Senin, 5 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Sekolah Hukum di Tengah Kebun Sawit, Petani Belajar Tanda Tangan, Bukan Cuma Timbang Tandan

Sekolah Hukum di Tengah Kebun Sawit, Petani Belajar Tanda Tangan, Bukan Cuma Timbang Tandan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
  • visibility 3.123
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU yang dihitung petani sawit cuma tandan buah segar, sekarang tambah satu lagi  klausul perjanjian!
Siapa sangka, di tengah kebun sawit yang harum minyak mentah, kini tumbuh semangat baru jadi warga yang melek hukum.
Bukan karena mau jadi pengacara, tapi karena sadar, tanpa legalitas, hasil panen bisa laku murah, tapi nasib bisa dijual mahal.

Nah, semangat inilah yang lagi dikobarkan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bareng Tim Ekspedisi Patriot lewat Focus Group Discussion (FGD) pada 13 November nanti.
Temanya bukan basa-basi bagaimana caranya masyarakat transmigran, khususnya di Kecamatan Sanga Desa, bisa naik kelas, dari sekadar “petani sawit” jadi “pengelola ekonomi berbadan hukum”.

Fakhru Rozik, anggota Tim Ekspedisi Patriot, nyeletuk lugas tapi kena “Edukasi masif tentang pentingnya berbadan hukum itu kunci. Kalau punya koperasi resmi, petani bisa bangun kemitraan yang setara dan terstruktur”.

Bahasanya akademis, tapi maknanya sederhana kalau mau harga sawit naik, legalitas juga mesti naik level.
Soalnya, selama ini banyak petani yang udah kerja keras, tapi posisinya lemah di depan perusahaan. Karena apa? Karena cuma punya kebun, tapi nggak punya kekuatan hukum.

Bayangkan, para transmigran yang dulu datang bawa cangkul dan harapan, sekarang sibuk belajar tanda tangan di atas materai.
Yang dulu cuma tahu “tandan sawit basah”, kini ngerti “akta pendirian koperasi”.
Desa yang dulu sunyi sama suara jangkrik, sekarang riuh sama obrolan tentang AD/ART dan kemitraan.
Inilah sekolah hukum paling unik  di tengah kebun sawit, tanpa toga, tanpa sidang, tapi penuh kesadaran.

Kepala Disnakertrans Muba, Herryandi Sinulingga, AP, bilang kegiatan ini bukan seremonial semata.”Kami ingin FGD ini jadi ruang nyata untuk merumuskan kebijakan yang bermanfaat dan bisa langsung dirasakan masyarakat transmigran,” ujarnya.

Ia juga ngasih jempol buat Tim Patriot yang sudah turun langsung ke lapangan, karena data dan temuan mereka bakal jadi bahan penting buat ngebentuk arah kebijakan ke depan.

Karena di era sekarang, yang bikin sejahtera bukan cuma pupuk dan panen, tapi juga pengetahuan dan pengesahan.
Hidup di zaman digital, petani sawit pun harus “update sistem operasi”  dari kerja keras ke kerja cerdas.
Kalau dulu yang penting tangan kuat, sekarang yang lebih penting tanda tangan sah.

Dan siapa tahu, kalau semua petani sudah paham hukum, besok-besok bisa bikin “Fakultas Hukum Cabang Kebun Sawit”.
Ya, biar kalau ada yang bilang “keadilan itu mahal”, para transmigran Muba bisa jawab santai

“Tenang bae, kami sudah punyo Koperasi dan legalitas, tinggal sawitnyo bae yang belum sarjana!”.hahaha!.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skipton International Capai Milestone Pinjaman Buy-to-Let GBP1 Miliar

    Skipton International Capai Milestone Pinjaman Buy-to-Let GBP1 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 3 Des 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.879
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, GUERNSEY –  Untuk pertama kalinya dalam sejarah Skipton International, bank luar negeri pemenang penghargaan ini telah melampaui pinjaman hipotek buy-to-let Inggris GBP1 miliar. Hal ini dicapai melalui peningkatan basis pelanggan, penyegaran produk, dan investor luar negeri memanfaatkan nilai tukar yang menguntungkan untuk menambahkan properti Inggris ke dalam portofolio investasi mereka.   “Melewati ambang pinjaman […]

  • Madrasah Berbasis Digital, Mau Tau ?

    Madrasah Berbasis Digital, Mau Tau ?

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    PENGURUSAN izin operasional madrasah kini sepenuhnya dilakukan berbasis digital dengan tanda tangan elektronik (TTE). Tidak ada lagi penerbitan surat keputusan dan piagam perizinan operasional yang dilakukan secara manual. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi mengatakan inovasi untuk  membantu masyarakat dalam pengurusan izin operasional pendirian Raudhatul Athfal (RA) dan madrasah. Terobosan […]

  • 2 Hal ini Yang Bikin Produk IKM Palembang Sulit Bersaing di Pasaran

    2 Hal ini Yang Bikin Produk IKM Palembang Sulit Bersaing di Pasaran

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.680
    • 0Komentar

    DINAS Perindustrian Kota Palembang menilai masih banyak Industri Kecil Menegah (IKM) Kota Palembang yang sulit memasarkan produknya menyusul IKM tersebut belum menggunakan kemasan dan cara memasarkan produknya. Dua hal ini sangat penting dan perlu diperhatikan, jika tidak IKM tak dapat bersaing dipasaran,”papar Kepala Dinas Perindustrian Kota Palembang, Novran Hansyah Kurniawan, Selasa [15/10/2019]. Oleh sebab itu, untuk mengatasinya, […]

  • APBN Bakal Dibayar Menggunakan Kartu Kredit, Mau Tahu?

    APBN Bakal Dibayar Menggunakan Kartu Kredit, Mau Tahu?

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.966
    • 0Komentar

    Tahap uji coba akan dimulai sejak peluncuran pada hari ini hingga Maret 2018.

  • Usung Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat, Sesaot Masuk 50 Besar ADWI 2021

    Usung Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat, Sesaot Masuk 50 Besar ADWI 2021

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.493
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi desa wisata Sesaot yang masuk dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dan mengusung konsep pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism). Menparekraf Sandiaga Uno saat visitasi 50 desa wisata terbaik ADWI 2021 di Desa Sesaot Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok […]

  • Berlokasi di Lampung, Brigif 4 Marinir TNI AL Dirikan Dapur Lapangan Peduli COVID-19

    Berlokasi di Lampung, Brigif 4 Marinir TNI AL Dirikan Dapur Lapangan Peduli COVID-19

    • calendar_month Kamis, 15 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 976
    • 0Komentar

    BRIGADE Infanteri (Brigif) 4 Marinir BS Lampung merencanakan untuk mendirikan Dapur Lapangan Peduli COVID-19 di Kota Bandar Lampung sebagai bentuk solidaritas sosial dalam rangka membantu masyarakat yang sedang melaksanakan “Isoman/Isolasi Mandiri” baik pribadi atau perorangan maupun kelompok/keluarga. Rencana tersebut disampaikan Komandan Brigif 4 Marinir/BS, Kolonel Marinir Nawawi didampingi salah satu donatur Bapak Mingming saat mengunjungi […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce EU VAT Premium YITH WooCommerce Featured Audio & Video Content Premium YITH WooCommerce Frequently Bought Together Premium YITH WooCommerce Minimum Maximum Quantity Premium YITH WooCommerce Multi-Step Checkout Premium YITH WooCommerce Multi Vendor Premium YITH WooCommerce Name Your Price Premium YITH WooCommerce One-Click Checkout Premium YITH WooCommerce Order Tracking Premium YITH WooCommerce PDF Invoice and Shipping List Premium