Karhutla Beruntun di Kaltim-Jateng, 27,9 Hektare Lahan Terbakar
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 16 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bnpb.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi beruntun di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dan Jawa Tengah. Dalam rangkuman laporan bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 12-13 Agustus 2026, total lahan yang terbakar dalam tiga kejadian tersebut mencapai 27,9 hektare.
Karhutla dengan luasan terbesar terjadi di Kelurahan Muara Sanga-sanga, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Selasa (11/8) sekitar pukul 15.20 WIB.
Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 15 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
Pada hari yang sama, karhutla juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kebakaran melanda Desa Beras Jiring, Kecamatan Muara Komam; Desa Tanah Grogot dan Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot serta Desa Damit, Kecamatan Pasir Belengkong.
Total lahan yang terbakar di wilayah tersebut mencapai 5 hektare. BPBD Kabupaten Paser bersama tim gabungan melakukan penanganan menggunakan peralatan sederhana, membuat sekat bakar, serta mengerahkan water truck untuk membantu pemadaman.
Dengan tambahan kejadian di Paser, luas lahan yang terbakar akibat karhutla di Kalimantan Timur mencapai 20 hektare.
Karhutla kemudian terjadi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Kebakaran melanda Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, dan Desa Jiwo Wetan, Kecamatan Wedi. Total luas lahan yang terbakar mencapai 7,9 hektare.
BPBD Kabupaten Klaten melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan instansi terkait, perangkat desa, relawan, serta warga sekitar untuk melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama.
Jika digabungkan, tiga kejadian karhutla di Kutai Kartanegara, Paser, dan Klaten menyebabkan 27,9 hektare lahan terbakar.
Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian angin puting beliung di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/8) sekitar pukul 19.30 WIB dan merusak sejumlah rumah warga di Kelurahan Pinang Mancung dan Teluk Karang, Kecamatan Bajenis.
Sedikitnya sembilan kepala keluarga terdampak akibat kejadian tersebut. BPBD Kota Tebing Tinggi bersama relawan dan masyarakat setempat langsung melakukan penanganan di lapangan.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Pemerintah daerah diharapkan memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, dan deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman juga perlu dipastikan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat ketika kebakaran terjadi.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Jika mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, masyarakat diimbau segera melaporkannya kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
