8 Orang Hilang di Selat Sunda, SAR Bidik Pulau Sertung
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 1 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :bnpb
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pencarian delapan orang yang hilang di perairan Selat Sunda terus berlanjut. Memasuki hari keempat operasi kemarin, tim SAR gabungan mengarahkan perhatian ke sejumlah titik di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk upaya penyisiran di Pulau Sertung.
Pulau Sertung menjadi salah satu sasaran dalam pencarian. Namun, kondisi kawasan membuat tim harus berhati-hati. Lokasinya berada dalam radius sekitar 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau sehingga penyisiran langsung harus mempertimbangkan keselamatan personel.
Dari pemantauan yang dilakukan, belum terlihat tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di Pulau Sertung maupun daratan pulau-pulau lain di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Pencarian kemudian tetap dilakukan dari laut dan udara. Helikopter digunakan untuk membantu pemantauan dari udara, sedangkan drone dikerahkan untuk mengamati sejumlah area yang menjadi sasaran operasi.
Tim juga menyesuaikan arah penyisiran dengan kondisi perairan. Arus, gelombang, dan arah angin menjadi pertimbangan untuk menentukan wilayah yang masih mungkin berkaitan dengan pergerakan rombongan.
Dari jalur laut, area pencarian di sisi selatan Gunung Anak Krakatau telah diperluas hingga sekitar 20 nautical mile (NM) dari pusat aktivitas gunungapi. Penyisiran kemudian diarahkan ke wilayah lain sesuai hasil pemantauan di lapangan, termasuk ke arah perairan Lampung.
Pada pencarian melalui udara Kamis (10/9), belum ditemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di daratan pulau-pulau sekitar Gunung Anak Krakatau.
Sebuah benda yang diduga berupa pelampung atau jaket keselamatan juga sempat ditemukan dalam operasi pencarian. Namun, benda tersebut masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan berkaitan dengan rombongan yang dicari.
Delapan orang itu terdiri atas lima jurnalis, dua awak, dan satu pemandu. Mereka berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Posisi terakhir rombongan diketahui sekitar pukul 14.42 WIB. Komunikasi dengan mereka kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Sejak kehilangan kontak, operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dari Banten dan Lampung, TNI/TNI AL, Polri/Polairud, BPBD, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, Potensi SAR, serta unsur terkait lainnya.
Hingga Jumat (11/9), keberadaan maupun kondisi delapan orang tersebut masih belum diketahui. Tim SAR terus melanjutkan pencarian dengan menyesuaikan sasaran penyisiran berdasarkan hasil pemantauan dan kondisi di lapangan.
Pulau Sertung tetap menjadi salah satu titik yang diperhatikan dalam operasi. Namun, keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap upaya pencarian di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.(***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
