Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wisata Edukasi 4 in 1, Dari Sawah sampai Dapur, Semua Ada di Koperasi Desa

Wisata Edukasi 4 in 1, Dari Sawah sampai Dapur, Semua Ada di Koperasi Desa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
  • visibility 879
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAHKAN anda pergi wisata, pulang cuma bawa foto dengan caption standar “healing tipis-tipis”?. Padahal dompet jadi tipis beneran. Nah, beda cerita kalau Anda mampir ke Desa Wisata Tamanmartani, Sleman, tempat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hadir bukan sekadar jualan sembako, tapi jadi penopang wisata edukasi 4 in 1 pertanian, peternakan, kerajinan, dan kuliner.

Di sini, wisatawan tidak hanya “lihat-lihat”, tapi juga bisa “nyemplung langsung”. Bahasa Jawanya, ora mung ndelok, nanging melu obah. Bayangkan pagi bisa belajar menanam padi, siang ikut memandikan sapi, sore belajar membatik, malamnya masak kuliner khas desa. Kalau ada paket seperti ini di aplikasi traveling kota, mungkin judulnya “Full Body Experience, From Mud to Kitchen”.

Wisata edukasi di Tamanmartani dimulai dari sawah. Wisatawan diajak nyeker di lumpur, belajar cara menanam padi. Banyak orang kota awalnya semangat “Wah seru banget!”. Lima menit kemudian “Aduh panas, kaki gatel, punggung sakit”. Inilah bukti bahwa healing sejati bukan di mall ber-AC, tapi di sawah yang bikin keringetan.

Setelah itu, giliran ke peternakan. Anak-anak diajak memberi makan kambing, bahkan bisa belajar memerah susu sapi. Seru? Jelas. Lucu? Pasti. Karena tidak jarang, bukannya susu yang keluar, malah wisatawan yang kabur karena sapi ngibasin ekor.

Tapi inilah intinya wisata bukan sekadar hiburan, tapi pengalaman. Kata pepatah Minang, “Alam takambang jadi guru”. Dan di Tamanmartani, guru itu bukan hanya alam, tapi juga kambing yang sabar menghadapi wisatawan amatiran.

Setelah keringatan, wisata berlanjut ke kerajinan. Wisatawan bisa belajar membatik, atau ikut jemparingan (panahan tradisional). Nah, bagian ini sering jadi ajang pamer bapak-bapak. Katanya dulu jago panahan, tapi pas praktek, anak panahnya malah mental ke samping. Kalau batik, biasanya ibu-ibu antusias, meski hasilnya kadang lebih mirip peta jalur Trans Jawa daripada motif parang.

Puncaknya ada di kuliner, wisatawan bisa ikut masak makanan khas desa, mulai dari gudeg, sayur lodeh, sampai gorengan sederhana. Bedanya, gorengan di sini rasanya “bermodal” singkong dari kebun sendiri, minyak dari hasil gotong royong beli di koperasi. Bukan cuma masak, wisatawan juga belajar filosofi makanan enak itu lahir dari kerja sama, bukan sekadar resep.

Semua kegiatan ini tentu tidak berjalan sendiri. Ada Koperasi Desa Merah Putih Tamanmartani yang jadi agregator menyiapkan produk, mengatur paket, hingga memasarkan. Ibarat pepatah Sunda “Hirup kudu paheuyeuk-heuyeuk leungeun”, hidup itu harus saling genggam tangan. Koperasi lah yang menggenggam semua elemen desa: petani, peternak, pengrajin, sampai tukang masak.

Kalau wisata biasa hanya menghasilkan foto, wisata edukasi 4 in 1 menghasilkan tiga hal pengalaman untuk wisatawan, pemasukan untuk warga, dan keberlanjutan untuk desa. Dan koperasi yang memastikan itu semua berjalan.

Banyak orang kota mengira wisata edukasi desa itu sekadar lucu-lucuan. Padahal serius lho. Anak-anak yang ikut menanam padi akan paham, bahwa nasi di piring tidak turun dari langit. Orang dewasa yang belajar membatik akan sadar, kalau motif cantik butuh kesabaran. Wisata kuliner mengajarkan, bahwa makanan bukan sekadar rasa, tapi cerita di baliknya.

Ibarat pepatah Jawa “Mangan ora mangan sing penting kumpul”. Tapi di Tamanmartani, pepatahnya bisa diubah “Wisata ora wisata sing penting koperasi nyambung”.

Sayangnya, banyak daerah lain masih terjebak pada wisata “pose-posean”. Bikin spot foto dengan kursi rotan, ayunan, atau payung warna-warni. Cantik sih di Instagram, tapi wisatawan pulang cuma bawa feed, bukan pengalaman. UMKM setempat pun kadang tidak kebagian rezeki.

Inilah yang harus ditiru kreativitas mengemas potensi. Tidak cukup punya sawah indah, ternak lucu, atau kuliner enak. Semua itu harus dikaitkan lewat sistem yang rapi. Dan koperasi bisa jadi kuncinya. Coba bayangkan kalau daerah-daerah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bikin model serupa. Wisatawan bukan cuma selfie, tapi ikut hands on dari kebun, kandang, bengkel batik, sampai dapur.

Wisata edukasi 4 in 1 mengajarkan, bahwa jalan-jalan bukan sekadar hiburan, tapi juga pendidikan dan pemberdayaan. Wisata yang benar adalah wisata yang membuat semua orang pulang dengan nilai tambah. Wisatawan pulang dengan ilmu dan pengalaman, masyarakat desa pulang dengan tambahan pendapatan, desa pulang dengan keberlanjutan.

Ibarat pepatah “Sambil menyelam minum air”, tapi di Tamanmartani, pepatahnya jadi “Sambil wisata, rakyat sejahtera”

KDMP Tamanmartani menunjukkan bahwa koperasi bisa jadi tulang punggung wisata edukasi. Dengan model 4 in 1  pertanian, peternakan, kerajinan, kuliner,  wisatawan mendapatkan pengalaman nyata, masyarakat mendapatkan penghasilan, desa mendapatkan keberlanjutan.

Daerah lain mestinya tidak lagi sibuk bikin proposal wisata dengan foto payung warna-warni, tapi mulai meniru cara Tamanmartani libatkan koperasi, satukan potensi, jual pengalaman nyata karena pada akhirnya, wisata yang abadi bukan soal berapa banyak foto di-upload, tapi berapa banyak senyum yang ditinggalkan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadhan Dekat, Inflasi Menggila? Begini Cara Seru Hadapi Bapokting & Tiket!

    Ramadhan Dekat, Inflasi Menggila? Begini Cara Seru Hadapi Bapokting & Tiket!

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 622
    • 0Komentar

    DOMPET mulai protes keras kayak tetangga yang ketahuan makan terakhir di kulkas. Bahkan, harga tiket pesawat melonjak, bawang merah naik kayak selebgram lagi hits, dan minyak goreng… aduh, harganya bikin mata melek sendiri. Sementara bulan ramadhan sudah semakin dekat, tapi kantong merasa disuruh puasa duluan. Tapi tenang bro.. pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) bergerak cepat […]

  • Sumsel Siap Tuan Rumah Kejurnas Bulutangkis 

    Sumsel Siap Tuan Rumah Kejurnas Bulutangkis 

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.081
    • 0Komentar

    BERBEKAL pengalaman yang mumpuni sebagai penyelenggara event olahraga kelas nasional dan internasional, Provinsi Sumsel  memastikan diri siap  jika dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan nasional (Kejurnas) olahraga bulutangkis. Pernyataan itu diungkapkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung saat menghadiri acara welcome dinner bersama Rombongan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Kediaman Kapolda Sumsel, Kamis (3/10/2019) malam. […]

  • Baznas OKI Pugar 4 Unit Rumah Tak Layak Huni

    Baznas OKI Pugar 4 Unit Rumah Tak Layak Huni

    • calendar_month Senin, 23 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.769
    • 0Komentar

    BADAN Amil Zakat Nasional Kabupaten Ogan Komering Ilir, melaksanakan program pemugaran rumah tidak layak huni. Salah satu rumah yang telah dipugar dan diserahterimakan adalah milik Suhaimi bin M. Ali (49) Warga Sukadana, Kecamatan Kota Kayuagung. “Untuk tahun ini kami menyasar sebanyak 4 unit RTLH di Kabupaten OKI,” kata Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Nazir Bayd, […]

  • Ini Menurut Praktisi Terkait Program Smart City di Palembang

    Ini Menurut Praktisi Terkait Program Smart City di Palembang

    • calendar_month Sabtu, 10 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.617
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Pemerintah Kota Palembang tengah gencar-gencarnya mensosialisasikan program smart city ke seluruh organisasi perangkat daerah [OPD], agar mampu memberikan pelayanan dan kenyamanan untuk masyarakatnya. Menurut salah satu praktisi di Bidang Informasi dan Teknologi (IT), Ahmad Isnaini Sugiarta, M. Kom dengan diterapkan program smart city (Kota Pintar), di Kota Palembang, tujuannya, yakni untuk dimanfaatkan […]

  • Pj. Gub Sumsel Agus Fatoni tinjau persiapan Presiden Jokowi di Mura & Muratawara

    Pj. Gub Sumsel Agus Fatoni tinjau persiapan Presiden Jokowi di Mura & Muratawara

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.388
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau langsung persiapan H-1 kunjungan kerja (kunker) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Sumatera Selatan (Sumsel). Rencananya Presiden Jokowi berkunjung ke tiga daerah, yakni Lubuklinggau, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara). Siang ini, Fatoni meninjau langsung persiapan lokasi yang dijadwalkan akan dikunjungi […]

  • Di OKI, 90 Pelanggaran Lalu Lintas Terjaring di Operasi Zebra Musi 2019  

    Di OKI, 90 Pelanggaran Lalu Lintas Terjaring di Operasi Zebra Musi 2019  

    • calendar_month Selasa, 5 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 948
    • 0Komentar

    SATUAN sat Lantas Polres OKI melaksanakan Operasi Zebra Musi 2019 di wilayah Hukum Polres OKI, Senin sore (4/11/19) dengan memberikan bukti pelanggaran secara langsung (Tilang) kepada para pelanggar lalu lintas dan langsung disidang di lokasi. Kepala Satuan Lau Lintas Polres OKI, AKP Amalia Kartika mengatakan, langkah ini diambil sebagai upaya memotong birokrasi dan mempercepat proses penegakan […]

expand_less
WordPress Archive Elementor Timeline Addon Elementor – Ultimate Bundle One Elementor – Ultimate Gallery Album Elementor – Ultimate Magic Popup Elementor Widgets Mega Pack – Addons for Elementor Page Builder WordPress Plugin Elements Kit Pro – All In One Addons for Elementor Page Builder Elementy – Multipurpose One & Multi Page Template Elementy – Multipurpose One & Multi Page WordPress Theme ElemForm7 PRO – Advanced Elementor Widget for Contact Form 7 Eleos – One-Page Creative WordPress Theme