perwakilan PWI Sumsel dan juga tokoh pers Sumsel mengungkapkan  apa yang terjadi saat ini […]

  • Kearifan Lokal Harus Dijaga

    Kearifan Lokal Harus Dijaga

    • calendar_month Minggu, 24 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.400
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Martapura – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meminta masyarakat OKU Timur untuk tetap menjaga kearifan lokal salah satunya adalah wayangan semalam suntuk. Kearifan lokal sebagai warisan budaya leluhur harus tetap dijaga  sebagai benteng, jangan sampai tergerus dengan masuknya budaya asing. “Kenapa saya adakan wayangan ini ?. Ini tidak lain  untuk menajaga kearifan lokal. Selain itu wayangan […]

  • Ada Festival Mie Ayam di Halaman Kantor Pemprov. Sumsel

    Ada Festival Mie Ayam di Halaman Kantor Pemprov. Sumsel

    • calendar_month Minggu, 25 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.310
    • 0Komentar

    “Pembinaan usaha-usaha kecil menengah, seperti ini harus dibiasakan mandiri, Pemprov juga tidak tinggal diam jika nanti para pedagang ini punya kemauan yang baik,  berwirausaha yang baik, maka akan diberikan permodalan untuk berdagang,”

  • Hadapi HARBOLNAS, Lazada Giatkan Seller

    Hadapi HARBOLNAS, Lazada Giatkan Seller

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 925
    • 0Komentar

    “Mengubah pola pikir kita dari berdagang konvensional menjadi digital memang tidak mudah, tetapi Lazada memberikan kesempatan dan kemudahan bagi kita berjualan online di marketplace,”

  • Peserta KTNA Berdatangan

    Peserta KTNA Berdatangan

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 847
    • 0Komentar

    PELAKSANAAN Pekan Daerah (Peda) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke-13 Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Senin 24 Juni 2019 resmi dimulai. Persiapan yang sudah matang terus dipantau panitia penyelenggara dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, tidak hanya sarana dan prasarana peserta, Pemkab Muba sangat memperhatikan betul fasilitas yang diberikan […]

  • Produksi Ikan Banyuasin Suplai Kebutuhan Ikan Nasional

    Produksi Ikan Banyuasin Suplai Kebutuhan Ikan Nasional

    • calendar_month Senin, 3 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.222
    • 0Komentar

    TIDAK hanya Produsen beras nomor 4 Nasional, Kabupaten Banyuasin juga penghasil ikan terbesar untuk Propinsi Sumatera Selatan dan memiliki andil dalam menyuplai kebutuhan ikan nasional. Pada tahun 2019, produksi perikanan di Kabupaten Banyuasin sebesar 97. 618,87 ton, dengan rincian perikanan budidaya 40.303,07 ton dan perikanan tangkap 57.315,80 ton. Perikanan tangkap dilaut dengan produksi 47.008,36 ton, […]

expand_less
WordPress Archive Furnatur – Furniture eCommerce Elementor Template Kit Furneta – Furniture Shop Elementor Template Kit Furnicom – Furniture Store & Interior Design WordPress WooCommerce Theme (10+ Homepages Ready) Furniki – Furniture Store & Interior Design WordPress WooCommerce Theme (Mobile Layout Ready) Furnitor – Minimalism Furniture Store WordPress Theme Furnityn – Interior Design Elementor Kit Template Fury – Angular 16+ Material Design Admin Template Fusion | Portfolio WordPress Theme Futura – Insurance Elementor Template Kit Future – AI Agency & Technology WordPress Theme