Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Laut RI Sangat “Seksi”, Ini 3 Riset Laut Dalam Dilakukan BRIN

Laut RI Sangat “Seksi”, Ini 3 Riset Laut Dalam Dilakukan BRIN

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
  • visibility 999
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),  menilai sejauh ini Indonesia masih belum banyak melakukan eksplorasi riset laut dalam, padahal potensi laut dalam di perairan Indonesia sangat seksi untuk menjadi objek riset.

Kepala Pusat Riset Laut Dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indah Suci Nurhati mengatakan laut dalam itu sangat menarik untuk dieksplorasi, karena kehidupan di laut dalam masih belum banyak terkuak.

“Kalau di luar negeri mereka sudah bisa menciptakan enzim untuk obat sehingga risetnya menarik dan berdampak. Di sini kita masih banyak belum mengetahui, karena untuk mencapai laut dalam saja kita masih belum bisa. Maka dari itu, kita masih mengarahkan riset kita ke situ,” ungkap Intan dalam acara podcast “Di Atas Meja Makan”, kemarin.

Oleh sebab itu, maka Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membentuk Pusat Riset Laut Dalam yang berada di bawah Organisasi Riset Kebumian dan Maritim. “Riset laut dalam itu tujuannya untuk mengetahui, memanfaatkan dan menyelamatkan potensi biodiversitas yang berada di laut dalam,” ujarnya.

Laut dalam sendiri, kata Intan, merupakan laut yang memiliki kedalaman 2000 meter. Sehingga sangat sedikit cahaya matahari yang masuk, dan memiliki tekanan yang tinggi. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri untuk melakukan riset di laut dalam. “Mayoritas laut kita itu justru laut dalam, yang sebenarnya masih belum banyak tereksplorasi, karena memang butuh effort yang lebih besar untuk melakukannya,” katanya.

Menurutnya, dengan melakukan riset laut dalam, maka akan banyak pengetahuan untuk memanfaatkan nilai ekonomi yang bisa dikembangkan termasuk juga upaya menjaga eksosistemnya supaya tidak rusak atau punah. “Banyak enzim yang belum kita temukan, karena ternyata biodiversitas yang hidup di wilayah ekstrim ini ternyata juga banyak yang menghasilkan enzim yang kita butuhkan untuk pangan, kesehatan dan obat,” ulasnya.

Maka dari itu, Intan menyebutkan bahwa ada tiga riset yang dilakukan oleh Pusat Riset Laut Dalam. Pertama, riset mengenai lingkungan untuk mengetahui dan memahami tentang dinamika kehidupan di lau dalam. Termasuk juga arus airnya, tekanannya, dan sebagainya.

Kedua, riset mengenai bioprospeksi laut, sebagai upaya secara ilmiah untuk mencari dan mengeksplorasi sumber biologi dan genetik lokal yang bertujuan untuk membawa biodiversitas menjadi produk komersial. Termasuk dalam pencarian dan pemanfaatan ventilasi hidrothermal, hingga lokasi lingkungan yang unik dan ekstrim.

Ketiga, riset mengenai konektivitas antara laut dalam, pesisir pantai, dan juga daratan. Di mana, memiliki hubungan yang berantai dan saling berpengaruh satu sama lain. “Perubahan yang terjadi di laut dalam itu datangnya dari atas laut seperti dari pesisir, jadi permasalahan di laut dalam tidak bisa lepas dari polusi yang terjadi di pesisir dan daratan, termasuk juga adanya misalnya plastik yang membuat ekosistem laut dalam menjadi rusak,” ulasnya.

Maka dari itu, dalam melakukan riset, pihaknya tidak hanya fokus pada aspek sains-nya saja. Akan tetapi juga berkolaborasi dengan displin ilmu yang lainnya, misalnya dari biologi dan juga, peran perempuan di Indonesia dalam memproduksi ilmu pengetahuan khususnya riset laut dalam. “Makanya kita membuat srikandi laut dalam,” ucapnya.

Untuk melakukan riset laut dalam, Intan menyebutkan perlu adanya dukungan teknologi dalam memudahkan pengambilan data sample. Hal ini karena laut dalam butuh peralatan khusus. BRIN sendiri memiliki armada kapal riset yang digunakan untuk pelayaran oseanografi.

“Kita harapkan investasi untuk kapal riset bisa lebih dari itu, jadi ke depan kapal riset bisa menurunkan alat seperti kamera untuk dapat mengambil data laut dalam. Dengan adanya teknologi alat dan kamera untuk melihat kehidupan di laut dalam ini kita bisa mendapat perspektif yang berbeda daripada dengan membawa biodiversitas laut dalam ke atas permukaan laut,” pungkasnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Minta Industri Perkapalan Terus Dikembangkan,  Menhan Tinjau Kapal Cepat Rudal Trimaran Karya Anak Bangsa

    Prabowo Minta Industri Perkapalan Terus Dikembangkan, Menhan Tinjau Kapal Cepat Rudal Trimaran Karya Anak Bangsa

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.181
    • 0Komentar

    MENTERI Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan inspeksi Kapal Cepat Rudal (KCR) Trimaran dan Tankboat serta melaksanakan uji laut Tankboat buatan anak bangsa, tepatnya PT Lundin Indutry Invest yang berada di Kab.Banyuwangi – Jawa Timur, Selasa(7/9/2021). Dalam keterangan resmi Biro Humas Kemhan, mengungkapkan dalam kunjungan tersebut Menhan Prabowo diterima oleh Pemimpin PT Lundin John Lundin dan […]

  • ASUS Berdayakan Masa Depan dengan Komitmen Terhadap Inovasi Berkelanjutan

    ASUS Berdayakan Masa Depan dengan Komitmen Terhadap Inovasi Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 31 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.323
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Di ASUS, tujuan kami adalah memberikan pengalaman luar biasa yang meningkatkan kehidupan masyarakat di mana pun. Kami terus bertransformasi dan berkembang sehingga kami dapat menciptakan inovasi yang menyenangkan dalam cara orang berkomunikasi, bermain, belajar, berkreasi, dan berinovasi. Komitmen dan semangat terhadap inovasi ini sudah ada sejak awal berdirinya perusahaan kami dan empat insinyur […]

  • Aparat Kepolisian Siap Kawal Ketahanan Pangan

    Aparat Kepolisian Siap Kawal Ketahanan Pangan

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 702
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) RI dan Polri menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pendampingan dalam pemeliharaan keamanan pada pelaksanaan program pembangunan pertanian, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, kemaren. Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, MoU tersebut, dalam rangka mendukung dan mempercepat seluruh program Kementan untuk masyarakat Indonesia bisa berjalan dengan baik […]

  • “Hati Suci, Oleh-oleh Kurma & Janji untuk Gak Kumat Lagi”

    “Hati Suci, Oleh-oleh Kurma & Janji untuk Gak Kumat Lagi”

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 701
    • 0Komentar

    KALAU pulang dari pasar bawa belanjaan, pulang dari kantor bawa capek, maka pulang dari Tanah Suci mestinya bawa yang suci-suci juga, hati yang baru, niat yang segar, dan semangat hidup yang tidak hanya bergantung pada saldo rekening dan suhu kompor tetangga. Dan begitulah, jemaah haji Indonesia gelombang II telah resmi menutup rangkaian panjang penyelenggaraan ibadah […]

  • Marwah Umat Islam Harus Dijaga, Bangun Masjid Jangan Minta-minta Sumbangan Dijalan Pesan Gubernur

    Marwah Umat Islam Harus Dijaga, Bangun Masjid Jangan Minta-minta Sumbangan Dijalan Pesan Gubernur

    • calendar_month Kamis, 15 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.567
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang –Swadaya masyarakat Desa Kotanegara Timur Kecamatan Madang Suku II Kabupaten OKU Timur dalam membangun masjid menjadi salah satu bukti kekompakan masyarakat muslim di Sumsel. Hal itu disampaikannya ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan tiang pancang kubah Masjid Al Hidayah di Desa Kotanegara, Rabu (14/9). Gubernur Sumsel H Herman Deru mengapresiasi upaya yang dilakukan […]

  • Cara Jitu Muba Jaga Zero Konflik

    Cara Jitu Muba Jaga Zero Konflik

    • calendar_month Sabtu, 1 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 875
    • 0Komentar

    BERAGAM suku dan agama terdapat di tiap warga masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), namun meski demikian daerah  dipimpin Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA ini sangat komitmen dan konsisten menjaga daerahnya zero konflik. “Tanamkan jiwa Kebangsaan disetiap individu adalah salah satu cara jitu menjaga Muba agar selalu zero konflik, dan ini […]

expand_less
WordPress Archive Give – Paymill Gateway Give – PayPal Pro Gateway Give – Paytm Gateway Give – PayUmoney Give – PDF Receipts Give – Per Form Gateways Give – Razorpay Gateway Give – Recurring Donations Give – Sofort Payment Gateway Give – Square Gateway