Selasa, 6 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Kemenag Dorong Peer Educator Cegah Perkawinan Anak, Ini Prinsip 5M yang Ditekankan

Kemenag Dorong Peer Educator Cegah Perkawinan Anak, Ini Prinsip 5M yang Ditekankan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Agama (Kemenag) mendorong Peer Educator ikut mencegah perkawinan anak dengan menjadi teman sebaya yang mampu memberikan informasi benar, dukungan, dan mengarahkan teman yang menghadapi persoalan kepada pihak yang tepat.

Pesan itu disampaikan Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag, Helmi Nasaruddin Umar, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Peer Educator yang diikuti siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan SMA di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang digelar Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kemenag tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi kepada remaja untuk mencegah perkawinan anak dan kenakalan remaja melalui pendekatan teman sebaya.

Menurut Helmi, Peer Educator memiliki posisi penting karena remaja cenderung lebih mudah menerima informasi dari teman seusianya. Karena itu, peserta pelatihan diminta tidak berhenti pada pengetahuan yang diperoleh, tetapi ikut menyebarkannya di sekolah dan lingkungan pergaulan.

Salah satu bekal yang ditekankan Helmi adalah prinsip 5M, yakni Mendengarkan, Mendukung, Membawa informasi yang benar, Menguatkan, dan Merujuk.

Mendengarkan berarti menjadi teman yang mau hadir tanpa buru-buru menghakimi. Sementara mendukung dilakukan dengan memberikan dorongan kepada teman yang sedang menghadapi persoalan.

Peer Educator juga diminta membawa informasi yang benar, terutama terkait perkawinan, kesehatan, agama, dan kehidupan keluarga. Informasi yang belum jelas kebenarannya tidak boleh ikut disebarkan.

Prinsip berikutnya adalah menguatkan. Remaja diharapkan mampu membantu temannya membangun kepercayaan diri agar dapat menghadapi persoalan dan mengambil keputusan secara bijak.

Sedangkan prinsip merujuk menekankan pentingnya memahami batas kemampuan seorang Peer Educator. Ketika persoalan yang dihadapi terlalu berat, masalah tidak harus diselesaikan sendiri.

Teman sebaya dapat diarahkan untuk meminta bantuan kepada orang tua, guru, konselor, penghulu, penyuluh agama, atau pihak lain yang memiliki kompetensi.

“Menjadi Peer Educator bukan berarti menjadi paling tahu, tetapi menjadi teman yang mau mendengar, mampu memberikan informasi yang benar, dan tahu kapan harus merujuk teman kepada pihak yang berkompeten,” tegas Helmi.

Remaja juga perlu dukungan keluarga

Di sisi lain, Helmi mengingatkan bahwa pembentukan karakter remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab anak. Keluarga, sekolah, lingkungan pertemanan, komunitas keagamaan, dan masyarakat memiliki peran yang sama penting.

Menurutnya, keluarga harus menjadi tempat aman bagi anak untuk bercerita dan menyampaikan persoalan tanpa takut langsung disalahkan.

Komunikasi orang tua dan anak juga dinilai semakin penting di tengah tingginya penggunaan gawai. Waktu bersama keluarga, termasuk saat makan, dapat menjadi kesempatan untuk membicarakan aktivitas, prestasi, maupun masalah yang sedang dihadapi anak.

Helmi juga meminta para peserta yang telah mengikuti pelatihan selama tiga hari agar menjadi teladan ketika kembali ke sekolah masing-masing.

Ia menilai pembinaan remaja perlu dilakukan sejak usia sekolah. Layanan keagamaan, kata Helmi, tidak semestinya baru hadir ketika remaja memasuki usia pernikahan, tetapi sejak mereka mulai mengenali diri, membangun nilai, dan menentukan arah kehidupan.

Helmi berharap para Peer Educator dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing. Ia mengibaratkan peran tersebut seperti satu lilin yang menyalakan lilin lainnya.

“Jadilah cahaya bagi teman-teman kalian. Mulai dari satu orang, satu sekolah, kemudian terus menyebarkan kebaikan,” pungkasnya. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harno – Finda Ajak Simpatisan Kirim Al –Fatihah untuk Alm.Romi Herton

    Harno – Finda Ajak Simpatisan Kirim Al –Fatihah untuk Alm.Romi Herton

    • calendar_month Selasa, 9 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.490
    • 0Komentar

    “Terakhir bertemu dengan Almarhum, tetap menitipkan pesan yang sama pada kami berdua,”

  • Kemenkes Kaji Bedah Robotik Masuk BPJS, Siapkan 40 Robot Operasi

    Kemenkes Kaji Bedah Robotik Masuk BPJS, Siapkan 40 Robot Operasi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempercepat pengembangan layanan bedah robotik di Indonesia dengan menyiapkan pengadaan 40 unit robot operasi untuk rumah sakit pemerintah. Bahkan, pemerintah juga mengkaji kemungkinan memasukkan tindakan bedah robotik ke dalam skema pembiayaan BPJS Kesehatan agar layanan tersebut dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan percepatan pengembangan […]

  • Libur Tahun Baru, Ribuan Masyarakat Kunjungi 3 Obyek Wisata di Palembang

    Libur Tahun Baru, Ribuan Masyarakat Kunjungi 3 Obyek Wisata di Palembang

    • calendar_month Senin, 1 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.370
    • 0Komentar

    Kondisinya terlihat macet. Antrian mulai terlihat sepanjang 100 meter sebelum masuk pintu gerbang Punti Kayu. 

  • Bupati Muba Jadi Narsum Webinar Nasional dengan Praktisi – Akademisi

    Bupati Muba Jadi Narsum Webinar Nasional dengan Praktisi – Akademisi

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.061
    • 0Komentar

    BUPATI Muba menjadi nara sumber [narsum] dalam acara Webinar Nasional dengan Praktisi dan Akademisi Nasional bertema  ‘Peran Kepemimpinan dan Perencanaan Anggaran Daerah Pasca Covid-19.’ Dalam paparannya Ia mengatakan semua all out, berdarah-darah, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala. Tak mengapa asalkan rakyat yakin dan merasa aman. Sebagai pemimpin harus bisa buktikan mampu membawa rakyatnya menuju […]

  • Urai Kepadatan Boom Baru, Gubernur Instruksikan Operasional Pelabuhan TAA di Aktifkan Lagi

    Urai Kepadatan Boom Baru, Gubernur Instruksikan Operasional Pelabuhan TAA di Aktifkan Lagi

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, BANYUASIN – Memasuki 40 hari masa kerjanya sebagai Gubernur Sumsel, Herman Deru bergerak cepat membenahi progres sejumlah proyek di Sumsel, salah satunya Pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) Senin (12/11/2018) siang. Di sela kunjungan itu, HD menginstruksikan jajarannya terutama pengelola Pelabuhan TAA untuk segera menghidupkan kembali aktivitas pelabuhan yang berada 68 […]

  • Sumsel Ajak BI Palembang Tekan Inflasi Sumsel

    Sumsel Ajak BI Palembang Tekan Inflasi Sumsel

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.471
    • 0Komentar

    Provinsi Sumsel mengajak Bank Indonesia (BI) Palembang untuk menekan angka inflasi di Sumsel melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Quote WooCommerce Recommendation Engine WooCommerce Redirect To Page or URL on Add To Cart – Direct Checkout or Skip Cart WooCommerce RedSys Payment Gateway WooCommerce Referral Scheme WordPress Plugin WooCommerce Refund And Exchange With RMA WooCommerce Refund And Exchange with RMA – Warranty Management, Refund Policy, Manage User Wallet WooCommerce Registration Fields Plugin – Custom Signup Fields WooCommerce Request a Quote WooCommerce Request a Quote Plugin – Ask for Quotation