Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

Santri Hijau, Bumi Adem” [Saat Kiai dan Alam Bersalaman]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
  • visibility 645
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Mari kita buka lembaran baru dalam dunia pesantren, halaman di mana Kitab Kuning bertemu dengan Kompos Organik, dan surah-surah thayyibah berdampingan mesra dengan tong sampah yang dipilah-pilah. Iya, Kementerian Agama lagi serius nihbukan cuma serius ngurus haji dan nikah siri, tapi juga serius menyelamatkan bumi lewat program Pesantren Ramah Lingkungan. Mantap kali!

Di bawah kepemimpinan Menag Nasaruddin Umar, Kemenag akhirnya bilang, “Eh, mari kita mulai dakwah ekoteologis, biar santri bukan cuma jago ngaji, tapi juga jago tanam pohon dan kelola sampah.” Ini bukan sembarang dakwah, ini dakwah yang bisa bikin bumi lebih hijau dan langit lebih lega.

Program ini disusun bareng-bareng dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, sampai lembaga dunia kayak UNEP, FAO, dan UNICEF. Pokoknya, ini bukan gerakan cuci piring sendirian ini gotong-royong sambil nyapu halaman dan nanam bayam!

Dan, hei… kita punya Pesantren At-Thariiq Garut yang jadi contoh nyata, bukan sekadar label “ramah lingkungan” yang cuma tempelan di gerbang. Di sana, santri bisa tahu perbedaan antara daun kering yang bisa jadi pupuk dan daun status mantan yang bikin galau. Ini penting!

Program ini akan melahirkan  Juknis alias petunjuk teknis, tapi dalam bahasa santri, mungkin bisa disebut kitab fiqih lingkungan. Juknis ini akan ngajarin pesantren cara menjadi oase hijau di tengah krisis iklim yang makin gerah kayak hati pas lihat mantan tunangan kondangan duluan.

Bayangkan, di masa depan, setiap pesantren punya kebun mini yang jadi tempat praktik pertanian organik. Bank sampah yang hasilnya bisa buat kas koperasi santri, kurma dan cabai yang ditanam sendiri, bukan cuma dikutip di ayat, dan tentu saja, kurikulum yang bukan cuma ngajarin tauhid, tapi juga tau mana plastik dan mana daun jati.

Kalau mau contoh negara Islam yang sudah lebih dulu berdamai dengan bumi, mari kita melirik Maroko. Negeri ini bukan cuma juara bikin tajine dan menara masjid yang aduhai, tapi juga salah satu pionir dalam energi terbarukan di dunia Islam.

Di kota Ouarzazate (bukan nama klub bola, tenang), mereka punya Kompleks Tenaga Surya Noor salah satu yang terbesar di dunia! Dan yang menarik, proyek ini melibatkan komunitas agama dan lokal, lho. Imam-imam diajak kampanye soal pentingnya menjaga bumi. Masjid-masjidnya pun mulai pasang panel surya. Jadi, azan berkumandang bukan dari energi fosil, tapi dari cahaya mentari. Syahdu, kan?

Kalau Maroko bisa, masa kita enggak? Apalagi kita punya modal pesantren yang jumlahnya ribuan dan santri yang jumlahnya kayak populasi ikan lele di kolam lomba. Tinggal dikasih bimbingan, dan tentu saja insentif (biar semangat), maka pohon bisa tumbuh di halaman asrama dan plastik-plastik nggak lagi nyangkut di got.

Program ini juga bukan sekadar tanam pohon dan pungut sampah, lho. Tapi juga soal membentuk cara pandang baru bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ini penting, karena selama ini banyak yang mikir dosa cuma datang dari pacaran atau bolos ngaji, padahal buang sampah sembarangan juga bisa bikin bumi ngamuk.

Kalau semua pesantren mulai dari sekarang jadi ramah lingkungan, mungkin kita bisa bilang. “Kiamat boleh di tangan Tuhan, tapi menunda kerusakan bumi adalah tugas kita bersama termasuk para santri berkopyah dan bersarung.”

Mari kita bayangkan, suatu hari nanti, ketika ada santri yang bukan cuma hafal kitab Alfiyah, tapi juga jago bikin kompos dan bisa bedain mana biji pepaya dan mana bibit sengon. Wah, itu baru keren! Syariah, dan sadar lingkungan pula!

Pesantren ramah lingkungan adalah masa depan yang tidak utopis asal semua pihak sepakat bahwa bumi ini juga perlu disayang. Dan siapa yang lebih cocok jadi pelopor kalau bukan para santri yang sudah terlatih hidup sederhana, bersih, dan penuh kesadaran spiritual?

Kalau selama ini kita sering dengar “bumi adalah warisan anak cucu”, mungkin kini saatnya kita bilang. “Bumi adalah amanah yang harus kita rawat, mulai dari serambi mushola sampai ke kebun belakang pondok.”

Mari kita mulai revolusi hijau dari pondok. Karena kalau para santri sudah cinta lingkungan, InsyaAllah, langit pun akan ikut mengamini.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Khawatir, Stok Pangan Kata Gubernur  Tetap Aman

    Jangan Khawatir, Stok Pangan Kata Gubernur  Tetap Aman

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    MEREBAKNYA wabah Corona Virus Desease – 19 (Covid-19) di Indonesia terus menjadi perhatian serius Gubernur Sumsel H. Herman Deru. Upaya pencegahan masuknya Covid-19 di Sumsel hingga meminimalisir efek yang ditimbulkan terus dilakukan. Termasuk juga memantau ketersediaan pangan untuk seluruh masyarakat Sumsel. Ia memastikan, hingga beberapa bulan kedepan ketersediaan stok pangan di Sumsel seperti beras, gula, […]

  • Dorong Agar Pemuda Berwirausaha, Brigade Pelajar Islam Indonesia Sumsel Gelar Webinar Pelajar Enterpreneur

    Dorong Agar Pemuda Berwirausaha, Brigade Pelajar Islam Indonesia Sumsel Gelar Webinar Pelajar Enterpreneur

    • calendar_month Rabu, 23 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.166
    • 0Komentar

    KOORDINATOR Wilayah ( Korwil ) Brigade Pelajar Islam Indonesia ( BPII ) Sumatera Selatan ( Sumsel ) akan mengadakan Webinar Nasional Pelajar Enterpreneur pada hari Minggu 27 Juni 2021 Ketua Pelaksana Agus awal efendi Mengatakan, Guna menjawab problem yang akan di hadapi dalam membangun usaha baru dan menumbuhkan kembangkan minat bagi kalangan Pelajar dalam berwirausaha, […]

  • Cerita bikin sedih, “Warisan Cinta”

    Cerita bikin sedih, “Warisan Cinta”

    • calendar_month Selasa, 27 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.215
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Cerita di bawah ini membuat kita sedih, namun bisa menjadi pembelajaran untuk kita, berikut cerita singkat ini Di tepi pantai yang tenang, terdapat seorang pemuda bernama Daniel. Dia adalah seorang pria yang tampan dan ceria, namun di balik senyumnya yang memikat, tersimpan luka batin yang dalam. Daniel telah kehilangan orang yang paling ia […]

  • KORMI Palembang Dilantik, Zulfikar Siap Sukseskan FORNAS VI

    KORMI Palembang Dilantik, Zulfikar Siap Sukseskan FORNAS VI

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.162
    • 0Komentar

    SEBANYAK 56 Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Palembang periode 2021-2025 dilantik bertempat Rumah Dinas Walikota Jalan Tasik, Senin (14/2/22) oleh Ketua KORMI Provinsi Sumsel Hj Samantha Tivani B. Bus, MIB. KORMI Kota Palembang, diketuai Zulfikar Muharammi ditambah pengurus lainnya. Dalam sambutannya Ketua KORMI Kota Palembang, Zulfikar Muharammi menyatakan, pihaknya harus menyongsong Festival […]

  • Perpanjang PPKM Mikro di Luar Jawa-Bali, Pemerintah Lakukan Pengetatan di 43 Kabupaten/Kota, Ini Dia Daerah Tersebut

    Perpanjang PPKM Mikro di Luar Jawa-Bali, Pemerintah Lakukan Pengetatan di 43 Kabupaten/Kota, Ini Dia Daerah Tersebut

    • calendar_month Selasa, 6 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 742
    • 0Komentar

    PEMERINTAH memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakukan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) mulai tanggal 6 Juli hingga 20 Juli 2021 yang akan berlaku di semua provinsi di luar Pulau Jawa dan Bali. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dalam keterangan pers […]

  • Positif Covid-19 di Sumsel Mendekati Angka 1.500 Kasus

    Positif Covid-19 di Sumsel Mendekati Angka 1.500 Kasus

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 897
    • 0Komentar

    POSITIP Covid-19 di Sumsel mendekati angka 1.500 kasus, pasalnya hingga Senin kemarin total mencapai 1.448 orang yang dinyatakan positif. Jumlah ini meningkat setelah ada 52 kasus  positip covid-19. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel Yusri mengatakan, 52 kasus baru meliputi Kabupaten Muba 12 orang, Palembang 39 orang, dan Kabupetn Banyuasin 1 orang. “Penambahan […]

expand_less
WordPress Archive Dexico – Apartment Rent Elementor Template Kit Dexnie – Personal Portfolio Elementor Template Kit Deyliv – Food Delivery App Elementor Template Kit Dezert EasyCart & WooCommerce Shopping Theme Dezily – Cardiology Medical WordPress Theme Dezuvo – NFT Portfolio Elementor Template Kit DezVu – Creative Agency Elementor Template Kit dFlip PDF FlipBook WordPress Plugin DGWork – Business Theme For Easy Digital Downloads Dhora – Movie Production & Film Studio WordPress Theme