Paus Sperma 9,8 Meter Terdampar di Ternate, Sampai Pakai Ekskavator
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kkp.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID, TERNATE – Seekor paus sperma betina dengan panjang hampir 10 meter terdampar di pesisir Pantai Afe-Taduma, Kota Ternate, Maluku Utara. Ukuran tubuhnya yang besar membuat penanganan bangkai mamalia laut itu harus melibatkan alat berat.
Ekskavator dikerahkan untuk memindahkan bangkai sekaligus menggali lubang penguburan. Proses tersebut dilakukan setelah petugas melakukan identifikasi dan pengukuran terhadap paus yang ditemukan warga pada Selasa (8/9).
Hasil pemeriksaan di lokasi menunjukkan paus sperma tersebut memiliki panjang total 9,8 meter dengan lingkar badan mencapai 6,6 meter.
Sementara itu, panjang sirip dadanya mencapai 75 sentimeter, sirip punggung 40 sentimeter, dan ekornya berukuran 2,8 meter.
Paus tersebut berjenis kelamin betina. Saat ditemukan, kondisinya sudah mengalami pembusukan sedang atau kode 3. Kulit bagian luar tubuhnya juga telah mengelupas.
Laporan pertama mengenai paus terdampar itu datang dari masyarakat. Informasi tersebut kemudian diterima Tim Balai Pengelolaan Kelautan Kupang Satpel Sorong Wilker Ternate.
Petugas langsung menuju Pantai Afe-Taduma dan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Ternate, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta warga setempat.
Setelah proses identifikasi dan pengukuran selesai, bangkai paus dipindahkan menggunakan ekskavator. Bangkai kemudian dikuburkan di sekitar lokasi penemuan.
Pemilihan lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Bangkai paus dikuburkan tidak jauh dari titik ditemukan agar kondisinya masih dapat dipantau dan diperiksa secara berkala setelah penguburan.
Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Kupang, Imam Fauzi, mengapresiasi respons masyarakat yang segera melaporkan temuan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi jajaran Pemerintah Kota Ternate dan masyarakat yang sigap melaporkan kejadian ini,” ujar Imam dalam siaran resmi di Jakarta, Minggu (13/9).
Menurut Imam, laporan cepat dan kerja sama berbagai pihak membuat proses identifikasi hingga penguburan dapat dilakukan sesuai prosedur.
Temuan paus sperma ini sekaligus menjadi pengingatkan laporan masyarakat berperan penting ketika mamalia laut ditemukan terdampar. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula kondisi satwa dapat diperiksa dan ditangani. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
