Peristiwa

Ancaman Hukuman Mati Menanti Otak Pembunuh PNS Aprianiti

Foto : istimewa

MASIH Ingat, kan dengan pembunuhan dilakukan Yudi terhadap temannya,  Aprianiti, PNS Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Satuan Kerja Metropolis Palembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang jasadnya dikubur di TPU Kandang Kawat dengan di cor minggu lalu.

Kini Yudi dan satu pelaku lainnya sudah meringkuk di Sel Tahanan, dan Polisi terus melakukan pemeriksaan, ancaman Hukuman mati pun menantinya.

“Kami sudah mendalami peran masing-masing pelaku yang ditangkap ini. Ada pelaku terancam hukuman mati, pelaku itu bernama Yudi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alpiani saat ditemui di Mapolda, Selasa (29/10/2019).

Menurut Yustan, dari hasil pemeriksaan sejauh ini Yudi merupakan otak pelaku. Dia nekat mengajak 3 temannya untuk mengeksekusi korban dan mengubur di TPU Kandang Kawat, Palembang.

“Yudi awalnya siapkan uang Rp 15 juta untuk tiga orang, Rp 4 juta untuk Ilyas dan Rp 11 juta untuk yang tukang gali kubur ditambah 1,3 juta, Novi dan Amir,” imbuh Yustan.

Uang Rp 1,3 juta sendiri, diketahui untuk membeli semen dan pemasangan patok. Sebab korban dikubur di makam lama yang digali ulang sekitar 30-50 cm agar tidak menimbulkan bau.

“Itu galiannya hanya 30-50 cm, jadi kalau tidak dicor mereka takut bau. Maka Novi ini minta uang lagi Rp 1,3 juta itu kepada Yudi dan besok harinya 10 Oktober baru dicor,” kata Yustan.

Sebelumnya diketahui, pelaku nekad membunuh rekan kerjanya itu karena persoalan utang bisnis jual-beli mobil. Namun Yudi panik saat korban minta uang yang dipinjam sekitar Rp 200 juta.

Karena bisnis hanya palsu belaka dan uang yang dipinjam sudah habis, Yudi akhirnya merencanakan pebunuhan 9 Oktober. Korban dibunuh dalam mobil rental sekitar pukul 20.30 WIB.

Keluarga yang kehilangan melaporkan kasus itu ke polisi dengan lapran atas kehilangan dan penculikan. Hampir 3 pekan, kasus pun akhirnya terungkap oleh tim Unit I subdit Jatanras Polda Sumsel.[**]

Penulis  : one

 

Comments

Terpopuler

To Top