Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Beasiswa dari Yordania, Jalan Ninja Baru Mahasiswa Indonesia Tembus Padang Pasir Ilmu

Beasiswa dari Yordania, Jalan Ninja Baru Mahasiswa Indonesia Tembus Padang Pasir Ilmu

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
  • visibility 583
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

INDONESIA memang kaya, kaya budaya, kaya bahasa, dan kaya anak muda yang cita-citanya besar tapi dompetnya pas-pasan.

Untungnya, kali ini datang kabar cerah dari arah Yordania, bukan cuma matahari yang bersinar di sana, tapi juga peluang beasiswa dan pelatihan untuk anak bangsa yang haus ilmu.

Ya, itulah impian besar yang bisa jadi kenyataan setelah Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, berjabat tangan penuh semangat dengan Duta Besar Kerajaan Yordania, Sudqi Atallah Abdel Qader Al Omoush.

Mereka bukan sedang jual beli kurma, kawan, tapi membahas hal mulia pendidikan, beasiswa, dan kursus singkat lintas negara.

Kalau dulu kita tahunya belajar di luar negeri itu cuma ke London, Tokyo, atau kota-kota yang sering jadi background drama Korea, sekarang Yordania muncul sebagai pilihan.

Bukan sembarang pilihan, karena negara ini menawarkan perlakuan setara bagi mahasiswa lokal maupun internasional. Tidak ada sistem kasta ala sinetron, semua disambut bak saudara jauh yang datang bawa rendang.

“Tidak ada perbedaan fasilitas antara mahasiswa Yordania dan mahasiswa asing,” kata Pak Dubes.

Coba kalau diwarnai musik, pasti pas banget sama nada-nada ala sinetron religi “duuuuh, adem bener ni negara!”

Menag Umar tak cuma melirik soal beasiswa, ia juga mengusulkan peluang magang dan kursus singkat bagi mahasiswa, guru, dan imam.

Bayangkan Pak Guru dari Sragen ikut short course di Yordania tentang budaya Arab. Pulang-pulang bukan cuma bisa salam pakai bahasa Arab, tapi juga bisa bikin teh ala Badui dan ngomong, “Bapak kini lebih terbuka dalam toleransi antar umat, dan sedikit jago nari dabke”

Pendidikan memang bukan soal ijazah doang, kata Ki Hadjar Dewantara, “Pendidikan adalah tuntunan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak”.

Artinya, bukan cuma soal hafalan dan ulangan harian, tapi bagaimana anak-anak tumbuh jadi manusia utuh, ngerti arah kiblat dan juga arah masa depan, atau kalau kita kutip Ban Ki-moon, mantan Sekjen PBB yang juga anak desa

“Education promotes equality and lifts people out of poverty. It teaches children how to become good citizens.”

Singkatnya sekolah bisa bikin anak sopan, pinter, dan gak asal nyelonong di zebra cross.

Beasiswa itu bukan cuma sekadar biaya gratisan. Ia adalah bentuk kepercayaan. Bahwa si penerima beasiswa dianggap punya potensi besar, cukup besar untuk diinvestasikan negara lain.

Buat kamu yang masih mikir, “Ah, aku kan bukan anak orang kaya, mana mungkin kuliah di luar negeri?”
Dengar baik-baik ya, beasiswa itu tidak melihat saldo ATM-mu, tapi potensi dan semangatmu.

Bahkan sebagian program mengutamakan anak daerah, anak pesantren, anak muda yang sudah terbiasa melawan keterbatasan dengan semangat belajar yang membara macam kompor gas.

Seperti kata Najwa Shihab “Sekolah adalah tempat menempa semangat, bukan tempat menaklukkan nilai-nilai ujian”

Kadang kita terlalu terpaku pada gelar dan durasi. Padahal short course atau kursus singkat itu seperti mie instan isi dua bumbu: cepat, padat, dan menggugah selera intelektual. Kursus bahasa, budaya, atau keagamaan bisa jadi jembatan besar menuju pemahaman lintas bangsa.

Misalnya ada seorang imam muda dari Jambi, ikut kursus pemahaman lintas mazhab di Yordania. Pulang-pulang ia bukan cuma paham fiqih lintas madzhab, tapi juga bisa menjelaskan perbedaan dengan damai, tanpa emosi kayak netizen Twitter.

Kerja sama Yordania- Indonesia ini bukan cuma hubungan diplomatik biasa. Ini adalah undangan terbuka untuk anak-anak muda Indonesia agar berani bermimpi besar dan menjemput ilmu ke mana pun. Tak peduli jalanan berpasir atau berliku, selama ada tekad, ilmu bisa kita bawa pulang dan jadi bekal pembangunan negeri.

Kata Ridwan Kamil (yang arsitek sekaligus motivator sosial media) “Jangan takut bermimpi tinggi, karena Tuhan tak pernah pelit memberi rezeki kepada yang niat belajar”.

Mulai cari tahu tentang beasiswa ke Yordania. Siapa tahu, dari desa kecilmu, kamu bisa jadi sarjana besar di tanah gurun sana. Kalau perlu, latih dulu bahasa Arabmu dari sekarang “Ana min Indonesia. Ana uhibbu ta’allum fi Yordania”. (Aku dari Indonesia. Aku ingin belajar di Yordania).

Dan kalau nanti lolos, jangan lupa kirim oleh-oleh cerita, jangan cuma magnet kulkas!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Formasi CPNS Pemkot Palembang Paling Banyak, Mau Tahu ?

    Formasi CPNS Pemkot Palembang Paling Banyak, Mau Tahu ?

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.181
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten/Kota di Sumsel kini telah menerima jatah atau kuota untuk penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019. Berdasarkan kuota, daerah paling banyak mendapatkan jatah CPNS yakni Kota Palembang sebanyak 916 formasi. Sedangkan, paling sedikit yakni Kabupaten Empat Lawang sebanyak 53 formasi. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VII, Agus Sutiadi mengatakan, jumlah 3983 […]

  • Bagaimana Sumsel Atasi Sampah Menumpuk di Pagi Hari?

    Bagaimana Sumsel Atasi Sampah Menumpuk di Pagi Hari?

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    SAMPAH menumpuk di beberapa titik kota Sumatera Selatan sebenarnya disebabkan armada pengangkut terbatas dan koordinasi antar kabupaten dinilai belum begitu optimal. Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Edward Candra, menegaskan, sampah seharusnya sudah diangkut sebelum jam sekolah, namun keterbatasan armada membuat jadwal sering terlambat. Kondisi ini menimbulkan tantangan nyata bagi pemerintah provinsi dalam menjaga lingkungan bersih dan […]

  • Upacara Ziarah Nasional HUT TNI

    Upacara Ziarah Nasional HUT TNI

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 769
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya bersama Forkopimda Sumsel menghadiri Upacara ziarah nasional  di TMP Ksatria Ksetra Siguntang Palembang, kemarin. Upacara dan ziarah nasional ini digelar  dalam rangka Peringatan HUT Ke 75 TNI Tahun 2020 sebagai wujud penghargaan terhadap jasa jasa para pahlawan pendahulu yang telah gugur dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia dari […]

  • Rotasi Sejumlah Pejabat di OKI Gunakan Sistem Merit, Wabup : Bisa Dipertanggung Jawabkan

    Rotasi Sejumlah Pejabat di OKI Gunakan Sistem Merit, Wabup : Bisa Dipertanggung Jawabkan

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali melakukan rotasi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama dan administrator.Rotasi tersebut berdasarkan evaluasi yang dibangun oleh sistem meritrokasi. Wakil Bupati OKI, Dja’far Shodiq dalam amanatnya menyampaikan bahwa rotasi/mutasi di lingkungan Pemkab OKI bersifat reguler yang dihasilkan melalui sistem merit dan dapat dipertanggungjawabkan. “Jadi semua yang dilantik berdasarkan evaluasi yang […]

  • Palembang Harus Punya Pegawai Bergelar Doktor

    Palembang Harus Punya Pegawai Bergelar Doktor

    • calendar_month Kamis, 11 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 911
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Pemerintah Kota [Pemkot] diharapkan ke depan memiliki pegawai yang memiliki gelar [Doktor] menyusul Palembang menjadi perhatian masyarakat nasional dan internasional. Ratu Dewa ,Sekretaris Daerah [Sekda]Pemkot Palembang mengungkapkan, masalah Sumber Daya Manusia [SDM] harus seimbang seiring dengan pesatnya pembangunan Palembang. “Saat ini Palembang baru memiliki 15 PNS yang bergelar strata S-3, untuk ke depan harus […]

  • Diam Itu Emas, Bicara Seperlunya, Kapan Harus Diam dan Kapan Harus Bicara?

    Diam Itu Emas, Bicara Seperlunya, Kapan Harus Diam dan Kapan Harus Bicara?

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 48
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Diam itu emas, bicara seperlunya, diam seperlunya, dua ungkapan ini sama-sama mengingatkan kita soal satu hal sering kali lebih sulit dilakukan daripada mencari kata-kata tahu kapan harus berbicara dan kapan sebaiknya diam. Sekilas, keduanya terdengar hampir sama, namun, kalau dicermati, ada perbedaan kecil yang menarik. “Diam itu emas” lebih menekankan nilai menahan ucapan, […]

expand_less
WordPress Archive Let’s Play | Hockey School & Winter Sports WordPress Theme Let’s Review WordPress Plugin With Affiliate Options Lettuce | Organic Food & Eco Online Store Products WordPress Theme LEVELUP – Responsive Creative Multipurpose WordPress Theme Leven - Best CV Resume WordPress Theme Leverage – Creative Agency & Portfolio WordPress Theme Levita – Photography WordPress Theme Levre — Beauty Cosmetics Shop WordPress Lexal – Personal / Portfolio / Resume WordPress Theme Lezar Beauty Salon & Spa Elementor Template Kit