Gempa M7,7 NTT, Korban Tewas Jadi 71 Orang, Hampir 60 Ribu Warga Mengungsi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Korban meninggal dunia akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat 71 orang meninggal dunia, satu di antaranya merupakan warga Kabupaten Nagekeo.
Di tengah penanganan darurat, jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian juga mencapai puluhan ribu. Data terbaru BNPB mencatat 59.647 orang mengungsi, dengan jumlah terbesar berada di Kabupaten Manggarai, yakni 20.333 jiwa.
Kondisi bangunan yang rusak serta kekhawatiran terhadap gempa susulan membuat sebagian warga belum berani kembali ke rumah.
Pemerintah bersama BNPB kini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. Bantuan yang disalurkan mencakup makanan, air bersih, tenda, matras, selimut, layanan kesehatan, sanitasi, hingga kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan penyandang disabilitas.
Distribusi bantuan dilakukan bertahap karena titik pengungsian tersebar di berbagai wilayah. Selain lokasi pengungsian resmi, petugas juga mendata warga yang mengungsi secara mandiri agar bantuan tidak terlewat.
Bantuan 398 Ton Dikirim
Dalam periode 15-18 Agustus, total bantuan yang telah dikirim mencapai 398 ton. Penyaluran dilakukan melalui jalur udara dan laut, sementara jalur darat tetap menjadi pilihan utama untuk membawa logistik dari titik distribusi menuju pengungsian.
Kondisi geografis dan akses jalan menjadi pertimbangan dalam menentukan jalur pengiriman.
Dukungan lewat laut juga diperkuat. Pada Selasa (18/8), KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reok, Kabupaten Manggarai, dengan membawa bantuan berupa sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan dari berbagai unsur masyarakat.
Pemerintah juga mengerahkan TNI, Polri dan unsur pentaheliks untuk mempercepat mobilisasi personel, logistik serta pelayanan kesehatan, termasuk ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
BNPB memastikan penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Dukungan akan terus diberikan mengikuti kebutuhan di lapangan hingga masyarakat terdampak memasuki tahap pemulihan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
