Alat Sudah Ada, Taksi Online Green SM Mulai Diuji, Ada Satu Hal yang Terus Dipantau
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 18 menit yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Alat khusus untuk memeriksa kendaraan listrik kini sudah tersedia di Palembang. Taksi online Green SM pun mulai masuk pemeriksaan, dengan kondisi teknis dan keselamatan kendaraan menjadi bagian yang diperhatikan selama proses pengujian.
Sebanyak 20 unit menjalani pemeriksaan perdana pada Senin (14/9/2026). Pengujian dilakukan UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) atau KIR Kota Palembang, dengan pendampingan perwakilan perusahaan.
Kepala UPTD PKB KIR Palembang Edy Sofyan mengatakan pemeriksaan kendaraan listrik tersebut mencakup sejumlah komponen yang berkaitan dengan kelayakan kendaraan.
Baterai, modul kendaraan serta sistem pengisian daya menjadi bagian yang diperiksa petugas. Dari pemeriksaan terhadap unit yang masuk pada hari pertama, kondisi kendaraan dinilai baik.
“Ini merupakan pengujian berkala pertama bagi kendaraan listrik tersebut. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan hari ini, hasilnya bagus. Kami melakukan pemeriksaan terhadap baterai, komponen modul kendaraan, termasuk sistem pengisian dayanya,” kata Edy.
Jumlah armada Green SM yang disiapkan untuk Palembang sendiri sekitar 200 kendaraan listrik. Pemeriksaannya dilakukan bertahap, sehingga tidak seluruh kendaraan masuk dalam satu waktu.
Sebanyak 20 unit menjadi bagian pertama yang diperiksa. Edy menyebut keseluruhan proses pengujian armada tersebut ditargetkan berlangsung sekitar 10 hari.
Namun, selesai menjalani pemeriksaan pertama bukan berarti kendaraan terbebas dari pengujian berikutnya. Setiap unit tetap wajib menjalani pemeriksaan berkala setiap enam bulan.
Ketentuan itu diberlakukan untuk memastikan kondisi kendaraan tetap memenuhi standar teknis dan keselamatan selama digunakan di jalan.
Oleh sebab itu, komponen diperiksa pada tahap awal juga menjadi bagian yang kembali diperhatikan dalam pemeriksaan berkala.
Pada bagian lainnya uji KIR Green SM juga tidak bisa dilepaskan dari polemik operasional yang sebelumnya muncul di Palembang.
Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang Andreas Okdi Priantoro sempat meminta pemerintah kota melalui Dinas Perhubungan menghentikan sementara operasional taksi listrik tersebut karena persoalan uji KIR.
Pernyataan itu mendapat tanggapan dari kalangan driver online. Ketua DPD Asosiasi Driver Online (ADO) Sumatera Selatan, Asrul Indrawan, meminta persoalan tersebut tidak langsung berujung pada penghentian operasional yang dapat berdampak terhadap pengemudi.
Menurut Asrul, kehadiran Green SM justru membuka peluang bagi driver online untuk menggunakan kendaraan listrik. Ia menyebut terdapat pembicaraan mengenai penyediaan kendaraan listrik bagi pengemudi angkutan berbasis aplikasi.
“Kami membela taksi listrik ini karena ada harapan ke depan kami juga bisa menggunakan mobil listrik,” kata Asrul di Posko ADO Sumsel, Palembang, Jumat (11/9/2026).
Asrul mendorong persoalan administrasi dan perizinan diselesaikan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak pengelola. Ia menilai nasib pengemudi juga perlu diperhitungkan karena mereka bergantung pada pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia juga meminta DPRD membuka ruang dialog dengan komunitas driver online sebelum mengambil sikap lebih jauh terkait Green SM. Menurutnya, persoalan KIR dan perizinan tetap harus diselesaikan, tetapi penyelesaiannya tidak perlu menimbulkan keresahan bagi pengemudi.
Kini, dengan dimulainya pemeriksaan kendaraan listrik tersebut, polemik Green SM memasuki tahap yang lebih teknis. Pemeriksaan perdana berjalan bertahap, sementara kelayakan kendaraan akan terus dipantau melalui kewajiban uji berkala setiap enam bulan. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
