Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wisata Edukasi 4 in 1, Dari Sawah sampai Dapur, Semua Ada di Koperasi Desa

Wisata Edukasi 4 in 1, Dari Sawah sampai Dapur, Semua Ada di Koperasi Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 888
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAHKAN anda pergi wisata, pulang cuma bawa foto dengan caption standar “healing tipis-tipis”?. Padahal dompet jadi tipis beneran. Nah, beda cerita kalau Anda mampir ke Desa Wisata Tamanmartani, Sleman, tempat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir bukan sekadar jualan sembako, tapi jadi penopang wisata edukasi 4 in 1 pertanian, peternakan, kerajinan, dan kuliner.

Di sini, wisatawan tidak hanya “lihat-lihat”, tapi juga bisa “nyemplung langsung”. Bahasa Jawanya, ora mung ndelok, nanging melu obah. Bayangkan pagi bisa belajar menanam padi, siang ikut memandikan sapi, sore belajar membatik, malamnya masak kuliner khas desa. Kalau ada paket seperti ini di aplikasi traveling kota, mungkin judulnya “Full Body Experience, From Mud to Kitchen”.

Wisata edukasi di Tamanmartani dimulai dari sawah. Wisatawan diajak nyeker di lumpur, belajar cara menanam padi. Banyak orang kota awalnya semangat “Wah seru banget!”. Lima menit kemudian “Aduh panas, kaki gatel, punggung sakit”. Inilah bukti bahwa healing sejati bukan di mall ber-AC, tapi di sawah yang bikin keringetan.

Setelah itu, giliran ke peternakan. Anak-anak diajak memberi makan kambing, bahkan bisa belajar memerah susu sapi. Seru? Jelas. Lucu? Pasti. Karena tidak jarang, bukannya susu yang keluar, malah wisatawan yang kabur karena sapi ngibasin ekor.

Tapi inilah intinya wisata bukan sekadar hiburan, tapi pengalaman. Kata pepatah Minang, “Alam takambang jadi guru”. Dan di Tamanmartani, guru itu bukan hanya alam, tapi juga kambing yang sabar menghadapi wisatawan amatiran.

Setelah keringatan, wisata berlanjut ke kerajinan. Wisatawan bisa belajar membatik, atau ikut jemparingan (panahan tradisional). Nah, bagian ini sering jadi ajang pamer bapak-bapak. Katanya dulu jago panahan, tapi pas praktek, anak panahnya malah mental ke samping. Kalau batik, biasanya ibu-ibu antusias, meski hasilnya kadang lebih mirip peta jalur Trans Jawa daripada motif parang.

Puncaknya ada di kuliner, wisatawan bisa ikut masak makanan khas desa, mulai dari gudeg, sayur lodeh, sampai gorengan sederhana. Bedanya, gorengan di sini rasanya “bermodal” singkong dari kebun sendiri, minyak dari hasil gotong royong beli di koperasi. Bukan cuma masak, wisatawan juga belajar filosofi makanan enak itu lahir dari kerja sama, bukan sekadar resep.

Semua kegiatan ini tentu tidak berjalan sendiri. Ada Koperasi Desa Merah Putih Tamanmartani yang jadi agregator menyiapkan produk, mengatur paket, hingga memasarkan. Ibarat pepatah Sunda “Hirup kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun”, hidup itu harus saling genggam tangan. Koperasi lah yang menggenggam semua elemen desa: petani, peternak, pengrajin, sampai tukang masak.

Kalau wisata biasa hanya menghasilkan foto, wisata edukasi 4 in 1 menghasilkan tiga hal pengalaman untuk wisatawan, pemasukan untuk warga, dan keberlanjutan untuk desa. Dan koperasi yang memastikan itu semua berjalan.

Banyak orang kota mengira wisata edukasi desa itu sekadar lucu-lucuan. Padahal serius lho. Anak-anak yang ikut menanam padi akan paham, bahwa nasi di piring tidak turun dari langit. Orang dewasa yang belajar membatik akan sadar, kalau motif cantik butuh kesabaran. Wisata kuliner mengajarkan, bahwa makanan bukan sekadar rasa, tapi cerita di baliknya.

Ibarat pepatah Jawa “Mangan ora mangan sing penting kumpul”. Tapi di Tamanmartani, pepatahnya bisa diubah “Wisata ora wisata sing penting koperasi nyambung”.

Sayangnya, banyak daerah lain masih terjebak pada wisata “pose-posean”. Bikin spot foto dengan kursi rotan, ayunan, atau payung warna-warni. Cantik sih di Instagram, tapi wisatawan pulang cuma bawa feed, bukan pengalaman. UMKM setempat pun kadang tidak kebagian rezeki.

Inilah yang harus ditiru kreativitas mengemas potensi. Tidak cukup punya sawah indah, ternak lucu, atau kuliner enak. Semua itu harus dikaitkan lewat sistem yang rapi. Dan koperasi bisa jadi kuncinya. Coba bayangkan kalau daerah-daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bikin model serupa. Wisatawan bukan cuma selfie, tapi ikut hands on dari kebun, kandang, bengkel batik, sampai dapur.

Wisata edukasi 4 in 1 mengajarkan, bahwa jalan-jalan bukan sekadar hiburan, tapi juga pendidikan dan pemberdayaan. Wisata yang benar adalah wisata yang membuat semua orang pulang dengan nilai tambah. Wisatawan pulang dengan ilmu dan pengalaman, masyarakat desa pulang dengan tambahan pendapatan, desa pulang dengan keberlanjutan.

Ibarat pepatah “Sambil menyelam minum air”, tapi di Tamanmartani, pepatahnya jadi “Sambil wisata, rakyat sejahtera”

KDMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi bisa jadi tulang punggung wisata edukasi. Dengan model 4 in 1  pertanian, peternakan, kerajinan, kuliner,  wisatawan mendapatkan pengalaman nyata, masyarakat mendapatkan penghasilan, desa mendapatkan keberlanjutan.

Daerah lain mestinya tidak lagi sibuk bikin proposal wisata dengan foto payung warna-warni, tapi mulai meniru cara Tamanmartani libatkan koperasi, satukan potensi, jual pengalaman nyata karena pada akhirnya, wisata yang abadi bukan soal berapa banyak foto di-upload, tapi berapa banyak senyum yang ditinggalkan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teken Kerjasama, 24 Perusahaan Komit Lindungi Buruh di Muba dengan BPJS Ketenagakerjaan

    Teken Kerjasama, 24 Perusahaan Komit Lindungi Buruh di Muba dengan BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sabtu, 19 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 762
    • 0Komentar

    SEBANYAK 24 perusahaan di Kab. Muba sepakat memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi karyawan. “Hari ini dilaksanakan penandatanganan kesepakatan bersama dengan 24 perusahaan (secara simbolis) dari sektor perkebunan, pertambangan, industri pengolahan, kelistrikan, perdagangan dan perbankan. Dari sekian banyak perusahaan yang ada dalam wilayah kabupaten Muba, tentunya diharapkan semua isi dari kesepakatan bersama hari ini akan berlaku […]

  • CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

    CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 589
    • 0Komentar

    SEMUA bermula dari bau.Bukan bau pengkhianatan, bukan pula bau chat mantan yang muncul jam dua pagi. Ini… bau tempoyak. Bau yang bisa bikin satpam komplek nyari asalnya sambil bawa senter. Bau yang bisa bikin Google Maps nyasar. Sebagai penyelidik rasa senior, Bicik Moya langsung tahu ada sesuatu yang besar sedang terjadi di dapur. Mangkuk-mangkuk berbaris […]

  • Antisipasi Permasalahan Global, Budayakan Gotong Royong Perlu Digalakkan

    Antisipasi Permasalahan Global, Budayakan Gotong Royong Perlu Digalakkan

    • calendar_month Rabu, 22 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 506
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, implementasi nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang harus dilakukan karena ini dapat mengatasi berbagai permasalahan. Begitu juga kompetisi global yang tengah marak terjadi pada saat ini gotong royong perlu dilakukan. “Saya kira strategi Indonesia ke depan dalam menghadapi kompetisi, strategi terbaiknya adalah gotong royong,” ujar Presiden pada […]

  • Sinergi Jaga Stabilitas, Perkuat Pemulihan Ekonomi, BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50%

    Sinergi Jaga Stabilitas, Perkuat Pemulihan Ekonomi, BI 7-Day Reverse Repo Rate Tetap 3,50%

    • calendar_month Selasa, 20 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 April 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dari dampak masih tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun prakiraan inflasi tetap rendah. Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional […]

  • Bank Ramah Disabilitas, Sudahkah Sistemnya Benar-Benar Mengerti?

    Bank Ramah Disabilitas, Sudahkah Sistemnya Benar-Benar Mengerti?

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    DI BALIK kaca gedung perbankan yang berkilau dan menjulang tinggi di Kota Palembang, ada satu pertanyaan sederhana yang jarang benar-benar kita ajukan dengan jujur, apakah semua orang benar-benar bisa masuk, memahami, dan menggunakan layanan yang sama tanpa hambatan? Pertanyaan itu mungkin terdengar kecil, namun bagi sebagian orang, terutama penyandang disabilitas, hal itu bukan hanya pertanyaan […]

  • BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia dalam Sepekan ke Depan (10-17 Mei 2021)

    BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem di Wilayah Indonesia dalam Sepekan ke Depan (10-17 Mei 2021)

    • calendar_month Minggu, 16 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 755
    • 0Komentar

    POTENSI CUACA Hasil analisis dinamika atmosfer-laut, menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramati bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang Ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Saat ini juga teramati pola sirkulasi siklonik di wilayah Indonesia, yaitu di Laut Sulu dan Papua Barat yang dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin. Kondisi atmosfer yang […]

expand_less
WordPress Archive Elementor Timeline Addon Elementor – Ultimate Bundle One Elementor – Ultimate Gallery Album Elementor – Ultimate Magic Popup Elementor Widgets Mega Pack – Addons for Elementor Page Builder WordPress Plugin Elements Kit Pro – All In One Addons for Elementor Page Builder Elementy – Multipurpose One & Multi Page Template Elementy – Multipurpose One & Multi Page WordPress Theme ElemForm7 PRO – Advanced Elementor Widget for Contact Form 7 Eleos – One-Page Creative WordPress Theme