84 Hektare Karhutla Sumsel Masih Ditangani, Menhut Ingatkan Ancaman
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 9 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kehutanan.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum sepenuhnya tuntas. Dari sekitar 404,22 hektare area terdampak, sebanyak 84,25 hektare masih dalam proses penanganan.
Di tengah kondisi itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan potensi karhutla di Sumsel masih dapat berlangsung hingga Oktober atau awal November. Pemerintah daerah diminta tetap menjaga kesiapsiagaan meski penanganan di lapangan menunjukkan perkembangan.
Peringatan tersebut disampaikan Raja Juli dalam Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla Sumsel 2026 di Kantor BPBD Sumsel, Selasa (15/9/2026).
Menurut Raja Juli, pengelolaan data yang terintegrasi menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Data yang terkonsolidasi dibutuhkan, agar pemerintah dapat menentukan prioritas penanganan dan mengalokasikan sumber daya secara tepat.
Di lapangan, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan operasi udara. Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut kontribusi water bombing sekitar 10 persen, sedangkan penanganan melalui jalur darat dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pemadaman.
“Alhamdulillah, kerja keras seluruh satgas pemadaman sudah optimal dan hasilnya sudah terlihat. Kontribusi water bombing hanya sekitar 10 persen, artinya kontribusi masyarakat dan satgas darat sangat berperan dalam penanganan Karhutla ini,” kata Herman Deru.
Kondisi geografis Sumsel yang relatif rendah juga membuat asap karhutla berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kegiatan pendidikan ketika kualitas udara memburuk.
Herman meminta pemerintah daerah terus memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sebagai dasar mengambil kebijakan. Jika kondisi udara tidak memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka, opsi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dapat dipertimbangkan.
Kepala BNPB RI Letjen TNI Suharyanto juga mengapresiasi kerja Satgas Karhutla Sumsel. Ia menilai penanganan di lapangan menunjukkan hasil, namun kontribusi satgas darat tetap perlu terus diperkuat.
Dengan masih adanya lahan yang dalam proses penanganan dan potensi karhutla yang diperkirakan dapat bertahan hingga Oktober atau awal November, pemerintah dan seluruh unsur penanganan karhutla di Sumsel masih harus menjaga kesiapsiagaan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
