Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Seni & Budaya » “Kupik Mandi ke Ayek”, Tradisi Sungai yang Kini Mendunia

“Kupik Mandi ke Ayek”, Tradisi Sungai yang Kini Mendunia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 4 Sep 2025
  • visibility 1.352
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI tepian sungai, suara gemericik air berpadu dengan tawa bocah-bocah, dari dulu sampai sekarang, sungai bukan hanya tempat mandi atau mencuci, tapi juga “panggung kehidupan”. Dan di Muara Enim, Sumatera Selatan, ada satu tradisi unik bernama “Kupik Mandi ke Ayek”, ritual memandikan bayi di sungai yang kini resmi mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Eh, siapa sangka, kegiatan yang bagi orang luar mungkin terlihat sederhana itu sekarang sudah naik kelas, bahkan layak dipromosikan dalam panggung Karang Asam Festival 2025.

Kalau dipikir-pikir, hidup memang mirip air sungai: mengalir, kadang deras, kadang tenang. Nah, tradisi “Kupik Mandi ke Ayek” ini ibarat pepatah lama “Dimana bumi dipijak, di situ air harus diminum”. Bedanya, di sini bukan diminum, tapi dipakai buat “baptisan lokal” ala urang dusun.

Jujur saja, mendengar HAKI untuk tradisi ini bikin saya senyum-senyum sendiri. Lha wong dulu, kalau bayi dimandikan di sungai, itu hal biasa saja. Tapi sekarang, sudah jadi kebanggaan budaya. Mirip seperti lagu lawas yang dulu diputar di kaset butut, eh tiba-tiba di-remix jadi trending TikTok. Bedanya, ini bukan gimmick, melainkan identitas asli masyarakat.

Di tengah gempuran budaya pop, orang Muara Enim berhasil membuktikan pepatah “Tak lapuk oleh hujan, tak lekang oleh panas”. Kupik mandi ke ayek bukan hanya tradisi, tapi simbol ikatan manusia dengan alam. Air sungai jadi medium penyucian, doa, sekaligus harapan agar si bayi tumbuh sehat, kuat, dan “sejernih aliran ayek”.

Coba bayangkan suasana ritualnya. Ada bayi mungil, ada ibu bapak yang deg-degan, ada kakek-nenek yang cerewet kasih nasihat, dan ada sungai yang kadang lebih ramai dari pasar minggu. Jangan kaget kalau ada yang nyeletuk “Kalau bayi nangis waktu dimandikan, tandanya rejekinya deras kayak arus sungai!”. Atau yang lebih kocak “Kalau bayinya anteng, berarti nanti jodohnya orang jauh, ikut arus sungai sampai ke hulu entah kemana”.

Humor-humor semacam ini yang bikin tradisi terasa hidup. Karena apa? Budaya tanpa tawa, ibarat ikan asin tanpa garam, tetap bisa dimakan, tapi hambar.

Tahun ini, Karang Asam Festival 2025 jadi panggung resmi untuk merayakan tradisi ini. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, sampai hadir langsung. Ia mengapresiasi warga Muara Enim yang berhasil mengangkat ritual “Kupik mandi ke ayek” menjadi warisan budaya. Bahkan festival ini masuk dalam Karisma Event Nusantara,  daftar bergengsi acara budaya nasional.

Di festival ini, bukan cuma soal budaya. Ada 106 stan dari UMKM, kuliner, BUMN, BUMD, sampai swasta. Jadi, jangan heran kalau habis nonton ritual, perut langsung digoda aroma pempek lenjer, kopi semendo, atau sambal tempoyak yang pedasnya bisa bikin air mata ngalir kayak sungai.

Kalau ditarik lebih dalam, festival ini bukan sekadar seremonial, ia adalah bukti bahwa tradisi bisa jadi motor ekonomi. UMKM lokal dapat pasar, wisatawan punya pengalaman unik, dan warga setempat mendapat kebanggaan.

Ini yang disebut “ekonomi sungai” mengalir dari hulu budaya, melewati arus wisata, lalu bermuara pada kesejahteraan. Kalau tradisi hanya jadi cerita, ia akan hanyut. Tapi kalau dijaga dan dikemas, ia bisa jadi sumber rejeki.

Orang tua dulu bilang, “Air yang tenang menghanyutkan”, jangan diremehkan. Sama halnya dengan “Kupik mandi ke ayek”. Dari luar tampak sederhana, tapi nilainya dalam sekali. Ia mengajarkan  bahwa manusia harus akrab dengan alam, anak yang lahir perlu disambut dengan doa, bukan hanya pesta  dan kebudayaan tidak harus mewah, cukup tulus dan bermakna.

Dan yang paling penting, tradisi ini mengingatkan kita  jangan sampai generasi muda lebih hafal lagu viral daripada adat leluhurnya sendiri.

“Kupik Mandi ke Ayek”, kini bukan sekadar ritual kampung, tapi simbol budaya Sumatera Selatan yang mendunia. Dari sungai Karang Asam, gema tradisi ini bisa melintas sampai ke mancanegara.

Muara Enim berhasil membuktikan bahwa ketika masyarakat bersatu menjaga kearifan lokal, hasilnya bisa luar biasa, ekonomi terangkat, wisata hidup, dan identitas terjaga.

Pepatah mengatakan, “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui” melalui Karang Asam Festival, bukan cuma budaya yang dilestarikan, tapi juga ekonomi yang digerakkan.

Jadi, kalau nanti ada orang bertanya “Apa oleh-oleh terbaik dari Muara Enim?” Jawabannya bukan sekadar kopi atau kain songket, tapi cerita tentang Kupik mandi ke ayek, tradisi sungai yang kini mendunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RI Kirim Bantuan Korban Banjir Pakistan

    RI Kirim Bantuan Korban Banjir Pakistan

    • calendar_month Senin, 26 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta,  ​- Pemerintah Indonesia telah bergabung dengan masyarakat internasional dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat bagi korban banjir di Pakistan. Pada hari ini Presiden Joko Widodo telah melepas bantuan kemanusiaan Indonesia melalui 2 (dua) pesawat khusus dalam bentuk paket obat-obatan, tenda, pakaian, selimut, kantong tidur, kelambu, dan generator. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan ucapan duka […]

  • Kata-kata mutiara untuk ente menjalankan aktivitas di hari senin, semoga bermanfaat

    Kata-kata mutiara untuk ente menjalankan aktivitas di hari senin, semoga bermanfaat

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.158
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -hari senin terkadang kita agak berat memulai untuk melakukan aktivitas, pasalnya baru saja menghabiskan waktu libur di akhir pekan, apalagi saat ini muslim di Indonesia habis merayakan Idul Adha 1444 H, tentunya ada cuti bersama. Nah, hari senin mulai beraktivitas seperti biasanya, biar kamu tetap semangat memulai pekerjaan, ini ada kata-kata mutiara untuk semangat […]

  • Dari Jalan hingga Balai Desa

    Dari Jalan hingga Balai Desa

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 819
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru terus memberikan perhatian bagi kemajuan Kabupaten/kota yang ada di Sumsel melalui sejumlah program bantuan gubernur khususnya bidang infrastruktur. Disela-sela menerima audensi Plt. Bupati Kabupaten Muara Enim H. Juarsah diruang tamu Gubernur,  Rabu (4/3) Herman Deru berjanji akan berupaya mengakomodir kebutuhan daerah itu seperti peningkatan jalan untuk ruas  SP […]

  • Komit Pulihkan Ekonomi Warga Terdampak COVID-19

    Komit Pulihkan Ekonomi Warga Terdampak COVID-19

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 826
    • 0Komentar

    PEMERINTAH pusat terus berupaya melakukan trobosan untuk memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia, dengan harapan kehidupan kembali normal seperti sedia kala. Hal ini dibahas pada rapat koordinasi dalam rangka meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian COVID-19 yang diselenggarakan oleh Kemendagri RI melalui video conference. Mewakili Bupati Musi Banyuasin (Muba) H Dodi […]

  • “Resep Sayur Asem Jawa Segar Ala Bicik Mona Penuh Humor”

    “Resep Sayur Asem Jawa Segar Ala Bicik Mona Penuh Humor”

    • calendar_month Jumat, 12 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.124
    • 0Komentar

    BICIK Mona itu kalau masak, bukan sekadar urusan isi perut, beliau selalu bilang, “Dapur itu panggung sandiwara, bumbunya pemain utama, dan panci adalah penonton setia”, jadi, kalau beliau bikin sayur asem Jawa, bukan cuma soal rasa, tapi juga soal cerita. Kadang yang bikin kenyang bukan cuma kuahnya, tapi gelak tawa dan petuahnya. Suatu siang, saat […]

  • Pangdam II SWJ dan Kapolda Sumsel Gelar Vaksinasi 1000 TNI-Polri

    Pangdam II SWJ dan Kapolda Sumsel Gelar Vaksinasi 1000 TNI-Polri

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 918
    • 0Komentar

    PANGDAM II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S, M.M., dan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, bersama-sama meninjau lokasi pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 massal, di Gedung Patra Ogan Kelurahan Komperta Kecamatan Plaju Palembang, Sabtu (26/6/2021). Kegiatan yang bertajuk “Serbuan Vaksinasi Nasional TNI – Polri”_ ini merupakan program dalam rangka […]

expand_less
WordPress Archive Voevod – WooCommerce Store WordPress Theme Vogal – Multipurpose Shopify Theme OS 2.0 Voice – Clean News/Magazine WordPress Theme Voice messages form for WordPress – Contacter Voice – News Magazine WordPress Theme Voicer – Text to Speech Plugin for WordPress Voifone | Multipurpose VOIP WordPress Theme VOIP Pricing Calculator | VOIP Calling Rates, SMS Rates, Mobile Top Up Rates Table/Calculator Voisen – WooCommerce Responsive Fashion Theme Vokial – Creative Agency WordPress Theme