Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 642
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Mari kita buka lembaran baru dalam dunia pesantren, halaman di mana Kitab Kuning bertemu dengan Kompos Organik, dan surah-surah thayyibah berdampingan mesra dengan tong sampah yang dipilah-pilah. Iya, Kementerian Agama lagi serius nihbukan cuma serius ngurus haji dan nikah siri, tapi juga serius menyelamatkan bumi lewat program Pesantren Ramah Lingkungan. Mantap kali!

Di bawah kepemimpinan Menag Nasaruddin Umar, Kemenag akhirnya bilang, “Eh, mari kita mulai dakwah ekoteologis, biar santri bukan cuma jago ngaji, tapi juga jago tanam pohon dan kelola sampah.” Ini bukan sembarang dakwah, ini dakwah yang bisa bikin bumi lebih hijau dan langit lebih lega.

Program ini disusun bareng-bareng dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, sampai lembaga dunia kayak UNEP, FAO, dan UNICEF. Pokoknya, ini bukan gerakan cuci piring sendirian ini gotong-royong sambil nyapu halaman dan nanam bayam!

Dan, hei… kita punya Pesantren At-Thariiq Garut yang jadi contoh nyata, bukan sekadar label “ramah lingkungan” yang cuma tempelan di gerbang. Di sana, santri bisa tahu perbedaan antara daun kering yang bisa jadi pupuk dan daun status mantan yang bikin galau. Ini penting!

Program ini akan melahirkan  Juknis alias petunjuk teknis, tapi dalam bahasa santri, mungkin bisa disebut kitab fiqih lingkungan. Juknis ini akan ngajarin pesantren cara menjadi oase hijau di tengah krisis iklim yang makin gerah kayak hati pas lihat mantan tunangan kondangan duluan.

Bayangkan, di masa depan, setiap pesantren punya kebun mini yang jadi tempat praktik pertanian organik. Bank sampah yang hasilnya bisa buat kas koperasi santri, kurma dan cabai yang ditanam sendiri, bukan cuma dikutip di ayat, dan tentu saja, kurikulum yang bukan cuma ngajarin tauhid, tapi juga tau mana plastik dan mana daun jati.

Kalau mau contoh negara Islam yang sudah lebih dulu berdamai dengan bumi, mari kita melirik Maroko. Negeri ini bukan cuma juara bikin tajine dan menara masjid yang aduhai, tapi juga salah satu pionir dalam energi terbarukan di dunia Islam.

Di kota Ouarzazate (bukan nama klub bola, tenang), mereka punya Kompleks Tenaga Surya Noor salah satu yang terbesar di dunia! Dan yang menarik, proyek ini melibatkan komunitas agama dan lokal, lho. Imam-imam diajak kampanye soal pentingnya menjaga bumi. Masjid-masjidnya pun mulai pasang panel surya. Jadi, azan berkumandang bukan dari energi fosil, tapi dari cahaya mentari. Syahdu, kan?

Kalau Maroko bisa, masa kita enggak? Apalagi kita punya modal pesantren yang jumlahnya ribuan dan santri yang jumlahnya kayak populasi ikan lele di kolam lomba. Tinggal dikasih bimbingan, dan tentu saja insentif (biar semangat), maka pohon bisa tumbuh di halaman asrama dan plastik-plastik nggak lagi nyangkut di got.

Program ini juga bukan sekadar tanam pohon dan pungut sampah, lho. Tapi juga soal membentuk cara pandang baru bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ini penting, karena selama ini banyak yang mikir dosa cuma datang dari pacaran atau bolos ngaji, padahal buang sampah sembarangan juga bisa bikin bumi ngamuk.

Kalau semua pesantren mulai dari sekarang jadi ramah lingkungan, mungkin kita bisa bilang. “Kiamat boleh di tangan Tuhan, tapi menunda kerusakan bumi adalah tugas kita bersama termasuk para santri berkopyah dan bersarung.”

Mari kita bayangkan, suatu hari nanti, ketika ada santri yang bukan cuma hafal kitab Alfiyah, tapi juga jago bikin kompos dan bisa bedain mana biji pepaya dan mana bibit sengon. Wah, itu baru keren! Syariah, dan sadar lingkungan pula!

Pesantren ramah lingkungan adalah masa depan yang tidak utopis asal semua pihak sepakat bahwa bumi ini juga perlu disayang. Dan siapa yang lebih cocok jadi pelopor kalau bukan para santri yang sudah terlatih hidup sederhana, bersih, dan penuh kesadaran spiritual?

Kalau selama ini kita sering dengar “bumi adalah warisan anak cucu”, mungkin kini saatnya kita bilang. “Bumi adalah amanah yang harus kita rawat, mulai dari serambi mushola sampai ke kebun belakang pondok.”

Mari kita mulai revolusi hijau dari pondok. Karena kalau para santri sudah cinta lingkungan, InsyaAllah, langit pun akan ikut mengamini.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Muba Buat Mulus Jalan yang Hubungkan Tiga Desa di Tungkal Jaya

    Langkah Muba Buat Mulus Jalan yang Hubungkan Tiga Desa di Tungkal Jaya

    • calendar_month Rabu, 3 Jan 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 889
    • 0Komentar

    – Infrastruktur jalan pedesaan di Muba terus dikebut dilakukan pembangunan dan perbaikan. Kini, giliran jalan pedesaan di Kecamatan Tungkal Jaya yang mana Selasa (2/1/2024) siang di cek langsung oleh Pj Bupati Apriyadi Mahmud. Sedikitnya anggaran sebesar Rp14.905.697.000,00 dikucurkan Pj Bupati Apriyadi Mahmud melalui Dinas PUPR Muba memperbaiki jalan penghubung tiga desa yakni Jalan Sri Mulyo-Sinar […]

  • Sabar Bro.. Pengumuman Seleksi CPNS Tunggu Hasil BKN, Begini Tahapannya

    Sabar Bro.. Pengumuman Seleksi CPNS Tunggu Hasil BKN, Begini Tahapannya

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    PARA peserta seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI), yang telah digelar beberapa hari lalu. untuk mengeluarkan hasil resmi SKD ini harus melalui beberapa tahapan terlebih dahulu. Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten OKI, Husni, didampingi Kabid Pengadaan, Imron Suhedi mengungkapkan, pengumuman hasil ini diperkirakan […]

  • Resmi,Bank SumselBabel Luncurkan QRIS Di Kepulauan Bangka Belitung

    Resmi,Bank SumselBabel Luncurkan QRIS Di Kepulauan Bangka Belitung

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.549
    • 0Komentar

    BANK SumselBabel resmi meluncurkan QRIS di Provinsi Bangka Belitung [Babel] menyusul kian berkembangnya teknologi di Industri Perbankan. Peluncuran QRIS Bank Sumsel Babel ini, merupakan bentuk komitmen dari Bank Sumsel Babel untuk senantiasa memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah Bank Sumsel Babel dalam bertransaksi, khususnya dalam rangka menghadapi dimasa pandemi COVID-19. Direktur Utama Bank SumselBabel, Ahmad […]

  • Banyak Laporan Masyarakarat Yang Masuk, Polri Incar 3.000 Pinjol

    Banyak Laporan Masyarakarat Yang Masuk, Polri Incar 3.000 Pinjol

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 811
    • 0Komentar

    KABARESKRIM Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyatakan pihaknya tengah mengincar 3.000 aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal. Hal ini dilakukan setelah banyaknya laporan masyarakat. “Saat ini kan ada yang masih ditangani oleh Bareskrim, dalam hal ini kita juga terus berkoordinasi dengan OJK (otoritas jasa keuangan), nantinya hasil dari tim penyidik tentunya akan berguna untuk membuka jaringan […]

  • Laut RI Sangat “Seksi”, Ini 3 Riset Laut Dalam Dilakukan BRIN

    Laut RI Sangat “Seksi”, Ini 3 Riset Laut Dalam Dilakukan BRIN

    • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 999
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),  menilai sejauh ini Indonesia masih belum banyak melakukan eksplorasi riset laut dalam, padahal potensi laut dalam di perairan Indonesia sangat seksi untuk menjadi objek riset. Kepala Pusat Riset Laut Dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indah Suci Nurhati mengatakan laut dalam itu sangat menarik untuk dieksplorasi, karena kehidupan di laut dalam […]

  • Beasiswa dari Yordania, Jalan Ninja Baru Mahasiswa Indonesia Tembus Padang Pasir Ilmu

    Beasiswa dari Yordania, Jalan Ninja Baru Mahasiswa Indonesia Tembus Padang Pasir Ilmu

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 567
    • 0Komentar

    INDONESIA memang kaya, kaya budaya, kaya bahasa, dan kaya anak muda yang cita-citanya besar tapi dompetnya pas-pasan. Untungnya, kali ini datang kabar cerah dari arah Yordania, bukan cuma matahari yang bersinar di sana, tapi juga peluang beasiswa dan pelatihan untuk anak bangsa yang haus ilmu. Ya, itulah impian besar yang bisa jadi kenyataan setelah Menteri […]

expand_less
WordPress Archive Dexico – Apartment Rent Elementor Template Kit Dexnie – Personal Portfolio Elementor Template Kit Deyliv – Food Delivery App Elementor Template Kit Dezert EasyCart & WooCommerce Shopping Theme Dezily – Cardiology Medical WordPress Theme Dezuvo – NFT Portfolio Elementor Template Kit DezVu – Creative Agency Elementor Template Kit dFlip PDF FlipBook WordPress Plugin DGWork – Business Theme For Easy Digital Downloads Dhora – Movie Production & Film Studio WordPress Theme