Setahun di Sekolah Rakyat, Anak-anak Ini Bikin Orang Tuanya Menangis
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 37 menit yang lalu
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemensos.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Suasana haru mewarnai kegiatan Dialog Orang Tua dan Siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Sejumlah orang tua tak mampu menyembunyikan rasa bangga ketika melihat anak-anak mereka tampil di hadapan para tamu. Ada yang membawakan puisi, tampil dalam paduan suara, menampilkan tari tradisional, hingga memperagakan kemampuan karate.
Bagi sebagian orang tua, penampilan tersebut bukan hanya pertunjukan.
Mereka melihat perubahan yang terjadi pada anak-anaknya setelah sekitar satu tahun mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Anak yang sebelumnya cenderung minder dan enggan tampil di depan orang banyak, kini mulai berani berdiri di hadapan publik.
Momen itulah yang membuat beberapa orang tua tak kuasa menahan air mata.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang hadir dalam kegiatan tersebut ikut melihat langsung perkembangan para siswa. Ia mengatakan perubahan itu menjadi salah satu gambaran bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat mulai menunjukkan hasil.
“Dulu setahun yang lalu ketika mereka masuk pertama kali di Sekolah Rakyat, mereka adalah siswa kurang percaya diri, tidak berani tampil di depan publik, di depan masyarakat, di depan audiens, kurang percaya diri,” kata Gus Ipul melansir laman kemensos.
Namun, kondisi tersebut perlahan berubah.
Menurut dia, para siswa kini menunjukkan perkembangan bukan hanya dari keberanian tampil, tetapi juga dari sisi kesehatan, kemampuan akademik dan kedisiplinan.
“Hari ini kita lihat anak-anak kita sudah tumbuh berkembang dengan baik dari sisi kesehatan, dari sisi kemampuan akademik maupun dari kedisiplinan,” ujarnya.
Kedatangan Gus Ipul ke Sekolah Rakyat Sumedang sekitar pukul 13.00 WIB juga disambut penampilan siswa. Mereka menampilkan yel-yel dan hadrah, disusul baris variasi, atraksi karate, tari tradisional, pidato, paduan suara hingga puisi. Sumedang menjadi salah satu daerah yang mendapat apresiasi Gus Ipul karena dinilai mampu memenuhi alokasi siswa Sekolah Rakyat, khususnya pada jenjang SD.
Ia menyebutkan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras Pemerintah Kabupaten Sumedang. “Saya terima kasih kepada Pak Bupati, tidak semua kabupaten/kota itu bisa memenuhi alokasi untuk SD. Tapi alhamdulillah, di Kabupaten Sumedang ini, Bupatinya kerja keras, sehingga siswa siswi SD-nya mencukupi alokasinya,” tuturnya.
Tak hanya soal siswa, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Sumedang juga terus dikebut. Gus Ipul menyebut progres pembangunannya kini telah mencapai 98 persen dan ditargetkan segera selesai.
Tanah untuk pembangunan tersebut disediakan Pemerintah Kabupaten Sumedang, sementara pembangunannya dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum atas arahan Presiden Prabowo. Untuk operasional sekolah, Kementerian Sosial menjadi penanggung jawab dengan dukungan kementerian, lembaga dan pemerintah daerah terkait.
Bagi Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dukungan terhadap Sekolah Rakyat tidak berhenti pada kegiatan belajar mengajar.
Pemkab Sumedang juga mengusulkan rumah orang tua siswa yang masuk kategori tidak layak huni untuk mendapatkan bantuan renovasi melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Dony menjelaskan ada 150 kepala keluarga orang tua siswa yang telah diusulkan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 rumah telah mendapatkan persetujuan dan ditargetkan mulai dibangun pada November.
“Alhamdulillah, orang tua siswa Sekolah Rakyat, 150 KK, sudah mengusulkan untuk rumah tidak layak huni, untuk rutilahu dari BSPS. Dan 120 rumahnya telah disetujui. Insya Allah Pak Menteri, bulan November ini, 120 rumah akan dibangun bagi orang tua siswa Sekolah Rakyat,” kata Dony.
Pemkab Sumedang juga tengah mendorong keterlibatan masyarakat dalam program Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital. Menurut Gus Ipul, lebih dari 50 persen warga Sumedang kini telah terdaftar.
Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki ketepatan sasaran bantuan sosial melalui pendataan berbasis digital.
Dony mengatakan pihaknya melibatkan berbagai unsur masyarakat untuk memperluas jumlah Agen Perlinsos, mulai dari akademisi, pelaku usaha, komunitas, aparatur pemerintah, pendamping PKH, penyuluh agama, camat hingga perangkat desa, RT dan RW.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Bupati Sumedang Fajar Aldila, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Kepala Dinas Sosial Sumedang Agus Kori Hidayat, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumedang Andri Indra Widianto, Kepala Dinas Pendidikan Sumedang Eka Ganjar Kurniawan, jajaran pejabat Kemensos serta Forkopimda Kabupaten Sumedang. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
