Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 638
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Mari kita buka lembaran baru dalam dunia pesantren, halaman di mana Kitab Kuning bertemu dengan Kompos Organik, dan surah-surah thayyibah berdampingan mesra dengan tong sampah yang dipilah-pilah. Iya, Kementerian Agama lagi serius nihbukan cuma serius ngurus haji dan nikah siri, tapi juga serius menyelamatkan bumi lewat program Pesantren Ramah Lingkungan. Mantap kali!

Di bawah kepemimpinan Menag Nasaruddin Umar, Kemenag akhirnya bilang, “Eh, mari kita mulai dakwah ekoteologis, biar santri bukan cuma jago ngaji, tapi juga jago tanam pohon dan kelola sampah.” Ini bukan sembarang dakwah, ini dakwah yang bisa bikin bumi lebih hijau dan langit lebih lega.

Program ini disusun bareng-bareng dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, sampai lembaga dunia kayak UNEP, FAO, dan UNICEF. Pokoknya, ini bukan gerakan cuci piring sendirian ini gotong-royong sambil nyapu halaman dan nanam bayam!

Dan, hei… kita punya Pesantren At-Thariiq Garut yang jadi contoh nyata, bukan sekadar label “ramah lingkungan” yang cuma tempelan di gerbang. Di sana, santri bisa tahu perbedaan antara daun kering yang bisa jadi pupuk dan daun status mantan yang bikin galau. Ini penting!

Program ini akan melahirkan  Juknis alias petunjuk teknis, tapi dalam bahasa santri, mungkin bisa disebut kitab fiqih lingkungan. Juknis ini akan ngajarin pesantren cara menjadi oase hijau di tengah krisis iklim yang makin gerah kayak hati pas lihat mantan tunangan kondangan duluan.

Bayangkan, di masa depan, setiap pesantren punya kebun mini yang jadi tempat praktik pertanian organik. Bank sampah yang hasilnya bisa buat kas koperasi santri, kurma dan cabai yang ditanam sendiri, bukan cuma dikutip di ayat, dan tentu saja, kurikulum yang bukan cuma ngajarin tauhid, tapi juga tau mana plastik dan mana daun jati.

Kalau mau contoh negara Islam yang sudah lebih dulu berdamai dengan bumi, mari kita melirik Maroko. Negeri ini bukan cuma juara bikin tajine dan menara masjid yang aduhai, tapi juga salah satu pionir dalam energi terbarukan di dunia Islam.

Di kota Ouarzazate (bukan nama klub bola, tenang), mereka punya Kompleks Tenaga Surya Noor salah satu yang terbesar di dunia! Dan yang menarik, proyek ini melibatkan komunitas agama dan lokal, lho. Imam-imam diajak kampanye soal pentingnya menjaga bumi. Masjid-masjidnya pun mulai pasang panel surya. Jadi, azan berkumandang bukan dari energi fosil, tapi dari cahaya mentari. Syahdu, kan?

Kalau Maroko bisa, masa kita enggak? Apalagi kita punya modal pesantren yang jumlahnya ribuan dan santri yang jumlahnya kayak populasi ikan lele di kolam lomba. Tinggal dikasih bimbingan, dan tentu saja insentif (biar semangat), maka pohon bisa tumbuh di halaman asrama dan plastik-plastik nggak lagi nyangkut di got.

Program ini juga bukan sekadar tanam pohon dan pungut sampah, lho. Tapi juga soal membentuk cara pandang baru bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ini penting, karena selama ini banyak yang mikir dosa cuma datang dari pacaran atau bolos ngaji, padahal buang sampah sembarangan juga bisa bikin bumi ngamuk.

Kalau semua pesantren mulai dari sekarang jadi ramah lingkungan, mungkin kita bisa bilang. “Kiamat boleh di tangan Tuhan, tapi menunda kerusakan bumi adalah tugas kita bersama termasuk para santri berkopyah dan bersarung.”

Mari kita bayangkan, suatu hari nanti, ketika ada santri yang bukan cuma hafal kitab Alfiyah, tapi juga jago bikin kompos dan bisa bedain mana biji pepaya dan mana bibit sengon. Wah, itu baru keren! Syariah, dan sadar lingkungan pula!

Pesantren ramah lingkungan adalah masa depan yang tidak utopis asal semua pihak sepakat bahwa bumi ini juga perlu disayang. Dan siapa yang lebih cocok jadi pelopor kalau bukan para santri yang sudah terlatih hidup sederhana, bersih, dan penuh kesadaran spiritual?

Kalau selama ini kita sering dengar “bumi adalah warisan anak cucu”, mungkin kini saatnya kita bilang. “Bumi adalah amanah yang harus kita rawat, mulai dari serambi mushola sampai ke kebun belakang pondok.”

Mari kita mulai revolusi hijau dari pondok. Karena kalau para santri sudah cinta lingkungan, InsyaAllah, langit pun akan ikut mengamini.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ferdinan Pimpin BAPERA Sumsel

    Ferdinan Pimpin BAPERA Sumsel

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 2.852
    • 0Komentar

    Fahd El Fouz A Rafiq selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Barisan Pemuda Nusantara (DPP-BAPERA) memberikan kepercayaan kepada Ferdinan untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah Barisan Pemuda Nusantara (DPD-BAPERA) Provinsi Sumatera Selatan periode 2020-2025. Hal ini terlihat setelah Ferdinan mendapatkan Surat Keputusan DPP BAPERA yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum Fahd El Fouz A Rafiq kepada […]

  • HUT RI ke-73, 6.466 Napi Peroleh Remisi

    HUT RI ke-73, 6.466 Napi Peroleh Remisi

    • calendar_month Sabtu, 18 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 797
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebanyak 6.466 narapidana se Sumsel peroleh remisi (pengurangan masa tahanan) dari pemerintah. Remisi umum kepada Napi dan Anak ini diberikan dalam rangka peringatan HUT RI ke-73, di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas II A Palembang yang dihadiri oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, kemarin. Selain Gubernur Sumsel, dihadiri juga  sejumlah pejabat di antaranya Ketua […]

  • Gubernur : Saya Merasa Kehilangan Sosok Pak Mahyuddin, Beliau Banyak Memberikan  Tauladan Bagi Orang Sekitarnya

    Gubernur : Saya Merasa Kehilangan Sosok Pak Mahyuddin, Beliau Banyak Memberikan  Tauladan Bagi Orang Sekitarnya

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 786
    • 0Komentar

    WAFATNYA Mantan  Gubernur Sumsel ke 14 Prof Dr dr H Mahyuddin N.S., SpOG (K) di usis 74 Tahun, pada  pukul 23.45 WIB, Kamis (8/4) malam menyisakan duka mendalam bagi Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Sebab sosok Almarhum  semasa hidupnya banyak memberikan   tauladan orang disekitarnya. “Saya merasa kehilangan sosok Pak Mahyuddin, selain baik orangnya juga  banyak […]

  • Update Minggu, Pasien Positif COVID-19 Bertambah Lagi Di Sumsel Jadi 129 Kasus

    Update Minggu, Pasien Positif COVID-19 Bertambah Lagi Di Sumsel Jadi 129 Kasus

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 923
    • 0Komentar

    PASIEN terpapar positif COViD-19 di Sumsel bertambah 10 kasus sehingga pada Minggu [26/4/2020] total kasus positif Covid-19 di Sumsel menjadi 129 kasus. Dari 10 kasus penambahan itu, diantaranya berasal dari Palembang, Kabupaten Mura, 1 Kasus dan Kab.OKU 1 Orang dan Ogan Ilir, 2 kasus, Kota Lubuk Linggau, 2 kasus dan satu impor berasal dari Jambi. […]

  • Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, TP PKK Muba Bina PHBS & Kader Posyandu

    Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat, TP PKK Muba Bina PHBS & Kader Posyandu

    • calendar_month Sabtu, 1 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.299
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,  – Dalam rangka meningkatkan kualitas kesehaatan hidup dan kesejahteraan masyarakat, Tim PKK Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melakukan pembinaan desa/kelurahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Posyandu dan Kader berprestasi, kegiatan berlangsung di Desa Beji Mulyo Kecamatan Tungkal Jaya, Jumat (31/5/2024). Dikatakan Pj Ketua TP PKK Muba Hj Triana Sandi Pahlepi, kegiatan ini adalah wujud […]

  • Desa Jadi Tempat Perekonomian Daerah, Mari Maksimalkan BUMDes

    Desa Jadi Tempat Perekonomian Daerah, Mari Maksimalkan BUMDes

    • calendar_month Selasa, 29 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 747
    • 0Komentar

      MENTERI Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar didampingi Nyai Lilik Umi Nasriyah menyambangi Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada belum lama ini. Menteri Halim Iskandar meninjau salah satu potensi desa setempat berupa pembuatan kain tenun. Menteri Halim berharap potensi ini akan diakomodir dalam Badan Usaha Milik […]

expand_less
WordPress Archive Dexico – Apartment Rent Elementor Template Kit Dexnie – Personal Portfolio Elementor Template Kit Deyliv – Food Delivery App Elementor Template Kit Dezert EasyCart & WooCommerce Shopping Theme Dezily – Cardiology Medical WordPress Theme Dezuvo – NFT Portfolio Elementor Template Kit DezVu – Creative Agency Elementor Template Kit dFlip PDF FlipBook WordPress Plugin DGWork – Business Theme For Easy Digital Downloads Dhora – Movie Production & Film Studio WordPress Theme