Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wisata Edukasi 4 in 1, Dari Sawah sampai Dapur, Semua Ada di Koperasi Desa

Wisata Edukasi 4 in 1, Dari Sawah sampai Dapur, Semua Ada di Koperasi Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 873
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAHKAN anda pergi wisata, pulang cuma bawa foto dengan caption standar “healing tipis-tipis”?. Padahal dompet jadi tipis beneran. Nah, beda cerita kalau Anda mampir ke Desa Wisata Tamanmartani, Sleman, tempat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir bukan sekadar jualan sembako, tapi jadi penopang wisata edukasi 4 in 1 pertanian, peternakan, kerajinan, dan kuliner.

Di sini, wisatawan tidak hanya “lihat-lihat”, tapi juga bisa “nyemplung langsung”. Bahasa Jawanya, ora mung ndelok, nanging melu obah. Bayangkan pagi bisa belajar menanam padi, siang ikut memandikan sapi, sore belajar membatik, malamnya masak kuliner khas desa. Kalau ada paket seperti ini di aplikasi traveling kota, mungkin judulnya “Full Body Experience, From Mud to Kitchen”.

Wisata edukasi di Tamanmartani dimulai dari sawah. Wisatawan diajak nyeker di lumpur, belajar cara menanam padi. Banyak orang kota awalnya semangat “Wah seru banget!”. Lima menit kemudian “Aduh panas, kaki gatel, punggung sakit”. Inilah bukti bahwa healing sejati bukan di mall ber-AC, tapi di sawah yang bikin keringetan.

Setelah itu, giliran ke peternakan. Anak-anak diajak memberi makan kambing, bahkan bisa belajar memerah susu sapi. Seru? Jelas. Lucu? Pasti. Karena tidak jarang, bukannya susu yang keluar, malah wisatawan yang kabur karena sapi ngibasin ekor.

Tapi inilah intinya wisata bukan sekadar hiburan, tapi pengalaman. Kata pepatah Minang, “Alam takambang jadi guru”. Dan di Tamanmartani, guru itu bukan hanya alam, tapi juga kambing yang sabar menghadapi wisatawan amatiran.

Setelah keringatan, wisata berlanjut ke kerajinan. Wisatawan bisa belajar membatik, atau ikut jemparingan (panahan tradisional). Nah, bagian ini sering jadi ajang pamer bapak-bapak. Katanya dulu jago panahan, tapi pas praktek, anak panahnya malah mental ke samping. Kalau batik, biasanya ibu-ibu antusias, meski hasilnya kadang lebih mirip peta jalur Trans Jawa daripada motif parang.

Puncaknya ada di kuliner, wisatawan bisa ikut masak makanan khas desa, mulai dari gudeg, sayur lodeh, sampai gorengan sederhana. Bedanya, gorengan di sini rasanya “bermodal” singkong dari kebun sendiri, minyak dari hasil gotong royong beli di koperasi. Bukan cuma masak, wisatawan juga belajar filosofi makanan enak itu lahir dari kerja sama, bukan sekadar resep.

Semua kegiatan ini tentu tidak berjalan sendiri. Ada Koperasi Desa Merah Putih Tamanmartani yang jadi agregator menyiapkan produk, mengatur paket, hingga memasarkan. Ibarat pepatah Sunda “Hirup kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun”, hidup itu harus saling genggam tangan. Koperasi lah yang menggenggam semua elemen desa: petani, peternak, pengrajin, sampai tukang masak.

Kalau wisata biasa hanya menghasilkan foto, wisata edukasi 4 in 1 menghasilkan tiga hal pengalaman untuk wisatawan, pemasukan untuk warga, dan keberlanjutan untuk desa. Dan koperasi yang memastikan itu semua berjalan.

Banyak orang kota mengira wisata edukasi desa itu sekadar lucu-lucuan. Padahal serius lho. Anak-anak yang ikut menanam padi akan paham, bahwa nasi di piring tidak turun dari langit. Orang dewasa yang belajar membatik akan sadar, kalau motif cantik butuh kesabaran. Wisata kuliner mengajarkan, bahwa makanan bukan sekadar rasa, tapi cerita di baliknya.

Ibarat pepatah Jawa “Mangan ora mangan sing penting kumpul”. Tapi di Tamanmartani, pepatahnya bisa diubah “Wisata ora wisata sing penting koperasi nyambung”.

Sayangnya, banyak daerah lain masih terjebak pada wisata “pose-posean”. Bikin spot foto dengan kursi rotan, ayunan, atau payung warna-warni. Cantik sih di Instagram, tapi wisatawan pulang cuma bawa feed, bukan pengalaman. UMKM setempat pun kadang tidak kebagian rezeki.

Inilah yang harus ditiru kreativitas mengemas potensi. Tidak cukup punya sawah indah, ternak lucu, atau kuliner enak. Semua itu harus dikaitkan lewat sistem yang rapi. Dan koperasi bisa jadi kuncinya. Coba bayangkan kalau daerah-daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bikin model serupa. Wisatawan bukan cuma selfie, tapi ikut hands on dari kebun, kandang, bengkel batik, sampai dapur.

Wisata edukasi 4 in 1 mengajarkan, bahwa jalan-jalan bukan sekadar hiburan, tapi juga pendidikan dan pemberdayaan. Wisata yang benar adalah wisata yang membuat semua orang pulang dengan nilai tambah. Wisatawan pulang dengan ilmu dan pengalaman, masyarakat desa pulang dengan tambahan pendapatan, desa pulang dengan keberlanjutan.

Ibarat pepatah “Sambil menyelam minum air”, tapi di Tamanmartani, pepatahnya jadi “Sambil wisata, rakyat sejahtera”

KDMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi bisa jadi tulang punggung wisata edukasi. Dengan model 4 in 1  pertanian, peternakan, kerajinan, kuliner,  wisatawan mendapatkan pengalaman nyata, masyarakat mendapatkan penghasilan, desa mendapatkan keberlanjutan.

Daerah lain mestinya tidak lagi sibuk bikin proposal wisata dengan foto payung warna-warni, tapi mulai meniru cara Tamanmartani libatkan koperasi, satukan potensi, jual pengalaman nyata karena pada akhirnya, wisata yang abadi bukan soal berapa banyak foto di-upload, tapi berapa banyak senyum yang ditinggalkan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • [TAWA TAPI TAHU], 18 Tahun Tanpa Servis, Kipas Angin Tua ‘Si Oka’ Ini Masih Bikin Adem & Gak Pernah Ngambek!

    [TAWA TAPI TAHU], 18 Tahun Tanpa Servis, Kipas Angin Tua ‘Si Oka’ Ini Masih Bikin Adem & Gak Pernah Ngambek!

    • calendar_month Senin, 28 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 943
    • 0Komentar

    PERNAH nggak, bro, liat kipas angin ngambek? Nggak pernah, kan? Padahal dia itu alat elektronik paling sabar se-rumah.Udah tua, bunyinya ngorok kayak gergaji tumpul, baling-balingnya patah dua, dipake tiap hari, tapi tetep aja muter. Ukurannya? Kecil, bro. Kalau masuk sekolah, pasti duduk paling depan karena nggak nutupin papan tulis. Tapi tenaganya? Bisa bikin ubun-ubun adem […]

  • Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Ajang Intropeksi Diri

    Tahun Baru Islam 1 Muharam 1441 Ajang Intropeksi Diri

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    TAHUN Baru Islam 1 Muharam 1441 H setidakya menjadi ajang silahturahmi antar sesama muslim. Hal itu ditegaskan Gubernur Sumsel Herman Deru saat berkunjung di Kampung Halamannya OKUT, kemarin. Karena itu dia mengajak agar silaturahmi tetap dijaga dengan mengkesampingkan perbedaan yang ada. “Saya berupaya untuk dapat hadir bertemu dengan warga OKU timur agar rasa rindunya terobati,”paparnya. Selain itu, katanya melalui […]

  • Rumahnya Dibedah Baznas Prov. Sumsel, Guru Ngaji di Sungai Lais Ini  Terharu

    Rumahnya Dibedah Baznas Prov. Sumsel, Guru Ngaji di Sungai Lais Ini  Terharu

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 813
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumsel untuk menggalakan  Gerakan Sumsel Peduli, dimana dalam program tersebut mencanangkan bedah rumah untuk warga tidak mampu yang berada di Provinsi Sumsel. Untuk pertama kalinya, warga yang mendapat sentuhan program bedah rumah ini adalah Faridah Enggriani berusia 46 tahun kesehariannya berkerja sebagai guru […]

  • Belum Seminggu Nyala,Puluhan Lampu  Penerangan Jalan Azhari Kalidoni Padam Lagi, Wow Serem..!!

    Belum Seminggu Nyala,Puluhan Lampu  Penerangan Jalan Azhari Kalidoni Padam Lagi, Wow Serem..!!

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 953
    • 0Komentar

    Berharap ada perhatian pemerintah kota, apalagi saat ini puluhan lampu penerang jalannya banyak yang padam.

  • Sambut Idul Fitri, Ini yang Bakal Dilakukan Muba

    Sambut Idul Fitri, Ini yang Bakal Dilakukan Muba

    • calendar_month Sabtu, 25 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 920
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Malam Takbiran dan Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1440 H. Bertempat di Ruang Rapat Randik Setda Muba. Asisten Bidang Pemerintah dan Kesra Setda Muba, H Rusli SP MM menghimbau agar kepanitiaan yang telah disusun dapat benar- benar melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Dan sesuai Instruksi Bupati […]

  • Dampak COVID, PMI Muba Salurkan Bantuan Untuk Suku Anak Dalam

    Dampak COVID, PMI Muba Salurkan Bantuan Untuk Suku Anak Dalam

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.328
    • 0Komentar

    PALANG merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin menyalurkan paket bantuan kemanusiaan kepada komunitas suku anak dalam (SAD) terkhusus yang berdiam di kawasan hutan Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Bantuan yang disalurkan didistribusikan ke 77 kepala keluarga (KK) sesuai Data yang masuk di PMI Muba, bantuan itu akan disalurkan dua titik […]

expand_less
WordPress Archive Elementor Timeline Addon Elementor – Ultimate Bundle One Elementor – Ultimate Gallery Album Elementor – Ultimate Magic Popup Elementor Widgets Mega Pack – Addons for Elementor Page Builder WordPress Plugin Elements Kit Pro – All In One Addons for Elementor Page Builder Elementy – Multipurpose One & Multi Page Template Elementy – Multipurpose One & Multi Page WordPress Theme ElemForm7 PRO – Advanced Elementor Widget for Contact Form 7 Eleos – One-Page Creative WordPress Theme