Jumat, 30 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Laut RI Sangat “Seksi”, Ini 3 Riset Laut Dalam Dilakukan BRIN

Laut RI Sangat “Seksi”, Ini 3 Riset Laut Dalam Dilakukan BRIN

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 14 Des 2022
  • visibility 1.015
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN),  menilai sejauh ini Indonesia masih belum banyak melakukan eksplorasi riset laut dalam, padahal potensi laut dalam di perairan Indonesia sangat seksi untuk menjadi objek riset.

Kepala Pusat Riset Laut Dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Indah Suci Nurhati mengatakan laut dalam itu sangat menarik untuk dieksplorasi, karena kehidupan di laut dalam masih belum banyak terkuak.

“Kalau di luar negeri mereka sudah bisa menciptakan enzim untuk obat sehingga risetnya menarik dan berdampak. Di sini kita masih banyak belum mengetahui, karena untuk mencapai laut dalam saja kita masih belum bisa. Maka dari itu, kita masih mengarahkan riset kita ke situ,” ungkap Intan dalam acara podcast “Di Atas Meja Makan”, kemarin.

Oleh sebab itu, maka Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) membentuk Pusat Riset Laut Dalam yang berada di bawah Organisasi Riset Kebumian dan Maritim. “Riset laut dalam itu tujuannya untuk mengetahui, memanfaatkan dan menyelamatkan potensi biodiversitas yang berada di laut dalam,” ujarnya.

Laut dalam sendiri, kata Intan, merupakan laut yang memiliki kedalaman 2000 meter. Sehingga sangat sedikit cahaya matahari yang masuk, dan memiliki tekanan yang tinggi. Hal ini yang menjadi tantangan tersendiri untuk melakukan riset di laut dalam. “Mayoritas laut kita itu justru laut dalam, yang sebenarnya masih belum banyak tereksplorasi, karena memang butuh effort yang lebih besar untuk melakukannya,” katanya.

Menurutnya, dengan melakukan riset laut dalam, maka akan banyak pengetahuan untuk memanfaatkan nilai ekonomi yang bisa dikembangkan termasuk juga upaya menjaga eksosistemnya supaya tidak rusak atau punah. “Banyak enzim yang belum kita temukan, karena ternyata biodiversitas yang hidup di wilayah ekstrim ini ternyata juga banyak yang menghasilkan enzim yang kita butuhkan untuk pangan, kesehatan dan obat,” ulasnya.

Maka dari itu, Intan menyebutkan bahwa ada tiga riset yang dilakukan oleh Pusat Riset Laut Dalam. Pertama, riset mengenai lingkungan untuk mengetahui dan memahami tentang dinamika kehidupan di lau dalam. Termasuk juga arus airnya, tekanannya, dan sebagainya.

Kedua, riset mengenai bioprospeksi laut, sebagai upaya secara ilmiah untuk mencari dan mengeksplorasi sumber biologi dan genetik lokal yang bertujuan untuk membawa biodiversitas menjadi produk komersial. Termasuk dalam pencarian dan pemanfaatan ventilasi hidrothermal, hingga lokasi lingkungan yang unik dan ekstrim.

Ketiga, riset mengenai konektivitas antara laut dalam, pesisir pantai, dan juga daratan. Di mana, memiliki hubungan yang berantai dan saling berpengaruh satu sama lain. “Perubahan yang terjadi di laut dalam itu datangnya dari atas laut seperti dari pesisir, jadi permasalahan di laut dalam tidak bisa lepas dari polusi yang terjadi di pesisir dan daratan, termasuk juga adanya misalnya plastik yang membuat ekosistem laut dalam menjadi rusak,” ulasnya.

Maka dari itu, dalam melakukan riset, pihaknya tidak hanya fokus pada aspek sains-nya saja. Akan tetapi juga berkolaborasi dengan displin ilmu yang lainnya, misalnya dari biologi dan juga, peran perempuan di Indonesia dalam memproduksi ilmu pengetahuan khususnya riset laut dalam. “Makanya kita membuat srikandi laut dalam,” ucapnya.

Untuk melakukan riset laut dalam, Intan menyebutkan perlu adanya dukungan teknologi dalam memudahkan pengambilan data sample. Hal ini karena laut dalam butuh peralatan khusus. BRIN sendiri memiliki armada kapal riset yang digunakan untuk pelayaran oseanografi.

“Kita harapkan investasi untuk kapal riset bisa lebih dari itu, jadi ke depan kapal riset bisa menurunkan alat seperti kamera untuk dapat mengambil data laut dalam. Dengan adanya teknologi alat dan kamera untuk melihat kehidupan di laut dalam ini kita bisa mendapat perspektif yang berbeda daripada dengan membawa biodiversitas laut dalam ke atas permukaan laut,” pungkasnya.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pj Walikota Imbau warga bayar pajak dengan tertib

    Pj Walikota Imbau warga bayar pajak dengan tertib

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.415
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj Wali Kota A Damenta berkomitmen bahwa pembayaran pajak yang tertib dari masyarakat tentunya bakal sejalan dengan peningkatan kualitas pembangunan di Kota Palembang.   Untuk itu ia mengharapkan agar para wajib pajak membayar pajak tepat waktu, terlebih lagi saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sedang melakukan penghapusan denda administrasi dan pengurangan pokok pajak. […]

  • Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

    Pentingnya Hak Kekayaan Intelektual untuk pelaku ekonomi kreatif

    • calendar_month Jumat, 21 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pemerintah menghimbau masyarakat khususnya pelaku ekonomi kreatif untuk menyadari pentingnya Hak Kekayaan Intelektual. Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Hal ini diungkapkan Sekda Sumsel, Ir. S. A. Supriono saat membuka Mobile Intellectual Property Clinic (MIPC) “Iloknye Batik Kujur Dusun Tanjung Sambil Ngikhup Kopi Semendo Muara […]

  • BPJS Puji Program Jamkesda Palembang

    BPJS Puji Program Jamkesda Palembang

    • calendar_month Selasa, 23 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.846
    • 0Komentar

    BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengapresiasi adanya Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang bagi masyarakat Palembang yang belum menerima manfaat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hal ini diungkapkan Kepala BPJS Cabang Palembang Drs Ihwansyah Gani pada Pembukaan Sosialisasi Program JKN –KIS dan Pola Hidup Sehat Kepada Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat bersama BPJS […]

  • Perkembangan Kasus Paska Idul Fitri Harus Menjadi Pembelajaran Memperbaiki Penanganan Pandemi, Kasus Covid Sekarang Meningkat

    Perkembangan Kasus Paska Idul Fitri Harus Menjadi Pembelajaran Memperbaiki Penanganan Pandemi, Kasus Covid Sekarang Meningkat

    • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 951
    • 0Komentar

    PERBANDINGAN perkembangan penanganan pandemi tahun 2020 dan 2021 harus menjadi pembelajaran. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan beberapa hal yang dapat dipetik sebagai pembelajaran untuk memilah hal-hal yang perlu dihindari dan ditingkatkan. Serta inovasi dan intervensi kebijakan yang akan diterapkan termasuk peningkatan kualitas SDM menjadi modal yang kuat memperbaiki penanganan pandemi. Pembelajaran […]

  • Go-jek Diajak Garap Kampung UKM Digital

    Go-jek Diajak Garap Kampung UKM Digital

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.338
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Koperasi dan UKM mengajak PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau yang lebih dikenal dengan Go-jek untuk menggarap program kampung UKM digital. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring mengatakan, kerja sama itu diharapkan mampu mendorong kelompok UMKM naik kelas melalui pemanfaatan teknologi digital. “Dalam hal ini, kami mengajak saling sinergi dengan […]

  • Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

    Keren…Santri & Semangat Ekonomi Kreatif, Dari Sorban ke Startup, Dari Papan Tulis ke Panggung Dunia

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 798
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Kalau dulu santri identik dengan kitab kuning, sarung kotak, dan sandal jepit yang kadang hilang saat hujan turun, kini mereka mulai didandani menjadi insan kreatif. Bukan cuma jago mengaji, tapi juga bisa ngedit video dakwah, bikin konten Instagram yang menggugah iman, sampai bikin usaha kopi kekinian dengan nama seperti “Ngopi Bareng Imam”. Menteri […]

expand_less
WordPress Archive Give – Paymill Gateway Give – PayPal Pro Gateway Give – Paytm Gateway Give – PayUmoney Give – PDF Receipts Give – Per Form Gateways Give – Razorpay Gateway Give – Recurring Donations Give – Sofort Payment Gateway Give – Square Gateway