300 Orang Ramai-Ramai Donor Darah di Palembang, Ini Masalahnya
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 33 menit yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto :ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebanyak 300 orang ramai-ramai menyumbangkan darah dalam kegiatan donor darah di Palembang, Jumat (2/10/2026).
Ketua PMI Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa menilai antusiasme ratusan pendonor tersebut harus menjadi awal untuk menggerakkan donor darah secara rutin. Sebab, kebutuhan darah bisa muncul kapan saja. Ketika seorang pasien membutuhkan transfusi, darah tidak bisa menunggu sampai kegiatan donor berikutnya digelar.
“Donor darah tidak cukup hanya dilakukan secara insidental. Kita perlu menjadikannya sebagai gerakan bersama yang dilakukan secara rutin, sehingga ketersediaan darah dapat terus terjaga,” kata Dewi.
Menurutnya, 300 pendonor yang ikut dalam kegiatan yang diinisiasi Bank Mandiri Regional II Sumatera 2 itu masih kuatnya kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Yang menarik, para pendonor tersebut tidak harus mengenal siapa penerima darahnya. Mereka cukup datang, mendonorkan darah, lalu berharap darah yang diberikan dapat membantu orang lain yang sedang berada dalam kondisi membutuhkan.
“Setiap darah yang disumbangkan memiliki nilai yang besar bagi masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan donor darah seperti ini,” ujarnya.
Jangan Hanya Ramai Saat Ada Kegiatan
Dia menambahkan tantangan donor darah bukan semata-mata mengumpulkan banyak pendonor dalam satu acara. Yang lebih sulit adalah menjaga agar gerakan tersebut terus berjalan.
Dewi mengatakan kebutuhan stok darah harus dipenuhi secara berkelanjutan. Apalagi PMI terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, instansi, organisasi, dunia usaha, komunitas, hingga lembaga pendidikan.
Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang kebutuhan darah masyarakat dapat dipenuhi.
Sinergi antara Pemerintah Kota Palembang dan PMI Kota Palembang, ungkapnya, juga terus didorong untuk memperkuat ketersediaan kantong darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap kolaborasi ini semakin luas. Bukan hanya pemerintah dan PMI, tetapi juga dunia usaha, perbankan, organisasi kemasyarakatan, komunitas, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Dewi.
300 Pendonor Bukan Akhir
Kegiatan donor darah yang diikuti 300 orang tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda sosial satu hari.
Dewi justru ingin semakin banyak masyarakat menjadikan donor darah sebagai kebiasaan. Dengan begitu, stok darah di Palembang tidak hanya bertambah ketika ada kegiatan besar, tetapi terus diperbarui melalui partisipasi pendonor secara rutin.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Mandiri Regional II Sumatera 2, para pendonor, PMI Kota Palembang, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.
“Semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor. Dengan begitu, ketersediaan darah di Kota Palembang dapat terus terjaga dan sinergi antara pemerintah, PMI, dunia usaha, serta masyarakat semakin kuat,” pungkasnya. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
