Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Peristiwa » Aksi Mahasiswa Makin Panas, Herman Deru Didesak Mundur

Aksi Mahasiswa Makin Panas, Herman Deru Didesak Mundur

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, – Aksi mahasiswa kembali memanas di Kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (6/10/2026).

Kali ini, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi pemicu utama. Mahasiswa menilai pemerintah belum memberikan penanganan yang cukup terhadap persoalan yang dampaknya sudah dirasakan masyarakat.

Bahkan, massa mendesak Gubernur Sumsel Herman Deru mundur dari jabatannya.

Aksi diawali Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang mendatangi Kantor Gubernur Sumsel. Mereka membawa keresahan masyarakat terkait kabut asap yang menyelimuti Palembang dan sejumlah wilayah Sumsel.

Koordinator BEM SI Sumsel, Adrian, mengatakan mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan keluhan yang mereka terima dari masyarakat.

“Kembali lagi kita berdiri, kita turun jalan. Kita di sini untuk menyampaikan aspirasi dari masyarakat di luar sana yang mengeluhkan apa yang mereka rasakan,” ujar Adrian saat berorasi di depan Kantor Gubernur Sumsel.

Mahasiswa menilai persoalan kabut asap bukan lagi hanya masalah lingkungan, kondisi udara yang memburuk dinilai sudah menyentuh kesehatan dan aktivitas masyarakat.

Tuntutan mereka pun tidak berhenti pada permintaan agar pemerintah mempercepat penanganan karhutla.

Herman Deru juga didesak turun dari jabatannya karena mahasiswa menilai pemerintah belum mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Apriyadi Maju Hadapi Massa

Massa kemudian ditemui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel, Apriyadi Mahmud.

Apriyadi hadir mewakili Herman Deru yang tidak berada di lokasi aksi. Ia menerima langsung lembar tuntutan mahasiswa dan membacakan sejumlah tuntutan tersebut di hadapan massa.

Pertemuan itu kemudian memunculkan pernyataan cukup tegas dari Apriyadi.

Ia menyatakan siap menerima konsekuensi jabatan apabila dianggap tidak mampu menjalankan tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

“Maka saya Apriyadi Mahmud, selaku Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Selatan, bersedia diberhentikan oleh Gubernur Sumatera Selatan,” kata Apriyadi di hadapan massa.

Sementara itu, mahasiswa juga mempertanyakan ketidakhadiran Herman Deru.

Apriyadi menjelaskan gubernur sedang menjalankan agenda lain. Ia membantah Herman Deru sengaja menghindari massa aksi.

“Ya, Pak Gubernur memang hari ini ada kegiatan lain, bukan tidak mau menemui aksi massa demo. Kemarin dia menemui,” ujar Apriyadi.

Belum Reda, BEM SI Sumbagsel Ikut Turun

Aksi mahasiswa di Kantor Gubernur Sumsel ternyata belum berhenti.

Setelah massa HMI, giliran Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menggelar aksi di lokasi yang sama.

Massa berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Palembang, di antaranya Universitas Muhammadiyah Palembang, Akamigas, Universitas Katolik Musi Charitas, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri), Universitas Sriwijaya (Unsri), serta sejumlah kampus lainnya.

Mereka membawa lima tuntutan utama yang berkaitan dengan karhutla, kabut asap dan dampaknya terhadap masyarakat.

Koordinator Lapangan aksi, M. Joansyah, mengatakan mahasiswa meminta pemerintah tidak lagi menangani karhutla sebatas melalui pernyataan.

Tuntutan pertama, Pemprov Sumsel diminta menyusun langkah penanganan karhutla yang jelas, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Kedua, mahasiswa meminta perlindungan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Mereka mendesak pemerintah menyediakan layanan kesehatan gratis secara merata di wilayah Sumsel, termasuk posko kesehatan yang layak.

Tuntutan ketiga menyasar perusahaan.

Mahasiswa meminta pemerintah mencabut izin dan menjatuhkan sanksi berat terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran maupun lalai hingga menyebabkan karhutla.

Keempat, mereka mendesak aparat dan pemerintah menindak tegas pelaku karhutla serta mencabut izin perusahaan yang terbukti menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

Sedangkan tuntutan kelima berkaitan dengan transparansi.

Mahasiswa meminta pemerintah membuka informasi mengenai penggunaan anggaran serta penyaluran bantuan untuk penanganan karhutla di Sumsel.

“Kelima tuntutan ini kami sampaikan karena persoalan karhutla dan kabut asap bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Joansyah.

Data BMKG: Udara Palembang Masih Berbahaya

Desakan mahasiswa tersebut datang ketika kondisi kualitas udara Palembang pada hari yang sama memang masih buruk.

Data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di sejumlah titik Palembang berada pada level berbahaya.

Pada pukul 15.00 WIB, Stasiun PM2.5 Talang Betutu tercatat 290,0 mikrogram per meter kubik (µg/m³), sedangkan Stasiun Musi 2 mencapai 280,9 µg/m³.

Keduanya masih berada di atas ambang 250,5 µg/m³, yang masuk kategori berbahaya dalam klasifikasi kualitas udara BMKG.

Kondisi tersebut bukan hanya terjadi pada sore hari. Pada Selasa pagi, pemantauan di Palembang juga menunjukkan konsentrasi PM2.5 yang sangat tinggi.

Stasiun Musi 2 sempat mencatat 815 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB, sementara Talang Betutu juga berada pada level berbahaya.

Kabut asap pun masih terlihat di sejumlah kawasan Palembang hingga siang dan sore. Kondisi langit bahkan terlihat kekuningan akibat pekatnya asap.

Artinya, saat mahasiswa menggelar aksi dan mempersoalkan penanganan karhutla, persoalan kualitas udara memang masih menjadi masalah aktual di Palembang.

Hotspot Sumsel Naik Hampir Dua Kali Lipat

Data pemerintah terkait titik panas juga menunjukkan adanya peningkatan.

Kementerian Kehutanan mencatat 142 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di Sumsel berdasarkan pemantauan hingga Senin (5/10) pukul 21.15 WIB.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 75 hotspot.

Secara nasional, terdeteksi 1.359 hotspot high confidence, naik 832 titik dari 527 hotspot pada Minggu (4/10).

Di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, tercatat 812 hotspot high confidence. Sumsel menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi kedua setelah Kalimantan Tengah yang mencapai 569 titik.

Namun, Kementerian Kehutanan mengingatkan hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak bisa langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran atau luas lahan yang terbakar.

Setiap indikasi hotspot tetap membutuhkan verifikasi lapangan atau groundcheck untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Kementerian Kehutanan sendiri menyatakan pemantauan dan verifikasi lapangan terus diperkuat seiring meningkatnya hotspot, termasuk di wilayah Sumsel.

Mahasiswa Minta Herman Deru Turun Langsung

Dengan kondisi tersebut, mahasiswa menegaskan tidak ingin persoalan karhutla dan kabut asap kembali berakhir pada pernyataan pemerintah.

Mereka meminta ada langkah konkret yang bisa dirasakan masyarakat, terutama warga yang terdampak asap dan memburuknya kualitas udara.

Massa juga meminta Herman Deru datang langsung menemui mereka untuk menjelaskan langkah Pemprov Sumsel dalam menangani karhutla.

Hingga aksi berlangsung, mahasiswa menyatakan masih bertahan di Kantor Gubernur Sumsel.

Mereka menunggu respons langsung pemerintah terhadap tuntutan yang disampaikan dan memastikan persoalan karhutla serta kabut asap tetap menjadi perhatian pemerintah Sumsel. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Kontes Menulis, Cabaca Ajak Masyarakat untuk Mengeksplor Isu Tentang Perempuan

    Gelar Kontes Menulis, Cabaca Ajak Masyarakat untuk Mengeksplor Isu Tentang Perempuan

    • calendar_month Jumat, 3 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.209
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, Yogyakarta – Sebagai salah satu platform baca dan penerbitan digital di Indonesia, Cabaca aktif mengadakan berbagai kontes menulis sejak beberapa tahun ke belakang. Tak terkecuali tahun ini, mengangkat tema Kisah Para Puan kontes menulis novel sudah dimulai sejak 20 Februari 2023 dengan total hadiah 10 juta rupiah. Kontes menulis ini bertujuan untuk mengidentifikasi fiksi populer […]

  • LPPL Radio Suara Muara Enim Raih 4 Kategori Anugerah LPPL Indonesia Award 2021

    LPPL Radio Suara Muara Enim Raih 4 Kategori Anugerah LPPL Indonesia Award 2021

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.538
    • 0Komentar

    LPPL Radio Suara Muara Enim kembali meraih 4 kategori pada lanjutan penganugerahan LPPL Indonesia award tahun 2021, yang dilaksanakan pada kamis malam (25/3/2021) di Villa Kampung Gunung Kuningan Jawa Barat, setelah pada malam sebelumnya berhasil meraih 1 kategori award 2021. Pencapaian ini dapat diraih setelah dilakukannya serangkian penilaian dari pengurus asosiasi dan dewan pengawas LPPL […]

  • Keren Juga, OPPO bawa Euforia Final Liga Champions di Istanbul ke Indonesia

    Keren Juga, OPPO bawa Euforia Final Liga Champions di Istanbul ke Indonesia

    • calendar_month Jumat, 16 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 852
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Jakarta,– Kesuksesan OPPO dimulai dari mendatangkan Ricardo Kaká di Indonesia, mengadakan berbagai acara di OPPO Gallery hingga memberikan kesempatan kepada konsumen, partner bisnis, Brand Ambassador, Tech KOL untuk menonton langsung keajaiban Final Liga Champions UEFA di Stadion Olimpiade Atatürk, Istanbul Turki. Final Liga Champions UEFA 2023 telah berlangsung pada 11 Juni yang lalu di Istambul, Turki dengan […]

  • Benarkah Anak-Anak Kebal Terhadap Virus Covid-19

    Benarkah Anak-Anak Kebal Terhadap Virus Covid-19

    • calendar_month Jumat, 4 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 983
    • 0Komentar

    BEREDAR di media sosial Facebook, video seorang perempuan yang mengklaim sebagai peneliti dan mengatakan bahwa anak-anak kebal terhadap virus Covid-19. Ia juga menyebutkan jika anak-anak yang meninggal dalam waktu satu tahun ini tidak ada kaitannya dengan virus Covid-19. Berdasarkan penelusuran, klaim yang menyebut bahwa anak-anak kebal terhadap virus Covid-19 adalah keliru. Faktanya, kasus di beberapa […]

  • Ada dokter spesialis penyakit jantung yang bikin tertawa pasiennya, coba baca !

    Ada dokter spesialis penyakit jantung yang bikin tertawa pasiennya, coba baca !

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 838
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ada -ada saja kelakuan dokter spesialis jantung, yang bisa bikin ngakak pasiennya saat berkonsultasi, ini guyonannya, mungkin ente bisa ikutan tersenyum : Pasien: “Dokter, setiap kali saya melihat makanan yang berlemak, jantung saya berdetak kencang!” Dokter: “Baiklah, berhentilah melihat makanan berlemak!” Pasien: “Dokter, apa yang harus saya lakukan agar jantung saya tetap sehat?” Dokter: […]

  • 5 Tips Donor Darah Rutin di Kalidoni untuk Dukung PMI Palembang

    5 Tips Donor Darah Rutin di Kalidoni untuk Dukung PMI Palembang

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    DONOR darah bukan hanya kegiatan sosial sesaat, tetapi bisa menjadi kebiasaan rutin yang memberi dampak besar bagi banyak orang. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Palembang terus mendorong masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan peduli sesama. Salah satu wilayah yang aktif mendukung gerakan ini adalah Kecamatan Kalidoni, yang kini memperkuat […]

expand_less
WordPress Archive Parallax One Page Builder WordPress Plugin Paras – Business Coach for Women Elementor Template Kit Parax – Creative Agency Elementor Template Kit Park – Creative Portfolio WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WordPress Theme Parkivia | Auto Parking & Car Maintenance WP Partdo - Auto Parts and Tools Shop WooCommerce Theme Particles Backgrounds Addon for WPBakery Page Builder Partiso Political Party & Candidate Elementor Template Kit Partiso | Political WordPress Theme for Party & Candidate